Friday, July 06, 2018

Traveling Bersama Bayi (Part 4) - Terungkapnya Penyebab Si Bayi Cranky


Episode Perjalanan Balik


Assalamu'alaikum :)

Sudah cukup bosan kah membaca kisah petualangan mendadak kami?
Apa? sudah bosan? ya sudah deh, abaikan saja hahaha.
Kisah ini bakal terus saya tulis agar di masa depan bisa dibaca oleh kakak Darrell dan si baby Adean, juga mungkin anak-anak dari mereka, aamiin :)


Oh ya, bagi yang belum baca kisah sejak part 1 sila baca :
Part 1 : Mendadak Traveling Keliling Pulau Jawa Bersama Bayi 8 Bulan (Part 1)
Part 2 : Traveling Bersama Bayi (Part 2) - Cirebon dan Jakarta
Part 3 : Traveling Bersama Bayi (Part 3) - Dari Numpang Toilet di ITC Mangga Dua Hingga Foto Di Lorong IKEA

Di rumah sahabat saya, Buted eh biasanya dia nulisnya Buthed sih, padahal aslinya Butet, lol.
Kami ngobrol agak lama, meskipun gak fokus karena si bayi cranky abis, si Buthed sampai turun tangan meminta baby sitter nya untuk membuatkan bubur karena menduga si bayi lapar dan masuk angin, pun gak lupa dibuatkan semacam ramuan dari bawang merah dicampur minyak telon dan jeruk nipis lalu dibalurkan ke seluruh tubuh si bayi.

Setelah bubur matang (yang ternyata masih setengah matang) disuapin ke si bayi dan sukses dimuntahin lagi hahaha.
Secara, si bayi sebenarnya sebelum berangkat petualangan ini, sama sekali belum naik tekstur makanan, masih makan makanan yang disaring.
Jadinya kaget banget pas dikasih bubur tanpa saring dan setengah matang pula.

Setelah rasa kantuk dan capek tidak tertahankan lagi, kami akhirnya setengah memaksa untuk balik ke hotel buat istrahat.
Hanya butuh waktu sekitar 20 menit kami sampai ke hotel, namun belum bisa masuk langsung karena harus mencari makan malam terlebih dahulu, awalnya kami ingin makan di hoka-hoka bento yang sewaktu perjalanan ke IKEA kami melihat beberapa restoran berjejer seperti McD, Burger King dan Hoka-Hoka Bento.
Sayangnya waktu sudah sangat malam, kami hanya bisa berputar-putar di sekitaran hotel dan akhirnya menjatuhkan pilihan ke... KFC (ayam goreng) lagi huhuhu.
Ampun deh, selama 4 hari traveling, makannya ayam goreng mulu.

Kami mampir drive thru saja di KFC Paramount Serpong daaannn si abang-abangnya sukses membuat kami menunggu hingga 30 menit dong, padahal gak ada antrian yang berarti.

Sampai hotel, kami lalu makan malam, si bayi juga disuapin biskuit lagi hahaha.
Abisnya bubur dari tante Buthed masih setengah matang, saya kasih nasi KFC di haluskan, dianya gak suka.

Kami tertidur nyenyak malam itu, sampai akhirnya pukul 03.30 an di bayi nangis lagi bahkan menjerit kencang.
Butuh waktu sejam hingga akhirnya dia tertidur karena capek nangis, huhuhu.
Paginya, saya mengajak papi mencari bubur bayi, Alhamdulillah pas nyari di Google, ada yang jual bubur bayi gak jauh dari hotel kami.

Dengan panduan Google lagi, kami menuju lokasi yang dimaksud, di tengah jalan kami mampir membeli bubur ayam yang gak dicampur untuk jaga-jaga kalau bubur bayi yang kami tuju belum buka karena libur lebaran.
Namun Alhamdulillah, ternyata bubur bayinya buka.

Bubur Bayi Sehat Bidan Yanti, namanya.
Beralamat di jalan Perumahan Dasana Indah Blok PD, 15810. Bojong Nangka, Klp. Dua, Tangerang - Banten.
Sumber Google

Karena masih pagi, suasananya masih sepi, gak ada pembeli lain selain kami.
Ada 2 macam bubur bayi yang dijual, rasa ayam dan rasa ikan. Dijual seharga 5,000 rupiah dalam satu cup ukuran kecil.
Saya membeli 2 cup, satu rasa ayam, satunya rasa ikan.
Lalu kami balik ke hotel dengan gembira.

