
Pagi ini saya iseng scroll instagram, tiba-tiba terpaku pada sebuah konten yang ada akun bapak Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, dengan akunnya @listyosigitprabowo. Dalam postingan kolaborasi dengan @detiknewsofficial, menampilkan tentang Hoegeng Awards 2026.
Isi pengumumannya tentang pembukaan penghargaan polisi teladan, dan masyarakat dapat mengusulkan polisi teladan yang bertugas di daerah masing-masing. Seketika saya ingat pada satu polisi paling ramah di kota Baubau, Bapak Aiptu Muhammad Fitrah, SH.
Mengenal Sosok Aiptu Muhammad Fitrah, SH
Saya mengenal bapak Fitrah tahun lalu, ketika hendak memperpanjang SIM di Satlantas kota Baubau. SIM saya sih keluaran Surabaya, tapi setelah tanya-tanya ternyata bisa diperpanjang di semua wilayah Indonesia.
Dengan ditemani kakak saya, berangkatlah kami di Satlantas Baubau. Alhamdulillah perpanjangan SIM saya lancar, petugasnya ramah-ramah, bahkan saya diperbolehkan meminta ulang take foto biar foto SIMnya lebih cantik, *uhuk.
Setelah selesai, naluri saya sebagai blogger yang suka berbagi cerita pun muncul, lantas nanya kakak saya, apakah boleh mengambil foto di lingkungan Satlantas tersebut?. Karena saya nggak melihat ada tulisan larangan tentang itu.
Kakak saya mengatakan akan lebih baik kalau izin dulu, biar nggak salah. Kebetulan kakak mengenal salah satu anggota polisi di situ yang bertugas sebagai pelatih Pocil (Polisi Cilik) Baubau. Dan begitulah awal mula saya mengenal pak Fitrah, yang ternyata juga merupakan salah satu pelatih Pocil.
Baca tulisan saya tentang POCIL Baubau di sini : Pocil Baubau Tampil Memukau di HUT RI ke-80
Ketika kakak meminta izin tentang saya yang pengen ambil beberapa foto, pak Fitrah menanggapi positif, bahkan meminta agar saya bisa ikut serta mengedukasi masyarakat tentang Operasi Patuh Anoa 2025.
Kebetulan saat itu, Satlantas Baubau memang sedang mensukseskan Operasi Patuh Anoa 2025 di Baubau, dan sebagai Kanit Kamsel Satlantas Baubau, dia antusias banget dalam mengedukasi masyarakat demi keselamatan bersama.
Tentu saja permintaan tersebut saya sambut dengan baik. Ye kan, kapan lagi saya bisa ikut serta membantu mengedukasi masyarakat kota Baubau, untuk hal-hal positif dengan kemampuan saya sebagai blogger.
Sosok Aiptu Muhammad Fitrah, SH dan Dedikasinya Terhadap Masyarakat Baubau
Melihat seorang polisi bertugas adalah hal yang biasa, tapi memikirkan bagaimana sosok polisi tersebut bisa pantas masuk kategori penghargaan polisi yang berdedikasi, tentunya ada sesuatu yang lebih dari sekadar melakukan tugasnya kan?.
Yup, setelah mengupload konten dan tulisan tentang pak Fitrah, saya jadi paham ternyata memang bapak polisi yang satu ini berbeda dengan standar polisi kebanyakan.
Kalau ditanya apa kelebihan polisi ini, saya dengan semangat akan mengatakan bahwa Aiptu Muhammad Fitrah, SH adalah polisi paling ramah dan peduli dengan keamanan dan keselamatan masyarakat kota Baubau, dengan gencar melakukan edukasi ke masyarakat, dan pendekatan yang lebih humanis.
Buat saya, sikapnya membentuk masyarakat lebih sadar akan keselamatan di jalan, dan malu ketika melanggar rambu dan aturan lalu lintas, bukannya takut.
Sudah menjadi rahasia umum kan, masyarakat tuh seringnya mematuhi aturan lalu lintas karena takut sama polisi, khususnya polisi lalu lintas. Takut kendaraannya ditilang, takut dipungut biaya tilang di luar ketentuan.
