5 Barang Awet Bertahun-Tahun Ala Rey, dan Cerita Hidup di Baliknya

5 barang awet ala rey

Jadi barusan saya blog walking ke blognya si Ikrom Zain, dan membaca satu tulisannya yang temanya 4 barangnya yang awet dan dipakai sampai sekarang. 

Saya jadi penasaran pengen nulis hal yang sama, karena kalau ngomongin barang yang awet dan nggak diganti, keknya saya punya banyak hal.


Cerita Kenapa Saya Nggak Pernah Gonta-Ganti Barang

Saya nggak tahu ya gimana awalnya, keknya bawaan dari kecil yang jarang dibelikan barang sama ortu. Jadi sampai sekarang saya tuh termasuk orang yang suka memakai barang berulang kali dan nggak akan diganti, kalau belum benar-benar rusak.

Jangankan barang yang mahal ya, bahkan barang yang murah, which is memang mostly barang saya murah meriah tanjung kimpul, hahaha. Semua saya pakai sampai benar-benar rusak atau buluk, baru deh saya buang setelah beli yang baru.

Barang saya juga nggak banyak (yang terlihat sih, meski aslinya banyak juga walau ga sebanyak barang orang lain, tentunya), dan memang nggak boleh beli banyak barang sih sayanya. Karena saya lebih suka memakai barang yang itu-itu dulu, setelah buluk baru ganti, hahaha.

Anehnya, meski saya terbilang hemat ya, karena nggak suka numpuk banyak barang, atau semua barang yang saya punya pasti terpakai sampai buluk. Tapi saya kok nggak kaya-kaya juga ya? hahahahahahaha.

Auk ah!

Sepertinya sih kebiasaan ini bermula dari luka atau habit masa kecil dikarenakan kondisi. Dulu tuh ortu jarang membelikan saya barang, setidaknya setelah kami tinggal di Buton ya.

Beda ketika kami masih di Manado atau Minahasa, barang saya dan kakak tuh lumayan banyak. Bapak rajin membelikan kami baju, mainan dan lainnya, yang sekali beli kami (saya dengan kakak) selalu sama-sama dibeliin.

Saya seringnya mendapat warna merah, dan kakak mendapat warna biru.

Setelah di Buton, keuangan bapak jauh berkurang, diambil alih mama yang Alhamdulillah bisa menjadi PNS setelah meneruskan sekolah perawatnya.

Akan tetapi, gaji PNS dulunya dengan 3 anak dan penghasilan bapak nyaris tak pernah bisa mencukupi. Jadilah mama hanya peduli kami bisa makan, kebutuhan lainnya terabaikan.

Saya jarang dibelikan barang, bahkan pakaian termasuk pakaian dalam sekalipun.

Beli sepatu setahun sekali, itupun kalau sepatu lama sudah sobek. Baju sekolah 1 pasang doang, dipakai terus dalam semingguan sekolah.

Pakaian harian sobek sana sini, beli baju lebaran 3-5 tahun sekali, itu sudah untung banget.


5 Barang Saya yang Awet Meski Sering Dipakai Bertahun-Tahun

Setelah dewasa, sepertinya kebiasaan yang terjadi akibat kondisi ekonomi orang tua yang kurang memadai di masa kecil, ternyata menjadikan saya sebagai orang yang jarang ganti barang.

Dan hampir sama kayak cerita si Ikrom, berikut 5 barang yang pernah saya miliki, dan sering dipakai, tapi awet sampai bertahun-tahun. 


1. Motor 

Sampai saat ini, saya masih mengandalkan motor udzur kepunyaan saya, hasil kerja keras saya sendiri, yang usianya bahkan lebih tua dari usia si Kakak Darrell.

Ceritanya, di tahun 2007 saya kan kerja di proyek pelebaran tol Waru - Dupak, Surabaya. Saya bekerja sebagai karyawan kontrak proyek, di mana setelah proyek berakhir, ya kotrak kerja juga berakhir.

Tapi asyiknya, di akhir proyek kami dikasih bonus juga.

