Sunday, August 02, 2020

Pengalaman Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya Pada Masa Pandemi

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza

Sharing By Rey - Mengurus perpanjangan SIM C di masa pandemi ini ternyata tidak semudah seperti masa biasanya.

Setidaknya itulah yang saya alami, beberapa hari lalu, saat hendak mengurus perpanjangan SIM di Tunjungan Plaza Surabaya.
 
Semua bermula saat saya melihat tanggal, dan tersadar bakalan sampai di tanggal dan bulan lahir saya. Akan tetapi, saya lalu mengingat suatu hal, di mana si kakak tahun ini udah mau genap usia 10 tahun, dan saya ingat betul, saat masih hamil, saya urus pembuatan SIM C di Surabaya.

Jadi, sebetulnya saya udah punya SIM C dari BauBau, enak pula bikinnya, karena polisinya ganjen-ganjen *eh :D
Jadi kalau ciwiciwi yang bikin SIM tuh gampil banget.
Itu dulu ya, sekarang mah udah lebih baik lagi kali kinerjanya, takut viral soalnya hahaha.

Nah ternyata, pas SIM tersebut kudu diperpanjang, rempong amat kudu pulang ke BauBau buat perpanjangan, karena dulu tuh belom online kayak sekarang.

Jadilah saya putuskan bikin sim C baru aja di Surabaya, terlebih sejak tahun 2007, saya udah resmi ber KTP Surabaya, yang bikin perpanjangan SIM jadi ambigu.

Dan demikianlah, pas hamil tuh, saya bikin SIM C di Kolombo, Surabaya.
Pas test tertulisnya sih gampil, dan saya lulus dengan baik.

Akan tetapi pas prakteknya?
Barulah liat medannya, saya udah bisa menerawang hasilnya, kagak bisa luluslah saya, hahahaha.

perpanjangan sim c di sim corner tunjungan plaza surabaya
Ya begitu deh, saya udah keder duluan kalau liat angka 8 itu, sumber: lensaindonesia

Udahlah perut saya gede, kudu test lewat gundukan nggak boleh keluar garis, nggak boleh turunin kaki, apalagi di angka 8, ya sudahlah, tidak lulus dengan sempurna.

Gara-gara drama seperti itu, malah kejadiannya melekat banget di pikiran saya, sehingga tiap kali saya ultah, saya jadi ingat masa perut gendut dan kudu test naik motor.


Minimnya Informasi Perpanjangan SIM Di Surabaya


Setelah tersadar kudu urus perpanjangan SIM C, saya akhirnya mencari informasi, bagaimana cara dan syarat pengurusan perpanjangan SIM di Surabaya.

Pengennya sih urus di tempat yang mudah dijangkau aja, dan kalau perlu di jangan di mall, karena udah merasa parno duluan kalau kudu masuk mall.

Ternyata setelah googling sana sini, nggak ada informasi yang pasti untuk pengurusan perpanjangan SIM, saya cari medsosnya, cuman ada medsos SIM Corner di BG Junction yang juga kurang aktif memberikan informasi.

Cari di IG, baru deh dapat info, bahwa kudu ada surat keterangan sehat.
Kalau nggak salah surat keterangan sehat ini baru ada sejak 3 tahun lalu ya, soalnya 5 tahun lalu saya urus perpanjangan SIM di TP juga, nggak ada yang namanya syarat surat keterangan sehat, saya cuman ingat berantem gara-gara asuransi yang dipaksakan (kayaknya waktu paksu urus perpanjangan SIM A dan C nya deh).

Ya udah deh, saya langsung menyiapkan persiapan buat mengurus perpanjangan SIM tersebut, menyiapkan foto kopi KTP dan SIM C sebanyak 5 lembar, lalu berinisiatif untuk mengurus surat keterangan sehat di klinik dekat rumah.

Kalau baca di IG sih, kalau urus di Puskesmas, palingan 10 rebo doang, kalau di klinik, apalagi kliniknya kecil, palingan 25 atau 30ribuan kali ya.


