Monday, February 05, 2018

#AdeReyStory - Mengenang Short Honeymoon Ala-ala Dengan Petualangan Ke Jogja


Assalamu'alaikum :)

Gegara iseng melihat-lihat album foto di dalam laptop, saya jadi terkenang masa lalu.
Ada banyak hal yang telah saya dan si papi lewati sejak sebelum menikah hingga akhirnya menikah.
Semuanya terangkum jelas dalam album foto.
Sebenarnya yang gak kerangkum dalam foto sih banyak, maklum.. kami sudah bersama jauh sebelum punya kamera atau handphone kamera hehehe (berasa tua banget ya).
Saya berpikir akan menuliskan di sini agar suatu hari nanti bisa menjadi kisah tertulis yang bisa dibaca oleh anak cucu kami, aamiin :)

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah album foto yang berjudulkan Jogja.
Sayapun membuka dan mengamati setiap fotonya sambil tersenyum-senyum bahkan tergelak sendiri, eh ditemani si baby Adean yang menolak bobo sih.





http://bit.ly/TanyaReySaja
Setelah puas mengamati, saya terpikirkan akan mengabadikan kisah perjalanan kami tersebut dalam bentuk tulisan, meskipun sebenarnya sudah banyak hal yang terlupa dari ingatan saya, saya bakal mencoba mengingatnya dengan bantuan foto tersebut.
Inilah alasan terbesar saya mengapa ingin menulis di blog ini, agar kisah-kisah hidup saya yang terserak oleh waktu, tak akan hilang dari ingatan saya.

Jadi kisah perjalanan kami ke Jogja 9 tahun lalu bisa disebut short honeymoon ala-ala dengan konsep petualangan dadakan *jiaahh..

Saat itu di bulan Desember 2009, selang 4 bulan setelah kami menikah dan kami belum juga dikaruniakan seorang baby lucu.
Kami tinggal secara terpisah, saya kerja di Surabaya dan si papi kerja di proyek jalan Tol di Jombang.
Kami hanya ketemu 2 kali dalam seminggu, ngenes banget ya untuk ukuran pengantin baru.
Beruntung saya juga sibuk di kantor yang saat itu saya masih bekerja di sebuah perusahaan kontraktor jalan.
Di bulan Desember adalah waktu tersibuk di kantor karena saya harus mengerjakan tender proyek yang lumayan banyak.

Stres dan lelah sih.
Sampai akhirnya terpikirkan oleh kami untuk berpetualangan ke Jogja, saat ada tanggal merah yang berada di harpitnas yaitu hari Jumat.
Karena duit kami terbatas, saya mengusulkan naik motor saja, si papi awalnya keberatan karena sangsi dengan kemampuan saya yang naik motor dalam kota saja bisa ketiduran di boncengan, apalagi harus menempuh jarak beratus KM?

Tapi saya nekat, kapan lagi bisa jalan-jalan.


Long short story, berangkatlah juga kami dari Surabaya di hari Kamis malam.
Perjalanan yang sangat menantang, gimana enggak?
Kami berangkat naik motor malam-malam di malam Jumat, pas tanggal 1 Muharam atau yang biasa orang Jawa memperingati dengan malam 1 Suro.
Biasanya waktu Suro adalah pantangan bagi orang Jawa untuk keluar rumah, lah kami malah bermotoran menempuh jarak ratusan KM melewati hutan pula (saat itu jalan menujuh Jogja gak seramai sekarang)

Kami start pukul 9.00 malam tanggal 18 Desember 2009, karena harus menunggu si papi datang dari Jombang, si papi menolak ide saya yang mana saya akan menempuh perjalanan sendiri ke Jombang dan dia menanti di sana.
Selain karena memang saya sebenarnay penakut banget naik motor, pun saya juga waktu itu sampai rumah udah malam karena lembur ngerjakan tender.

Perjalanan kami lakukan dengan santai, dengan membawa tas di bagian depan motor, kami berhenti sejenak di Jombang untuk makan malam (lupa, waktu itu makan apa, hahaha)

Setelah makan, kamipun melanjutkan perjalanan.
Sepanjang daerah Nganjuk suasananya sudah lumayan mencekam, banyak orang yang memakai baju karate warna gelap mondar-mandir di jalan, entah mungking mereka melakukan ritual malam 1 Suro.
Kurang lebih jam 1-2 malam kami sampai di hutan Saradan (eh bener gak ya namanya?).
Subhanallah.. gelappp dan menakutkan banget.
Jalanan lengang banget, hanya kami berdua di atas motor dan hawanya dingiinnn banget.
Kadang ada sebuah mobil lewat, kamipun mengejarnya dengan maksud agar ada temannya, tapi si mobil malah makin kabur, takut kali kami perampok hahaha (waktu itu lagi booming rampok di jalan yang namanya bajing loncat *CMIIW)

Beruntung semua perasaan takut kami berakhir setelah kami menemukan lampu PJU kembali.
Menjelang Subuh kami berhenti sejenak di sebuah POM Bensin daerah Sragen, setelah ke toilet dan beristrahat sejenak kamipun meneruskan perjalanan.
Sepanjang perjalanan saya hanya sekali menggantikan papi menyetir motor, kalau gak salah di daerah Nganjuk, setelahnya diambil alih dia.


