Sunday, February 23, 2020

Cinta Laki-Laki Biasa , Feeling So CLBK!

film cinta laki-laki biasa

Sharing By Rey - Film Cinta Laki-Laki Biasa, sudah lama banget saya penasaran ingin nonton, sejak trailernya wara wiri di timeline medsos saya di tahun 2016 lalu (udah lama banget ya), lol.

Bukan karena apanya sih, seperti biasa hanya karena merasa related saja, terutama saat melihat adegannya di proyek pembangunan rumah dan gedung.

Ya kurang lebih samalah dengan alasan saya feeling GR saat nonton drama Korea 'GO Back Couple'
Harap maklum yes temans, si mamak Rey memang baper dan ge ernya raa-rada over, lol.



Review Film Cinta Laki-Laki Biasa


Sebenarnya sudah banyak yang bahas ini di blog masing-masing, tapi rata-rata sih sinopsis saja, saya mau coba review perpaduan dengan sinopsis aja kali ya, biar berfaedah dikit, lol.

Film besutan dari rumah produksi Starvision ini menceritakan kisah dongeng zaman modern, berpadu dengan adegan drama ala Holywood *halah!

 

Adalah Rafli (Deva Mahendra) seorang lulusan D3 Teknik Sipil dan bekerja sebagai kepala mandor di sebuah perusahaan properti.
Meskipun hanya seorang kepala mandor, namun Rafli mengingatkan saya akan diri saya sewaktu bekerja, idealis!



Oke Rey, simpan narsismu! lololol.

Rafli jatuh cinta pada Nania (Velovexia) yang magang di proyek perumahan yang dia awasi, Nania sendiri adalah mahasiswa arsitektur yang merupakan anak bungsu seorang konglomerat, yang mana ketiga kakaknya telah sukses menikahi lelaki-lelaki hebat.

Dengan keyakinan penuh, Rafli dengan percaya diri mengajak Nania taaruf lalu meminangnya.
Nania yang juga jatuh cinta pada Rafli tentu saja menerima ajakan tersebut, meski ditentang oleh semua keluarganya dengan alasan perbedaan ekonomi yang terlalu mencolok.

Mereka lalu hidup bahagia, meski seadanya.
Setidaknya Rafli telah berhasil membuatkan rumah sederhana, yang mereka tempati hingga akhirnya mereka punya 2 anak yang lucu-lucu.

Konflik mendalam muncul, ketika Nania akhirnya kecelakaan mobil dan mengalami masalah fungsi syaraf yang membuatnya tidak bsia berjalan.
Namun berkat bujukan banyak pihak, Nania mau menjalani terapi, hingga akhirnya bisa berjalan kembali.

Sayangnya, meski sudah bisa berjalan, satu masalah masih tersisa, Nania kehilangan memori ingatannya, dia amnesia dan tidak bisa sama sekali mengenali Rafli serta anak-anaknya.
Dia bahkan bertanya-tanya, mengapa dia mau menikah dengan tukang bangunan?


Di akhir cerita, ah.. tonton saja sendiri ah, masa saya bocorin mulu, lol.
Yang jelas happy ending kok!
Ya sama aja dibocorin juga akhirnya, lololol.


Feeling So CLBK menonton Cinta Laki-Laki Biasa


Saya beruraian air mata dong menonton film ini, sejak awal tayangnya, saat Nania masuk ke kantor perusahaan properti tersebut, lalu nyasar di ruangan meeting saat Rafli sedang presentasi memberikan ide buat pembangunan proyek dengan mutu yang bagus namun dengan biaya yang efisien.

review film cinta laki-laki biasa
montasefilm
Sumpah saya merasa CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali.
Jatuh cinta mengenang masa-masa itu, masa-masa berkutat dengan masalah proyek seperti itu, bekerja dengan sepenuh hati dengan tujuan menguntungkan semua pihak.

