Thursday, February 22, 2018

Mendadak Petualangan Di Kota Batu


Assalamu'alaikum :)

Harpitnas (bagi papidady) di minggu kemarin membuat kami (lagi-lagi) nyasar di Batu, jadinya semacam mendadak petualangan, karena mengajak baby Adean yang masih berusia 4 bulan, pun gak bawa persiapan sama sekali hahaha
Baca : Pengalaman Menginap Di Hotel Perdana Batu
Kami memang keluarga suka keluyuran tanpa rencana. Betapa tidak, niat awal mau nge mall, kenapa pula bisa nyasar di kota Batu.

 
Kami berangkat pukul 12.30, lewat jalan tol Surgem hingga keluar di tol Pandaan, lalu lurus melewati daerah Trawas karena takut akan macet.

Awalnya kami hendak mampir sejenak di Air Terjun Dlundung, namun karena mengingat waktu sudah menjelang sore dan tujuan kami hendak ke Batu, maka diurungkan dan terus melaju menuju daerah Cangar.

Sudah lama banget kami gak pernah lewat daerah tersebut, agak merinding juga tak henti berdoa minta keselamatan karena beberapa waktu yang lalu melihat sebuah postingan di facebook, yang mana menceritakan kalau di daerah Cangar sering terjadi kecelakaan hingga banyak sukarelawan menjaga jalan - jalan dengan kondisi terjal untuk memandu pengguna jalan.

Alhamdulillah, cuaca begitu cerah dan jalanan kering, sehingga meskipun sedikit ngeri, kami bisa juga melewatinya dengan aman.

Setelah melewati jalan yang sedikit menegangkan, kamipun berhenti di daerah yang ada perkebunannya. Sejenak berfoto - foto sambil menikmati pemandangan asri.
Ade Kurniawan, Ade Darrell, Papidady, Darrell, Adean, Dayyan
Kakak Darrell sibuk jadi fotografer, papi sibuk gaya, baby Adean masih ngantuk hehehe
Gak bisa lama - lama berfoto ria, karena tiba-tiba saja kabut menyelimuti tempat tersebut dan gerimispun turun.
Kami bergegas siap berangkat lagi, namun tiba-tiba kabutnya menghilang dan terlihat di depan kami ada penjual baso.
Papi yang laparpun mengajak makan baso yang SUEERRR ENAK BANGED!
Gak tau deh mungkin perpaduan lapar plus dingin, tapi serius baso nya enak!
Baso khas Malang tepi kebun, mantap!
Setelah makan, sipapi bikin shock sejenak, karena ternyata dia gak punya uang cash, dan gak nanya terlebih dahulu apa di dompet saya ada duit cash nya.
Dan pas saya buka dompet, langsung pucat pasi!
Shock!! Kosong melompong huhuhu
Langsung panik ubek - ubek sudut dompet, Alhamdulillah ketemu 1 lembar duit merah.
Kebiasaan sipapi, selalu lupa komunikasi dulu.
Gimana kalau gak ada duit sama sekali? orang ATM jauhhh banget, masa iya tinggalin KTP?
Fiuuhhh...

Setelah perut terisi dan baso nya terbayar, kamipun melanjutkan perjalanan.
Di tengah jalan kami kepincut buah apel, maka mampirlah kami di sebuah tempat yang menjual apel di pinggir jalan, di tulisannya sih harganya 10ribu, eh ternyata itu adalah harga buah Sawo, sedang apel harganya 20ribu.
Papi pun membeli 1 tempat.

Lanjut lagi, tiba-tiba kepala jadi migren, mungkin karena jalanan yang menurun dan berkelok tajam, ditambah shock lagi karena ternyata di bagian bawah yang jual apel makin banyak dan murmer.
sampai ada yang 5ribu 1 tempat huhuhu.

Karena migren yang gak kunjung sembuh, kami terpaksa nginap di Hotel Perdana, kota Batu.
Malamnya kami mengunjungi Batos (Batu Town Square) untuk belanja kelengkapan nginap plus makan.
Dan ternyata, bertahun-tahun gak pernah ke situ lagi, gak banyak yang berubah, tempat makan masih tetap sedikit pilihannya, bahkan ATM sangat terbatas.
Batos, Lippo Plaza batu, TongTji
Dinner di salah satu gerai Batos
Setelah makan malam, kami belanja kelengkapan di Hypermart. Resiko gak ada rencana nginap, sama sekali gak bawa perlengkapan, alhasil harus beli pakaian dalam yang susah payah cari yang masih ada bungkusnya, perlengkapan mandi karena hotelnya gak ngasih toiletris yang memadai, yang paling sedih adalah saya gak bawa facial wash, which is wajah sebelumnya memakai makeup yang lumayan nempel huhuhu.

