Tuesday, October 13, 2020

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Sharing By Rey - Tips agar draft blogpost minim revisi dari klien ini tercetus ketika saya membaca sebuah tulisan IGS seorang sahabat blogger kesayangan.

Di mana, ybs mengeluhkan klien yang meminta revisi, tapi nggak dikasih tahu mananya yang direvisi, hahaha.

Kocak sih menurut saya.
Tapi, saya jadi punya ide buat nulisin hal ini.
Thanks deh buat madamsay Ajeng.

Oh ya, bagi teman-teman blogger yang memang masih jarang monetize blog dengan cara menerima kerjasama review produk atau sponsored post dengan klien, mungkin masih sedikit bingung dan bertanya-tanya, apa sih draft blogpost yang direvisi klien itu?


Ketika Syarat Kerjasama Dari Klien Adalah Adanya Preview Draft Blogpost


Jadi, beberapa klien memang mengharuskan, adanya preview draft blogpost yang kita tulis dan bakal kita tayangkan di blog kita.
Biasanya, hal ini diberlakukan, agar tujuan mereka mengadakan campaign bekerjasama dengan para blogger, lebih terarah sesuai harapan.

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Selain itu, untuk memastikan, para blogger tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan brief yang sudah disepakati bersama.

Seperti, lupa memasukan hal penting seperti keyword, bahkan salah menyebut nama produk atau usaha klien.
Lah memang ada Mbak Rey?
Ada banget, dan banyak loh, hahaha.

Menyikapi hal tersebut, para klien akhirnya memberikan persyaratan bahwa akan ada yang namanya preview draft blogpost atau tulisan kita bakal cek dulu sebelum ditayangkan, dan tentu saja dengan persyaratan, blogger akan bersedia atau kooperatif saat ada revisi dari klien.

Akan tetapi, kalau saya pribadi, selalu memperhatikan hal-hal penting mengenai revisi ini di perjanjian awal, minimal ada kesepakatan maksimal berapa kali review dan, reviewnya sebijaknya kudu masuk akal.

Saya belum pernah nemu sih di kerjasama blog, tapi beberapa kali bete karena masalah revisi di kerjasama as an influncer alias menggunakan akun instagram.
Lebih bete lagi, kadang brief kerjaan itu datang setelah deal rate card, dan jika di awalnya perjanjiannya kurang detail, pas brief-nya datang, shock deh kalau ternyata job-nya sungguh detail. 
 
Terlebih kalau job bikin vidio, pakai ngajak si adik pulak, duh kalau revisi itu pengen nangis guling-guling rasanya.

Alhamdulillahnya, selama saya bekerjasama di blog dengan beberapa klien, sejak tahun 2018 lalu, baru sekali atau dua kali saja saya mendapatkan revisi draft blogpost yang saya kirim.
Itupun udah direvisi langsung ama teamnya.

Dan memang hanya ganti foto aja sih, kudu pakai foto resmi dari mereka.
Selain itu, Alhamdulillah hampir semua draft yang saya kirim minim revisi, bahkan bisa dikatakan tanpa revisi sama sekali.

Jadi, tinggal post aja di blog.


Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi dari Klien


Pertanyaannya, gimana sih caranya, agar draft blogspot yang kita kirimkan minim revisi dari klien?
Karena menurut saya, seringnya revisi itu, selain bikin mood kita jadi nggak asyik (ye kan, yang namanya dikoreksi itu, kagak asyik sih ya, apalagi kalau kita udah merasa nulis sebaik mungkin), pun juga, bikin nama kita as a blogger jadi kurang baik di mata klien.

Ya kan, entar kepiawaian kita dalam menulis di blog dipertanyakan.

Dan berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa tips yang harus diperhatikan, saat menulis draft blogpost buat artikel kerjasama di blog dengan klien, yaitu:


1. Baca brief dengan teliti dan seksama.


Percaya atau enggak, salah satu kekurangan kebanyakan blogger adalaaaahhh, kurang telitinya membaca brief yang ada.

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Saya belum pernah jadi teamnya klien dalam mengurusin campaign kerjasama dengan para blogger sih, tapi saya mendapatkan cerita dari salah satu blogger senior, ketua umum grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), yang sering jadi juri lomba blog, Mbak Widya.

Menurut buketu (panggilan kesayangan kami ke Mbak Wid), kesalahan paling banyak yang dilakukan para blogger adalah, tidak teliti dalam membaca brief atau syarat-syarat yang ada.