Karena kecapekan, kami nyaris saja ditabrak truk saat pagi hari menjelang matahari terbit di daerah Klaten.

Day 1 : Pantai Parang Tritis, Musium Kareta, Malioboro dan sekitarnya
 
Kami sampai Jogja di pagi hari, langsung keliling mencari hotel.
Berbekal peta bekas lebaran dari teman kos saya sewaktu kerja, kamipun akhirnya menemukan hotel dengan harga terjangkau di daerah (lupa hahaha, intinya di jalan menuju Parang Tritis, lumayan jauh dari Malioboro)
Kamarnya sangat sederhana, gak ada AC hanya ada kipas angin, namun kamarnya cukup besar dan kamar mandinya di dalam, kalau gak salah harganya di bawah 200ribu deh.

Setelah sampai kamipun segera beristrahat sebentar, menjelang pukul 11 kami bangun, mandi lalu siap berpetualangan.

Tujuan awal kami adalah pantai Parang Tritis, lagi-lagi berbekalkan peta seadanya (dulu mah kami belum punya hape canggih ber GPS kayak sekarang)
Alhamdulillah... kami sampai juga di pantai parang tritis.



Plis, maapkeun foto-foto jadoel kami yang bikin merinding hahahaha.

Setelah puas di pantai, kamipun beranjak pergi sambil terlebih dahulu mampir makan siang di sebuah warung, si papi sampai senyum-senyum karena mendadak saya gak picky saat makan, secara saya meskipun tampilannya beginih, tapi kalau makan gak suka di tempat yang gak bersih hahaha.

Makan siang di warung yang berada di sekitar pantai Parang Tritis
Setelah kenyang, kamipun pulang, namun mampir sejenak di sebuah tempat dengan pemandangan hamparan pasir yang luas.
Bukti kalau kami dulu noraque hahaha
 Kami lalu menuju tempat tujuan berikutnya, lagi - lagi dengan berbekalkan peta.
Di perjalanan pulang kami melihat sebuah bangunan yang unik, sepertinya sebuah restoran namun belum buka, dan mumpung sepi, kamipun mampir lagi buat foto-foto hahaha
Lucu kan (bangunannya :D )
Sandal jepitnyaaaaa... hahaha

Kami lalu menuju ke arah alun-alun, dan secara gak sengaja ketemu lapangan dengan pohon beringin kembar ini.
Setelah beberapa kali nanya, kamipun sampai di alun-alun, sayang gak bisa masuk kraton karena udah tutup, jadilah kami masuk ke musium Kereta yang terletak di samping kraton Jogja.
Kesan selama di musium tersebut? serem dan bikin merinding, wangi melati di mana-mana, maklum semalamnya abis malam 1 suro, menurut cerita, di malam itu banyak keris dan pusaka lainnya di basuh atau di cuci.
Setelah keluar kami tertarik mengunjungi tempat penjualan kaos Dagadu, dengan menumpang sebuah becak kamipun berangkat ke sana.
Tukang becaknya baik hati mau berhenti sejenak dan malah membantu ambilin foto kami di jam gede ini
Setelah puas, hari sudah beranjak sore, kamipun kembali ke hotel untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah mandi kamipun menuju malioboro
Malioboro jadoel di sore hari
Menanti pesanan pecel lele di warung kaki lima jalan Malioboro
Ada kisah tak terlupa saat makan di sebuah warung kaki lima yang ada di jalan Malioboro.
Saat itu kami memesan 2 porsi pecel lele, dan u know what? itu adalah pertama kalinya saya makan pecel lele, even saya sudah tinggal selama 9 tahun di Jawa hahaha.
Dan tau gak sih? udah makan pertama kalinya, pas harganya mahaaalll boookk..
Saya lupa berapa harganya tapi suer itu mahal banget untuk ukuran makanan kaki lima, huhuhu.

Gak lama kemudian kami memutuskan kembali ke hotel untuk beristrahat, karena rencana kami untuk esok hari masih banyak.

Day 2 : Candi Borobudur, Kaliurang, Candi Prambanan, Museum Jogja Kembali

Keesokan harinya, kami bersiap sejak pagi dan kamipun memilih menuju ke Candi Borobudur.
Semuanya hanya berbekal kemampuan saya membaca peta, Alhamdulillah.. dengan terkantuk - kantuk, sampailah pula kami di candi yang terkenal tersebut.

