Thursday, October 29, 2020

Pertama Kali Memakai Kacamata Minus

gejala mata minus

Sharing By Rey - Pertama kali pakai kacamata minus tuh, ketika saya masih kuliah.
Saya lupa sih tepatnya, semester berapa.

Sepertinya sih udah semester akhir-akhir gitu, karena seingat saya, waktu itu saya udah punya pacar *tsah.
Btw, di keluarga saya, sama sekali nggak ada yang berkacamata alias semua dari kami bermata sehat.
Bukan hanya keluarga kandung, tapi di lingkaran keluarga besar, baik mama maupun bapak, nggak ada sama sekali yang pakai kacamata minus.

Palingan yang berkaca mata ya, yang udah lanjut usia.
Atau yang pakai kacamata buat gaya-gayaan aja.


Pengalaman Pertama Kali Memakai Kacamata Minus Dan Penyebabnya


Memang sih, di antara keluarga saya, bahkan keluarga besar saya, yang paling suka baca adalah saya, ada sih kakak sepupu yang juga suka baca, tapi dia sukanya baca novel dewasa doang.

Saya dulu jadi ikutan baca novel dewasa (maksudnya yang semi dewasa ya), ketika SMP dan dipinjami kakak sepupu saya itu.

Waktu SMP memang lagi parah-parahnya saya kecanduan membaca, rata-rata novel silat dan novel percintaan pula.

Yang novel silat kayak Wiro Sableng dan Pendekar apa yang dulu, lupa deh.
Itu saya dapatkan dari dokter PTT yang tugas di Puskesmas tempat mama bekerja.
Karena dokter itu masih muda banget, baru menikah dan mengajak istrinya tinggal di tempat terpencil tersebut, jadinya si dokter rajin banget nyewa novel.

Dan tentu saja, nggak bisa nolak kalau saya mau pinjam novelnya.

Saking kecanduannya, saya nggak kenal waktu bacanya.
Pagi siang dan malam, bahkan sepertinya SMP adalah saat pertama saya jadi suka begadang.
Parahnya lagi, saya begadang sambil baca novel pakai sinar senter yang redup, hahaha.

pengalaman memakai kacamata minus
Kacamata minus pertama saya.
Astaga, mengapa foto ketika cuman kenal Pond's cream, bedak dan lipstik ini
s
aya post di sini ya? mana pake lipen 5 menit doang langsung hilang,
saking kenalnya lipen yang murah meriah, hahaha. 
btw, model jilbab gini dulu trend loh, kayak yang dipake Zaskia Mecca
Dulu keren, sekarang kek nenek-nenek, dan i hate pake jilbab gini hahaha

Soalnya kalau ketahuan mama atau bapak, bisa berabe banget nget tuh.

Sekarang udah tahu kan alasan masuk akal mengapa mata saya jadi minus.
Ya awalnya sih karena kebanyakan membaca tapi nggak pakai aturan.

Meskipun demikian, gejala mata minus baru saja saya alami setelah kuliah, sepertinya setelah mata kuliah bestek lulus.
Itu tuh, tugas menggambar denah dan potongan rumah, yang mana bukan hanya mengerjakan tugas sendiri, saya juga mengerjakan tugas banyak teman, karena kebanyakan teman saya lulusan SMU, which is mereka sulit  mengerti cara membaca tampak dari denah gambar.

Dulunya mah yang namanya komputer amat sangat terbatas, jadi tugasnya kudu digambar dengan manual, pakai penggaris segitiga yang gede sepasang gitu.

Dan gambarnya di meja belajar mini, di bawah temaram lampu kos-kosan.
Ya jadilah mata makin lelah nggak karuan.

Hingga suatu saat, saya jadi sering sakit kepala.
Sakit kepalanya tuh beneran bikin nangis, sakiittt banget, dan bahkan saya nggak bisa gerakin bola mata sedikipun, saking sakitnya kepala.