Terpaksa saya membeli Acnes facial wash dengan harapan wajah gak jerawatan, dan ternyata gak tau kenapa pas makai, wajah jadi kering banget.
Pun juga wajib beli deodorant, sikat dan pasta gigi serta air minum dan roti buat camilan di hotel.
Batu Town Square, Lippo Plaza Batu
Nungguin papi bayar belanjaan di kasir, kita mah senyum - senyum aja dengan wajah lelah

Keesokan harinya kami check out lebih pagi karena mengejar waktu berenang si kakak Darrell yang pengen banget berenang.
Berangkat pukul 09.40 menuju tempat favorit kami selalu jika mengunjungi kota Batu, yaitu Batu Wonderland.
Gak nginap di sana sih, cuman beli-beli baju hahaha.
Secara kakak Darrell, papi dan saya sudah risih maksimal makai baju yang sama sejak kemarin.
Kami beli kaos buat saya, papidady dan kakak Darrell, baby Adean juga kebagian kaos namun gak langsung dipakai, takut gatal-gatal hehehe.
Gantian, saya yang bayar, papi dan the bocahs nungguin :D
Setelah beres, kami langsung menuju ke Selecta, sebenarnya rencana awal hendak berenang di Batu Wonderland tersebut, namun saya kepo sama yang namanya Selecta, berkali-kali lewat belum pernah sama sekali mampir.

Dan ternyataaaa... ramai banget sodarah..
Saya hampir menyerah dan meminta pulang saja, jika gak ingat masuknya bayar book, per orang 30ribu plus mobil 10ribu, jadi kami bertiga bayar 100ribu, beruntung baby Adean gak perlu bayar.

Tempatnya asri dan cantik banget, banyak bunga yang lagi mekar, kakak Darrell langsung heboh pengen naik sky bike, saya sampai ngos-ngosan mengikuti langkahnya yang meminta kami melewati jalanan terjal dan sementara saya menggendong baby Adean tanpa gendongan.
Batu
Wajah lelah menanti kakak Darrell dan papi naik skybike
Setelah puas bermain skybike yang ternyata harus bayar lagi, 20ribu per sepeda, kamipun memutuskan untuk makan baso (lagi) yang ada di situ.
Daaann sedih, harganya 15 ribu, sedang rasanya biasaaaaa banget huhuhu.
Batu
Makan baso di tepi taman hehehe
Setelah makan, Darrell sudah tidak sabaran hendak berenang, namun sayanya manyun, gimana caranya menunggu mereka saat renang sedang gak ada tempat yang nyaman buat nunggu sambil gendongin si baby.
Tamannya asri banget

Sebenarnya sih bisa nunggu di bawah pohon atau tempat duduk, tapi banyak orang-orang yang gak punya etika selalu datang mendekat sambil merokok, dan saya parno banget ama rokok.
Alhasil, berenangpun dibatalkan, kami lalu beranjak pulang dan mencari tempat renang yang nyaman lainnya.
Setelah galau telpon sana - sini, browsing sana sini jadilah kami memutuskan berenang di hotel Swiss Belin Malang (jauh amat yaakk, kenapa pula gak sejak kemaren aja sekalian nginap di situ huhuhu)
Kebetulan ternyata kolam renang di Swiss Belin bisa dikunjungi oleh umum meski bukan tamu hotel.
Bayarnya pun lumayan terjangkau, untuk hari Minggu ada promo diskon 50% hingga kami cukup membayar 25ribu per orang.

Daann, setelah kami mutar - mutar terkecoh oleh arahan Google, sampailah kami untuk berenang di Hotel Swiss Belin Malang yang ternyata terletak di belakang Matos.

Gak lama kami berenang, karena ternyata baby Adean sudah rewel gak nyaman, pun juga karena papi gak bawa celana pendek sama sekali, sehingga rela berenang pakai celana dalam dan atasan kaos hahaha.

Sekitar pukul 16.30 kamipun balik ke Sidoarjo, melewati akses jalan Malang yang maceetnyaaaa bikin stres.
Alhamdulillah kami sampai di Surabaya sekitar pukul 20.30 dengan selamat.

Teman - teman, liburan ke mana minggu kemarin?
Share di komen yuk.

TPJ AV - 22 Februari 2018

Love



2 comments:

  1. Wah, baca postingan ini jadi mupeng ke Malang euy hihihi. makan bakso di udara dingin itu pasti endezz bingit. Dari dulu nggak kesampean aja nih ke Malang. Semoga suatu saat bisa beneran sampe sana ya mba.. makasih reviewnya keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba..
      Terlebih baso Malang itu beda dari yang lainnya...
      Bikin ngangenin 😍

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...