Sunday, January 31, 2021

Film Minari, Ada Ego Suami dalam Perjuangan Imigran Korea di Amerika

Sinopsis Film Minari

Sharing By Rey - Film Minari ini saya tonton, kayaknya karena related pemain dengan film Burning deh, di mana ada pemainnya Steven-Yeun.

Saya lupa, waktu itu saya googling apa, eh kok muncul film ini, dan pas sekilas baca-baca, kalau film ini merupakan produksi dari rumah produksi milik Brad Pitt (Plan B Entertainment) serta A24, which is setahu saya, si Brad Pitt itu, hanya mau berhubungan dengan film-film kece.

Dan iyes, saya penasaran dong ya, meski kalau liat posternya sih, udah keliatan banget, ini film drama yang biasa sering saya saksikan di film-film Korea yang selama ini saya tonton.

Film ini, sebenarnya garis besarnya tentang perjuangan keluarga imigran Korea di land of promise *halah, yaitu Amerika.

Namun, yang paling menarik buat saya adalah, tentang sisi kehidupan suami istri secara umum, di mana karakter dari suami istri ini, soooo related dengan banyak pasangan suami istri sekarang ini, nggak hanya tentang keluarga di negara lain, tapi banyak di sekitar kita, bahkan di kehidupan pernikahan saya sendiri.

Makanya, yang awalnya sebenarnya biasa, jadi terasa luar biasa karena merasa related banget ama ceritanya.ketika googling-googling, ternyata film ini baru akan tayang 

Eh btw, saya kurang ngeh nih, tapi sepertinya bahkan film ini baru rilis di Indonesia di bulan Januari atau Februari 2021 ini, karenanya, saya bakal nulis sinopsis agak pendek aja ya, ketimbang dikasih surat cinta macam si Eiger *eh.


Sinopsis Film Minari


Spoiler allert!

Dimulai dengan adegan sang istri yang menyetir sebuah mobil, lalu sampai di sebuah tempat yang sepi, datar dan kosong.
Ada sebuah rumah trailler lengkap dengan rodanya di depannya.

Sinopsis Film Minari

Sang istri terlihat begitu tidak suka dengan apa yang dilihatnya itu, bagaimana mungkin mereka harus tinggal di tempat yang terlihat tidak layak buat keluarga itu?

Sang suami, Jacob (Steven Yeun) berusaha meyakinkan anak-anaknya terlebih dahulu, sehingga kedua anaknya, Anne (Noel Kate Cho) dan David (Alan S. Kim) terlihat perlahan menikmati dengan tempat baru mereka.

Setelah itu barulah Jacob mencoba meyakinkan lagi istrinya Monica (Yeri Han), yang mau nggak mau menerima keadaan tempat tinggal mereka yang hanya berupa trailler dan disulap jadi tempat tinggal tersebut.

Film ini bersetting tahun 1990an, menceritakan tentang keluarga imigran Korea yang telah bermukim di Amerika selama 10 tahun dan menghabiskan waktu selama itu dengan berprofesi sebagai pekerja yang memisahkan anak ayam betina dan jantan, dilihat dari kelaminnya (saya baru ngeh dong kalau ternyata bisa liat pantat ayam, buat nentukan kelaminnya, hahaha).

Merasa hidupnya begitu-begitu saja, bahkan terkesan sulit, Jacob memutuskan untuk mengajak keluarganya pindah ke pinggiran Arkansas dan memulai profesi sebagai petani.
Impiannya adalah, ingin menanam sayuran khas Korea, dan menjualnya kepada para imigran Korea di Amerika.

review Film Minari

Kebetulan juga, di dekat tempat tinggal mereka, ada peternakan ayam, jadi sambil mengolah kebunnya, Jacob dan Monica masih bisa tetap bekerja untuk kehidupan mereka.

Sayangnya, tempat itu sangat terpencil dan jauh dari kota besar, sementara anak bungsu mereka, David punya masalah jantung lemah, dan sedang menanti waktu untuk bisa dioperasi.
Karena itulah, Monica sebenarnya tidak setuju dengan rencana Jacob, takut terjadi apa-apa dengan David dan mereka tak bisa dengan cepat mengantarnya ke dokter.

Namun, Jacob adalah seorang suami yang keras kepala, dengan susah payah mencoba meyakinkan Monica, sehingga berbagai masalah yang mereka hadapi, ujung-ujungnya ya Monica tetap bertahan mendampingi Jacob.