Meskipun, sejujurnya brief dari lomba blog itu memang jauh lebih ribet ketimbang brief murni kerjasama blog, tapi saya rasa banyaknya revisi dari klien itu ya, karena draft blogpost yang dikirimkan, masih kurang memuat semua brief yang ada.

Karenanya, untuk meminimalisir revisi, please baca brief dengan teliti, dan jika nggak ngerti, silahkan bertanya ke klien-nya atau perantaranya.
Jangan malah nanya ke sesama blogger, entar ditafsirkan salah, jadinya salah berjamaah deh, hahaha.


2. Teliti penulisan nama produk atau brand milik klien


Sepele, tapi percayalah, banyak loh yang salah menuliskan nama produk atau brand milik klien.
Dari yang typo, hingga salah jenis huruf bahkan salah cara menuliskannya.

Karenanya, saya biasanya memilih copas langsung nama produk atau brand klien biar aman kan ye.
Karenanya, Alhamdulillah, saya jarang banget dapat revisi penulisan tersebut.


3. Tulis draft blogpost selengkap mungkin


Salah satu trik saya biar minim revisi draft blogpost adalah, dengan menuliskan artikel selengkap mungkin.

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Bahkan, kadang yang nggak masuk brief pun saya masukin, sehingga seringnya melewati jauh dari batas kata minimum yang diharapkan.

Misal, syarat penulisan 500 kata, saya dong nulisnya bsia lebih dari 1000 kata.
Mungkin juga si kliennya capek bacanya, jadinya udah deh kagak ada revisi, wakakakaka.

Akan tetapi, jangan lupakan hal yang ditulis, tentu saja sisi positif dari produk atau brand yang kita bahas, atau bisa juga informasi tambahan lainnya, yang mendukung brand atau produk tersebut.


4. Tulis kekurangan atau saran buat brand/produk sehalus mungkin


Beberapa klien, memang membolehkan, blogger menuliskan kekurangan produk mereka, meskipun tentu saja dengan sebijak dan sehalus mungkin.

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Walah memang kebanyakan memilih cara aman, dengan tidak membahas kekurangan, dan lebih fokus ke kekurangannya.

Untuk hal ini, menurut saya, balik lagi ke bloggernya sih ya, kalau memang terbiasa menuliskan review apa adanya, setidaknya sampaikan kepada klien di awal kerjasama.
Jadi nggak perlu ada revisi karena hal-hal kekurangan yang kita bahas untuk produknya.


5. Sering berlatih menulis dengan serius berdasarkan brief

 
Hal lain yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir revisi draft blogpost dari klien adalah, dengan cara rajin berlatih menulis dengan serius berdasarkan brief.
Cara termudah adalah dengan mengikuti lomba blog.

Iya, saya memang udah jarang ikutan lomba blog, kalau memang nggak dibayar untuk itu.
Tapi saya rasa, ketelitian saya membaca brief itu bermula dari seringnya saya ikutan lomba blog di tahun 2018 lalu.

Btw, brief lomba blog itu sejujurnya jauh lebih ribet ketimbang brief kerjasama blogpost dengan klien.
Karenanya, jika sering menulis untuk lomba blog, dengan sendirinya terlatih membaca brief dengan cepat dan mudah serta teliti.

Tips Agar Draft Blogpost Minim Revisi Klien

Demikianlah tips saya agar draft blogpost minim revisi saat di preview oleh klien, dan semua hal tersebut adalah pengalaman saya pribadi, kalau temans punya tambahan apa nih, biar draft kita minim revisi?

Share yuk :)


Sidoarjo, 13 Oktober 2020


Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey



24 comments:

  1. Mba Rey, kalau di minta kirim draft itu dalam bentuk file word gituu? Ato gimana? Aku masih belum kebayang 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam bentuk file word say, jadi mudah di edit ama mereka :D

      Delete
  2. Makasih sharingnya mbak Rey, jadinya nanti tahu kalo ada kerja sama blog lagi dari blogger lain bisa lebih siap.😀

    ReplyDelete
  3. dalam hal ini saya merasa beruntung sekali hahahha...ampyunnn dah kalau kudu begitu mah..

    Malah bisa ga keluar tulisannya 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeett Bapak! kagak cucok buat bapak Anton deh, kecuali memang dapat klien yang asyique, yang menghargai kalau dia kerjasama dengan personal blogger, karenanya kudu pasrah dengan gaya penulisan si blogger.