Persiapan Persyaratan Mengurus Perpanjangan SIM C


Demikianlah, keesokan harinya saya menuju klinik kecil yang buka dekat rumah, untungnya klinik tersebut sepi, dan pas nyampe saya sampaikan maksud bahwa mau ngurus surat keterangan sehat buat urus perpanjangan SIM, dan kata si mbaknya.
"Bisa Mbak, biayanya 45 ribu"
"Hah apa? berapa?" saya nggak percaya dengan pendengaran sendiri.
"45 ribu Mbak"
Oooo maiii ....
Hastagaaahhh..
Kirain, keadaan klinik mencerminkan rate-nya yang sederhana, nyatanya enggak juga, ckckckck. 

surat keterangan sehat untuk mengurus perpanjangan sim

Tapi sudahlah, saya malas antri di puskesmas, lagian jauh juga, dan di zaman covid kayak sekarang, parno banget dengan antri mengantri.

Dan akhirnya, saya bayar biayanya, si mbaknya ngasih print-print-an, kirain itu suratnya, eh ternyata disuruh masuk ke dalam buat diperiksa dokternya, atuh mah, hahaha.

Udah deh, dokternya cuman nanya keluhannya apa, saya bilang mau urus perpanjangan sim, sempat berdebat juga, karena saya bikinnya di klinik yang ada di Sidoarjo, sementara saya ber KTP dan SIM Surabaya.

Akhirnya saya putuskan, seharusnya sih petugasnya mau nerima surat keterangan sehat yang saya buat dari Irian sekalipun, asalkan masa berlakunya masih ada, maksimal 5-7 hari sejak di test.

Dan begitulah, dokternya cuman nanya tinggi badan dan nyuruh timbang berat badan yang bikin saya uring-uringan, dan dokternya bilang,
"Iya Mbak, emang kebanyakan timbangan itu dihujat sama perempuan!"
Hahaha.
Saya endut banget sodarah!
Masa iya BB saya sama dengan saat saya hamil si adik?
Astagaaa...
Saya merasa berdosa, karena sebelum nulis ini saya makan kue tart, hahaha.

 Ok lanjut.

Dokternya sama sekali nggak ukur tensi, dikira-kira aja, setelah itu, jadilah surat keteranga dokter yang kertasnya bagusan kertas dari admin yang isinya print biayanya, hahaha.

Sesampai di rumah, surat tersebut saya satukan bersama foto copy-an KTP dan SIM C, serta untuk memudahkan KTP dan SIM tersebut saya taruh di file tersebut.

Berikutnya saya googling lagi untuk mencari tahu, apalagi syaratnya dan bagaimana caranya?

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya


Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya

Ternyata ada sebuah artikel yang menuliskan bahwa di Surabaya itu ada aplikasi online, biar kalau urus SIM bisa online, saya senang dong, langsung saja saya install aplikasi JOGOSUROBOYO dan langsung daftar dengan bermodalkan klak klik, saya daftar untuk permohonan pengurusan SIM C, yang mana sampai keesokan harinya pun, nggak ada tanda-tanda diproses atau gimana.


Drama Pengurusan Perpanjangan SIM C DI SIM Corner Tunjungan Plaza Surabaya


Masa berlaku terakhir SIM saya sebenarnya tanggal 28 Juli, tapi bukanlah si Rey kalau nggak melakukan sesuatu lebih cepat dengan berbagai pertimbangan.

Ye kan.
Saya tidak mau menunda-nunda sesuatu, karena siapa yang tahu kan pas hari H ada sesuatu yang bikin kita nggak bisa melakukan perpanjangan SIM tersebut.

Terlebih, nggak ada keterangan yang bisa saya temukan di medsosnya, kapan sebenarnya kita kudu datang mengurus perpanjangan SIM tersebut.

Dan akhirnya, saya memilih hari Sabtu, 25 Juli 2020 untuk datang ke Tunjungan Plaza demi mengurus perpanjangan SIM tersebut.

Kami tiba di Tunjungan Plaza sekitar pukul 11 siang,  setelah melewati beberapa pemeriksaan, kami akhirnya melenggang ke SIM Corner yang berada di lantai dasar TP 1.
Jadi bagi yang belum tahu lokasinya, kalau masuk dari pintu utama TP1, langsung turun di tangga depan tersebut, sampai di bawah, belok kiri melewati ATM-ATM salah satunya ATM BNI, lalu masuk ke lorong yang ada di samping ATM BNI itu berada, SIM Corner Tunjungan Plaza ada di bagian sudut tersebut.