Padahal polisi berjaga di jalanan tuh untuk mengatur ketertiban berlalu lintas, demi keselamatan pengguna jalan juga.
Bapak Fitrah, ingin mengubah stigma buruk masyarakat terhadap polisi lalu lintas, karenanya dia tak pernah lelah untuk mengedukasi pengendara di jalan dengan penuh keramahan.
Untuk hal ini, saya pernah melihat langsung bagaimana pak Fitrah memberlakukan ketertiban di jalan. Ketika itu, saya meliput kegiatan Satlantas dalam menertibkan parkir liar di depan RS Siloam Baubau.
Baca tulisan saya tentang ini di : Satlantas Polres Baubau Menertibkan Parkir Liar di RS Siloam
Saat itu saya melihat langsung bagaimana sikap pak Fitrah terhadap masyarakat di jalanan. Bukan sekadar menindaki pelanggaran, tapi lebih menitik beratkan masyarakat untuk paham keselamatan dirinya dan orang lain, melalui edukasi dengan sikap bersahabat.
Buat saya, sikap ini yang seharusnya diterapkan oleh seluruh anggota kepolisian, khususnya di jalanan ya. Agar masyarakat tuh menganggap polisi adalah sahabat yang melindungi, bukan musuh yang ditakuti di jalanan.
Secara umum, berikut dedikasi Aiptu Muhammad Fitrah, SH yang patut diberi penghargaan:
1. Polisi Lalu Lintas Paling Ramah di Baubau
Ketika saya mengupload konten tentang Satlantas kota Baubau di media sosial, dengan menampilkan bapak Fitrah ini, saya mendapatkan banyak komentar positif yang rata-rata adalah masyarakat kota ini yang mengenal dia sebagai sosok yang paling baik dan ramah.
Tentunya ini memberikan citra positif buat kepolisian secara umum, mengingat citra polisi memang seringnya dipandang miring oleh beberapa masyarakat.
Saya rasa, usaha POLRI dalam mengembalikan citra positifnya, dengan mengambil hati rakyat pakai pendekatan preventif dan humanis, sangat bisa diterapkan oleh bapak Fitrah.
Kehadirannya di jalanan, bukan hanya memastikan masyarakat tetap aman dan selamat, tapi juga menenangkan serta menyadarkan masyarakat akan taat berlalu lintas. Jadi tak ada lagi tuh momen ketika pengguna jalanan jadi panik melihat polisi, karena takut, bukan karena sadar akan patuh aturan lalu lintas.
2. Aktif Mengedukasi Masyarakat di Jalanan
Bukan hanya ketika ada masa operasi Satlantas, hampir setiap hari pak Fitrah bersama rekan-rekannya turun ke jalanan dan tak pernah lelah memberikan edukasi langsung buat pengguna jalanan.
![]() |
| Sumber: dokpri |
Mulai dari kelengkapan kendaraan secara standar, baik spion, plat dan lainnya. Juga kelengkapan surat dan kondisi pengendara.
Semua hal tersebut disampaikan dengan keramahan dan senyum terbaik yang bersahabat, sehingga masyarakat lebih memahami tujuan polisi lalu lintas ada di jalanan setiap saat.
Dengan edukasi konsisten tersebut, sekaligus pengingat buat masyarakat untuk selalu taat berlalu lintas bukan sekadar mematuhi rambu, tapi juga kesiapan kendaraan dan pengendara sebelum berkendara.
Hal-hal sederhana seperti itu, seringnya dilupakan oleh masyarakat, dan seringnya hal ini menjadi awal mula terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merugikan masyarakat itu sendiri, maupun orang lain.
3. Aktif Mengedukasi Siswa di Sekolah-Sekolah
Bukan hanya di jalanan, bapak Fitrah beserta rekan-rekan Satlantas, aktif mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di kota Baubau untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa.
![]() |
| Sumber: akun FB Muhammad Fitrah Dtt |
Mulai dari TK, SD, SMP hingga setingkat SMA.
Salah satu masalah lalu lintas di kota Baubau adalah pengendara ugal-ugalan dari anak sekolah. Anak-anak tersebut, bahkan seringnya belum punya SIM, tapi mengendarai motor tanpa mempedulikan keselamatan diri apalagi pengguna jalan lainnya.
