Wednesday, February 28, 2018

Mendadak Jojga, Lalu Semarang!


Assalamu'alaikum.

"Let's Go Travel!"

Andai traveling itu semudah mengucapkan kata tersebut, mungkin kami sekeluarga, setiap weekend tiba bakalan ada di beberapa belahan dunia yang berbeda, hahaha

Layaknya kisah ini, yang sebenarnya sudah lumayan lama, terjadi di saat libur lebaran 2015 (lama amat yaak, hehehe)
Seperti yang saya kisahkan sebelumnya kalau kami adalah tipe keluarga yang sangat buruk dalam perencanaan jalan-jalan atau traveling.
Baca : Mendadak Petualangan Di Kota Batu

Kebanyakan, jika direncanakan gak pernah jadi berangkatnya, banyaaakk banget pertimbangannya, dan kebanyakan karena alasan SAYANG DUIT nya hahaha.

Satu-satunya traveling kami yang terencana adalah saat menikmati liburan di Bali tahun 2013 lalu
Baca : Yayyy, Petualangan menuju #Bali
Itupun gak direncanakan jauh hari sebelumnya dan gak ada perencanaan itinerary selama di Bali, pokoknya ke Bali ajaaa gitu, bahkan mau nginap di mana juga gak tau hahaha.

Di hari libur lebaran tahun 2015 lalu, kami gak pulang merayakan di Buton, secara.. berat di ongkos sist.. huhuhu.
Kami sepakat untuk menghabiskan masa liburan dengan makan tidur nonton bersama, palingan keluar nge mall saja, plus menikmati suasana Surabaya yang lengang ditinggal pemudik.

Eh gak taunya, kami bosan mendekam di rumah dan Surabaya, foto-foto dan status OTW para sahabat di timeline terasa menggoda jiwa suka keluyuran kami, terlebih waktu itu saya masih kerja di perusahaan kontraktor yang mana liburnya jauh lebih lama dibanding kantor umumnya.

Maka menjelang arus balik, kami gak tahan lagi.
Langsung deh memutuskan jalan-jalan ke tempat yang dekat saja, yaitu Malang atau Batu.

Setelah mempersiapkan seadanya, kamipun berangkat di hari Rabu, 22 Juli 2015 menjelang siang.
Jalanan lengang karena memang keesokan harinya banyak kantor yang sudah buka sehingga arus balik yang lebih ramai.
Sampai di Malang pun jalanan gak terlalu macet, kami langsung mutar-mutar mencari makan siang, dan teringat sup ayam Klaten yang ada di daerah Dinoyo (kalau gak salah).
Kamipun menuju ke sana dan berakhir kecewa, karena ternyata belum buka, mungkin pemiliknya belum balik dari mudiknya yang entah dari mana.

Sambil sedikit kelaparan kami memutuskan menuju Batu, kecewa dan ngiler karena sebelumnya sudah terbayang bakal makan siang dengan sup ayam Klaten kesukaan kami.
Dan tiba-tiba terbersit di pikiran, mengapa kita gak cari di pusatnya aja, di Klaten?
Kami sebenarnya mengenal sup ayam Klaten pertama kali saat kami berlibur di Jogja tahun 2009.
Baca : #AdeReyStory - Mengenang Short Honeymoon Ala-ala Dengan Petualangan Ke Jogja
 Gak disangka, kamipun nekat meskipun gak bawa cukup baju. Si papi menyiasati dengan mampir ke tempat destinasi wajib kami di kota Batu, Batu Wonderland.
Tempat tersebut merupakan sebuah hotel bintang 3 (atau 4 ya?) di kota Batu yang dilengkapi outlet baju-baju yang lumayan lucu-lucu serta murah.

Kami selalu mampir membeli baju di sana jika ke Batu.

Setelah membeli beberapa kaos buat saya, papi dan kakak Darrell, kamipun lantas bertolak ke Jawa Tengah melewati daerah Ngantang dan Selorejo (CMIIW)
Kami sepakat untuk berjalan santai saja, menikmati indahnya daerah perjalanan kami.
Ceritanya mau pose dengan background pemandangan indah, entah mengapa jadi kayak emak-emak mau pup di sungai ya? hahaha

Entah apa maksud pose ini
 Dan hasilnya, sampai di daerah Jombang udah gelap hahaha.

