Saturday, October 03, 2020

Sikap Sepele Tapi Penting Yang Sering Terlupakan Dalam Kehidupan

Sikap Sepele Tapi Penting Yang Sering Terlupakan Dalam Kehidupan

Sharing By Rey - Ada beberapa hal yang terlihat sepele dalam sikap kita, walau sebenarnya sangat penting, namun terlupakan, yang sering kita temukan dalam kehidupan.

Entah itu sosialisasi kita terhadap keluarga, teman atau lingkup yang lebih luas lagi.
Baik dalam tingkah laku kita maupun masih sebatas opini kita.

Dan entah mengapa, hal-hal tersebut mengusik sisi keidealismean (*Halah, boso opo iku?) saya.
Dan tentunya, hal-hal tersebut memang pernah bersinggungan dengan saya, dan jujur hati kecil saya selalu teriak,
"It's not fair!"

Dan beberapa hal itu, adalah...


1. Ikhlas Adalah Urusan Personal Dengan Tuhannya. So, Jangan Memaksanya!


Bayangin nih ya, ada orang yang butuh bantuan kita, sebenarnya kita nyaris tidak bisa membantunya, karena kita juga punya prioritas lainnya.

Sikap Sepele Tapi Penting Yang Sering Terlupakan Dalam Kehidupan

Tapi orang tersebut, semacam memaksa, meminta bantuan.
Lalu, dengan sangat terpaksa kita bantuin.
Dan sudah dipastikan, akan sulit banget buat ikhlas.

Hal tersebut bisa tercermin dari sikap, bahkan ucap kita.
Bisa jadi dengan mengungkit-ngungkit, atau jadi lebih tidak bersahabat.

Dan tebak apa yang dilakukan orang yang memaksa minta bantuan tersebut.
Dia marah, karena katanya nggak ikhlas.
Meski dikatakan sama yang bantuin,
"Iya, saya bisa ikhlas, asal.."
"Ikhlas itu nggak ada asal atau tapi!"

What de....
Ingin berkata kasar nggak sih?
Bukankah memang sejak awal yang bantuin itu terpaksa, karena dipaksa?

Selain itu, masalah ikhlas maupun enggak ikhlas itu urusan personal dengan Tuhannya.
Nggak bisalah kita maksain orang untuk ikhlas, terlebih karena kita maksa dia untuk bantuin kita.

Gemas banget nggak sih?


2. Jika Terlihat Hebat Adalah Tujuan Kita, Tunjukan dan Buktikan, Jangan Paksa Orang Menyebut Kita Demikian


Ada loh orang, yang baginya penilaian orang lain itu penting, dan dia terlihat hebat itu adalah goal yang penting buatnya.

Meskipun, apa yang dia lakukan sangat jauh dari kata hebat.
Tapi dia marah dan merajuk ketika orang nggak mau mengatakan dia hebat, nggak mau memuji dia.

Sikap Sepele Tapi Penting Yang Sering Terlupakan Dalam Kehidupan

Sumpah ya, gemes banget sama orang seperti ini.
Bukannya memperlihatkan ke dunia bahwa dia hebat, malah dia sibuk memaksa orang dengan cara-cara yang sangat tidak terpuji, hanya untuk memuji dia pula.

Gemes maksimal nggak sih?


3. Kita bertanggung jawab atas Perbuatan diri, bukan orang yang kita rugikan


Ini nih yang paling sering.
Udahlah sukanya merugikan orang lain, giliran orang lain berontak entah melawan langsung atau mengeluh dan bercerita kepada yang lain, eh dia marah.

Lah, kalau nggak mau diceritakan kan gampil, cukup jangan merugikan orang lain.
Masa iya kita bebas menindas dan merugikan orang lain, dan orang lain tersebut hanya boleh tunduk dan patuh sama kita?

Kita sehat?

Yang gini-gini nih jadinya playing victim, siapa korbannya? siapa yang merasa dirugikan.
Yang gini-gini ini juga, enaknya diapain yak? selain di cabut 10 lembar rambutnya sekaligus? hahaha.


4. Jika menginginkan sesuatu, kejarlah, jangan memaksa orang memberikan


Ini juga sering banget terjadi, pengennya dipuji dan dipuja, tapi apa yang dilakukan bertolak belakang dengan puja puji yang diharapkan.