Bukan hanya masalah jauh dari mana-mana, mereka juga menghadapi masalah air bersih yang sulit.
Tetangga yang jarang, bahkan jauh dari gereja.
Khas banget ya, orang kota pindah ke pelosok, sungguh luar biasa buat adaptasinya.

Tak lama kemudian, ibu Monica dari Korea, datang untuk tinggal bersama mereka, karena ayah Monica telah meninggal, dan ibunya sendirian di Korea.
Ibu Monica, Nenek Soonja (Youn-Yuh-jung) datang dengan banyak banget oleh-oleh dari Korea, bahkan dia membawa bibit Minari, yaitu tanaman peterseli yang memang mudah tumbuh di tanah yang lembab.

Setelah kedatangan nenek Soonja, setidaknya David dan Anne punya seseorang yang menemani mereka, ketika ayah ibunya berangkat kerja.
Terlebih, neneknya merupakan sosok yang asyik, yang begitu sayang dan gemar mengajak anak-anak mengexplore lebih banyak lokasi di sekitar mereka, kemudian menanam minari di sebuah sungai kecil, yang mereka temukan di sekitar lokasi tempat tinggal mereka.

review Film Minari

Semua berjalan dengan seperti yang direncanakan, meski penuh drama.
Dari tanaman di kebun Jacob yang akhirnya tumbuh subur, namun tiba-tiba kekurangan air.
Jacob memang memutuskan untuk menggali sumber air sendiri, dan tanpa dia sadari air tanahnya habis.

Dalam kekalutannya, dia memakai air kebutuhan rumah dong buat nyiramin kebunnya.
Dan udah bisa ditebak, akhirnya air di rumah habis dan mereka sangat kesulitan air untuk kebutuhan di rumah.

Juga masalah David yang belum sepenuhnya bisa akrab dengan neneknya, hingga akhirnya jadi lebih dekat, dan bahkan neneknya memberikan semangat agar David mau mulai berlatih berlari, di mana hal itu dilarang keras oleh ibunya, karena jantung David yang sangat lemah.

Serta masalah Monica yang ingin mengajak anak-anak ke gereja, terpaksa harus bergabung dengan gereja orang Amerika, dan Jacob mau mengantarkan ke gereja, meski sebenarnya dia tak percaya Tuhan.

Namun namanya hidup ya, ada aja tantangan.
Suatu hari neneknya tak bisa bangun, ternyata menderita strooke.
Bersamaan dengan itu, kebun Jacob sudah panen, namun di hari dia ingin mengantarkan hasil panen itu kepada orang Korea di kota, ternyata si orang Korea tersebut telah menerima pasokan dari orang lain, dan membatalkan perjanjian begitu saja.

Karena itu, kehidupan mereka kembali merosot ke bawah.
Sementara uang mereka telah menipis, karena Jacob memakai banyak uang tabungan mereka untuk investasi kebun impiannya.

Sampai suatu ketika, mereka harus ke kota untuk memeriksa jantung David, beruntung neneknya masih punya uang simpanan, dan diberikan untuk membayar biaya pemeriksaan David.
Mereka pergi ber-4 dan meninggalkan nenek yang strooke di rumah.

Ternyata, hasil pemeriksaan jantung David sangat di luar ekspektasi.
Entahlah karena pengaruh udara di pelosok itu lebih baik, atau karena David lebih banyak explore bersama neneknya, yang jelas rongga di jantung yang rencananya akan dioperasi untuk menutupnya ketika David cukup umur, malah sudah semakin mengecil dengan sendirinya.

Jacob dan Monica senang mendapatkan berita itu, namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk segera menyerah dari tempat tinggal mereka sekarang, dan kembali ke kota agar anak-anak bisa mendapatkan kesempatan lebih baik.

Sayangnya, apapun dan bagaimanapun keadaannya, Jacob tetap pada pendiriannya, dia akan menyelesaikan apapun yang telah dia mulai, yaitu kebunnya.

Beruntung, ketika ke kota, Jacob membawa serta sample hasil kebunnya, dan berhasil mendapatkan kerjasama dengan sebuah restoran di sana.
Semuanya terlihat lebih baik, namuna Monica tetap ingin balik ke kota.