Kami mampir di sebuah POM bensin Pertamina daerah Perak, Jombang untuk isi bensin, cuci muka etc, dan memutuskan makan malam di daerah Nganjuk.
Setelah mutar-mutar kota Nganjuk, kami sepakat makan nasi goreng dekat alun-alun kota Nganjuk.
Sehabis makan, kami mampir sejenak di alun-alunnya, lalu meneruskan perjalanan.
Perfect Fussion Foundation By Oriflame
Menanti nasi goreng sambil menikmati ciuman hangat kekasih kecilku :D, thanks to Perfect Fussion Foundation By Oriflame yang bikin wajah glowing sejak pagi sampai malam tanpa perlu touch up bedak berkali-kali

Kakak Darrell rewel di alun-alun Nganjuk, mami ikutan rewel biar dia ada saingannya hahaha

Sesampai di perbatasan Ngawi, hari sudah semakin malam, kalau gak salah sudah pukul 10 malam, dan... kami masih sempat-sempatnya berhenti untuk foto-foto sambil diiringi pandangan heran dari pengguna jalan lainnya.
Mungkin mereka berpikir, kok bisaaa gitu ada orang norak di tengah malam buta hahaha.
Cuman mau ambil latar Ngawi hahaha

Long story short, setelah berkali-kali berhenti karena si papi ngantuk, dan saya serta kakak Darrell tertidur nyenyak, sampailah pula kami di Jogja pada pukul 1-2 pagi.
Karena bingung mau ke mana, kami memutuskan untuk langsung ke Parang Tritis melihat sunrise.

Sampai di Parang Tritispun hari masih gelap, saya yang sudah gak tahan kulit lengket karena memakai baju yang gak nyerap keringat langsung ribut aja pengen mandi, syukurlah kami menemukan toilet yang agak bersih dan Alhamdulillah bisa membersihkan badan lalu ganti baju.

Setelah mandi, kami ketiduran menanti hari terang, hingga akhirnya matahari mulai tampak kami bergegas menuju bibir pantai.
Meskipun masih terbilang pagi, namun suasana sudah lumayan ramai, mungkin pengunjung yang menginap di sekitaran pantai tersebut.
Sudah terang ya, padahal matahari belum terbit

Sunrise di Parang Tritis
Emaknya pose, anaknya main lempar batu :D
Gak lama kami berada di pantai tersebut, setelah semua puas, yang mana kakak Darrell puas lari-lari plus lempar-lempar batu, maminya puas minta papi fotoin kiri kanan, sedang papi cuman puas bisa fotoin anak istrinya hahaha.

Kamipun segera beranjak dari pantai tersebut, rasa lapar mulai menggerogoti perut, namun di sepanjang jalan gak ada makanan yang menggugah rasa (Sudah lapar, masih pilih-pilih hehehe)
Pas lagi pantengin google map, saya malah melihat ada Rumah Paris yang waktu itu lagi populer karena menjadi tempat syuting film Surga Yang Tak Dirindukan 1.
Dan seperti biasa, kamipun kepo pengen tau.
Ternyata tempatnya lumayan mungil dengan rate menginap yang cukup fantastis, harganya jadi melambung karena tempatnya instagramable dan juga sering dibuat tempat syuting.

Rumah Paris

Mau foto di depan Rumah Paris tapi malu, jadinya foto dari jauh hahaha
Hanya butuh waktu sebentar bagi kami mengamati bangunan mungil tersebut, lalu rasa lapar kembali mengganggu dan lucky me.
Kami menemukan rumah makan Sup Ayam Klaten!
Itulah yang kami cari sejak kemarinnya hingga nyasar jauh ke Jogja hahaha.
Nyari Sup ayam di Malang, dapetnya di Parang Tritis, Jogja
*sigh*
Perut dan ngidam yang terpuaskan :D

 Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Jogja, dan sambil kebingungan mau ke mana, kamipun mampir di lapangan Alun-alun Kidul.
Pose dengan latar beringin kembar, emaknya pose, anak dan suaminya jadi fotografer :D