Lalu, setelah keinginannya tidak terpenuhi, mulailah dia marah dan merajuk.
Bentar, ini kita lagi ngomongin anak kecil atau gimana ya? kok mirip anak kecil ya? hahahaha.

Tapi banyak loh yang kayak gini, dia pengennya duduk manis lalu dipuja puji, biar dia jadi semangat untuk melakukan banyak hal.

Atuh maaaahh.
Ini semacam pengennya dapat hasil dulu, baru menyebar benih atau menanam usahanya, ckckckck.

Seharusnya kan jika pengen sesuatu, kejarlah apa yang diinginkan tersebut.
Tunjukan bahwa kita pantas mendapatkan hal itu, jangan duduk manis menanti dulu, terus ujung-ujungnya memaksa orang memberikan hal itu kepada kita.

Duh ye... entah kepala kita abis kejedot di mana, jadinya error gitu, hahaha.


5. Sampaikan apa maksud kita dengan baik, orang lain bukan cenayang


Ini berlaku kepada semua orang sih ya, even ke pasangan kita, bahkan ke orang tua yang melahirkan kita, yang setiap hari membersamai kita, belum tentu juga bisa membaca dengan jelas apa isi hati kita.

Sikap Sepele Tapi Penting Yang Sering Terlupakan Dalam Kehidupan

Apalagi orang lain?
Dalamnya laut bahkan bisa loh diukur dengan ilmu pengetahuan, tapi tidak dengan dalamnya hati.

So, jangan hanya berharap orang mau mengerti kita, sementara kita bukan hanya nggak mau mengerti orang, tapi juga kita nggak mau mengkomunikasikan apa sih keinginan kita? harapan kita?

Dan bahkan udah dikomunikasikan, cobalah untuk berkomunikasi dengan baik dan jelas, agar maksud kita sampai dengan jelas kepada lawan bicara kita.
Jika memang tidak bisa berkomunikasi langsung, tenang saja, zaman now mah fasilitas chat itu banyak banget.

Gunakan itu.
Jangan cuman merajuk dan uring-uringan nggak jelas, karena merasa tidak dimengerti.
Lah memang orang yang kita mintai untuk mengerti kita itu, adalah seorang cenayang, yang bisa membaca isi hati dan pikiran kita?


Kalau dipikir-pikir, semua jenis orang di atas itu sungguh bikin gregetan ya, demi keamanan jiwa dan raga kita, sebaiknya sih dihindari.

Namun, bayangkan jika orang seperti di atas tersebut adalah orang terdekat kita, gimana coba dihindarinya?

Itulah setidaknya 5 hal yang terlihat sepele tapi penting untuk dibenarkan, karena efeknya luar biasa bikin kacau dunia kehidupan.
So, kita jangan kayak gitu ya...

Kalau temans, punya tambahan apa lagi, hal yang terlihat sepele namun penting adanya dan seringnya dilupakan atau sengaja diabaikan dalam kehidupan, berakibat orang lain gregetan nggak karuan.


Sidoarjo, 3 Oktober 2020

Sumber : pengalaman dan opini pribadi
Gambar : canva edit by Rey

10 comments:

  1. Mbak Rey, aku mbaca postingan ini dari tadi ngikik2 sendiri. Gaya bahasanya itu loh, wkwkwkw....No.5 sering banget kejadian, entah di diriku sendiri maupun orang-orang terdekat.

    ReplyDelete
  2. Wahahaha mbaaa tulisannya bagus dan gurih dibaca. Sakseiiis buat saya ketawa 😂 sebab saya bisa relate sama apa yang mba tuliskan 😆

    Kalau untuk nomor satu, saya belum pernah sih berhadapan sama orang yang memaksa saya iklas atas apa yang saya berikan. Mungkin itu karena nggak ada yang memaksa saya bantu mereka, tapi saya bisa bayangkan nggak enaknya disuruh iklas setelah dipaksa membantu orang 😅

    Dan soal nomor 4 saya bisa relate karena saya betul betul usaha kejar apapun yang saya inginkan. Maunya mandiri dan nggak berharap orang beri ke saya. Sebab kalau berharap ke orang nggak akan ada habisnya, mana kadang menyakitkan pula sebab ada kemungkinan yang didapat nggak sesuai harapan hahahaha 🤣 jadi memang betul kata mba Rey, kalau ingin sesuatu, kejar dan usaha 😍

    ReplyDelete
  3. terkadang sih saya terpaksa kalo teman minta bantu in tpi saya lgi males wkwk

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah yaaa aku g ada temen sarap begini. Kalo ada, lgs aku tendang jauh2 dari lingkup pertemanan :D.