Bahagia rasanya, karena Alhamdulillah si bayi suka ama buburnya, meskipun gak sampai makan banyak karena doski masih ngantuk.
Meski masih ngantuk, numpang makan di restoran Bianco

Habis mandi bersiap makan lagi

Agak siangan, saya bebenah semua barang untuk bersiap check out, setelah siap semua saya lalu mandi dan menyempatkan diri berendam di bathup nya bersama si bayi.
Saat sedang asyik berendam bersama, tiba-tiba papi menunjukan pantat si bayi yang terlihat merah, setelah saya perhatikan, Astagfirullah...

Sediiihhh banget!!!
Ternyata itulah penyebab si bayi cranky sejak di Cirebon.
Pantatnya ruam sodara, dan karena ketidaktahuan kami, berarti sudah 2 hari berlalu ruamnya dan makin parah.
Makanya dia selalu nangis kejer kalau pipis, terlebih kalau pup, ya Allah.. pantatnya merah parah.
Hampir nangis saya, hiks, eh udah nangis ding.
Merasa sangat menyesal gak cepat tanggap akan keadaan si bayi.

Sebenarnya penyebab utama ruamnya lolos dari pandangan saya adalah, karena sejak dari rumah di bayi selalu bersama papi saat mandi dan pakai baju atau ganti popok.
Dan seperti biasa, si papi kurang teliti, gak pernah dipijat.
Kalau saya, sesibuk apapun selalu menyempatkan memijat lembut sebentar tubuhnya, dan membalurinya baby oil ke seluruh badannya.

Karena gak punya salep ruam, saya akhirnya hanya mengoleskan Tender Care ke pantatnya.
Alhamdulillah, si bayi agak tenang dikit dan gak nangis saat pipis karena luka ruamnya dilapisi Tender Care.

Menjelang pukul 11.30 kamipun check out, kali ini tujuannya adalah mall untuk membeli perlengkapan makan si bayi, saya sudah bertekat harus masak buat si bayi, kasian dia kesakitan dan kelaparan saat liburan.
Mall yang menjadi pilihan kami adalah yang supermarketnya lengkap, dan kebetulan sewaktu mencari alamat Atria Residence kemaren kami sempat melihat mall yang di dalamnya ada 3 supermarket besar, yaitu Carrefour, Hypermart dan Foodmart.
Menurut Google namanya adalah Supermall Karawaci.
Tertidur nyenyak menanti papi di kasir Carrefour

Carrefour Supermall Karawaci

Kamipun segera ke sana, dan masuk ke Carrefour untuk membeli magic com, kaos buat si kakak dan papi serta makanan lainnya seperti kopi, dan camilan serta air mineral.
Setelah selesai si papi langsung mengajak kami keluar mall, setelah keluar barulah tersadar, mengapa kami begitu cepat keluar? orang kami belum makan siang? dan kalau nyari diluar juga bingung mau makan di mana.

Akhirnya kami putuskan keluar dari Tangerang, dan menuju Depok. Saya agak kepo dengan Universitas Indonesia hahaha. Dan setelah beberapa kali nyasar, bahkan si papi salah ambil jalur di tol dan dibantu petugas tol untuk mundur ke jalur yang sebenarnya.
Sampailah pula kami di UI.

Bagaimana rasanya berada di UI?
Biasa saja hahaha.
Mungkin karena sudah makin sore, kami kelaparan belum makan siang (lagi), dan gak nemu bangunan yang bagus.
Rasanya kok masih bagusan ITS sama Unair Kedokteran Hewan hahaha.
Di parkiran dekat masjid kampus Universitas Indonesia

Kami mampir di masjidnya, untuk sholat dan numpang gantiin popok si bayi.
Pas abis dibasuh pantatnya di toilet masjid, si papi dengan pedenya ninggalin saya bersama bayi dalam keadaan si bayi telanjang.
Dan bisa ditebak dong, si bayi pipisin saya dongg.. huhuhu..
Basah kuyup deh baju dan celana saya dengan bau pesing hiks.

Sambil sedikit ngomel kamipun berlalu dari UI, di tengah jalan saya nekat ganti baju karena risih basah dan bau pesing.
Setelah muter-muter kamipun mampir di Dmall Depok karena si bayi pup lagi dan nangis jerit-jerit gegara ruamnya perih.
Dan ternyata Dmall bukan mall yang lengkap, ada sih baby room nya, tapi minim fasilitas, kami sampai membasahi lantai karena bingung bersihin pantat si bayi.

Setelah si bayi ganti popok, kamipun mencari makan, itupun juga sulit karena sudah pada tutup.
Dan dengan terpaksa kami makan di Bakso Malang Karapitan yang rasanya aduhai bikin ngenes hahaha.
Dengan harga 30ribuan, saya jadi menyesal menyebut bakso Budjangan di Surabaya kalau jual bakso mahal. Orang BMK jauh lebih mahal dengan rasa yang bikin mau nangis.
Makan ini dengan air mata penyesalan, menyesal mengapa nyinyir ke bakso Budjangan Surabaya, lol

Sebenarnya mungkin baksonya gak ancur rasanya, cuman karena kami sering makan bakso yang jauh lebih enak dan jauh lebih murah, jadinya makan BMK jadi terasa... ya gitu deh.

