Monday, November 12, 2018

4 Alasan Orang Enggan Berbisnis MLM

Source : pixabay

Assalamu'alaikum :)

#MondayBusiness

Zaman sekarang, bisnis bukanlah hal yang luar biasa lagi, terlebih saking banyaknya emak-emak yang awalnya lulusan perguruan tinggi favorit dengan kumlot alias cumlaude, lalu bekerja di perusahaan mentereng, karir oke dan kece.
Lalu menikah dan punya anak, kemudian 'tersungkur' oleh galaunya anak ditinggal bekerja hehehe.

Gara-gara hal tersebut, banyak wanita karir yang sebelumnya berkarir cemerlang, setelah punya anak rela mengganti karir tersebut dengan jabatan baru yang biasa disebut IRT alias ibu rumah tangga.

Wanita yang rentan baper, sensitif dan segala macam hal feminis yang kadang bikin pusing itu, banyak yang tiba-tiba shock dengan perbedaan tersebut.

Awalnya tiap hari dandan rapi dan wangi, make up selalu kepakai, tangan dan kaki lumayan mulus gegara jarang nyentuh air, pikiran gak cuman di seputar ganti popok, nyebokin anak, masak, cuci piring, nyetrika dll. Sungguhlah kaget dengan semua perbedaan tersebut.

Terlebih lagi kaget gak ketulungan, saat biasanya di tanggal 25 atau tanggal 1, ada dana masuk di rekening. Eh tiba-tiba sekarang gak ada dana masuk, selain transferan suami yang jumlahnya pasti gak sama lagi kayak waktu kerja kantoran dulunya.

Maka tidak jarang, banyak IRT mantan pekerja kantoran memutuskan untuk memberdayakan dirinya, agar semua hal yang dialami saat bekerja, tidak serta merta menghilang begitu saja.
Salah satunya uang, maupun pemikiran.

Biar bagaimana pun, pemikiran wanita yang 24 jam mengurus itu-itu saja di rumah, gak bakal sama dengan pemikiran saat bekerja di luar yang memberikan pola pikir yang luas lingkupnya.

So, gak heran, bisnis jadi menjamur di mana-mana, dari bisnis konvensional yang dibangun berdasarkan hobi atau passion, hingga bisnis akibat mupeng melihat pencapaian orang lain.
Bisnis yang kayak gitu biasanya adalah bisnis MLM.

Bisnis MLM memang sangat gencar iklannya.
Jangankan MLM, bahkan marketing konvensional saja banyak yang terkesan frontal.

Cara marketing sebuah bisnis MLM kadang sulit dibedakan, mana menginspirasi, mana pamer, lol.
Terlebih zaman sekarang emang zamannya orang 'pamer', jangankan untuk marketing, bahkan untuk personal saja, banyak yang suka 'pamer'.


Saya sendiri, terus terang hanya mengenal 1 MLM seumur hidup, apalagi kalau bukan bisnis MLM Oriflame (mainstream banget ya)

Meskipun demikian, tidak sedikit pula yang ogah sama sekali dengan bisnis MLM, alasannya beragam, seperti :

  • Ogah karena sistemnya selalu menguntungkan orang di atas atau upline.

Salah satu hal plus sekaligus minus sebuah sistem bisnis MLM adalah, menjadi untung kalau kita jadi upline dan senep kalau kita jadi downline yang sulit ikhlas, lol.
Bagaimana tidak? semua hasil kerjaan kita bakal dinikmati pula oleh orang yang ada di atas kita (dalam sistem).
Baca juga : Memimpin Seperti Leader Atau Boss ?
Meskipun banyak yang bilang, tidak semua bisnis MLM hanya menguntungkan upline, ada bisnis yang sistemnya menguntungkan HANYA UNTUK ORANG YANG KERJA.

Lah buktinya saya tahun lalu gak lagi getol urus bisnis Oriflame gegara bedrest berbulan-bulan, qadarullah rezeki jabang bayi, jaringan di bawah saya yang sudah saya bentuk sebelum saya hamil menguat, dan bonus saya ikutan naik bersamaan saya ikutan naik level.