Karena nggak kuat lagi, saya akhirnya ke dokter di RSU Haji Surabaya, dan setelah diperiksa, ternyata kata dokter saya nggak kenapa-kenapa, namun dokter meminta saya untuk periksa mata karena diduga, sakit kepala tersebut akibat mata saya yang bermasalah.

Dan kalau nggak salah, saat itu langsung diperiksa, lalu ketahuan, kalau mata saya minus 1/4 keduanya dong, hahaha.
Lebay banget ya, cuman minus 1/4 tapi sakit kepalanya paraaahh banget.

Long story short, saya akhirnya membeli kacamata, karena dokter menyarankan hal tersebut, maka begitulah, saya beli kacamata yang biasa aja, dengan harga sekitar 400ribu atau 900 ribu ya?
Lufaaa, hahaha.

Apakah ketika pakai kacamata, sakit kepala langsung hilang?
Kagak!
Seingat saya butuh sekitar semingguan atau lebih ya, sampai akhirnya sakit kepala saya jadi berkurang lalu menghilang.


Drama Ganti Kacamata Minus


Saya menggunakan kacamata minus pertama saya hingga sekitar 5-6 tahun deh kalau nggak salah, sampai akhirnya saya keterima kerja, dan seperti biasa, saya suka lebay kalau kerja, suka banget tahan berjam-jam di depan monitor.

gejala mata minus
Kacamata kedua saya, ini setelah kenal eyebrow, tapi makenya masih malu-malu
alias kagak keliatan make alis :D


Akibatnya bisa ditebak, mata saya jadi buram banget, bahkan udah make kacamata minus pun tetap buram, dan itu sangat menyiksa banget.

Apalagi, ketika itu saya udah mulai bawa motor sendiri, dan kalau malam bahaya banget karena saya nggak bisa melihat di kejauhan dengan jelas.
Hingga akhirnya saya putuskan mengganti kacamata baru, dan tentunya dengan terlebih dahulu memeriksakan kondisi terbaru ukuran minus mata saya.

Dan uwowwww...
Setelah bertahun-tahun, yang memang saya jarang sih pake kacamata, hanya pas kerja aja saya pakai.
Eh ternyata minusnya nambah jadi minus 3/4 dong huhuhu.

Saya akhirnya mengganti kacamata, bodohnya lagi saya ganti dengan model yang beda.
Kalau sebelumnya saya pakai kacamata dengan frame tipis tapi melingkari kacanya.
Setelahnya saya ganti dengan kacamata dengan frame separuh dari kacanya aja, di bagian bawahnya tanpa frame.

Lalu, setelah kacamatanya jadi, saya ambil dan coba.
Senang dong saya liat kacamata baru saya.

Tapi baru aja sekitar 5 menitan, astagaaahhh..
Saya mual, nyaris muntah.
Kepala saya sakit banget, mata rasanya tuh berkunang-kunang, kayak keputar terus gitu.
Dan saya butuh sekitar kurang lebih 3-4 jam untuk mengembalikan keadaan saya agar membaik.

Awalnya saya nggak terlalu tahu, apa penyebab saya tiba-tiba merasa mual, namun setelah beberapa kali mencoba kacamata baru itu, lalu berakhir dengan kondisi yang nggak nyaman banget.
Saya jadi mengerti, ternyata itu gejala yang saya alami karena ganti kacamata.

Sayangnya saya nggak tahu sih, apakah semua itu karena ukuran kacamata yang terlalu besar, saya sering mendengar, kalau alat periksa mata di optik itu diatur lebih besar dalam mengukur kondisi mata dibandingkan alat yang ada di rumah sakit atau semacamnya.

Entahlah itu benar atau enggak, tapi memang demikian keadaan saya setelah memakai kacamata tersebut.

Atau juga karena model kacamata yang saya pakai berubah, di mana sebelumnya pakai kacamata dengan frame menutupi semua pinggiran kaca, lalu diganti dengan kacamata yang hanya menutupi bagian atas kacanya.

