Friday, February 23, 2018

Membuat Anak Jatuh Cinta Dengan Quality Time Membuat Brownies Banana Bersama


Assalamu'alaikum :)

Akhir pekan kemarin adalah hari yang paling menggembirakan bagi kakak Darrell, karena bisa menikmati liburan selama 3 hari sejak Jumat yang mana adalah tanggal merah.
Hari libur berarti bisa bermain gadget meskipun mainnya gak boleh seharian, pakai timer sejam harus berhenti sejenak agar matanya gak sakit melihat gadget sepanjang hari.

Oriflame
Saat lagi serius bermain gadget, saya iseng nanyain.

Mami : Sayang,  kok suka sih main game? (gadget maksudnya)

Darrell : Iya mi,  soalnya asyik.

Mami : Lebih asyik mana? Main game atau main kelereng sama mami?

Darrell : (langsung naruh gadgetnya)  Main kelereng sama mami dong,  ayo mi kita main kelereng!

Mami : (kaget,  gak nyangka)

Jadi teringat sebuah teori parenting yang mengatakan, sesungguhnya anak gak butuh mainan mahal dan canggih. Mereka hanya butuh kehadiran orang tuanya menemani bermain.
Kualitas waktu kita menemani mereka bermain jauh lebih berarti ketimbang sebuah mainan canggih dan mahal yang dimainkan seorang diri.

Di sisi lain, menemani anak bermain / beraktivitas juga merupakan salah satu cara mencuri hatinya, agar anak bisa jatuh cinta pada kita dan lebih mudah menerima saran dan nasehat orang tuanya.

Karena celutukan keisengan saya tersebut,  kakak Darrell jadi terus - menerus menagih main kelereng bareng. Beruntung muncullah sebuah ide dari saya,  daripada main kelereng yang kurang banyak faedahnya. Mending melakukan sesuatu bersama yang bisa dinikmati hasilnya.

Dan akhirnya saya mengajak kakak Darrell bikin kue bareng hahaha.

Ide tersebut tercetus saat saya mencium bau pisang yang cukup tajam di dapur,  pisang tersebut sudah terlalu matang,  dan gak ada yang mau menghabiskannya.
Daripada dibuang, mending dikreasikan menjadi hidangan yang lebih enak, kebetulan juga kakak Darrell baru selesai tema Enterpreneur di sekolahnya, yang mana ada sesi mereka masak-masakan buat jualan.

Bukan main senangnya kakak Darrell,  terlebih saat saya memberikan kepercayaan dia membantu saya secara langsung. Dari memecahkan telur seorang diri, menimbang bahan dan lain-lain.
Awalnya saya membantu melakukan hal-hal tersebut, seperti memecahkan telur, tangannya saya pegang bersamaan memecahkan telur, setelah tiga butir yang terpecahkan bersama, saya memberikan kepercayaan penuh agar dia memecahkan sendiri dan berhasil.
Kakak Darrell sungguh bahagia.

*__________*

Horee, berhasil memecahkan telur :D
Selain memecah telur dan menimbang bahan, kakak Darrell juga kuat memegangi mixer saat mengaduk telur dan gula. Benar-benar menikmati dan bahagia meski hanya membantu saya.

Menimbang tepung terigu

Sampai pada kegiatan menghias permukaan kue yang saya taruh di wadah muffin.
Meskipun menghiasinya pakai keju dan choco chip banyakan masuk ke mulutnya dulu hahaha.

Dan inilah resep kira-kira kami :

Brownies Banana


Bahan :

300 gram - Pisang (gak tau namanya, yang kecil-kecil itu loh) 
250 gram - Cokelat batang (saya pakai merk Colata)
200 gram - Margarin Blueband
5 butir -  Telur
180 gram - gula pasir
175 gram - Tepung terigu Segitiga Biru
2 sdm  - Tepung maizena
3 sdm - susu bubuk
Garam - secukupnya
Vanili bubuk - secukupnya
Chocochips - secukupnya untuk hiasan
Keju parut - secukupnya untuk hiasan

How :