Kami gak berlama-lama di candi Borobudur, meskipun sebenarnya masih capek gegara jalan kaki dari parkiran menuju candinya yang lumayan jauh.
Tapi kami harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin, kamipun memilih segera meninggalkan tempat tersebut menuju candi lainnya yang terkenal.

Namun di perjalanan kami mampir sejenak foto-foto di sebuah candi kecil
Lupa, apa nama candi ini
 Di perjalanan menuju candi Prambanan, saya melihat peta bahwa kami bakal bisa melewati Kaliurang, maka dengan semangat kamipun menuju tempat tersebut, meskipun nyasar kanan kiri, kami akhirnya memutuskan berhenti dan masuk ke wilayah wisata Gua Jepang.
Di tempat ini kami beneran kecele banget.
Sudah penasaran abis akan tempatnya, seperti apa gerangan gua Jepang itu, maka dibela-belain mendaki gunung dengan track yang menegangkan karena sebelahan dengan jurang plus banyak monyet yang mengganggu kami di sepanjang perjalanan, dan ternyata setelah nafas nyaris putus (*lebayyy!) sampailah kami di gua Jepang yang di maksud dan kecele huhuhu 
Maapkeun gaya si papi yang dipaksa pose gitu mulu ama potografer nya hahaha
Tadaaaa.. ternyata gua kayak terowongan buatan gini hahaha
Gak sampai menunggu lama kamipun kembali ke Jogja agar bisa menuju candi Prambanan, kami makan siang di sebuah rumah makan Sup Ayam Klaten, dan itulah pertama kali saya jatuh cinta ama sup ayam Klaten tersebut. Rasanya Hoomy banget!

Setelah makan kami menuju ke candi Prambanan, gak seperti lokasi lainnya, candi ini lebih mudah ditemukan karena letaknya di dekat jalan raya besar.

 Setelah puas berfoto-foto (iyaaahh, kami hanya fokus berfoto, gak lama-lama menikmati pemandangan hahaha), kamipun segera kembali ke kota Jogja, karena masih terang kami memutuskan untuk menyusuri bagian lain kota Jogja, dengan panduan peta, kamipun sampai di Monumen Jogja Kembali, hari sudah semakin sore dan tempatnya pun sepi, kami terpaksa parkir di luar dan masuk lewat pintu pagar yang hanya ditutupi rantai untuk foto-foto (lagi)
Entahlah apa maksud foto tersebut di atas LOL
Menjelang Magrib kamipun kembali ke hotel, sesampai di hotel, kami mandi lalu keluar di jalan besar untuk makan malam.

Day 3 : Kraton Jogja and then back to Surabaya

Keesokan harinya kami tetap bersiap sejak pagi, setelah mandi kamipun berkemas untuk pulang, setelahnya kami gak langsung check out namun menyempatkan dulu mengunjungi kraton Jogja.
Lucky me, kratonnya udah buka, kamipun masuk dan menelusuri tiap sudutnya, gak banyak yang bisa kami ambil fotonya, karena agak ramai dan kami sudah kecapekan juga plus gak semangat membayangkan naik motor balik ke Surabaya.
Pun juga sebelum ke Kraton, atasan saya di kantor mengirimkan sms menyuruh masuk lembur. hiks.
Gimana caranyaa cobaaa.. saya lagi jauh dari Surabaya.


Tak lama kemudian kamipun kembali ke hotel, mengambil tas lalu check out.
Kamipun kembali ke Surabaya di pukul 12 siang.
Hawa yang panas, capek plus ngantuk membuat saya rasanya pengen terbang aja atau minimal naik kereta balik ke Surabaya, beruntung si papi meskipun matanya ngantuk tapi masih awas mengendarai motor sepanjang Jogja - Surabaya.

Kami mampir sejenak di wilayah Madiun atau Ngawi ya untuk makan siang (makannya kesorean hahaha).
Dan setelah penuh perjuangan, sampailah kami di Surabaya pada pukul 9 malam.

Capek teramat sangat, namun esoknya kami harus segera kerja lagi.
Papi balik ke Jombang, dan saya kudu masuk lagi bergulat dengan tender.
Alhamdulillah, perjalanan kami penuh arti, bahkan hingga saat ini, masih lekat di ingatan karena foto - foto yang kami hasilkan.

Aaahh kangen jalan-jalan lagi, traveling ala petualangan.
Namun sekararang udah gak bisa nekat pakai motor, secara udah punya anak - anak yang belum kami latih naik motor jauh-jauh hahaha..

Nah, kalau teman - teman, ada yang pernah petualangan naik motor keluar kota bersama suami/istri?
Sharing di komen yaaa..

Semoga manfaat

TPJ AV - 05 Feb 2018

Love

Reyne Raea


No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...