Sunday, July 01, 2018

Mendadak Traveling Dari Surabaya Ke Solo Bersama Bayi 8 Bulan

traveling dari surabaya ke solo dengan bayi 8 bulan

Sharing By Rey - Beberapa waktu lalu kami mendadak traveling dari Surabaya ke Solo, dengan mengajak si bayi yang berusia 8 bulan.

Rasanya belum hilang pegal dan olengnya kepala, meski saat ini sudah seminggu berlalu dari kegiatan (sedikit) nekat dan mendadak kami, membawa bayi berusia 8 bulan keliling pulau Jawa.



Well, sebenarnya sih gak benar-benar mengelilingi pulau Jawa, hanya beberapa bagiannya saja.
Namun, karena kami berkendara dari wilayah Timur hingga ke Barat pulau Jawa, maka bisalah di kategorikan berkeliling pulau Jawa, lol.

Tersebutlah kami, si keluarga unplaned (bahasanya ngarang, lol) sama sekali, penyebabnya satu, kami bosan merencanakan sesuatu, dan berujung dengan gak jadi karena banyak pertimbangan.

Nah, di masa libur lebaran tahun ini, karena kami tetap gak mudik ke Buton, awalnya kami berpikiran akan menghabiskan masa liburan di rumah saja, kruntelan bermalas-malasan sambil nonton tivi bersama.

Eh siapa nyana? ternyata kami (tepatnya emaknya) bosan juga sodara. Alhasil, setelah masa liburan habis, yang mana orang-orang udah pada balik dari mudiknya, eh kami malah berpikiran untuk keluyuran. Persis seperti kisah kami di 3 tahun lalu.
Baca : Mendadak Jojga, Lalu Semarang!

Perjalanan Dimulai Hari Rabu, 20 Juni 2018 


Kami akhirnya keluar kandang juga dengan tujuan keluar dari Surabaya.
Lucunya, ide tersebut tercetus saat pukul 11 siang dan kami langsung packing dan meninggalkan rumah di pukul 14.00 serta saat meninggalkan rumah kami belum punya tujuan yang pasti.
Parah gak tuh?

Sambil jalan kami berembug, akan ke mana kah kami?
Saya mengultimatum harus ke tempat yang belum pernah kami datangin, jadi please forget about Malang dan Batu, terlalu eneg saya dengan kemacetannya, hiks.

Papi mengusulkan ke Jember, kebetulan saya memang belum pernah ke sana, tapi juga mikir, sampai di sana kami harus ke mana? masa iya keliling di kotanya doang?

Bagaimana dengan Bali?
Well, kami memang sudah pernah mengunjungi Bali 5 tahun lalu.
Baca : First Time I Meet You, #BALI (Denpasar)
Tapi setelah melihat status mba Dian Restu Agustina yang juga sedang berlibur di Bali, yang mana di sana sedang hujan, kamipun mengurungkan niat, terlebih saya masih ngeri dengan berita tenggelamnya Kapal di Danau Toba, yang mana untuk menuju Bali via darat kami harus menyeberangi Selat Bali juga.

Papi pun mengusulkan ke Jogja, dan saya menambahkan lanjut ya ke daerah-daerah menuju Jakarta, seperti Semarang dan ke sono-sono nya itu. Kali aja kuat bisa tembus di Jakarta, lalu memberi kejutan pada sahabat saya si Botet eh Butet alias Eva Siagian yang sekarang menetap di Tangerang.

Oke fix, kami mulai berangkat menuju ke arah Jawa Tengah via jalan Tol.

Sebelum masuk tol, kami mempersiapkan segalanya, BBM diisi full tank, maklum pakai premium biar irit hahaha. E-Toll Card juga diisi banyak biar gak kehabisan di tengah  perjalanan.

Jajanan kami, biskuit si bayi, perlengkapan obat juga sudah dipersiapkan.
Lalu masuklah kami di jalan tol Surabaya-Mojokerto dengan gembira saat waktu menunjukan pukul 15.30.

Oh ya, sebelumnya harus diceritakan nih, untuk persiapan si baby Adean, saya gak terlalu ribet, cuman bawa sisa buburnya buat makan malam, termos besar yang berisi air panas dan Alhamdulillah, termos kami, meski belinya murah di pasar dengan corak yang sedikit norak, tapi air panasnya bisa tahan sampai 2 harian.

Untuk makanan si bayi, saya berencana memberikan makanan instan biar gak ribet, meskipun sebenarnya selama ini si bayi belum pernah sama sekali merasakan makanan instan, selain biskuit Milna. Obat-obatan pun, cuman bawa sirup penurun panas plus termometernya saja.
Tidak lupa balsem bayi dan cairan pembersih hidungnya.

Syukur Alhamdulillah, jalan tol dari Surabaya - Mojokerto hingga Jombang lancar jaya, kami sempat diguyur hujan deras di daerah Mojo Agung (kalau gak salah) sejenak, tapi sukses membuat keadaan si mobil jadi kotor parah hahaha.

Setelah keluar dari jalan Tol daerah Jombang, kami masuk lagi di jalan Tol yang masih fungsional Kertosono - Madiun (CMIIW).