Kakak Darrell minta naik mobil genjot hehehe

Gak tau, ini pose apa :D
Setelah puas foto-foto dan gempor genjot mobil-mobilannya keliling lapangan alun-alun, kamipun beranjak ke tempat lainnya.
Bingung mau diajak ke tempat mana yang kids friendly, akhirnya kami memutuskan ke Taman Pintar Jogja yang mana kami harus kelilingin 3 kali mencari tempat parkir yang tersembunyi :D
Kakak Darrell sudah gak sabaran

Emaknya pose, anaknya lari-larian mulu

Emaknya sudah bosan, anaknya masih terus lari-larian
Setelah puas (saya sampai bosan karena rame banget), akhirnya kami keluar dan meneruskan ke lokasi berikutnya.
Namuun sayang, kami gak punya ide mau ke mana hahaha.
Di tambah jalanan, masha Allaaahh macetnya, sepertinya banyak yang extension liburnya, sehingga masih saja banyak pelancong yang ada di kota Jogja.
Capek bermacet ria, kamipun mampir beli makan dan es krim di McD.
McD, as always
Setelah mendapatkan pesanan, mulai lagi kami menembus macet, hingga akhirnya waktu habis terbuang di jalan. Saya pun mulai bete huhuhu.
Hingga akhirnya papi menghibur dengan meneruskan kenyasaran kami hingga ke Semarang!
Waaooo, betapa senangnya saya hahaha
Saya belum pernah sama sekali ke Semarang, dan mengunjungi tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya adalah hobi saya banget!

Sepanjang perjalanan saya dan kakak Darrell tertidur pulas, kasihan banget si papi gak bisa berhenti karena di jalan tol, Alhamdulillah setelah melewati jalan yang lumayan panjang, sampailah pula kami di kota Semarang.

Hari sudah sore, dan papi lelah bukan main, sehingga kami putuskan mencari penginapan untuk menginap semalam. Daaann setelah keliling sana sini, telpon sana sini, ketemulah kami penginapan dengan rate yang terjangkau.
Namanya Singasari Residence, rate nya kalau gak salah 300ribuan deh.
Alamatnya di jalan Singasari nomor 27, Semarang.
Dan Alhamdulillah kami bertiga tertidur pulas malam itu.

Keesokan harinya, setelah sarapan dan  berkemas, kamipun segera check out dan memulai perjalanan lagi.
Muka puas tidur dan segar habis mandi :D

Ini aslinya mau ngambil alamat dan notel penginapannya hehehe
Tujuan awal kami adalah keliling kota dulu, mampir foto-foto di mana saja yang terlihat keren buat foto :D

Pose di depan BI, kota Semarang


Fotografer cilik yang begitu totalitas dalam berkarya :D

Alun-alun simpang lima

Anaknya diberdayakan jadi fotografer pasca wedding dulu
 Setelah puas foto-foto kamipun menuju Lawang Sewu dengan bertemankan Google Map yang begitu setia memandu kami yang sama sekali gak 'buta' akan kota Semarang.


Setelah semua di jelajahi, kamipun mulai kelaparan dan mencari makanan yang mudah ditemukan, di mana lagi kalau bukan di mall.
Saya lupa di mall apa namanya, yang jelas dekat dengan simpang lima (kalau gak salah :D), daann kami makan McD saja karena di mana-mana antri dan ramai *sigh.


Menanti papi antri beli makanan, mami jaga meja, kakak Darrell pastinya main!

Lanjut, kamipun menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah, lagi - lagi bertemankan panduan google map.
Meskipun sedikit bete, saat mendekati lokasinya, kami dibuat mutar-mutar melewati jalan kecil oleh si pemandu.
Masjidnya keren ya
Sekali lagi kami foto-foto sana sini, lalu kembali meneruskan perjalanan. Lihat di Google ada tempat keren buat foto, namanya Brown Canyon.
Dan saat nyasar kami menemukan spot kece yang sebenarnya dinding di cat mural hahaha.

Maafkan kecentilan saya :D
Mulailah lagi kami benar-benar berpegang dengan panduan Google Map, dan sukses kami dikerjain melewati jalanan di semacam desa yang sempit banget.
Akhirnya berbekal tanya sana sini, kamipun kembali ke jalan yang bisa dilalui mobil dan lagi-lagi mengikuti panduan Google Map hingga kami di bawah di atas sebuah bukit sodara!
Ini tempatnya suer serem amat, soalnya di tepi tebing bekas galian, atuh mah si pemandu Google ngasih arahnya salah mulu
Beruntung papi cerdik mencari jalan, ternyata tempat yang biasa dikunjungi orang-orang ada di bawah, jalanannya pun gak serem kayak di atas.
Brown Canyon Semarang, semacam Bukit Jeddih di Madura yang merupakan bekas galian tanah.