![]() |
| Sumber: akun FB Muhammad Fitrah Dtt |
Dengan edukasi tersebut, dapat membantu memberikan kesadaran kepada anak-anak tentang berkendara yang baik dan mematuhi aturan yang ada.
4. Aktif Mengedukasi Masyarakat Melalui Media Sosial
Satu hal yang menonjol dari Aiptu Muhammad Fitrah, SH adalah konsistensinya aktif memberikan edukasi di media sosial. Melalui akunnya di facebook dan instagram, dia tak henti-hentinya mengupload kegiatan Satlantas kota Baubau sekaligus untuk mengedukasi masyarakat melalui online.
![]() |
| Sumber: akun FB Muhammad Fitrah Dtt |
Kita bisa melihat semua postingan edukasinya di akun facebook Muhammad Fitrah Dtt dan akun instagramnya @muhammad_fitrah_dtt
5. Menjadi Pelatih Pocil Paling Ramah
Selain menjadi polisi lalu lintas yang ramah, penuh senyum dan bisa dibilang jadi 'wajah edukasi'nya Satlantas kota Baubau, bapak Fitrah juga menjadi salah satu pelatih Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres kota Baubau sejak tahun 2016.
![]() |
| Sumber: Dokpri |
Dan seperti personal branding-nya sebagai polisi lalu lintas yang ramah, sebagai pelatih dia juga dikenal sebagai papi pelatih yang ramah tapi juga tegas.
Tak heran, anak-anak pocil sangat menghormati dan menyayanginya.
Baca juga : 10 Asyiknya Tinggal Di Kota Baubau
Pencapaian Aiptu Muhammad Fitrah, SH Sebagai Pencapaian Satlantas Kota Baubau
Secara umum, pencapaian Aiptu Muhammad Fitrah, SH sebagai polisi yang ramah dan konsisten mengedukasi dengan pendekatan humanis, adalah merupakan pencapaian Satlantas kota Baubau.
Berkat edukasi tersebut, masyarakat kota Baubau jadi lebih sadar berlalu lintas, dan sangat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data dari Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat, seperti yang dikatakan kepada RRI.co.id, diketahui bahwa selama tahun 2025 tercatat 117 kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 148 kasus.
Dari kasus tersebut, tercatat 7 orang meninggal dunia dan 164 mengalami luka ringan, di mana jumlah tersebut juga mengalami penurunan sebesar 19 hingga 30 persen dari tahun sebelumnya.
Meskipun di tahun 2025 ini, terjadi pelonjakan jumlah sanksi teguran hingga 56% dari tahun sebelumnya. Hal ini merupakan langkah preventif untuk mengedukasi pengendara sebelum diberikan tindakan hukum berupa tilang.
Jadi terbayang kan betapa kinerja edukasi dengan ramah seperti yang dilakukan oleh Aiptu Muhammad Fitrah ini yang mencerminkan citra terbaik bagi POLRI.
Saya rasa, sikap konsisten mengedukasi dengan ramah ini, wajib menjadi teladan bagi semua anggota polisi di Indonesia, yang mencerminkan polisi sebagai pelindung masyarakat yang ramah.
Apa Itu Hoegeng Awards
Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan yang dipersembahkan oleh detikcom bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengapresiasi sosok polisi yang inovatif, berdedikasi, berintegritas, menjadi pelindung perempuan dan anak, serta berperan di tapal batas dan pedalaman.
Program ini terinspirasi oleh keyakinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa masih banyak sosok polisi yang memiliki jiwa keteladanan seperti mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Seperti yang kita ketahui, Jenderal Hoegeng merupakan legenda polisi yang jujur di Indonesia. Beliau menjabat sebagai Kapolri di tahun 1968 - 1971, dan dikenal sebagai pejabat polisi yang paling berani dan jujur, di masa ketika mayoritas pejabat pemerintah korup.