Agak tersendat di beberapa bagian, karena jalan yang masih benar-benar belum siap diakses alias dipaksakan demi titah ndoro boss, lol.

gerbang tol bandar Jombang
Gerbang Tol Bandar, si papi jadi mengenang masa lalu saat kerja di jalan tol ini

Sepanjang perjalanan semua happy, kakak Darrell anteng di bangku belakang, si bayi tertidur pulas di bangku tengah bersama emaknya, dan si papi menyetir sambil terkagum-kagum akan proyek jalan tol yang terkesan dipaksakan untuk dilewati.

arus mudik lebaran
Arus balik padat merayap, kami termasuk arus mudik yang telat, lol

Terjebak Macet Dan Kelaparan Di Tengah Jalan Tol


Menjelang Magrib, kami berencana mampir sholat di rest area tol Madiun, sayang.. saat baru masuk lagi ke jalan tol Madiun - Solo, kami langsung disambut kemacetan panjang yang ternyata antri masuk di pintu tol nya.

Kami menemukan rest area tol tersebut saat waktu Magrib nyaris habis, dan ditambah sulitnya mencari tempat parkir, kami sampai rela parkir jauh banget dari mushola, lalu papi dan kakak Darrell lari-lari ke mushola mengejar waktu sholat Magrib.

Saya yang memang sedang libur sholat, harus rela anteng dalam mobil sambil menjaga si bayi yang terbangun dan mulai bertingkah macem-macem seperti biasanya.

Setelah sholat Magrib kami meneruskan perjalanan, waktu menunjukan pukul 18.45 dan kami sudah mulai kelaparan.

Namun di jalan tol bingung mencari tempat makanan, terlebih kami gak membawa bekal, cuman ada nasi putih yang kami bawa karena sebelumnya si papi sudah masak nasi banyak dan ternyata malah punya ide keluyuran hahaha.

Kami pun berembug dan memutuskan untuk berhenti sejenak di Solo untuk mencari tempat makan yang nyaman karena harus menyuapin si bayi juga.

Thanks to pemerintah, dengan adanya jalan tol, meskipun sebagian masih fungsional dengan kondisi masih sangat belum siap dilewatin, namun sangat berarti memangkas waktu perjalanan kami, hanya butuh waktu kurang dari 2 jam dari Madiun, kamipun sampai di Solo.


Sampai Di Kota Solo Dan Mampir Di Solo Paragon Mall


Setelah keluar jalan tol di Solo, kami memutuskan mengunjungi mall saja, meskipun sebenarnya kami ingin banget makan makanan di pinggiran jalan, sangat kepo dengan yang namanya timlo yang ada di sepanjang jalan.

Tapi mengingat kondisi si bayi butuh tempat nyaman dan bebas asap rokok, amannya sih ke mall saja, terlebih waktu masih memungkinkan untuk mengunjungi mall.

Dan mulailah saya mengandalkan Google Map untuk mencari mall terdekat.
Menurut Google, mall terdekat adalah Solo Paragon Mall.

Si papi nurut saja dan kamipun mengikuti perintah si mbak Google yang memandu kami meskipun sebenarnya was-was karena si mbak Google tersebut sering banget terlalu cerdas dalam memandu kami, sehingga seringnya kami dilewatin di jalan yang gak masuk akal.

Dan benar adanya, setelah kami dibuat berputar-putar semau si mbak Google, sampailah juga kami di sebuah gedung yang tinggi, dan betapa shock nya kami, bangunan itu adalah hotel dan apartemen sodara.

Si mbak Google ini gimana sih? diminta tolong pandu ke mall, eh malah dibawa ke hotel.
Jangan bilang kalau kami disuruh ke situ untuk nanya sama satpamnya, di mana mall terdekat, lol.

Meskipun konyol, si papi mutusin turun dan bertanya pada satpam, dan ternyata si mbak Google gak iseng kok, memang Solo Paragon Mall itu berada di samping bangunan Solo Paragon Hotel.

Kami hanya harus berbelok sedikit untuk sampai di pintu masuk parkirannya.
Dan dengan mengikuti petunjuk si bapak satpam yang ramah tersebut, sampailah kami ke parkiran mall yang dimaksud.

Setelah parkir kami bersegera masuk dan mencari tempat makan, dan ternyata tempatnya mirip Sutos sodara, tempat makanannya tersebar di luar mall, meskipun ada juga beberapa di dalam mall, si papi mengusulkan ke dalam saja mencari semacam foodcourt sekalian numpang toilet dan baby room buat gantiin popok si bayi.

Karena sudah hampir pukul 9 malam, foodcourt-nya sudah lumayan sepi, meskipun masih saja ada kegiatan live music yang menurut saya malah bikin makin berisik, lol.

Kami makan nasi dan mie goreng dari Nasi goreng 69 kesukaan kakak Darrell.
Si bayi yang rencananya mau makan sisa bubur siangnya, jadi urung karena sudah kemalaman dan takutnya buburnya sudah agak basi dan malah bikin sakit perut.