Hari menjelang sore dan kami meneruskan perjalanan, kali ini dengan tujuan balik ke jatim.
Kami mampir sejenak di Demak dengan tujuan mencari makanan dan enggak dapat hahaha.
Senja di Alun-alun Demak

Tak lupa berhenti di jalan saat melihat spot foto buat kenangan hehehe.
Taman Kota Kudus
Memasuki kota Pati, Jateng
Dan setelah perjalanan yang cukup panjang dan sangat melelahkan, ditemani bau laut (maklum sepanjang jalan dekat laut, sayang gelap, jadi gak keliatan) sampailah kami di rumah dengan selamat, Alhamdulillah.

Sebuah perjalanan nyasar yang panjang, niat hati keliling Jawa Timur saja, eh siapa sangka nyasarnya hingga ke Jawa Tengah.
Next bisa nyasar sampai Jawa Barat dan ujung pulau Jawa nih hehehe.
Dan kayaknya harus dijadwalkan di waktu-waktu dekat ini, biar tanda - tanda butuh liburan saya terobati LOL.

Mungkin sebagian orang menganggap, traveling itu hanya membuang-buang uang saja, lebih baik ditabung daripada mengunjungi tempat wisata  dan sejenisnya.
Namun bagi kami, traveling adalah bentuk warisan kami buat anak-anak kami, meskipun saat itu mungkin kakak Darrell masih belum bisa mengingatnya dengan jelas, namun saya dan si papi bakal tetap ingat dan akan menceritakan pada mereka di suatu hari ini.
Kalau lagi malas cerita, ya kasih aja link tulisan ini, mumpung kakak Darrell hobi baca, hahaha.


Ada yang suka nyasar kayak kami?
Share di komen yuk.

Semoga bermanfaat :)

TPJ AV - 28 Februari 2018

Love



Artikel ini diikutkan dalam Blog Competition liputan6.com
 "Traveling Seru yang Paling Berkesan Buatmu"

12 comments:

  1. Biasanya kalau jalan seringnya direncanakan. Tapi pernah juga, dari Kediri rencana mau ke Jombang tempat kakak ipar, eh..lanjut ke Bromo kwkwk seru! Kalau dadakan gitu sepertinya malah excited ya Mbak..ada kejutan-kejutan, misalnya nyara di jalan..asal aja dapat penginapan, mendadak makan atau singgah kemana..Pokoknya deg-degan tapi senang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. kami jarang banget mba, soalnya banyak perhitungan kalau pakai rencana, takut inilaahh, takut itulaahh, bahkan ujung-ujung sayang duitnya kahh hahhaah..

      Jadinya, semua serba mendadak.
      Gak jarang niat ke mall aja bisa jadi keluar kota hahaha

      Kami malah sering nginap di kendaraan, soalnya kalau di penginapan sayang banget, kami lebih suka sering mobile ke berbagai tempat, kecuali kondisinya udah gak memungkinkan alias capek banget.

      Delete
  2. niatnya cuma mau ke batu malah sampai ke semarang ya, mbak. roadtrip banget jadinya. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mba, capek tapi serunya mengesankan hehehe

      Delete
  3. wah..aku pingin deh ke rumah paris :D

    ReplyDelete
  4. Sama. Aku pun juga jarang kemana-mana. Kalau nggak study tour sekolah dan kuliah, mungkin aku nggak bisa ke Bali dan Jogja. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo traveling mendadak aja, jika direncanakan selalu gagal hehehe

      Delete
  5. Seru ya Mba..aku mungkin bisa dan hayuk aja travelling dadakan, tapi misua adalah tipe yang terencana, jadi tetep kudu harus planning ��.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe seru banget mba, ada plus minusnya juga sih terencana ama enggak.
      Kalau terencana semua udah diatur, cuman kadang kita tersiksa itinerary.
      Terlebih kalau punya anak kecil 😂

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...