Cerita Day 2 Ramadan 1447 H Ala Rey

ramadan 1447 h day 2

Alhamdulillah, udah masuk Ramadan ke-2, lebaran kurang 28 hari lagi, insya Allah, hahaha. Tapi bener sih, kayaknya nggak lengkap rasanya kalau nggak meninggalkan jejak cerita melalui tulisan di blog ini.

Anyway, saya menulis ini sambil menunggu anak-anak pulang tarawih, saya nggak sempat tarawih di masjid, karena masih banyak kerjaan yang harus saya kerjakan di kos.

Kami bahkan belum makan malam, dan rencananya mau makan tahu goreng crispy dan sayur kangkung. Jadinya gorengnya nanti kalau anak-anak pulang masjid dulu.

Btw, si Kakak kebetulan libur, dan datang ke Baubau, insya Allah besok balik ke rumah nenek, naik bus.  Karena ada Kakak Darrell, jadinya adik bisa shalat tarawih ke masjid. Maklum masjidnya agak jauhan dari sini, kasian kalau si Adik berangkat dan pulang malam-malam sendiri.

Nggak ada tetangga atau barengan juga sih.

Ini malam ke-3 mereka tarawih. Malam pertama, mereka tarawih di masjid tersebut, saya lupa namanya, tapi masjid tersebut berjarak sekitar 1 KM dari kos kami.

Malam ke-2 anak-anak ikut saya yang dinas sore, pulang pukul 22.00 WITA. Jadinya anak-anak shalat tarawih di masjid dekat kantor.

Hari ini saya libur, jadi anak-anak bisa shalat di masjid dekat kos.

Untuk sahur, kami nggak banyak menu, sahur pertama kami sahur ikan goreng aja sama nasi dan air putih. Sahur kedua, kami makan ikan goreng dan mie instan rebus. Anak-anak senang banget kalau saya masak mie instan.

Sementara buka puasanya, kemaren kebetulan saya buka puasa di klinik, saya suruh si Kakak beli es pisang ijo di jalan Erlangga, nggak terlalu jauh dari kantor juga.

Karena baru pertama kali nyoba, jadi saya minta si Kakak beli 2 porsi saja, pas nyampe di tempatnya, ternyata rame banget dong. Dan si kakak jadi pelanggan terakhir, jadinya dikasih harga 10ribuan per porsi.

Harga aslinya sih, 12 ribuan per porsi.

Menjelang buka puasa, si kakak sampai di klinik, kami lalu buka puasa pakai air putih, lalu menyeruput es jus buah naga yang dijual oleh adik-adik yang kerja di klinik.

Mereka kompak jualan di depan klinik, kebetulan mereka lagi off, jadi dimanfaatkan buat jualan aja.

Sayangnya, yang namanya jus buah itu memang kurang cocok ya dijual setelah lama dijus, apalagi dimasukin ke dalam botol plastik, rasanya kurang segar.

Setelah menyeruput jus, kamipun mulai menyantap es pisang ijo tersebut. Kebetulan ada mangkuk milik teman-teman di apotek, jadinya saya pinjam buat wadah pisang ijonya.

Btw, di Baubau kebanyakan tuh kalau bungkus makanan kuah, pakai kantung plastik putih, bukan plastik yang tebal ya, itu loh tas kresek tipis berwarna putih.

Jadi ya harus dituang ke mangkuk dulu.

Saya berdua sama si Adik menghabiskan 1 porsi, karena si Adik memang nggak puasa full ya, dia buka puasa pas Dhuhur, hahaha.

Pas kami makan, ternyata pisang ijonya enak banget.

Fyi, saya mencoba pisang ijo tersebut karena nggak sengaja liat rekomendasi di konten TikTok, katanya pisang ijonya enak, makanya repeat buy banget.

Dan ternyata memang enak, pisangnya manis dan matang sempurna, lembut tapi juga nggak kelunakan. Sementara dadar hijau atau selimut hijau yang menyelimuti pisangnya tuh sedikit tebal, tapi lunak, gurih dan sedikit chewy.

Intinya ini adalah pisang ijo premium, apalagi kalau kemasannya lebih bagus, mungkin lebih terasa premiumnya.

Setelah makan pisang ijo, si Kakak keluar lagi membeli 15 tusuk pentol dan tahu rebus. Di dekat kantor saya memang ada penjual pentol yang enak, dan itulah alasan mengapa mereka senang banget ikutin maminya kerja, meskipun maminya bangkrut karena mereka jajan mulu, hahaha.

Btw sekarang jadwal shift di klinik kami cuman 2 kali aja, nggak buka 24 jam lagi, setidaknya untuk sementara waktu. Akan tetapi gegara hal itu, jam kerja malam jadi sedikit panjang, sampai pukul 10 malam.

Sementara kami belum makan malam. 

Pas pulang, kami muter-muter dulu cari makanan, dan ternyata udah pada tutup dong. Akhirnya kami putuskan beli mie instan dan makan malam mie instan goreng pakai nasi dan ikan.

Sementara hari kedua sekarang, kebetulan menjelang sore tadi kami keluar, rencananya mau cariin si Kakak kemeja buat dipakai selama Ramadan di sekolahnya.

