Bisa Banyak Hal Dalam Dunia Kerja Tapi Nggak Ahli, Ini Plus dan Minusnya Ala Rey

bisa banyak hal di dunia kerja

Salah satu kelebihan, dan mungkin juga menjadi kekurangan saya dalam dunia kerja adalah, bisa mengerjakan banyak hal, tapi nggak ahli.

Saya bisa bekerja di bagian administrasi, customer service, engineer, keuangan, dan apapun. Tentunya selain pekerjaan yang bermodalkan keahlian ya. Misal, jadi nakes yang mengobati pasien luka. Kalau itu mah, belum juga apa-apa, saya udah pingsan kayaknya, hehehe.

Sayangnya, entah karena hal ini, saya tidak atau belum bisa menjadi benar-benar ahli dalam satu hal pekerjaan. Maksud ahli di sini, yang ilmunya banyak, dan menguasai satu bidang pekerjaan secara maksimal ya.

Karena meski nggak merasa ahli, tapi saya juga bisa mengerjakan banyak kerjaan dengan benar-benar maksimal, meskipun tentunya pakai jungkir balik.

Baca juga : Perempuan Wajib Paham Bahasa Inggris


Alasan Bisa Banyak Hal Dalam Dunia Kerja Ala Rey

Sebenarnya ada alasan khusus, mengapa saya bisa mengerjakan banyak hal dalam dunia kerja. Tiada lain dan tiada bukan karena,


1. Selalu Penasaran Dengan Pekerjaan Bidang Lain

Saya selalu kepo atau penasaran dengan berbagai hal di dunia kerja, setidaknya dalam kantor tersebut.

Rasanya membosankan ketika saya hanya mengetahui pekerjaan yang saya lakukan, apalagi jika pekerjaan saya udah selesai, dan nggak punya kerjaan yang mendesak.

Biasanya, saya akan 'main' di ruangan orang, atau di meja orang lain, lalu memperhatikan pekerjaan mereka, lalu perlahan kemudian menanyakan ini itu, dan happy kalau diajarin, apalagi kalau dibiarkan mencoba pekerjaan tersebut.  


2. Tidak Suka Berdiam Diri

Saya bukan tipe orang yang suka dengan berdiam diri, atau melakukan hal-hal yang kurang berfaedah, terutama ketika berada di kantor.

Jadi, ketika pekerjaan saya sudah selesai, biasanya saya akan berkeliaran ke meja orang, atau sekadar mencari kerjaan-kerjaan lain, bahkan bukan kerjaan saya.

Yang namanya di kantor, tentu saja nggak mungkin banget kan nggak ada kerjaan nganggur. Tentu saja ada, dan biasanya melalui kerjaan baru tersebut, saya akhirnya mempelajari hal-hal baru di luar job desc saya.


3. Tak Suka Jika Ada Hal yang Tidak Berjalan Dengan Baik

Entahlah karena saya perfeksionis kali ya, rasanya 'gemes' sendiri kalau melihat ada sesuatu yang nggak beres, enggak berjalan seperti yang seharusnya.

Biasanya saya akan mengambil alih kerjaan tersebut, meskipun tentunya dengan maksud membantu. lalu ujungnya saya jadi ikut bertanggung jawab atas hal tersebut.


4. Lebih Suka Mendengarkan Teman Kerja

As you know, sekarang saya bekerja di bidang kerjaan yang berbeda dengan background pendidikan saya. Demikian juga dengan teman-temannya.

Jika sebelumnya saya sering bekerja di bagian teknik sipil, di mana kebanyakan teman kerjanya laki. Sekarang kebanyakan teman kerjanya ya perempuan.

Saya juga baru menyadari, ternyata punya teman kerja perempuan itu, sangat berbeda dengan teman lelaki yang seringnya nggak ribet dan nggak mudah baper.

Teman-teman perempuan lebih mudah baper dan tersinggung, jadi kudu hati-hati banget dalam berkata-kata. Daripada salah bicara, saya lebih memilih menjadi pendengar yang baik. Dan kalaupun ada pembicaraan dari saya, kebanyakan ya pertanyaan-pertanyaan saya untuk mereka.