Seneng sih, akhirnya hasil kerja keras saya bertahun menjadi "tong sampah" team akhirnya berbuah hasil, meskipun akhirnya senep karena dimarahin dan dikatain CUMAN MAKAN BONUS BUTA lol.

See, semua sistem MLM itu, bagaimana pun bentuknya, sudah pasti menguntungkan di atas, cuman mindset aja yang diubah dengan alasan ITU HAL BIASA, KARENA KITA JUGA DIUNTUNGKAN DARI HASIL KERJA YANG DI BAWAH KITA ALIAS DOWNLINE.

Sebenarnya sih, kalau mau dipikir-pikir, semua pekerjaan di dunia ini pasti menguntungkan orang lain, coba sebutin kerja apa yang menguntungkan orang lain.
Usaha sendiri? misal jualan baju gitu? pastinya kita menguntungkan distributor kan? Atau bahkan kalau bajunya bikin sendiri di pabrik, kita pasti butuh bahan yang pastinya menguntungkan pemasok bahan, iya gak?

Hanya saja, pekerjaan lain antara satu pihak dengan lainnya tidak terikat satu kontrak selamanya. Beda dengan MLM yang sekali masuk ke dalam sistem, selama kita bakal 'menyumbang' hasil kerja kita ke orang yang sama.

  • Bisnisnya lebay
Tidak bisa dipungkiri, cara para pebisnis menginspirasi, sungguh  kadang terlalu berlebihan.
Gak salah juga sih, memelihara semangat team yang penghasilannya bergantung sepenuhnya dari total penjualan itu amat sangat sulit tapi memungkinkan.

Beda dengan team karyawan kantor yang memang punya gaji pokok, jadi meskipun mungkin target tidak tercapai, masih ada pemasukan yang bisa menjaga semangat kerja team.

Oleh karenanya, sebisa mungkin seorang leader pebisnis MLM itu harus tampil maksimal dan selalui menginspirasi dengan hal-hal positif layaknya motivator.

Selain menjaga semangat team atau jaringannya, seorang leader bisnis MLM juga harus bisa memikat target prospekan untuk menambah anggota teamnya.

Salah satu caranya adalah, dengan menunjukan hal-hal yang bisa didapatkan dalam bisnisnya.
Entah itu uang, reward berupa hadiah-hadiah kecil, maupun hadiah besar seperti kendaraan, rumah atau jalan-jalan keluar negeri.
Baca juga : Rahasia Yang Jarang Terungkap Dari Kerugian Bisnis Oriflame, Berdasarkan Pengalaman Pribadi
Karenanya, jangan heran kalau lihat status media sosial para pebisnis MLM itu bikin merinding.
Ya semakin merinding audiens, semakin senang mereka muahahaha.

Bukan hanya itu, dalam setiap pertemuan offline, para pebisnis MLM selalu saling menyemangati agar team tidak patah semangat mengejar target yang kadang gak nyampe-nyampe hahaha.

Saya sendiri, awalnya risih, tapi ternyata lama-lama dijalani, jadi terbiasa :D

  • Di jauhi banyak orang, karena di anggap mengganggu
Yang namanya marketing, sudah pasti hidup dari target.
Dan untuk target tersebut, hal pertama yang yang menjadi tujuannya adalah orang-orang terdekat.
Bukan hanya MLM, marketing konvensionalpun bakal memberlakukan hal demikian.

Sayangnya beberapa orang jadi amat sangat semangat , sehingga mereka menawarkan peluang MLM tersebut dengan sangat berlebihan dan membuat orang lain tidak nyaman.
 Baca juga : Personal Branding, Kunci Utama Bisnis Online
Bukan hanya mengajak orang dengan lebih sering, bahkan bercerita tentang bisnisnya pun jadi amat sangat lebih sering.
Sehingga bukannya tertarik, orang-orang malah jadi eneg.
Terlebih kalau merekrutnya pakai iming-iming dapat uang banyak, jadinya seolah-olah semua hal dinilai dengan uang.