Aslinya sih pakai baju koko, tapi baju si kakak habis terbakar ketika kebakaran di rumah nenek.

Baca juga : Rumah Nenek Kebakaran


Mau beli baju koko, saya nggak tahu di mana yang jual baju koko terjangkau, yang saya liat di beberapa toko, harganya 200ribuan dong.

Akhirnya kami putuskan beli kemeja aja, tapi karena kemeja juga mahal-mahal, kami putuskan cari baju thrifting di pasar Wameo. 

Btw, di Baubau itu terkenal dengan baju thrifting, masyarakat sini nyebutnya baju RB atau rombengan. Sayangnya karena awal bulan puasa kali ya, jadinya yang buka nggak banyak, jadi nggak banyak juga pilihan.

Kami kemudian membeli 1 ikat kangkung seharga 500an (mahal ya), dan tahu 5000an karena anak-anak bosan makan ikan, rencananya mau digoreng pakai tepung bumbu.

Tak lupa juga membeli jagung 3 biji yang gede seharga 10ribuan, setelah itu kami menuju Jembatan Batu buat beli gula merah pesanan nenek.

Gula merahnya lumayan mahal dong, 25ribu sebiji yang bulat, dan saya membeli 2 buah. Setelah itu kami mampir di toko pakaian thrifting all in 10K.

Meski harganya serba 10ribu, tapi masih banyak baju-baju yang layak pakai loh, sebenarnya sejak kemarin kami mampir di toko tersebut, sayangnya si Kakak malas-malasan, jadi cuman dapat 1 kemeja lengan panjang yang masih terlihat baru banget.

Sementara saya membeli 1 celana pendek dan outer. 3 lembar baju cuman 30ribuan dong, murah meriah syekaleeehhh kan.

Nah, karena pengen nambahin kemeja si Kakak, apalagi kemejanya masih terbilang bagus, bahkan saya sempat liat ada kemeja bekas Uniqlo dong, hahaha.

Kami mampirlah untuk kedua kalinya, sayang banget kemeja lengan panjang yang masih bagus-bagus kemarennya, udah habis.

Sepertinya diborong orang lain. Kesal kan, padahal kemarennya itu kemeja lengan panjang itu ada banyak dan masih bagus-bagus.

Bahkan kalau kita beli banyak, ditaruh di laundry, lalu diplastikin, keknya bisa laku dijual 50 atau 35 ribuan loh.

Meski demikian, setelah mencari ini itu, kami mendapatkan 2 kemeja lengan pendek buat si Kakak, cuman ya kualitasnya nggak sebaik kemarenan, trus maminya beli rok pendek buat di rumah dan baju tanpa lengan buat daleman blazer.

5 lembar pakaian tersebut cuman 50reboan aja dong.

Setelah selesai, kamipun pulang, namun karena melewati jalan Erlangga, mampirlah kami membeli 3 porsi pisang ijo. Masih penasaran dong karena kemarenan cuman makan setengah porsi aja, hahaha.

pisang ijo erlangga baubau


Kami antri cukup lama di warung es pisang ijo tersebut, untungnya kalau ada si Kakak tuh enak, dia yang antri, maminya tunggu di motor, hahaha.

Setelah itu kami pulang sambil terlebih dahulu mampir di Alfamidi untuk beli sirup buat berbuka.

Dan begitulah, buka puasa kami hari ini adalah es pisang ijo se porsi seorang, dan Alhamdulillah puas banget rasanya, mengenyangkan dan tetap seenak kemaren.

Setelah itu kami minum es sirup leci dan makan jagung rebus. Makanya sampai sekarang, biar kata belum makan nasi, tapi kami masih kenyang, hahahaha.

*****

Baca juga : Baju Lebaran Adalah Memberi Memori


Anyway, ini adalah ramadan pertama kami bertiga di kota Baubau, ramadan tahun lalu kami habiskan di rumah mama di Buton. 

Biasanya kalau di rumah mama, masakan akan beragam, ditambah mama beli takjil di luar, adakalanya es pisang ijo, atau es buah atau semacamnya.

Sayangnya di sana nggak ada es pisang ijo seenak di sini sih.

Kalau saya liat kondisi kota Baubau di bulan ramadan, sedikit banyak samalah kayak di kota-kota lainnya, ada banyak penjual takjil. Orang sini menyebutnya 'Pabuka'.

Tapi yang banyak dijual memang es pisang ijo, es buah dan semacamnya, sementara kue-kuenya, justru lebih banyak kue jajanan pasar, kayak kue cantik manis, tuli-tuli, barongko, dan banyak lagi, saya nggak hafal namanya.

Sayangnya, saya nggak sempat ambil gambar atau video ketika keliling tadi siang, besok-besok saya niatkan keliling deh pas mendekati buka puasa di berbagai tempat, dan ambil beberapa gambar dan video.

Cuman kalau saya liat, nggak ada war takjil kayak di kota-kota besar lainnya, karena di sini kan yang jualan juga banyak, meanwhile orangnya dikit, atau nggak sebanyak orang di kota besar.

Segitu aja dulu deh cerita ramadan day 2 ala Rey, kalau ceritamu, gimana Temans?


Baubau, 20-02-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)