Daripada bertanya hal-hal yang sensitif, lebih baik kan bertanya tentang pekerjaan mereka. Misal, sejak kerja di klinik, saya jadi paham banyak banget cara menangani pasien dan lainnya, ya karena saya sering bertanya tentang kerjaan mereka.

Dari pertanyaan ini, mereka akan merespon dengan semangat menceritakan diri dan pekerjaannya. 

You know kan, orang-orang lebih sukan didengarkan ketimbang mendengar. Jadi ya ketika saya bertanya tentang kerjaan mereka, dengan penuh semangat mereka menceritakan dengan lengkap.

Dan dari situlah, saya mendapatkan banyak insight tentang pekerjaan lain, di luar job desc saya.


Baca juga : Jadi Working Mom? Jangan Merugikan Orang


Plusnya Bisa Banyak Hal Dalam Dunia Kerja Ala Rey

Bisa melakukan banyak hal dalam dunia kerja, tentunya mendatangkan banyak hal positif atau menguntungkan atau plus dalam kehidupan, di antaranya:


1. Peluang Kerja Lebih Luas

Ini yang paling sering saya rasakan hal positifnya menjadi perempuan yang bisa banyak hal dan dunia kerja, yaitu peluang kerjanya jadi lebih luas.

Seperti sekarang, bisa-bisanya saya bekerja di klinik medis swasta, padahal background pendidikan saya berbeda 180 derajat dari pekerjaan ini.

Saya lulusan teknik sipil, dan sebelumnya punya pengalaman kerja di kontraktor maupun konsultan teknik. Tapi nyatanya saya bisa bekerja di klinik medis dan bisa beradaptasi dengan sangat cepat.

Pekerjaan saat ini, memang sedikit sama dengan pekerjaan yang pernah saya lakukan sebelumnya, secara umum sih. Tapi khususnya ya beda.

Jika sebelumnya saya harus berkutat dengan beton, aspal dan lainnya. Kenal laboratorium untuk mengecek kekuatan beton, aspal dan lainnya.

Administrasinya berkutat dengan RAB pekerjaan aspal, beton dan semacamnya. Keuangan tentang RAP pelaksanaan proyek.

Sekarang berganti dengan, administrasi daftarin pasien yang prosedurnya lumayan panjang, ya nulis tangan, ya input di aplikasi. Mengurus surat ini itu keperluan pasien, melayani segala keperluan pasien, komplain, pertanyaan dan lainnya.

Mengurus kasir, keuangan, melengkapi laporan, dan lainnya.

Meski berbeda jauh, tapi Alhamdulillah saya bisa dengan mudah beradaptasi, dan menunjukan kepada relasi yang memberikan peluang, bahwa dia tak sia-sia memberikan saya kesempatan kerja tersebut.

Selain karena saya bisa banyak hal, ya karena saya juga terbiasa suka mengerjakan banyak hal baru, terbiasa fast learning, sehingga mudah beradaptasi di pekerjaan apapun.

Jadi, ditawarin kerja apapun, saya selalu bisa menerima dan mengerjakannya.


2. Lebih Bisa Diandalkan Perusahaan

Bukan rahasia lagi ya, karyawan yang lebih tahu banyak hal, tentunya lebih bisa diandalkan ketimbang yang cuman bisa satu hal.

Dan karena itu, ketika perusahaan harus memilih melakukan perampingan karyawan, tentunya akan mempertahankan karyawan yang banyak bisanya, ketimbang cuman bisa satu hal.

Tentunya, bukan hanya banyak bisanya ya, tapi juga mau melakukan hal itu.

Memang sih, kadang hal itu terasa tak adil buat karyawan, tapi in this economy, bisa dapat kerjaan atau bisa dipertahankan perusahaan karena memang diandalkan, adalah sebuah anugerah tertentu.


Baca juga : Pilih Sedih Dikecewakan atau Sedih Karena Bokek?


Minusnya Bisa Banyak Hal Dalam Dunia Kerja Ala Rey

Meski ada plusnya, bukan berarti bisa banyak hal di dunia kerja itu, nggak ada minusnya ya, atau kekurangannya, di antaranya:


1. Dianggap Suka Cari Muka Oleh Rekan Kerja

Sebelumnya saya bekerja di dunia teknik, kebanyakan temannya kan laki, jadi ketika saya bisa banyak hal dan diminta mengerjakan banyak hal, lalu mendapatkan privilege 'disayang' atasan.