Mereka lalu pulang dalam kekalutan masing-masing, dan menemukan gudang tempat penyimpanan hasil panen telah terbakar.

Siapa yang membakar gudang tersebut?
Lalu bagaimana nasib si nenek yang sendirian dan strooke di rumah?
Apakah mereka akan berpisah karena Jacob tetap ingin di situ, sementara Monica ingin kembali ke kota?

Tonton sendiri aja deh di bioskop.
Ebentar, bukannya bioskop belom pada buka ya? hahaha
Ya udah, nonton di rumah aja, biasanya bakalan ada tuh di Netflix.  



Review Film Minari


Profil:

Director         : Lee Isaac Chung 
Writer            : Lee Isaac Chung 
Release Date: Januari 26, 2020 (Amerika)
Runtime         : 115 min.
Genre            : Drama
Language      : Korean, Inggris
Country          : Amerika

Pemain:

Steven Yeun sebagai Jacob
Han Ye-ri sebagai Monica
Alan s Kim sebagai David
Noel Kate Cho sebagai Anne
Will Patton sebagai Paul
Yoon Yuh-jung sebagai nenek Soonja

Rating By Me : 4,9 of 5

Menurut saya, cerita film ini tuh bagus banget.
Karena konteksnya luas, bukan hanya mengenai perjuangan keluarga imigran Korea, di mana menjadi berbeda dan minoritas di negeri orang tuh nggak gampang.

Tapi juga tentang keluarga, hubungan suami istri, di mana pola pikir suami dan istri itu beda banget, dan masalah rumah tangga itu bukan semata karena hadirnya orang ketika, bahkan percekcokan yang paling sering mendasari itu adalah karena pola pikir, yang akhirnya membuat pasangan suami istri, jadi tak sekata lagi.
 
Dan ternyata, film ini tuh semacam biografi 'tipis-tipis' sang sutradara, Lee Isaac Chung.
Di mana dia sebagai David si anak bungsu.

Selain itu, akting para pemainnya saya rasa kece banget ya.
Kebetulan kan saya habis nonton si Steven-Yeun dalam perannya di film Burning yang berbeda dengan karakternya di film ini.

review Film Minari

Bukan hanya aktingnya yang luar biasa menurut saya, tapi juga dibarengi akting si Ye-ri yang pas banget, memerankan karakter istri yang selalu realistis.
Ketambahan pula faktor komedi dari sang nenek Soonja, jadinya bikin film ini lebih berwarna.
 
Meskipun, saya yakin, jika penontonnya jarang nonton film drama yang tenang, pastinya bakalan bosan juga nonton ini, karena menurut saya sih kayak drama Korea nggak sih, tapi versi pendeknya, yang mana kalau drakor kan konfliknya itu detail banget karena durasinya panjang, nah film ini menampilkan konflik berulang yang nggak lama kemudian berganti konfliknya, bahkan kadang udah berharap bakalan klimaks, eh ujung-ujungnya semacam ketahan gitu deh.

Kayak adegan saat mereka naik mobil, melihat langit yang awannya nggak biasa, lalu mereka ketakutan akan adanya badai.
Jika badai datang, tempat tinggal mereka yang hanya trailer itu bisa jadi bakal kebawa badai.
Sudahlah saya nunggu-nunggu, eh nggak ada dong badainya, hahaha.

Meskipun demikian, ada juga beberapa adegan yang klimaksnya tuh dapet banget buat saya, dari akting pemain sih, bukan dari adegannya itu sendiri.

Yaitu, ketika mereka di rumah sakit, di mana si Jacob berkata:
"Ingat nggak, 10 tahun lalu, kita datang ke Amerika, dan berjanji akan saling membantu meraih impian kita di negara ini, yang ada bukannya saling bantu, malah berantem mulu, sampai bikin David sakit"
Lalu dibalas oleh Monica yang memohon agar Jacob mau mengikuti mereka pindah ke kota dan melupakan impian kebunnya itu.
Nyatanya, Jacob bergeming dan memilih kebunnya.

Lalu adegan, ketika mereka telah mendapatkan pelanggan di kota, si Monica bukannya bahagia, malah mewek dan berkata,
"Kita akan bersama ketika semuanya membaik, tapi saat semua tidak membaik, kita bakal berpisah?"
Bikin mewek sih ya, karena saya dulu pernah banget ada di posisi tersebut dan mengucapkan kata yang sama.