Akan tetapi, saat itu, kami langsung dicegat oleh petugas bangunan TP, yang langsung menjelaskan bahwa sebaiknya saya datang lagi di pas tanggal terakhir berlakunya SIM tersebut, karena setiap hari antrian hanya dibatasi sebanyak 100 orang, daaann pengambilan nomor antrian hanya dilakukan sejak pagi sekitar pukul 6.30 di depan TP tersebut.

Pengalaman Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya Pada Masa Pandemi
Orang-orang cuman datang buat dapetin informasi doang

Uwoowwwww, sebalnya saya.

Pertama, sekarang ini kan lagi masa pandemi, sebisa mungkin dilarang keluar kalau enggak urgent, tapi malah disuruh bolak balik ke mall untuk urus perpanjangan SIM, apa nggak ngehek itu namanya? 

Kedua, saya bete banget! kenapa susah banget sih cari informasi secara online?
Di masa pandemi kayak sekarang, di mana anak Paud pun sekolah melalui online, LAH LEMBAGA KEPOLISIAN YANG SIFATNYA URGENT ITU MALAH SAMA SEKALI NGGAK AKTIF SECARA ONLINE!!! DUUHHHH MAU CC IN TULISAN INI BUAT KAPOLRI DEH RASANYA!!!

Ketiga, di Surabaya itu udah maju banget mengenai online-nya, bu Risma selalu mendukung kegiatan secara online, seperti dengan adanya aplikasi E-Health buat antrian di semua puskesmas dan beberapa RS negeri di Surabaya.
Itu sangat efektif buat warga agar tidak numpuk antrian.

LAH KEPOLISIAN SURABAYA, UDAH BUAT APLIKASI JOGOSUROBOYO, TAPI NGGAK DIAKTIFKAN ITU MAKSUDNYA OPO????

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya
Sampai detik ini masih gini-gini aja statusnya


Ye kannnn!
Daripada nyuruh orang pagi-pagi buta datang berdesakan dan rebutan antrian di depan TP, pakai online napah!

Aktifkan itu aplikasi, aktif pula woro-woro di media sosial, baik di IG, Twitter maupun Facebook dan websitenya.
Jadi, dengan gitu masyarakat lebih mudah mencari informasi, nggak perlu kudu berdesakan di sim corner buat nanya informasi, duuhhh ye!

Demikianlah, di tanggal 25 Juli tersebut, saya akhirnya pulang, eh nggak ding, keliling TP aja nggak jadi urus perpanjangan SIM.


Cerita Dan Persyaratan Mengurus Perpanjangan SIM C Di SIM Corner Tunjungan Plaza


Akhirnya saya datang lagi mengurus perpanjangan SIM C tepat di hari terakhir berlakunya SIM tersebut, yup bertepatan dengan hari ulang tahun saya.

Meskipun dongkol karena kudu bolak balik, tapi saya anggap sekalian buat jalan-jalan pas ulang tahun gitu.

Kali ini saya lebih santai, toh menurut petugasnya, jam berapapun sebelum mall tutup, pasti bakal dilayani, karena diutamakan udah mau habis masanya di hari itu.

Dan sekali lagi, kami melewati protokoler yang kali ini petugasnya lebih galak, saya pakai kaos tanganpun disuruh buka dan cuci tangan.

Pas masuk bilik UV disinfektion chamber, saya penasaran dong cari lampunya di mana? ternyata ada di bagian atas bilik dengan lampu yang sangat redup hahaha.

Oke lanjut.

Sampai di Sim Corner, saya beruntung karena saat itu situasi lebih sepi.
Gitu ya dibatasi hanya 100, jadinya santaiii kek di pantai, hahahaha.

Oleh petugasnya saya diarahkan ke tempat psikotest dulu.
IYA, SEKARANG URUS PERPANJANGAN SIM JUGA WAJIB PSIKOTEST!
Kirain hanya untuk yang bikin baru doang.      