Di tahun 2026 ini, Hoegeng Awards akan menganugerahkan lima kategori penghargaan kepada para polisi teladan di Korps Bhayangkara, yaitu:
- Polisi Berdedikasi, di mana untuk kategori ini menyoroti dedikasi luar biasa anggota polisi, baik melalui pengabdian dalam tugas utama maupun inisiatif pribadi di luar tugas, dengan penilaian meliputi kontribusi internal, aksi membantu masyarakat, dan apresiasi publik yang diterima
- Polisi Inovatif, di mana pada kategori ini menekankan pada hasil inovasi anggota polisi, termasuk kebijakan atau program, dampak yang dihasilkan, serta apresiasi dari lingkungan kerja maupun masyarakat terhadap inovasi tersebut.
- Polisi Berintegritas, di mana dalam kategori ini menyoroti kejujuran, profesionalitas, sikap antigratifikasi, kewajaran harta, dan pelayanan tanpa pandang bulu dari anggota polisi dalam melaksanakan tugas.
- Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan, di mana di kategori ini mengapresiasi anggota polisi yang memberikan perlindungan nyata kepada perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, baik melalui perlindungan langsung maupun upaya penegakan hukum yang berpihak kepada kepentingan mereka
- Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, di mana untuk kategori ini mengapresiasi anggota polisi dengan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat di daerah pedalaman maupun wilayah terluar Indonesia, termasuk perbatasan.
Untuk itu, masyarakat diberi kesempatan untuk mengusulkan nama polisi yang ada di sekitarnya, agar bisa menjadi salah satu kandidat penerima Hoegeng Awards tahun ini.
Nantinya, usulan ini akan divalidasi oleh Detikcom, dan diberitakan secara selektif. Setelahnya akan diseleksi menjadi 15 besar oleh Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh masyarakat hingga institusi-institusi yang kredibel di luar Polri.
Karena itulah, sebagai masyarakat yang mengetahui keteladanan Aiptu Muhammad Fitrah, SH, saya ingin mengusulkan agar namanya bisa dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat anggota POLRI yang teladan.
Agar keramahannya dan semangat konsistensi mengedukasinya bisa diteladani oleh seluruh anggota POLRI, khususnya di kota Baubau, Sulawesi Tenggara hingga nasional.
Baca juga : 10 Nggak Asyiknya Tinggal Di Kota Baubau
Penutup dan Kesimpulan
Pada akhirnya, tulisan ini bukan sekadar cerita tentang satu sosok polisi yang ramah. Ini adalah catatan kecil dari warga biasa yang pernah merasakan langsung bagaimana kehadiran seorang aparat negara bisa memberi rasa aman, nyaman, dan dihargai sebagai manusia.
Aiptu Muhammad Fitrah, SH menunjukkan bahwa tugas polisi bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran. Bukan dengan rasa takut, melainkan dengan pendekatan yang hangat, edukatif, dan konsisten.
Dari jalanan, sekolah, media sosial, hingga pembinaan Pocil, dedikasinya nyata dan bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat kota Baubau.
Penurunan angka kecelakaan lalu lintas bukanlah angka semata. Di baliknya, ada nyawa yang terselamatkan, keluarga yang tetap utuh, dan generasi muda yang mulai belajar tentang keselamatan sejak dini. Dan itu semua tidak lahir dari tindakan represif, melainkan dari edukasi yang dilakukan dengan hati.
Melalui Hoegeng Awards 2026, saya berharap keteladanan seperti yang ditunjukkan oleh Aiptu Muhammad Fitrah, SH bisa mendapatkan ruang apresiasi yang layak. Bukan hanya sebagai bentuk penghargaan personal, tetapi sebagai pesan kuat bahwa wajah ideal POLRI adalah polisi yang hadir sebagai sahabat masyarakat.
Semoga semakin banyak polisi yang meneladani semangatnya yang ramah, konsisten, dan tulus melayani. Dan semoga Baubau, serta Indonesia, terus diisi oleh sosok-sosok Bhayangkara yang bekerja bukan hanya dengan seragam, tetapi juga dengan nurani
Baubau, 08-02-2026
Sumber referensi:
- https://rri.co.id/baubau/daerah/2113744/kasus-laka-lantas-baubau-turun-tiga-tahun-berturut-turut diakses 08-02-2026
- https://id.wikipedia.org/wiki/Hoegeng_Iman_Santoso diakses 08-02-2026
- https://www.detik.com/hoegeng-awards diakses 08-02-2026








Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)
Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)