Namun karena temannya kebanyakan laki, ya mereka biasa aja, nggak ada yang benar-benar kesal apalagi men-cap saya sebagai 'orang yang suka cari muka'.

Mungkin ada, tapi nggak seekstrim tuduhan cari muka, lebih ke kesal karena si Rey banyak permintaan, dengan backing-an atasan.  

Misal gini, saya ngasih ide ke atasan, untuk menyelesaikan sebuah masalah, kita harus melakukan sebuah inovasi baru. Tapi, untuk itu saya butuh data atau semacamnya, yang intinya bikin teman-teman jadi harus bekerja lebih untuk memenuhi data yang saya butuhkan.

Jadi kesalnya tuh, lebih ke 'kesal karena saya bikin mereka jadi nambah kerjaan'. 

Dan ternyata berbeda dengan ketika saya bekerja dengan kebanyakan rekan kerja perempuan, respon mereka tuh lebih 'semacam ekstrim' buat saya. Di mana bukan semata saya nyebelin karena nambahin kerjaan, tapi karena seolah saya sibuk cari muka.

Padahal ya sejak zaman jebot ya, saya memang paling suka penasaran dengan banyak hal, paling gemes kalau ada kerjaan yang diselesaikan, dan memang saya udah terbiasa dan bisa mengerjakan banyak hal.

Ternyata respon orang melihat saya adalah sedang cari muka, huhuhu. 


2. Susah Jadi Ahli

Karena semua hal pengen dikerjakan, jadinya saya semacam kewalahan dan susah untuk menjadi ahli di satu bidang.

Jangankan di dunia kerja, bahkan di dunia freelance menjadi blogger. Saya sendiri nggak atau kesulitan menentukan, saya seharusnya mendalami blog tema apa?.

Yang ada, semua tema hampir saya ambil, jadilah blog saya lebih dari satu, berbeda-beda temanya.

Saya bisa teori blog, teori SEO, tapi karena nggak pernah benar-benar dipraktikan alias nggak cukup waktunya, jadinya ya nggak ahli-ahli banget dalam SEO, dan selalu kalah bersaing dengan blogger yang serius menekuni SEO.

Dalam dunia kerja juga demikian, karena banyak yang saya kerjakan, memang sih saya jadi multitalent *uhuk. Tapi ya nggak ahli-ahli banget, nggak bisa yang udah kayak ahli banget ketika ditanya tentang hal tersebut.


3. Susah Fokus

Hampir sama dengan poin kedua, penyebab susah jadi adli ya karena nggak bisa fokus mengerjakan hal satu aja. Selalu terbagi-bagi untuk banyak hal lainnya.

Kadang-kadang juga mempengaruhi ketelitian dalam bekerja, terutama ketika banyak hal yang harus saya kerjakan secara cepat dalam waktu yang bersamaan.


Kesimpulan dan Penutup

Bisa mengerjakan banyak hal dalam dunia kerja ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, kemampuan ini membuka peluang lebih luas, membuat saya lebih mudah beradaptasi, dan menjadi sosok yang bisa diandalkan perusahaan. 

Namun di sisi lain, kebiasaan ingin belajar segalanya membuat saya kadang kesulitan fokus, sulit menjadi ahli dalam satu bidang, bahkan tak jarang disalahpahami oleh orang lain.

Meski demikian, saya sadar bahwa kemampuan untuk terus belajar, penasaran, dan mau terjun langsung bukanlah kelemahan. Justru di tengah dunia kerja yang terus berubah, kemampuan beradaptasi sering kali lebih berharga daripada sekadar gelar keahlian di satu bidang saja.

Mungkin saya belum menjadi “ahli” dalam satu bidang tertentu. Tapi saya adalah pembelajar yang tak pernah berhenti, pekerja yang selalu mau mencoba, dan pribadi yang terus berkembang. Dan untuk saat ini, itu sudah lebih dari cukup.

Karena nyatanya dunia kerja bukan hanya tentang menjadi yang paling pintar di satu hal, tapi tentang siapa yang paling siap untuk terus bertumbuh.

How about you, Temans?


Baubau,  19-02-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)