Soal Dan Biaya Psikotest untuk perpanjangan SIM C di Tunjungan Plaza Surabaya 

 
Untungnya sih, psikotest bisa dilakukan di Tunjungan Plaza juga, ada di lantai dasar TP2.
Dari SIM Corner, kita hanya perlu melewati Ace Hardware menuju TP2, lokasinya persis di samping Pizza Panties dulu (btw PIZZAnya udah tutup dong!)

persyaratan dan biaya psikotest perpanjangan sim c di Surabaya
Banner di depan pintu ruangan psikotest

Persyaratannya cukup membawa 1 lembar foto copy-an KTP dan SIM yang mau perpanjang, dan membayar biaya sebesar Rp. 50 ribu untuk perpanjangan SIM C dan Rp. 75 ribu untuk SIM A.

Setelah itu, saya diminta mengisi data nama dan alamat.
Lalu dijelasin oleh seorang petugas mengenai cara mengisi soal psikotestnya.

Lalu bagaimana soal psikotest-nya?
Ada 15 nomor, dan pertanyaannya sungguh receh semua, hahaha.
Ye kan, psikotest sebenarnya hal-hal yang kita nilai receh tapi besar resikonya.

Saya sering sakit kepala tiba-tiba , silahkan pilih 'iya' atau 'tidak'
Saya jawab, tidak dong.

Saya sering mencret?
Saya sering mudah tersipu-sipu malu?
Saya sering pusing mikirin uang?
Saya sering takut kalau wajah saya memerah?
Dan hal-hal semacamnya, yang intinya mau mengetahui kondisi kita saat mengendarai motor.

Ye kan, kalau pas naik motor langsung sakit kepala parah, sebaiknya jangan naik motor, bahaya.
Kalau kita sering mencret pas lagi naik motor, biasanya kalau orang sakit perut itu kan jadinya panik dan ngebut, mungkin itulah kalau orang yang sering sakit perut mending jangan bawa motor, hahaha.

Yang lucu adalah, pertanyaan sering pusing mikirin duit.
Lah trus kalau orang bokek mulu dilarang naik motor dong? hahaha.
Tapi saya tahu, maksudnya yang suka kepikiran mendalam tentang hal mengenai uang misalnya, lalu mengakibatkan jadi ngelamun di jalanan, itu kan bahaya.

Ya demikianlah.
Testnya bahkan nggak sampai 5 menit, terlebih saat itu suasananya sepi banget.

surat keterangan lulus psikotest untuk perpanjangan sim C
Surat lulus psikotest

Oh ya, itu untuk psikotest perpanjangan SIM C ya, kalau SIM A bukan cuman biayanya yang lebih mihil, tapi juga soalnya lebih banyak.

Oh ya, untuk yang nggak sempat test kesehatan, di TP juga menyediakan test kesehatan, sayangnya saya lupa nanya berapa harganya, palingan sekitaran 50reboan juga deh.


Cerita mengurus perpanjangan SIM C di SIM Corner Tunjungan Plaza Surabaya 

    
Setelah selesai mendapatkan surat Psikotest, saya kembali ke SIM Corner TP1 tersebut.
Oleh petugasnya langsung disuruh antri.

perpanjangan sim c di sim corner tunjungan plaza surabaya
Antriannya sepi banget

Beruntung saat itu sedang sepi, hanya ada sekitar 5 orang di depan saya yang mengurus perpanjangan SIM juga.
Setelah sampai urutan saya, masuklah saya ke dalam ruangan.
Astagaaa sepi banget.

Semua pada sibuk liat ponselnya, dan akhirnya saya nanya ke petugas dekat pintu masuk, saya diminta menyerahkan 1 lembar foto copy KTP dan SIM C beserta kartu aslinya.

Setelah itu, saya disuruh menyerahkan data yang udah distaples ke petugas selanjutnya di bagian kiri pintu masuk.

Di petugas tersebut, saya dimintai biaya RP. 75 ribu.
Dan petugasnya menanyakan golongan darah saya.
OMG saya nggak tahu pasti golongan darah saya, tapi sepertinya O deh.
(gawat banget nih pakai sepertinya, hahahaha)

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya Pada Masa Pandemi
Bayar langsung di sini

Setelahnya saya disuruh mengisi sebuah form di meja yang disiapkan, suasana sepi membuat saya nggak was-was saat ada di dalam.