  • Produknya dianggap terlalu mahal, demi membayar member berantainya.
Beberapa orang menganggap produk yang dijual oleh MLM pasti sangat mahal, hal tersebut dengan anggapan demi membayar membernya yang berantai.

Kenyataannya, tidak sepenuhnya benar, karena Oriflame misalnya, mereka membayar konsultannya dari biaya marketing yang biasanya oleh perusahaan lain dialihkan ke media-media elektronik seperti TV komersial dan semacamnya.
Untuk Oriflame, mengalihkan dana tersebut untuk membayar konsultannya yang bertindak sebagai marketing dari mulut ke mulut.

Meskipuuunnn, jujur... JUJUR NIH YA! ada lah beberapa produk Oriflame yang menurut saya mahal dibandingkan produk lokal.
Tapi kalau dibandingkan produk import lainnya, harganya 11 12 lah.

Misal, parfum di Oriflame yang sekarang mencapai harga 700ribu, untuk harga nyaris sejuta begitu, kemasan yang digunakan tergolong sangat sederhana.
Padahal, toko kosmetik lainnya, seperti watson, Guardian, atau di Matahari misalnya, menjual parfum seharga 300ribu, tapi kemasannya mewah banget. Jadinya pede saja gitu dijadikan kado atau dijual kembali.

Untuk produk lainnya, seperti bedak misalnya, Oriflame kalah jauh dari merk lokal yang kemasannya jauh lebih kokoh serta harganya lebih terjangkau.

Tapiiii... Apapun itu, setiap produk pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga Oriflame.

Demikianlah, beberapa alasan utama, mengapa banyak orang enggan berbisnis MLM, Oriflame misalnya, meskipun banyak juga yang daftar demi jadi member dan mendapatkan keuntungan diskon 23%, lalu akhirnya kabur gegara di'paksa' ikut training atau di'paksa' belanja hahaha.

Kalau MLM lain sih saya belum tahu, karena saya hanya berani sharing apa yang pernah saya alami.

Ada yang pernah ikutan MLM?

Share di komen yuk

Sidoarjo, 12 November 2018

Wassalam

Reyne Raea

12 comments:

  1. Dari dulu aku nggak pernah tertarik sama bisnis MLM, males bgt jualan produk yg mahal2, karna menurutku emang bisnis MLM itu produk yg dijual smuanya mahal hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, saya baru nyobain 1 macam sih, cuman Oriflame aja.
      Sejauh ini, saya beli produknya karena ada bonusnya, kalau enggak juga mikir kali ya :D

      Delete
  2. BTW ane pernah dengar kalau sistem MLM itu dilarang di negera non muslim karena memang sistemnya merugikan, Saya ya di Era Digital ini banyak orang yang memanfaatkan kelemahan masyarakat Indonesia yang tidak tahu busuknya MLM

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya kah?
      Saya malah baru tau.
      Sebenarnya ada juga kelebihan dari MLM (yang bukan abal-abal).

      Delete
  3. Ini aku banget nih, enggan ikutan MLM karena males. Apalagi kadang ada beberapa MLM yang mengharuskan kita belanja sekian dulu dan berbagai macam bentuk skemanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, namun ada juga kok yang boleh daftar saja tanpa perlu ikut MLMnya :)

      Delete
  4. Kalau aku sih karena aku introvert mba Rey, gak pandai berkata-kata yg basa basi gitu hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee, saya juga introvert mba, namun gegara jadi IRT saya maksa diri harus bisa demi dapat duit hahaha

      Delete
  5. Zaman saya kuliah udah ngikutin banyaaak MLM mbaa
    Sekarang dah g lagi wkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, saya malah telat ya, ikut MLM setelah jadi IRT :D

      Delete
  6. Hmmmm.. I feel you.. #UdahGituAja 😁😁

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...