Atau juga mungkin karena model dan kualitas kacamatanya kali ya.
Karena kacamata pertama saya memang jauh lebih mahal ketimbang yang kedua, di mana yang pertama tuh framenya ringan banget, beda dengan yang kedua cenderung lebih berat.

Saya memakai kacamata kedua itu selama hampir 10 tahun deh, dan tahun 2018 atau 2019 lalu ya?
Saya akhirnya mengganti kembali kacamata saya, karena pandangan saya udah buram banget, even menggunakan kacamata minus tersebut.

Kacamata ketiga saya, dibeli di mall, sekaligus ngukur mata di sana, di Optik Melawai Cito, Surabaya.
Begonya lagi, awalnya pengen kacamata yang murah aja, yang framenya plastik, dan warna pink.
Kenapaaaa pula, jadinya beli yang warna merah, huhuhu.

Udah gitu, lebih mahal dari yang saya incar awalnya pula.
Dan betenya lagi, udahlah lebih mahal, pas jadi dan dipakai, astagaaaahhh, saya nggak suka banget ama kacamata ini, sumpah saya jadi kek nenek-nenek, hiks.

Tapi memang nggak dipungkiri.
Ketika make kacamata ketiga ini, saya sama sekali nggak mengalami sakit kepala seperti ketika saya mengganti kacamata kedua saya.

Padahal, ternyata ukuran minus mata saya udah nambah banyak, saking banyaknya, pas make kacamata itu, astagaaa saya shock pas ngaca, ternyata pori-pori di muka saya banyak juga ya, wakakakak.

Pertama Kali Memakai Kacamata Minus
Kacamata terbaru saya, sumpah ya dulu pas nyobain keceh aja liatnya,
giliran udah jadi kenapa cobak kek nenek-nenek gini hiks, kayak kacamata
penjual cabe di pasar katanya, hiks.


Iya, selama ini saya pede betooll, mengira muka saya mulus, ternyata bukan mukanya yang mulus, tapi mata saya yang buram parah hahahaha.

So, bisa jadi tips nih buat para wanita yang sedih karena liat pori-pori mukanya besar, caranya? jangan ngaca pake kacamata minus dong, kalau perlu pakai kacamata hitam aja, wakakakaka.

Udah ah, sekian dulu ceritanya.
Maybe next saya mau tuliskan teori tentang gejala mata minus, biar tulisan saya nggak kepanjangan kek kereta senja *eh

Kalau temans, punya cerita gimana saat memakai kacamata minus pertama kali?
Share yuk.

Sidoarjo, 29 Oktober 2020


Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : dokumen pribadi dan Canva

15 comments:

  1. Mbak selamat hari blogger nasional dulu ah, hehe. Ya ampun yang terakhir, penjual cabe di pasar *ngakak. Soal kacamata asli aku ga punya pengalaman, karena sampe usia 43 gini alhamdulilah baca dan liat apapun masih jelas banget. Turunan kali ya karena nyokap juga dulu kacamataan baru di usia 50an. Makasih sharingnya, jadi tau ada reaksi-reaksi yang mungkin ga kita duga soal perkacamataan (mual muntah pusing) apalagi kalau engga cocok ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat hari blogger juga Mba, hahahahaha.

      Ih bikin iri Mba, saya belom 40 tapi matanya udah buram banget.
      Padahal ya sekeluarga nggak ada yang kacamataan karena mata minus.

      Iya Mba, kayaknya memang karena model frame juga ngaruh, dan terlebih memang minusnya nambah, jadi penyesuaian banget, apalagi memang gejala mata minus di saya itu sejak awal memang sakit kepala hebat :D