  • Potong kecil-kecil cokelat batang lalu lelehkan bersama margarin dan garam dengan cara ditempatkan ke sebuah wadah tahan panas dan dimasukan ke dalam air mendidih, setelah cair, dinginkan.
  • Campurkan tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk dan vanili bubuk lalu sisihkan.
  • Kupas pisang, lalu lumatkan (kami memakai cara dilumatkan dengan gelas), sisihkan.
  • Campurkan telur bersama gula pasir, lalu aduk dengan mixer, usahakan jangan terlalu mengembang, karena brownies itu kue bantet hehehe.
  • Setelah tercampur, masukan pisang yang sudah dilumat lalu aduk pelan dengan mixer biar semakin halus dan rata.
  • Masukan campuran tepung dan aduk dengan spatula saja.
  • Terakhir masukan margarin dan cokelat leleh yang sudah dingin lalu aduk sampai rata dengan spatula.
  • Masukan adonan ke dalam cetakan yang sudah diolesi margarin dan diberi tepung terigu sedikit, beri chocochips dan parutan keju di atasnya.
  • Masukan ke dalam oven dengan suhu 150 - 175 derajat selama 20-30 menit (saya selalu memanggang kue dengan suhu segitu, soalnya pernah nyoba suhu 200 derajat kuenya langsung gosong hahaha)
  • Setelah matang, dinginkan lalu sajikan (kakak Darrell gak mau nunggu dingin, langsung gak sabaran pengen nyobain kue buatannya, dan ternyata di makan hangat nyaris panas itu lebih enak)
Mengaduk telur dan gula dengan mixer

Brownies Banana Muffin siap panggang
Brownies Banana Muffin sudah matang
Prosesnya memang sederhana, namun ternyata hal itu membekas di pikiran kakak Darrell selama berhari-hari, gak henti-hentinya dia membicarakan kegiatan kami tersebut.
Katanya seru banget dan ingin mengulanginya lagi.
Dan yang bikin meleleh adalah dia jadi makin maniiiss banget sama saya, jadi sering nyium - nyium, peluk - peluk saya.
Masha Allah... anak usia 7 tahun, laki pula.. biasanya di usia segitu udah mulai malu dipeluk apalagi dicium.
Alhamdulillah kakak Darrell masih cinta mati ama maminya.
Makan kue buatan berdua dengan cinta bareng mami memang enak :D

Betapa cara mengambil hati anak itu sebenarnya sangat mudah, hanya saja zaman sekarang kita sebagai ibu kadang melakukan banyak pembenaran dan alasan hanya karena gak mau menemani mereka.
Meskipun mungkin ada orang tua yang benar-benar gak bisa menemani anaknya karena KEHARUSAN mereka bekerja.

Punya anak yang mulai beranjak gede dan mulai punya jarak dengan orang tuanya?
Boleh dicontek cara saya merebut hati anak lelaki usia 7 tahun agar tetap mencintai saya.

Semoga bermanfaat :)

TPJ AV - 23 Februari 2018

Love 

8 comments:

  1. Heuheu..so simple respnya..bisa ditiru..:D
    Bener banget Mbak, meski anakku cowok-cowok aku juga suka ngajakin ke dapur bareng, buat bonding juga biar nanti mereka tau dan mau bantu istrinya..hahaha

    Duh, kayaknya enak deh browniesnya liat mukanya kakak Darrell :)...coba ah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo ditiruu..

      Saya biasanya make resep itu buat mengolah pisang yang kematangan, kadang juga di kukus ga di oven :D

      Iya mba, daripada main kelereng, mending ajak melakukan sesuatu yang kita harus lakukan hehehe.
      Alhamdulillah anak suka :)

      Delete
  2. Duh, bahagianya punya ibu sebaik dirimu, Mbak..betul sekali, anak2 butuh ditemani, mainan sederhana jadi lebih spesial kalau mainnya sama kita yaa..dan aroma kuenya sampai ke sini lho , Mbak..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillahh hehehe..

      Iya, sebenarnya anak gak butuh main, mereka butuh ditemani :)
      Siniiihh kita nyobain kue dengan resep asal2an ini mbaa hahaha

      Delete
  3. Masya Allah.. bagus mba.. menginspirasi sekali.. :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, makasih sudah berkunjung mba cantik :*

      Delete
  4. pingin nyoba nih...pisangnya raja boleh mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh mba, asal jangan pisang kepok, saya pernah nyoba, gak tau kenapa kok rada pahit :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...