Oh ya, btw film ini kabarnya bakalan jadi nominator terkuat di ajang perfilman internasional dong.
Dan bagi saya itu wajar sih, ceritanya bagus, akting pemain juga bagus, pokoknya klop deh.


Makna dan Pesan Film Minari


Nah yang paling menarik buat saya, dalam menonton film ini adalah makna dan pesan yang tersimpan di dalamnya, yaitu:

review Film Minari


Impian boleh tinggi, tapi jangan lupakan yang kecil


Ini berdasarkan dengan judulnya Minari, di mana bukan hanya mencerminkan sooo Korean atau bagaimana imigran Korea bisa beradaptasi di tempat manapun seperti halnya tanaman Minari.

Namun juga mencerminkan, bahwa hal sekecil minari memang terlihat tidak sebanding dengan impian Jacob yang ingin punya kebun sayuran sehat a la Korea.
Nenek Soonja memintanya untuk juga menanam minari, namun karena fokus pada kebunnya, Jacob melupakan atau mengesampingkan minari.

Siapa sangka, ternyata nenek Soonja menanam sendiri minari tersebut dan akhirnya tumbuh subur dan liar tanpa perlu ngerepotin pemeliharaannya, dan ternyata sangat berguna ketika masa-masa paceklik.

Hal ini mengingatkan saya, untuk tetap peduli kepada hal yang mungkin terlihat kecil, even impian besar kita selalu menyita perhatian kita.


Sukses dan bebas memang seringnya jadi harga diri lelaki

 
Kalau dipikir-pikir, Jacob memang egois ya.
Mereka udah punya kehidupan yang dijalani dan membuat mereka mampu bertahan selama 10 tahun lamanya di kota.

Tapi Jacob tidak bahagia dengan kenyataan pekerjaannya selama 10 tahun hanya melihat pantat ayam.
Dia ingin lebih sukses dan bebas dengan usahanya sendiri.
Itulah mengapa dia rela mengajak anak istrinya ke luar kota, dan bertahan pada impiannya, meski berbagai hal terjadi pada keluarganya.

Bahkan ketika istrinya memintanuya untuk menyerah, dengan mengatas namakan anak-anak mereka, Jacob tetap bergeming dan tetap teguh pendirian akan meneruskan impiannya.

Kalau dipikir-pikir egois banget ya, tapi ternyata memang kodrat lelaki ya kayak gitu, bekerja atau menafkahi dan mengubah nasib keluarga itu semacam pride atau harga diri buat mereka.
Butuh keluasan hati istri untuk memahaminya.


Wanita memang seringnya overthinking, tapi realistis


Sumpah ya, karakter si Jacob itu mirip banget ama paksu, meski nggak sefrontal itu sih ya, dan guess what? karakter si Monica itu sooo Rey, banget. 

Realistis, lebih suka hal yang pasti-pasti aja.
Lebih suka kota besar, karena lebih mudah mengakses semua layanan.

Dan percaya atau enggak, masalah si Jacob dan Monica ini juga menjadi masalah saya dan paksu selama bertahun-tahun, dulunya.

Ketika kami tinggal di Jombang, di mana segala sesuatunya berbeda dengan Surabaya, padahal saya udah beradaptasi dan mencintai Surabaya.

Dan iyesss, kami juga hampir berpisah lantaran masalah perbedaan prinsip itu, meski ujung-ujungnya, saya sama juga dengan Monica, yaitu tetap mendampingi suami, meski berat.

Monica juga nggak salah, karena anak mereka juga nggak sehat, butuh banget akses kesehatan yang cepat dan mudah, terlebih Jacob memakai semua tabungan mereka demi kebun tersebut, sementara mereka butuh banget dana buat anaknya yang kurang sehat.

Monica memang overthinking, tapi realistis banget.
Dan kayaknya sih kebanyakan wanita begitu.


Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung


Kalau dilihat, film ini memang mencerminkan betapa keluarga Jacob tuh semacam mengalami krisis diri, bingung mengikuti yang mana.
Akankah mereka tetap menganggap diri Korea banget, atau ingin dianggap Amerika seutuhnya.

Si Jacob, terlihat tetap memuja Korea, meski saya ngerti, mungkin juga karena dia merasa kurang diterima di sana.
Akhirnya jadi memuja Korea, meski di Amerika.