Perusahaan untung, pihak klien dan konsumen juga untung.
Selalu berusaha memperjuangkan nasib orang kecil, meski jujur nasib saya juga butuh diperjuangkan.
Sejenak saya merasa berada di tubuh Rafli dan menikmati pekerjaan tersebut.

Lalu ada ucapan dari atasannya, yang mirip banget dengan ucapan atasan saya dulu,
"Saya mengerti maksud dan tujuanmu, tapi kita ini bukan perusahaan amal!"
How i miss that moment!

Beberapa adegan yang bikin saya baper dan feeling CLBK dalam film Cinta Laki-Laki Biasa adalah :

1. Adegan foto-foto di proyek


Sumpah itu mengingatkan saya saat ponsel kesayangan saya, dengan merk Lenovo sampai mati ti.. gara-gara saya pakai buat fotoin proyek di tengah panas matahari membara.


Waktu itu saya bekerja di proyek pembangunan rumah mewah, dan sumpah ya, mending kerja di proyek gedung bertingkat ketimbang di proyek rumah, even rumah mewah.

Karena biasanya proyek seperti itu dikuasai mandor, dan jangan deh bayangin mandornya ganteng dan baik kayak Rafli.

Cinta seorang kepala mandor di proyek
wowkeren

Yang ada mah mandornya kebanyakan suka merasa paling hebat, meski semua ilmunya kebanyakan hanya bersumber dari KEBIASAAN.

Karenanya, sewaktu saya visit project, saya sampai rela manjat pakai tangga kayu yang aduhai demi melihat hasil pengecoran atap yang kebanyakan berakhir dengan BOTCHOR alias bocor sodara!
Saking pengecorannya serta pemeliharaan setelah pengecorannya asal.

Di atas deck atap dengan tinggi sekitar 10 meter tersebut, sinar matahari terlalu menyengat, dan sukses membuat ponsel saya panas langsung hang dan mati.
Ketambahan tangan saya ruam karena alergi sinar matahari, hahaha

Meskipun demikian, saya merindukan kembali masa-masa seperti itu.

Meskipun adegan di film tersebut terlihat sangat lebay.
Manalah bisa seorang yang magang ikutan ngaduk semen dengan rambut terurai, makan bareng para tukang, yang ada habis deh tuh cewek kena suit-suitan, lolol.


2. Adegan naik pick up


Ya ampun, tiba-tiba saya kangen berat sama senior saya di tempat bekerja saya terakhir dulu.
Namanya pak Andy, seorang bapak-bapak atau lebih tepatnya dipanggil kakek-kakek yang berusia hampir 70 tahun, namun masih semangat banget dalam bekerja.


Beliau sering banget keliling proyek naik pick up yang sudah usang.
Dan saya sering banget ikutan beliau untuk visit project yang sedang berlangsung.

Sering juga, kalau saya sibuk, beliau berangkat duluan, menjelang siang saya nebeng pak bos naik mobil nyaman, disupirin pak bos, lololol
Lalu ketika ketemu pak Andy tersebut, saya memilih ikut naik pick up yang butut itu tapi nyaman karena kami bebas tertawa-tawa.


Kadang juga kami naik bertiga di depan, saya, pak Andy yang nyetir, dan satu staf lainnya yang menjadi drafter namun sering diajak ke proyek juga.

Sungguh ngangenin!
Kapan ya saya bisa seperti itu lagi?
Kerja di proyek itu berat, tapi ngangenin banget.


3. Adegan Rafli menjual rumahnya demi kesembuhan istrinya


Huhuhu, sungguh saya baper dengan adegan tersebut.
Rumah itu sebenarnya rumah impian Rafli, terpaksa dia jual demi kesembuhan istrinya di mana biaya perawatannya mencapai ratusan juta.

Saya jadi ingat, si pak suami yang sejak dulu sebelum menikah rela melakukan apapun, even menjual barang kesayangannya demi saya.

Kan saya jadi kangen masa itu, huhuhu



Sebenarnya ada banyak sih yang bikin baper, adegan percintaannya pun bikin baper, tapi entahlah si mamak Rey ini lebih fokus ke proyeknya.