Sambil makan kami berunding mau nginap di mana malam itu?. Waktu sudah menunjukan pukul 21.00. Browsing hotel gak ada yang menarik baik harga maupun luas kamarnya.
Ada apartemen, namun gak jelas karena milik perorangan.

Akhirnya papi mengusulkan untuk langsung saja ke Jawa Tengah, nanti saja kami istrahat di Semarang. Si papi akan ngejar waktu agar sampai Semarang di pagi atau siang hari dan kami bisa check in hotel di sana untuk istrahat.
Dengan kesepakatan tersebut, kamipun segera keluar dari Dmall Depok dan bersiap masuk jalan tol lagi. Sebelumnya perlengkapan telah disiapkan, uang cash, top up e-toll card, camilan, semua siap dan kamipun masuk jalan tol lagi dengan panduan mbak Google.

Waktu sudah menunjukan sekitar pukul 23.00 ketika kami akhirnya sampai di Bekasi, dan si papi mulai menguap lebar berkali-kali.
Saya yang memang gak bisa tidur takut si papi nyasar karena kurang lihai membaca map dan kurang bisa memahami perintah si mbak Google langsung menawarkan istrahat sebentar, dan disambut gembira oleh papi.
(Yaaa begitulah, awalnya semangat bakal kuat nyetir, kenyataannya baru sejam sudah menyerah hahaha)

Karena saya gak melihat ada notifikasi rest area, maka kami putuskan keluar tol sebentar dan istrahat dalam mobil di tempat yang agak ramai.
Alhamdulillah, begitu keluar tol kami langsung menemukan pom bensin dan si papi langsung atur posisi dan ngorok sodara, lol.

Tinggallah saya yang gak bisa tidur atau tepatnya gak berani tidur takut kenapa-kenapa karena semua pada tidur.
Alhamdulillahnya, si bayi tidur dengan nyenyak, kami sampai keki, tau gitu waktu ke Jakarta gak usah mampir-mampir, langsung aja ke Jakarta dan istrahat tidur di mobil.

Kira-kira 2 jam berlalu, papipun terbangun dan merasa sedikit segar, langsung ke toilet pom bensin membasuh wajah dan siap masuk tol lagi.
Setelah masuk tol giliran saya yang ngantuk hingga akhirnya tertidur. Syukurnya jalurnya sudah gak aneh-aneh, jadi tanpa ditemani dengan navigator pun si papi bisa melaju sendiri.

Saya terbangun pukul 02.00  saat papi mampir di sebuah rest area untuk ke toilet dan mengganti popok si bayi, gak tau deh daerah mana karena saya juga lagi ngantuk-ngantuknya.
Setelah ganti popok, si bayi kembali tidur sambil nyusu dan sayapun ikutan tertidur.

Sekitar pukul 04.30, sayup-sayup saya mendengar papi membangunkan si kakak untuk sholat Subuh, dan saya bisa terbangun dengan segar saat kami keluar jalan tol dan masuk ke daerah Tegal.
Hanya sebentar saya menemani papi dan akhirnya saya tertidur lagi, gak lupa saya setting panduan Google agar si papi gak nyasar lagi.

Setelah memasuki Pekalongan, kami jadi berubah pikiran, melihat hari masih pagi dan keadaan papi masih fit, kami memutuskan untuk lanjut aja langsung sampai Surabaya.
Saya yang memang hanya butuh duduk dan tidur pun menyetujui.
Si kakak agak sedikit protes karena kami sudah janji bakal nginap di Semarang di hotel yang ada kolam renangnya. Dan untuk menghiburnya, kami berjanji akan mengganti renang tersebut saat di Surabaya nanti.

Menjelang pukul 09.30 saya sedikit terbangun, papi sedikit berisik karena panduan Google malah membuatnya keluar tol, padahal kami sudah putuskan gak akan keluar tol kecuali memang gak bisa lewat semacam di Tol Fungsional yang sudah ditutup.
Sedikit membuka mata, saya agak kaget melihat ada sepeda motor melaju di samping kami. Apa? di jalan tol ada sepeda motor?