Namun, ketika akhirnya dia dikhianati oleh pemasoknya yang juga orang Korea, pendapatnya bahwa hanya Korea yang dipercaya jadi berubah.

Intinya, di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.
Mereka sedang ada di Amerika, dan di situlah dibutuhkan adaptasi dan juga permbauran terhadap lingkungannya.

Apalagi ya?
Boleh deh tambahin, kalau temans udah pada nonton film Minari ini.


Sidoarjo, 31 Januari 2021


Sumber: Film Minari
Gambar: https://www.imdb.com/

12 comments :

  1. aku liat trailernya apikk
    awal awal baca, aku mengira ini cerita satu keluarga yang berusaha untuk jadi lebih baik dengan usaha mereka.ternyata kurang lebih begitu tapi ada aja bumbu bumbu konfliknya dan nggak nyangka kalau dari sisi suaminya ada egoisnya juga yak
    list dulu aja, semoga nanti bisa nonton langsung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceritanya bagus, khususnya buat pasutri nih, sarat makna banget pokoknya 😊

      Delete
  2. Wuaa pantesan Mba Rey ngerasa related bgd, ternyata mirip sama karakter Mba Rey dan suami yaa..
    Btw, minar itu ternyata nama tanemannya ya, aku baru tau 😆

    Filmnya menarik kayaknya Mba rey aku selalu suka nonton konflik2 keluarga gini. Satu2ny film movie Korea yg baru aku nonton cma Parasite 😁😂😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iyaaa..
      Saya sampai Googling, ternyata itu tanaman peterseli, dan di Korea biasanya dibikin Kimchi 😀

      Nah ini nih, saya tuh kalau nonton, trus kisahnya related, jadi baper 😂

      Delete
  3. Ini udah aku masukin ke watchlist aku kak, berhubung memang “kata” orang-orang filmnya sarat makna kehidupan. Thank you kak Reyyy buat ulasannya yang menarik dan sangat lengkap inii 👍🏻🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, ceritanya bagus sih menurut saya, aktingnya juga kece, ga heran masuk nominasi Oscar 😍

      Delete
  4. Baru tahu kalau Minari itu nama tanaman setelah baca postingan ini. Penasaran deh dengan filmnya. Filmnya memang erat dengan kehidupan sehari-hari ya, Mbak.

    ReplyDelete
  5. Ini trailer film sering banget mampir ke timeline FB ku. Jd penasaran sbnrnya. Akhirnya di review ama Rey :D. Fix bakal nonton. Eh tapi blm kluar yaaa? Aku biasa nunggu di viu kluar dulu. Biar LBH enak :D.

    Naah film yg begini aku sukaaaa nih. Apalagi settingan di 90an. Kayaknya kalo ngeliat zaman dulu, berasa LBH nostalgia, inget pas masih di zaman itu hahahahha.

    Gpp deh konfliknya cepet berganti. Namanya film, ga mungkin bisa detil. Aku malah suka biar ga bertele2 jadinya. Eh tapi, ini happy ending kan? :D. Aku suka baper kalo ternyata sad :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, masih otewe filmnya hahaha.
      Ceritanya bagus untuk genre drama tapinya Mba, kalau yang nggak biasa nonton drama mungkin sedikit membosankan :D

      Hahaha, mesti nih Mba Fan, endingnya menurut saya bagus Mba, biar kata nggak kayak di dongeng-dongeng gitu, tapi sesuai dunia nyata sih.
      Asli keren, wajar banget jadi nominasi oscar :D

      Delete
  6. Hallo mbak rey,.. aku baca detail ceritanya emang relate banget yaa sama keadaan kebanyakan keluarga. Akses gampang itu dambaan banget, tapi di satu sisi pengeluaran juga tinggi, tapi kalau di kampung akses susah tapi bisa berbakti pada orangtua, tapi ga bisa mandiri.. kompromi dalam pernikahan itu emang perlu banget diaplikasikan yaa..

    lama nggak nonton, jadi pengen nonton ini ah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaa, sebenarnya sama aja sih kalau menurut saya.
      di Kota besar pengeluaran tinggi, tapi kesempatan juga lebih banyak.
      Kalau di kota kecil mungkin pengeluaran lebih dikit, karena akses pengeluaran duit nggak banyak hahaha.
      Tapi ya kesempatan juga dikit.

      Ayooo nonton :D

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top