Setelahnya, diminta untuk mengumpulkan di meja petugas lainnya, dan langsung dipanggil, untuk rekan sidik jari jempol dan telunjuk kiri dan kanan, lalu foto.

Ini nih yang paling penting, saya sebal setiap kali foto SIM atau KTP, hasilnya selalu jelek.
Sampai saya dandan maksimal biar fotonya jadi cantik, minimal segar.
Saya bahkan mengoleskan es batu ke wajah saya terutama mata, biar nggak bengkak saat di foto, belajar pose rata yang pas.

Dan pas udah foto, saya minta si petugas tungguin, saya mau benerin jilbab, ribet banget karena saya pakai masker scuba yang kudu dibuka dulu, benerin pose yang bagus.

Pas siap, ceklek.

Setelah itu, disuruh menunggu, nggak sampai 1 menit udah jadi dong.
Hasilnya?
HASTAGAAAAHHHH, KENAPA TETEP JELEK?
huhuhuhuhu.

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya Pada Masa Pandemi
Ditutup aja mukanya, biar aman, hahahaha

Udahlah Rey, emang aselihnya ya kek gitu wakakakakakakaka.

Btw, SIM baru sekarang tampilannya lebih sederhana, warnanya ngejreng, dan beberapa informasi dihilangkan.
Seperti, tinggi badan dan keterangan itemnya.
Iya juga sih, buat apa coba tinggi badan? hahaha.

Yang nambah adalah golongan darah, terpampang nyata, semoga golongan darah saya beneran O ya.
Gawat juga kalau salah, bisa bahaya, hahaha.


Kesimpulan Syarat Dan Biaya Mengurus Perpanjangan SIM C Di SIM Corner Tunjungan Plaza Surabaya


Dari pengalaman saya tersebut, saya buatin kesimpulan aja ya, biar nggak eneg baca cerita saya yang panjangnya kek kereta api itu hahaha.

Mengurus Perpanjangan SIM C Di Tunjungan Plaza Surabaya Pada Masa Pandemi
Mbok ya info ini disebar banyak di media sosial, plus ada admin yang jelasin secara online

Syarat mengurus perpanjangan SIM C di SIM Corner Tunjungan Plaza Surabaya 

  • Jika memang mau mengurus perpanjangan SIM sebelum habis masa berlakunya, harus datang mengambil nomor antrian di lobby TP 1, setiap hari Senin - Kamis pukul 06.30, kuota tiap hari 100 orang, di hari minggu hanya 50 orang.
  • Jika malas datang ambil nomor antrian, datang saja ke SIM Corner di hari terakhir SIM berlaku, tanpa nomor antrianpun akan langsung dilayani.
  • Siapkan foto copy KTP dan SIM, masing-masing minimal 3 lembar, biar aman sih 5 lembar sekalian, di foto lalu di print juga bisa kok, ukuran bebas.
  • Siapkan surat keterangan sehat, bisa dibikin di puskesmas, konon lebih murah tapi antri, atau di klinik terdekat rumah masing-masing, saya urus di klinik daerah Taman Pondok Jati, Sidoarjo biayanya Rp. 45 ribu, kalau tidak sempat, di Tunjungan Plaza juga ada kok, dekatan sama psikotestnya, harganya enggak tahu sih, kayaknya di sekitaran 50 ribu juga (untuk perpanjangan sim C). Masa berlaku surat keterangan sehat bisa 5-7 hari dan bisa dilakukan di berbagai daerah.
  • Siapkan surat lulus psikotest,  di TP 2 juga bisa, nggak tahu ya kalau di tempat lain, setahu saya semua kudu dilakukan di dekat tempat pembuatan SIMnya. Biayanya Rp. 50 ribu untuk perpanjangan SIM C dan Rp. 75 ribu untuk perpanjangan SIM A.
  • Bawa surat keterangan sehat, surat keterangan lulus psikotest, foto copy KTP dan SIM yang diperpanjang masing-masing 1 lembar, serta uang 75 ribu untuk perpanjangan SIM C dan SIM A Rp. 85 ribu ke petugas yang ada di SIM Corner, budayakan antri ya kalau memang ada antrian.
  • Serahkan semua persyaratan yang diminta, bayar biayanya, isi formulirnya, lalu rekam sidik jari kanan kiri jempol dan telunjuk, lalu foto deh.
  • Tunggu nggak sampai 1 menit, jadi deh.  
  