Dan ternyata...
Semua gegara kelakuan si kakak.
Sewaktu di Atria Residence, saya memakai koneksi WIFI yang kenceng banget, dan akhirnya semua aplikasi di HP saya terupgrade otomatis.
Demikian juga dengan aplikasi Google Map nya.
Aplikasi terbaru membuat Google Map jadi lebih sensitif akan sentuhan, dan kakak yang bolak balik menggeser kursor untuk melihat posisi kami tanpa sengaja menyentuh satu lokasi yang secara otomatis jadi semacam titik singgah kami.
Jadilah kami singgah di Semarang, hiks.

Karena sudah terlanjur, kami gunakan saja untuk mencari bubur ayam, dan ketemu bubur ayam yang rasanya ampuuunnn terasa banget MSG nya.
Akhirnya bubur tersebut dimakan oleh papi, dan si bayi tetep dikasih biskuit Milna (lagi) hahaha.

Di daerah Salatiga, kami keluar tol dan mengikuti panduan si Google yang ternyata kami diajak melewati sebuah jalan kecil yang nyaris tak berujung.
Namun asyiknya justru jalanannya lebih sepi, dengan pemandangan alam yang cantik, kami sempat mampir sebentar mencicipi Dawet Ayu yang mana harganya cukup bikin mata terbelalak.
Cuman 3,500 per mangkuk dong, padahal rasanya enak juga dan gulanya gak bikin tenggorokan sakit.
Dawet ayu campur tape ketan merah, hanya 3,500 rupiah

Kami juga mampir sejenak makan soto Kwali di daerah Sragen, setelahnya saya tertidur sampai akhirnya sampai di Jombang.
Soto kwali ayam yang rasanya kayak sup ayam Klaten dalam porsi besar

Bisa tanpa lauk ini

Kami mampir di Bravo Supermarket Jombang untuk membeli oleh-oleh buat tetangga.
Sebenarnya hal tersebut sudah kami rencanakan sejak awal, namun urung kami beli dahulu takut malah kami habisin sendiri di jalan.
Alhasil kami malah lupa dan beli di supermarket.
Yang akhirnya kami sesali karena ternyata camilan yang kami beli nyaris kadaluarsa semua, rasanya udah agak gatal gitu dengan bau yang gak enak.
Jadi batal deh ngasih ke tetangga.

Setelahnya, kami langsung pulang.
Dan akhirnya sampai di rumah sekitar pukul 22.00.
Alhamdulillah, meskipun badan rasanya pegal banget, sepanjang liburan kami penuh drama, namun kami bersyukur karena petualangan tersebut membuat bonding yang baik di antara kami.
Awalnya sih saya kapok petualangan ke Jakarta lagi naik mobil, mending naik pesawat, cepat dan kalau dihitung-hitung sama aja pengeluarannya.

Tapi, setelah lewat sehari di rumah, saya jadi ketagihan mau keluyuran ke Jakarta lagi naik mobil.
Yang jelas, berikutnya harus lebih terencana, biar semua menikmati.
Semoga diberi kesempatan lagi, aamiin :)
Akhirnya, Alhamdulillah, cita-cita saya mengunjungi Jakarta bisa tercapai di tahun ini, sangat mengobati rindunya hati yang gak mudik tahun ini.

Kalau ditanya mengapa malah ke Jakarta? kenapa gak mudik saja.
Jawabannya : Ke jakarta jauuuhhh lebih murah ketimbang mudik hahaha.
Sampai ketemu di postingan saya selanjutnya yang bakal membahas tips membawa bayi dalam traveling via darat ya, serta review dari hotel yang kami inapin selama traveling.

Ada yang punya petualangan seperti kami? share di komen yuk.

Semoga manfaat.


TPJ AV - 06 Juli 2018

Love


9 comments:

  1. Setuju mbak, road trip lebih mengasyikkan daripada pake pesawat

    ReplyDelete
  2. Kudu sabar ya kalau mengajak bayi jalan-jalan. Semangat mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mba, tapi hitung-hitung biar si bayi terbiasa dan jadi kuat daya tahan tubuhnya :D

      Delete
  3. Saat bawa Aylan mudik, aku sedia makanan instan mbak. Aku udah nyerah soalnya ngurus tiga anak, pengen simpel aja (jangan ditiru yaks).

    Aahh, itu dawet ayu-nya kok kayak melambai-lambai minta dicicip sih? Huhuhu mauuuuukkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks... Punya 2 anak, keduanya gak ada yang suka ama bubur instan bayi huhuhu

      Delete
  4. Kalau melihat pengalaman yg di dapat, tentu lebih seru naik mobil ketimbang pesawat ya,😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jalan-jalan santai paling enak naik mobil mba, banyak drama tapi meninggalkan kesan lebih dalam dan bonding antara keluarga lebih kuat :)

      Delete
  5. Sukaaaa bacanya mami.. btw aku nungguin review hotel yang 2 lagi hehehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...