      Saya pernah juga dapat klien begini, tapi memang langka sih hahaha

      Delete
  4. Ini tips yang luar biasa penting buat yang dapat projek blogpost nih. Btw thanks banget infonya, Mbak Rey. Bakal aku catat dengan baik nih tipsnya. Kali aja ada yang ngajakin aku kerjasama.🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, semangat menulis Roem, konten tulisanmu kece-kece, hanya perlu sedikit konsistensi lagi, bakalan berdatangan tuh penawaran kerjasama :D

      Delete
  5. Aku udah stress duluan kalau dpt brief panjang kali lebar dan banyak pointnya.

    Kalau aku, aku tandai poin2 yg udh aku tulis, soalnya kadang kan aku nulisnya acak, yg gampang duluan, kalau ga ditandai takut ada yg kelewat.

    Aku pernah kerjasama review sama brand skincare besar, sampe revisi 3 kali, beh ribet banget, dan ternyata emang rata2 pada revisi berkali2 kalau kerjasama sama brand itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, yang paling parah itu kalau brief job ngebuz lomba blog.
      Jadinya kan kita kudu menyesuaikan sebagai peserta lomba, bedanya kita mungkin lebih ke dibayar duluan dan biasanya dikasih produk review ya.

      Tapi syarat atau briefnya, bahkan jauh lebih panjang, hahahaha.

      Btw, kalau brand kecantikan apalagi yang punya nama besar, mereka biasanya berani bayar mahal, tapi memang juga butuh timbal balik yang sungguh amazing hahahaha

      Delete
  6. Wah keren tipsnya Mba Rey..
    Kalau nulis selengkap mungkin, aku ga ragu sih Mba Rey pasti bisa melebihi itu. Hehehe.. Soalnya Mba Rey paling bisa nulis panjang2 tp tetap terasa mengalir. Mantaaab..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaaakkk bisa aja bikin hidung kembang kempis, to be honest, diri saya minder sebenarnya, karena saya tuh nulis panjang tapi ya gitu kek orang ngobrol ngalor ngidul gitu wakakakaka

      Delete
  7. beruntung sampe sekarang aku belum pernah revisi tiap kerjasama, aku rasa membaca brief yang diberikan dengan seksama, dengan teliti dan dipahami juga. malah aku bisa baca berkali kali biar ga salah tafsir :D
    ngomong ngomong lomba nih, aku belum ucapin congratulations buat lomba ngemil kemarin ya mba rey, akhirnya nama mba rey kecatut juga khannnn hehehehe. ampe lupa aku mau ngomong itu dari kapan hari pas komen hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya kan, kuncinya di brief memang, namun seringnya, meski briefnya dikit, banyak juga yang kurang teliti.

      Waahhh tauk juga kah, itu menang sebuah kejutan, tumbeeeeennn gitu saya menang, hahahahaha

      Delete
  8. Keren saya dong, belum pernah direvisi dari yang mesan. Yang mesan review aja gak ada :D

    ReplyDelete
  9. halo teh rey, bertemu lagi kita, asik, lama tidak jumpa dan udah kangen rasanya, dan sekarang mampir lagi di sela-sela kesibukan, he-he

    caranya boleh di coba tuh teh, tapi sayang saya belum pernah mendapat order seperti teh rea, dulu ada sekali tapi enggak jadi karena blog saya valum sebentar, wkwkckkk, teman-teman lain apa kabar nih, baik-baik sajakah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huwaaaaa... Kuanyuuu, apa kabar? kami semua rindu looohhh.
      Ayo semangat lagi ya :)

      Delete
  10. Thanku ilmunya mba Rey, sapatau suatu saat aku terima kerjasama. Dengan demikian udah paham apa ajah syaratnya :D

    Penting banget ya...

    ReplyDelete
  11. Lah itu gimana mbak. Minta revisi tapi ga kasih tau mana yg kudu direvisi. Ibarat pacaran, si cowo bilang sama cewe nya, "salahku apa?" terus di cewek jawab, "pikir aja sendiri!" wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakaka, pikir aja sendiri.
      Curiga kliennya lagi sensi ama pasangannya hahahaha

      Delete
  12. Wah terima kasih sudah berbagi mbak Rey, walaupun aku belum pernah kerja sama dengan brand sama sekali 😁

    Baca ini jadi membuat saya termotivasi untuk belajar lebih banyak dengan dunia perbloggingan. Seru juga ya mbak bisa bekerja dan mendapat teman baru plus mendapatkan penghasilan dari blogging.
    semoga saya kedepannya saya bisa menjadi blogger professional seperti mbak Rey <3

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)