Sebenarnya, kalau udah tahu infonya, mengurus perpanjangan SIM itu khususnya di SIM Corner Tunjungan Plaza amat sangat mudah, dan asyik.
Karena kuotanya terbatas, dan antrian sedikit, nggak ada yang mepet-mepetan, bebas nyuruh petugasnya untuk bersabar pas kita atur pose terbaik dulu.

Meskipun ya hasilnya sama aja mengecewakan, hahahaha.
Ye kan Rey, emang model mukanya udah gitu dari sononya wakakakakak.

Demikianlah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi temans yang membutuhkan dan bete masa kudu ke TP dulu hanya untuk tanya info doang?


Sidoarjo, 2 Agustus 2020


Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : dokumen pribadi

29 comments:

  1. Kenapa pas berat badan malah ditutupi sih mbak, apa beratnya sekitar sekarung beras.πŸ˜‚

    Kemarin aku perpanjangan SIM C juga memang harus ikut tes psikotes mbak. Bayarnya kalo ngga salah 100 ribu lalu di tes dengan beberapa pertanyaan seperti apakah motornya beli cash apa kredit. Kalo kredit sudah lunas atau belum, kalo bayar sering telat apa ngga.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkwkwkkw, itu dah, gara-gara timbangannya rusak *timbangan yang disalahin pokoknya hahaha

      Eh btw masa iya gitu pertanyaannya? :D

      Delete
    2. Waduh, timbangan nya coba bawa ke kang satria dibenerin, mungkin bisa betul lagi, tapi bisa juga timbangan nya dikiloin sama mesin cuci.πŸ˜‚

      Eh ngga ding. Pertanyaan nya tentu yang terkait dengan lalu lintas. Tapi perasaan ngga ada pertanyaan tentang sakit kepala disini.

      Misalnya, apakah anda sering sein kiri tapi belok kanan? 🀣

      Delete
    3. hahahaha, kalau BB berat kita nyalahin timbangan aja biar aman :D

      Loh beda-beda ya pertanyaannya :D

      Delete
    4. Kak... Ini kertasnya a4 apa f4 ya? Aku sih daftar online tapi ga tau ya berlaku ndak ini hahahaa jadi bimbang sebenernya...
      Iyaa aku tlp yg d tp aja ga ada yang angkat...repot...

      Harusnya disediakan soal psikotest tinggal print tinggal bawa buat proses...
      Repot nih hahahaha😒😒😒

      Delete
  2. Mahal juga ya bikin surat keterangan sehat di klinik. Aku seringnya bikin surat keterangan sehat di puskesmas karena harganya lebih murah sekitar lima ribu Rupiah sampai sepuluh ribu Rupiah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaa, setahu saya di Puskesmas memang sekitar 10ribuan, cuman ya antrinya itu loh hihihi

      Delete
  3. Akhirnya berhasil juga ya mbak, tamat sudah drama memperbarui sim nya😁. Saya kirain psikotest itu test untuk lihat kita psikopet atau enggakπŸ˜‚
    Ternnyata mbk Rey emang tinggi ya. Hampir 170 lho. Saya jadi penasaran berapa berat badannya... Hi..hi... Kalau 170 agak gemuk nggak apa-apa lho mbk. Kalau orang desa bilang malah ketok seger awak'e alias kelihatatan seger badannya. Sehat gitu😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh tahu dari mana data tinggi badan say? saya tutup semua itu hahaha.
      Nah iya, kadang juga kalau saya agak turun BBnya, badannya sih asyik bisa make baju lama, tapi mukanya kuyu hahahaha

      Delete
  4. Dulu saat saya test motor tak seribet itu deh
    Sangat praktis sekali, dan cepat pula
    Dan saat perpanjang sim juga tidak sejelimet itu
    Saya juga lebih suka ngurusnya di mal, disana ada petugas tes kesehatan. Paling hanya di ukur tensi darah saja, dan disuruh membayar biaya yang tidak jauh beda dengan diatas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, makin hari makin repot aja meski cuman perpanjangan SIM

      Delete
  5. Waduh, dramatis sekali mbak, perjuangannya itu loh, keren.. Kalau saya sih dulu ga begitu susah ya, btw keren ya, sim yang terbaru, ada kelap-kelipnya

    ReplyDelete
  6. Ya ampun Mbak Rey, gw loh cowok, kalo habis poto sim atau KTP pasti minta ditunjukkin. Kalo jelek gw dengan PD-nya minta diulang, wkwkwkwk.