Merindukan memakai helm putih tersebut dan memegang buku catatan keliling proyek.
Pura-pura ngitungin besi, padahal action doang, biar pekerja tahunya kalau saya hitung dengan bener, jadi nggak boleh dikorupsi, lolol.

Merindukan masa-masa ketika saya turun dari mobil mewah pak bos, atau pick up butut pak Andy, banyak pekerja yang berwajah sumringah menyambut saya.
Dengan berbagai keluhan siap mereka lontarkan.

Entah mau pinjam duit ke pak bos, hingga minta fasilitas yang urgent buat mereka.
Dengan bayaran mereka melaporkan semua pemakaian bahan dengan efisien, tidak ada satupun yang berani mereka korupsi, even satu batang besi, karena takut ketahuan.

Dududu..
Seandainya mereka tahu, saya itu action saja ngitungnya, apalah saya si mamak yang nggak jago perhitungan, hanya jago pasang wibawa layaknya orang perhitungan bahahahahahaaha.

Ah kangen.
Sudahlah, nanti malah CLBK beneran, terus anak-anak sama siapa coba?

Sidoarjo, 23 Februari 2020

@reyneraea

10 comments:

  1. Jadi menurut dugaaanku karena ada masalah teknik inilah mbak Rey jadi nonton cinta laki-laki biasa, iya kan mbak.

    Memang sih, menonton film yang ada dengan kenangan kita, misalnya dalam film ini ada jurusan teknik maka bisa memicu CLBK, tapi ngga apa-apa kok. Ngga apa-apa kok menurutku.

    Yang penting jangan CLBK, cakar-cakaran lama belum kelar...😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakaka, iyaaa, yang menarik itu ya adegan kerja di proyeknya itu bikin saya merasa CLBK ama kerja di proyek hahahaha

      Delete
  2. Baru nonton seperempat di youtube karena panasaran atau apa ya...sudah di panggil teman teman main bilyard wkkk...kata mereka eh kurang kerjaan kamu...padahal panasaran juga. Bisa di cicil nontonnya sampai 3-4x nanti mau tidurlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, masa asyik nonton di potong-potong? :D

      Delete
  3. duuh jd pengin nonton filmnya nih, siapa tahu bisa clbk ehehehe

    ReplyDelete
  4. Filmnya pasti keren nonton ah? Tapi jujur CLbk di profesi yang sama bikin perang dunia ke empat, bukan perang sama laki - lakinya tapi perang sama atasanya itu yang kualami.

    ReplyDelete
  5. Fokus pada kehidupan Mbak Rey zaman masih kerja di lapangan, ternyata harus kuat dan berani karena kerjaan gitu teknik banget. Macho pula dunianya. Butuh mental yang kuat jika ngadepin rekan kerja lelaki, soalnya yang kebanyakan harus mengandalkan otot di luar ruangan itu lebih berat beban kerjanya
    Secara fisik dan psikis mereka rentan lelah. Jadi ingat suami sendiri yang laden bangunan. Di musim panas harus rela dipanggang terik matahari berjam-jam sambil ngaduk adonan semen dan pasir lalu mondar-mandir bawa ember ke tukang secara sistematis dari pagi sampai sore.

    Saya merasa rada ansurd jika nonton adegan gadis cantik dengan rambut panjang tergerai kumpul bersama pekerja bangunan sambil makan bareng. barangkali adegan itu harus ada agar bisa mengesankan penonton, he he. Manusiawi dan idealis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhaha, justru aslinya enak Mbaaa.. para lelaki itu biasanya nggak tega ama saya.
      Semua dibantuin, masalahnya adalah, saya sulit percaya orang kalau diperintah ama boss, harus saya lakukan sendiri biar yakin :D

      Kalau ngaduk semen dan semacamnya itu, dulu pas STM, saya pernah ngerjaka semuanya kok, ngaduk semen, bengkokin besi, nyusun bata, pasang atap hahahaa

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)