    No 5 tp aku sering nemu Rey. Bukan temen sih, nasabah hahahaha. Pas aku masih jd frontliners, trus khusus men Serve nasabah2 prioritas ,banyaaaak yg merasa teller itu = Fortuneteller ��. Jadi kucuk2 datang, trus duduk aja gitu. Berharap aku kenal lgs dengan melihat mukanya . Iya kalo udh sering DTG, lah kalo baru pertamakali gimana ceritanya ada . Trus ngamuk kalo aku ga kenal, "memangnya kamu ga tau siapa saya?? Kamu kemana aja" . Pgn aku Jambak betul itu. Siapa eluuu , emang situ artiss wkwkwkwk. Tp aku bisa dipecat kalo ngomong gtu :p. Akhirnya dibujuk pelan2 supaya mau nunjukin KTP ato kartu debit ato kartu credit biar bisa aku cek siapakah orang sok ngartis ini ��.

    ReplyDelete
  5. Wkwk nomor 1, aku pernah mengalaminya! Ujung-ujungnya jadi merasa membantunya menjadi beban padahal kalau membantu seseorang kan harusnya ikhlas ya, tapi gimana, dipaksa sih 😅

    Juga nomor 5. Ada temanku yang seperti ini, suka minta ditebak tapi giliran ditanya "kamu ada masalah ya? Kenapa?" Jawabannya adalah jawaban paling klise sedunia "nggakpapa kok". Terus setelah itu menulis status "tidak ada yang bisa ngertiin saya". Ealah! Gemes sama orang yang kayak gini 🤣


    1 lagi tambahan kak, sama orang yang nggak tahu tata krama atau sopan santun. Ini sepele tapi penting lho 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liaa, ini kocak bgd sih. Trus ujug2 bikin status. 😂 Yaelah dia kira kita cenayang apa yaa.. hehehe..

      Delete
    2. Kak, kocak + nyebelin kan orang kayak gini 🤣
      Pengin digetok rasanya wkwk

      Delete
  6. terlihat sepele tapi menjadi penilaian orang lain adalah kata kata : maaf, tolong.
    dan cara ngomong juga yang nggak ngasal, jadi ketika orang yang diajak bicara nggak merasa seperti suruhan

    hahaha nomer satu nih sering dialami dikehidupan sehari hari. susah dah kalau udah lawan ikhlas hehehe
    kalau baca point nomer 4 jadi ketawa tawa gemes, kalau buat SPG yang "manjah", tinggal minta ke papih alias sugar daddy nya aja, kayak minta dibayarin cicilan mobil, gilak ga tuh. kalau ini ada di lingkunganku hahaha

    ReplyDelete
  7. Mba Rey, ini related bgd sih sama kehidupan kita. Hehehe. Aku yakin, dr semua yg baca pasti paling ga pernah mengalami salah satu yg Mba Rey sebutin.
    Yg no 4 itu sering kejadian sama temen2ku yg koleksi buku. Temen2ny pd bilang, 'bagi donk bukuny, kan kamu punya banyak". Giliran ga dikasi malah dikomenin pelit. Padahal ya kan mrka punya buku sebanyak itu krna berusaha sampe ngehemat2 uang. Yg lain enak aja tinggal minta2.. Emank orang2 mah karakternya ada2 aja 😂

    ReplyDelete
  8. Mbak Reeeeeeey, ini mah sifatnya anak kecil 🙈. Tapi ironisnya orang yang sudah berusia juga banyak yang masih kyk gini. Bisa dibilang fisiknya doang yang dewasa, otak sama mental gak ikutan dewasa.😂

    Kalau ada orang yang kyk gini, fix udah susah banget dibenahi. Mau gak mau kita yang harus ngalah dan memaklumi. Udah pengalaman aku soalnya.🙈

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)