Solo Paragon Mall
Di Solo Paragon Mall. 
Wajah-wajah orang dewasa yang sudah kenyang 
vs Bayi yang masih lapar, lol

foodcourt solo paragon mall
Di Solo Paragon Mall. 
Buru-buru mau check in Hotel, tapi gak menyurutkan hasrat pose dulu, lol

Terpaksa si bayi disuapin biskuit Milna yang dilarutkan pakai air dingin.
Sambil makan kami berunding, akan menginap di mana? jika mengikuti pengalaman 3 tahun lalu, kami nginap di mobil sambil menanti sunrise di Parangtritis.

Sayangnya sekarang keadaan sudah berbeda, ada bayi yang tidak memungkinkan untuk diajak tidur di mobil padahal sejak sore belum mandi.

Dengan pertimbangan hal itu kami memutuskan untuk menginap di Solo saja untuk malam tersebut.
Sayapun lagi-lagi mengandalkan Google Map mencari hotel terdekat dari mall tersebut dengan harga yang terjangkau pastinya.

Kalau yang harganya asal sih mending di Solo Paragon Hotel saja, mumpung kami juga sedang berada di dekatnya.

Tapi sayang cek aplikasi pesanan online kayak Traveloka, Agoda, Hotel Quickly dsbnya, rate per malamnya masih sekitar 600ribu ke atas.  Rasanya sayang banget mengeluarkan duit segitu terlebih kami chek in nya sudah malam banget.

Dan mungkin kami sudah berjodoh, bertemulah kami dengan Front One Hotel Brani Solo.
Saya males booking via aplikasi pemesanan online, dan memutuskan langsung ke hotelnya dan bertanya langsung.

Dan demikianlah, malam itu kami menginap di hotel tersebut.
Mengenai review hotel tersebut bakal saya buat di postingan tersendiri ya.

Front One Hotel Brani Solo
Penampakan Front One Hotel Brani Solo

Baca : Review Hotel Front One Boutique Brani Solo, Shock Saat Pertama Kali Masuk Kamar

Demikianlah, cerita pengalaman mendadak traveling dari Surabaya ke Solo dengan membawa bayi 8 bulan. Sampai bertemu di cerita selanjutnya ya.

Sidoarjo, 1 Juli 2018

@reyneraea

14 comments:

  1. Waah..ikut merasa seru. Kami jg sering bepergian unplaned gitu. Tp blm pernh sepanjang ini. Eh ya saya Juga jd b3rasa nostalgia dg kota solo nih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, sebenarnya kami pun suprised bisa kuat keliling sejauh ini mba :)

      Delete
  2. Mbaaak...bisa-bisanya unplaned sambil ajak baby yaaa..
    Keren ini, kadar nekatnya tinggi hihihi..
    Tapi sudah lumayan juga tuh itinerary, sempat mampir ke keraton Solo segala.
    Alhamdulillah juga lumayan lancar jalan ya..orang semua ke Timur, Mbak ke Barat arahnya..keren idenya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. qiqiqiqi..

      Ini aslinya terinspirasi dari postingan mbak Dian loh, hampir aja kami mau ikutan ke Bali, tapi takut nyeberangnya, jadi road trip di darat aja pulau Jawa, ternyata sampai di Solo bosan karena udah pernah ke sana :D

      Delete
  3. Kalau mau sering2 bikin keputusan mendadak gini berarti fisik dan budget harus selalu siap sedia ya hehe....
    Oh ya, saya penasaran lho dengan corak termosnya😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget mba, terutama kalau bawa bayi, kalau cuman orang dewasa mungkin bisa di siasati dengan nginap di mobil dan mandi di pom Bensin hahaha.
      Wkwkwkw pokoknya norak deh, warnanya ngejreng pula, tapi membantu banget dan sampai 2 harian air tetep panas :D

      Delete
  4. Mba, pengalamanku pergi jauh bawa bayi cuman dari Bandung ke Sumedang aja, itu cuman 2-3 jam. Enggak kebayang kalau harus sampai Jateng atau Jatim xD Tapi kalau pakai mobil sendiri enak, kalau anak rewel bisa berhenti.

    Rencananya saya pengen jalan ke Jakarta nih naik kereta sambil bawa bayi. Tapi masih deg-degaaann.. x)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw.. ini juga nekat kok mbaaa..
      kalau naik kereta belum berani, ampun si bayi banyak tingkah sekarang, belum lagi kalau dia pup bingung bersihinnya hahaha

      Delete
  5. seruuu yaaahh... Alhamdulillah ya bocah pada anteng aja di jalan.
    saya pengalaman bawa batita tapi masih seputaran Sulawesi aja sih, via darat lalu menyebrang laut lanjut darat lagi :D

    anyway, dari Sulawesi juga ya Kak? Itu baca Buton, heheheh.
    salam kenal dari Kendari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh salam kenal ya, ortu saya dari Buton, tapi saya udah lama di Jawa hehehe.
      Kendari bagian mana nih? saya juga punya saudara dan teman di Kendari :)

      Delete
  6. Rekomendasi tempat2 traveling di pulau jawa jg boleh mbak..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)