      Delete
  2. mba Rey kenapa aku ngakak sih bacanya HAHA. Btw, foto yang jilbabnya kayak Zaskia Mecca itu cantik loh :D kalo pakai kacamata sampe berefek mual bisa konsultasi lagi sama dokter Sp.M nya mba. Aku pertama kali pakai kacamata pas kelas 3 SMA minus seperempat. Tapi dipakai kalo ingat doang, males banget soalnya. Lama2 aku gak kelihatan kalo guruku jelasin di papan tulis. Yaudin dipakai terus deh. Dan sampe sekarang masih setia sama kacamata, bangun tidur yang dicari adalah kacamata, pusing kepala kalo sampe lupa naruh kacamata. Aku hanya pakai kontak lensa saat menikah, dan baru-baru ini aja, misalnya ke Dieng karena disana dingin, kadang jadi berkabut kacamatanya. Kalo ada yang bilang pakai kacamata bikin kelihatan pinter, gak tahu pasti dia rasanya makan panas, dan uapnya kena kacamata atau keluar dari ruang AC tetiba kacamatanya ngembun, widiw. Lebih seru lagi kalo motoran hujan-hujan, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahahaha, ah mama Lui memang selalu pandai menyenangkan hati orang :D

      Nah iyaaa, pengennya pake softlense sebenarnya say, tapi belum berani karena paksu nggak pernah bolehin even cuman nyoba, ckckckck.

      Kalau hujan tuh yang bahaya, mengandalkan banget kaca helm biar kacamata ga kena tetesan embun hahaha

      Delete
  3. Berarti kamu sama kaya ibu uni Rey pas ganti kacamata malah pusing tujuh keliling...Perlu beberapa jam untuk beradaptasi kembali..😊😊

    Cuma gara2 itu aku saranin jangan terlalu seting pakai kacamata terkecuali jika ingin baca tulisan yang kecil2..😊😊

    Kalau saya Alhamdullilah tidak berkacamata kecuali kacamata gaul pakai hanya untuk mejeng saja.🤣🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iyaaa apalagi kalau jenis kacamatanya beda, misal awalnya frame nya penuh, diganti ga ada frame nya, di saya ngaruh banget jadi bikin mual :D

      Delete
  4. hahahaha yampun mbak bagian terakhirnya drama ya, drama gara gara pori pori wajah
    bentar bentar aku salfok sama foto yang berdua itu, aku nggak bisa bedain mana yang mba rey dan yang bukan, mikir nih hahahaha

    dulu waktu SMA pernah periksa ke dokter mata, tapi ga sampe beli kacamata, kayaknya cuman buat syarat apa gitu haaha
    pas kuliah pernah beli kacamata, tapi yang biasa framenya, seluruh pinggirannya ada frame dan warna hitam pula, kayaknya jaman dulu itu udah hits deh, menurut aku hahahaha
    dan waktu pake yang kacamata kuliah ini, kalau dipake jalan kadang kayak berbayang gitu, mungkin lensanya kali, aku juga ga nanya lagi ke optiknya dan juarang banget dipake

    waktu kerja malah pernah pake kacamata ibuku wkwkwkwkwk, meskipun jarang juga aku pake, lama lama kok makin ga jelas juga modelannya yang gampang melorot
    nyari kacamata aja surveynya lama bener aku mbak, maunya yang begini begitu, ribet wkwkwk
    malah mataku waktu pertama periksa ada silindernya juga, wek :D
    problemnya sama nih mbak, waktu nyetir malam hari, suka merem melek nih mata, apalagi kalau jalan di jalan yang agak temaram plus ada orang nyebrang auto ga keliatan, bahaya dah emang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah jadinya sampai sekarang gimana Mba Inun? syukurlah saya minus doang sih, cuman ya gitu nggak nyaman banget emang.
      Saya jarang pake kacamata sih, cuman pas keluar aja pake, kalau di rumah mah mau ngetik atau baca buku nggak pake , apa karena itu kali ya makin naik minusnya :D

      Delete
  5. Mbaa Reey yaampun aku inget itu model jilbab kaya gt memang smpet ngetren dulu 😂😂