Bonusnya sih nggak banyak-banyak amat, setidaknya cuman cukup untuk biaya hidup saya sebagai anak kos mandiri. Fyi saya udah mandiri tanpa support uang sepeserpun dari ortu, bahkan sebelum saya dapat kerjaan di Surabaya.

Namun saya pikir, sayang banget deh kalau uang tersebut habis begitu saja, jadi sebelum melayang buat makan aja, berakhir di septik tank, hahaha, saya putuskan untuk menjadikan uang sisanya sebagai uang muka buat motor.

Saya beli motor tersebut di tahun 2008, sebuah motor Supra X berwarna merah, yang dicicil selama 20 bulan. Dan masya Allah, happy banget rasanya.

Happy-nya double karena saat itu kakak saya dibelikan motor sama mama, bahkan dibeliin rumah, meskipun cuman dibayarin uang muka.

Sementara saya, bisa punya motor, beli sendiri, nggak mengandalkan uang ortu sepeserpun. Rasanya luar biasa banget.

Karena saya memang terbiasa menyayangi barang, sampai bertahun-tahun motor tersebut saya pakai setiap hari, dan tetap awet.

Padahal, motor itu udah dibawa sampai ke Solo, Jogja dan Magelang. Di Malang dan Batu mah sering, apalagi di Jombang.

Sayangnya, setelah saya nganggur jadi IRT, saya jarang pakai motor itu, hanya sesekali dipakai papinya anak-anak. Dan karenanya motornya rusak.

Saya menghabiskan dana lumayan, untuk memperbaikinya di tahun 2014. Setelahnya motor tersebut masih berfungsi dengan baik.

motor supra x reyne raea
Sumber: dokpri

Di tahun 2017 saya hamil anak kedua, si Adik dan kena Hyperemesis sampai berbulan-bulan. Praktis motor tersebut jarang saya pakai, dipinjam deh sama papinya anak-anak, dan berujung rusak parah sampai nggak bisa jalan.

Bukan main kesalnya saya, dan dia bertanggung jawab sih, meskipun di-servis ke bengkel biasa, padahal saya rutin service motor itu di bengkel resmi Honda.  

Meskipun sudah pernah 'turun mesin', tapi Alhamdulillah masih bisa dipakai sampai sekarang. Dan di tahun ini usia motor itu sudah 18 tahun dong, dan masih saya pakai ke sana ke mari. Bahkan ke rumah mama yang jaraknya 70 KM dari Baubau.

Oh ya, motor tersebut saya bawa ke Buton, dimuat pakai ekspedisi..


2. Jaket Merah

Kalau nggak salah, di tahun 2009 akhir, saat itu saya baru menikah, dan kami ngontrak di Waru, Sidoarjo. 

Suatu ketika, kami jalan-jalan di sekitar tempat tersebut, lalu melewati Lotte Grosirdan saya penasaran dengan cerita suami kalau mereka suka belanja di tempat kek gitu waktu kecil.

Ternyata keisengan kami membawa kami bertemu dengan 2 jaket berbahan semacam parasut tapi sedikit tebal, berwarna merah. Jaket tersebut 2 ukuran, yang gede untuk suami dan yang sedang untuk saya.

jaket merah usia belasan tahun

Dan you know, jaket itu menemani kami, terutama saya, selama bertahun-tahun. Sepertinya jaket tersebut akhirnya diambil bapak tukang angkut sampah, di tahun 2022 lalu. Setelah saya kesulitan menutup resleting jaket itu, karena saya kegendutan, hahaha.

Itupun setelah berkali-kali beberapa teman saya memandang saya dengan ngenes, mereka kasian karena saya nggak punya uang buat beli jaket baru, sampai-sampai jaket buluk saya pakai terus.

Jadi, usia jaket itu menemani saya selama 13 tahun, belum rusak, cuman buluk aja, hahaha.


3. Tas Punggung Hadiah Laptop

Saya lupa sih, tahun berapa tepatnya saya beli laptop Asus yang masih saya pakai hingga saat ini. Tapi sepertinya sebelum pandemi, sekitar pertengahan tahun 2018 deh.

Waktu itu saya nggak sengaja berjodoh dengan laptop Asus, yang ternyata ada hadiahnya, sebuah tas punggung simple untuk laptop.