    Mungkin karna muka gw kaya bocah mahasiswa kali yah, jadi mereka memaklumi kekanak-kanakan gw, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha aku pernah, pas liat hasilnya kurang oke, langsung bilang "pak pak foto lagi foto lagi", foto aja terus.
      pas kecetak yaelahhh muka kenapa keliatan berminyaknya hahaha

      Delete
    2. Wahahahaha saya juga begini, kalau jelek minta ulang sampai saya merasa puas πŸ˜‚ apalagi foto passport karena setiap kali masuk negara orang harus menunjukkan foto passport jadi sebisa mungkin terlihat lumayan πŸ™ˆ

      Delete
    3. Nah iyaaaa... sebenarnya pas di layar saya liat udah bagus, cuman pas dicetak itu loh, astagaaa, kenapa wajah saya jadi aneh? kayaknya tinta cetaknya jelek *nyalahin tinta hahahaha

      Delete
  7. nahh yang kedatangan kedua kali ini nggak terlalu rameee banget ya yang lagi urus SIM. santai banget
    gemess mbak itu sama aplikasi joyo-nya, mungkin niat awal bikin dulu pengen "cari sensasi atau gimana", biar terkesan pelayanan oke ke masyarakat, tapi kalau kayak gini kesannya si app kayak mangkrak gitu yo
    kan enak juga sebenernya kalo bisa daftar daftar via online begini, sekarang semua-muanya dibuat serba smartphone
    biaya bikin surat sehatnya hampir sama kayak biaya minta bikinkan surat sakit dokter buat mbolos hahaha, ya segitu-gitu juga di tempatku mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya Mba Inun, sebenarnya nggak ribet kok, masalahnya infonya sulit kita dapatkan.
      Apalagi aplikasi onlinenya nggak jalan, padahal di masa pandemi gini, penting banget semua serba online

      Delete
  8. Mbak mau nanya, itu di gambar info nomor antrian ambilnya senin dan kamis. Tapi mbak kasi keterangan senin sampai kamis, yg bener yg mana ya mbak? Saya mau urus tapi liat kererangannya kok nomor antrian cuma buka senin dan kamis jam 6.30. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya.
      Saya kemaren juga nggak nanya detail, soalnya nggak pake antri.
      Amannya sih datang hari Senin atau Kamis aja, atau lebih amannya nggak perlu antri, datang pas hari akhir berlakunya SIM :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  9. Gas terus mbak. Wkwkwk
    Ku juga suka kesel sama pelayanan publik yg terkesan bertele2.. Pdhl ya sebenernya bisa lebih praktis kl sistemnya bener ya, apalagi era digital kaya sekarang. Uwww mihil juga diklinik cek kesehatan 45rb pdhl ga ditensi, wkwkwk.
    Eneg juga lah kl suruh bolak balik begitu, untung mbak Rey sabar. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaaa... sekola anak aja daring, lah kok urus hal begituan malah kudu urus manual, kan menyedihkan ya :D

      Delete
  10. Kalo ktp luar kota bisa ga ya di tp?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bisa, cuman KTP Surabaya aja :)

      Delete
    2. Tadi saya tanya bisa biar KTP luar saya juga KTP Banjarmasin kata nya bisa

      Delete
  11. Mb pas tgl 28 itu mb dtng jm brpa ? Kog sepi gitu ? Padahal klo pake nomer antrian sampe 100 nomer, Tes pisikotesnya juga pas hati H tgl 28 itu y mb ? Makasih

    ReplyDelete
  12. Iya,itu sy KTP Blitar..posisi kan kerja di sby..apa bisa ya?tks

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)