    Eh kita sama bgd donk, pas dilarang baca n disuruh tdr, malah ujung2nya baca buku pake senter. Hehehe. Pas lulus SMA, n mau kuliah, aku mulai susah baca papan tulis. Pas diajak cek mata sama Papa, ternyata udah minus 1 lebih donk 😅 Trus abis pake kaca mata pertama kali, aku lngsng terpana liat sekeliling. Paling wow itu pss liat pohon, ternyata bisa ya liat pohon detail dg daun2nya. Selama ini aku liat pohon kaya ijo aja ngumpul jd satu, dan aku ngiranya orng juga kaya gt semuaa 😂😂 Ternyata efek mata aku yg rabun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, kalau mama Thessa mah lebih parah kayaknya kutu buku bacanya :D
      Saya dulu cuman kesemsem ama novel, itu rasanya kayak candu banget, sampai-sampai lagi ujianpun saya tetep baca novel, emang dari dulu saya sulit kontrol keinginan, kalau udah penasaran, sulit direm, makanya saya ogah nonton drakor, bisa abis waktu nonton mulu sampai episode abis :D

      Btw sama nih, yang paling nyata itu pas liat ijo-ijo, beneran jadi kek segerombolan hijau aja :D

      Delete
  6. Kalau aku pertama kali pakai kacamata pas kelas 2 SMP, Mbak Rey. Dan sebabnya juga sama kyk Mbak Rey. Gara-gara kebanyakan baca di tempat yang cahayanya agak remang-remang. Ditambah bacanya sambil tiduran pula. 🙈

    Dulu aku pakai kacamata yang frame nya kotak ramping gitu, Mbak. Tapi ternyata gak nyaman. Gara-gara kalau pakai frame itu lensanya nyentuh bulu mataku. Rasanya mengganjal banget. Akhirnya aku bandel lepas kacamata di masa SMA. Sekalian biar gak kelihatan cupu. Biar gebetan mau sama aku. Ternyata doi tetep gak mau. Emang udah culun natural sih aku, Mbak😭

    Terus kuliah tahun kedua aku pakai kacamata lagi. Kali ini aku pakai frame yang ukurannya lebar, karena lebih nyaman di aku. Tapi ya gitu, culunnya jadi maksimal. Tapi gakpapa lah, yang penting nyaman. Dan sampai sekarang aku pakai yang modelnya kyk gini juga, Mbak 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakakaka astagaaa Roem, ngakak akoohh, etapi beneran loh, kalau kacamata lebar itu bikin keliatan culun kalau di muka saya, sama yang bundar, atuh mah, saya kadang iri liat para selebgram, mereka tuh pake kacamata gede tetep stylish hahaha

      Delete
    2. Nah, bener banget tuh, Mbak. Dulu pertama lihat foto model yang dipampang di optik, yang pakai kacamata lebar itu cakep-cakep banget. Pas aku yang pakai kacamata lebar ternyata cakep nggak, tambah culun iya.😂

      Delete
  7. Wkwkwkkwkwkwk, rasanya ini alasan kenapa aku males pake kacamata, dan hanya dipake kalo sedang nonton bioskop ato sdg pergi sendirian yg mana aku ga bisa liat jalan :D. Kdg suka shock gitu kalo melihat sesuatu LBH jelas dr biasanya. Termasuk muka sendiri��.

    Mataku itu minus 3.75 dan 3.25, ditambah silindris. Cakeeep :D.

    Masih juga aku males pake kacamata. Ngandelin asisten kalo tiap jalan, dia yg liat jalan ato ngenalin temen2 ku hahahaha. Krn jujur aku ga bisa liat jelas kalo utk jarak jauh. Alasan lain aku ga suka pake kacamata sbnrnya Krn ga terbiasa aja. Dan suka ngerasa muka kok nenek2 bgt pake kacamata apapuuun wkwkwkwk. Makanya ga mau pake tiap saat. Itu minus di atas diitung 2 thn lalu. Kurasa skr udh naik hahahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuhhhh, kebayang Mbaaa, saya aja nih nggak sampai segitu, tapi suka micingin mata kalau liat agak jauh hahaha.

      Sama Mba, saya nggak suka pakai kacamata, apalagi yang kacamata terbaru ini, hadehhh, kalau memang nggak butuh bisa melihat dengan jelas, ogah banget saya pake, kek nenek-nenek hiks

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)