Tas ini sepertinya dipakai sejuta umat deh, dan believe or not, sampai sekarang tas tersebut masih saya pakai setiap hari buat ngantor, padahal warnanya udah nggak hitam lagi, udah kemerahan, hahaha.

Saking sayangnya saya, tuh tas pernah saya rendam semacam cairan wantex ya namanya, yang buat pewarna kain itu. Tapi ternyata nggak bisa hitam karena bahannya bukan kain.

Sampai sekarang udah 8 tahun usianya, dan rasanya masih sayang untuk dibuang, karena memang masih berfungsi dengan baik, minus warnanya buluk aja, hahaha.


4. Kacamata

Saya berkacamata minus sejak masih kuliah, awalnya masih dengan kacamata bulat bergagang kecil dengan kacanya minus 0,25.

Baca juga : Pertama Kali Mengenakan Kacamata Minus

Kacamata tersebut menemani saya sekitar 5-6 tahunan, sampai akhirnya terpaksa diganti karena minus mata saya bertambah.

Kacamata kedua adalah kacamata yang paling saya suka, modelnya kotak tapi ukurannya pas di wajah saya, dan menemani saya selama sekitar 10 tahunan.

kacamata reyneraea
Sumber: dokpri

Setelahnya saya ganti lagi karena pandangan sudah mulai buram, meski pakai kacamata tersebut. Jadilah saya ganti dengan kacamata berikutnya yang berukuran lebih besar dengan gagang warna merah.

Meski saya nggak suka kacamata tersebut, tapi kacamata ini menemani saya juga sampai tahun 2025 lalu saya ganti kacamata dengan hadiah ultah dibeliin kakak.

Sayangnya, kacamata yang dibelikan kakak ini nggak awet, hanya beberapa bulan sudah 2 kali rusak. Akhirnya saya beli lagi kacamata murah di Melawai. Lalu kacamata terakhir inilah yang sering menemani saya setiap harinya.

Intinya, saya selalu awet menggunakan kacamata, nggak pernah ada drama pecah atau gagangnya patah. Dan selalu menemani saya sampai bertahun-tahun.


5. Laptop

Seumur-umur, saya baru 2 kali beli laptop. Yang pertama sepertinya saya beli di tahun 2011an. Laptop HP yang lumayan berat, tapi awet dipakai bertahun-tahun.

laptop asus reyne raea
Sumber: Dokpri

Laptop tersebut akhirnya KO setelah bertahun-tahun saya gunakan secara rodi, hampir 24 jam nyala mulu. Dan di tahun 2018an, saya ganti dengan laptop Asus.

Sebenarnya laptop Asus saya pernah rusak kena hujan di tahun 2020 atau berapaaa gitu, tapi setelah diperbaiki akhirnya bisa digunakan lagi sampai hari ini.

Sementara laptop HP saya sebenarnya juga masih berfungsi, sering digunakan anak-anak buat mengetik, bahkan buat main game. Sayangnya nasibnya berhenti karena menjadi salah satu barang berharga saya yang musnah saat kebakaran di rumah mama tahun lalu. 


Selain ke-5 barang di atas, masih banyak barang yang saya miliki sampai bertahun-tahun. Cuman memang tidak sering dipakai, seperti boneka Leo.

Baca juga : Momen Happy Jatuh Cinta

Boneka ini saya miliki sejak tahun 2002 kayaknya, dan tetap menemani saya, hingga menjadi boneka kesayangan kakak Darrell. Sayangnya boneka tersebut akhirnya saya kasih ke orang, karena saya harus pulang ke Buton, dan nggak mungkin membawa lebih banyak barang.

Demikian juga beberapa baju, yang saya beli sejak gadis, dan masih menemani saya sampai setelah punya anak.

wajan yang dibeli tahun 2000
Sumber: dokpri

Juga yang memorable itu wajan mungil, yang saya beli eh tepatnya dibeliin kakak saya, di tahun 2000 kayaknya, hahaha.

Baca juga : The Oldest Things


Kalau Temans, punya barang awet apa saja?


Baubau, 22-02-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)