Saturday, January 20, 2018

Karya Tulis Pertama Darrell Di Kegiatan RJ (Raudlatul Jannah) Menulis.


Assalamu'alaikum :)

Beberapa hari lalu, ketika Darrell pulang sekolah, di tangannya memegang sebuah lembaran kertas folio.
Dengan santai dia menyerahkan kertas itu pada saya sambil mengatakan bahwa tulisan itu harus diketik dan dikumpulkan ke sekolah lagi.

Dengan santai pula, sambil menggendong adek, saya pun meraih kertas tersebut dan membacanya. Tentu saja tulisan pertama yang saya baca adalah kertas kecil yang ada di atas kertas folio.
Kertas tersebut berisi semacam note yang diketik.

Dan saya pun terkejut..
Terkejut plus terharu..
Terharu plus ingin mengeluarkan air mata .. *halah :D

Ternyata, kertas itu adalah karya Darrell dalam mengikuti lomba kegiatan RJ Menulis yang pelaksanaannya bahkan saya sudah lupa.
Sejak adiknya lahir, perhatian saya benar-benar terpecah belah, gak bisa lagi fokus mengurusin Darrell seperti dulu.


Daftar Oriflame? WA saja di 0878 5519 0482
Saya pun mengorek-ngorek keterangan, bagaimana sampai dia bisa menang dan masuk 10 besar?
Dia jadinya urutan ke berapa (emak-emak emang kepoohh!)

Katanya sih, dia menang soalnya dia mampu menulis ulang cerita yang dia dengarkan hingga penuh 1 halaman kertas folio, sedang teman yang lain hanya mampu menulis sampai 1/2 bahkan 1/4 halaman saja.
Sayang dia gak ingat berada di urutan berapa tepatnya karyanya, sepertinya kalau dia gak salah ingat dia berada di posisi ke 4 (heran deh, masih kecil udah pikun, atau lebih tepatnya susah fokus kalau dikasih tau, hiks)

Saya juga kepo, gimana cara dia menulis? apa dia karang atau gimana?
Ternyata katanya, mereka awalnya diminta mendengarkan sebuah cerita melalui suara saja, setelah itu mereka diminta menulis ulang cerita tersebut sesuai daya ingat dan gaya bahasa masing-masing.

Dan jadilah karya si kakak Darrell dengan bahasa khasnya yang bikin saya ngakak maksimal saat membantunya mengedit hasil ketikannya (saya meminta dia mengetik sendiri hasil karyanya agar lebih mahir menggunakan ketikan komputer)

Ini dia hasil karyanya yang sudah saya edit tata penulisannya, tanpa mengurangi kata-kata yang di tuliskan di kertasnya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kisah Tiga Bersaudara
Oleh : Darrell

Saat itu, ibu memanggil tiga yang bernama Lala, Sisi dan Dudu.

Mereka senang sekali karena Lala mendapatkan buah apel.
Kalau Sisi mendapatkan susu dari sapi, dan kalau Dudu mendapatkan roti gandum.

Tapi mereka saja tidak mau berbagi.

Ibu memanggil seperti ini : “Lala, seharusnya kamu berbagi”, kata ibunya.
“Gak mau ah, nanti kalau aku keluar, nanti bisa diminta”.

Kemudian di rumah Sisi.
“Sisi, seharusnya kamu berbagi”, kata ibunya.
“Gak mau ah, nanti bisa di minta”

Kemudian di rumah Dudu.
“Dudu, seharusnya kamu berbagi”, kata ibunya.
“Gak mau ah, nanti kalau aku bisa diminta.

Kemudian pas di hari Minggu.
“A-aku kebanyakan membawa apel lihat nih, ih banyak ulatnya, ih gimana? Aha! kan kemarin aku sudah dipesan sama ibuku”
Setelah itu Lala menyiapkan keranjang yang banyak sekali.

Kemudian di rumah Sisi, “aduh, gimana nih? Aha! Kan kemarin aku kan sudah dipesan sama ibuku”.
Kemudian Sisi menyiapkan gelas.

Kemudian di rumah Dudu, “aduh gimana nih? Aku tidak bisa menghabiskan roti gandumku, di atas ada burung, aduh gimana nih? Aha! Kan kemarin aku sudah dipesan sama ibuku”

Kemudian Dudu menyiapkan tas yang sangat besar.

Kemudian mereka bertemu di dalam perjalanan.
“Ih kalian mau ke mana sih? Kok banyak sekali?” katanya Lala.
“Ih kalian juga banyak, mau ke mana sih?” katanya Sisi.
“Kalian juga banyak, itu lihat itu”

Kemudian, ibunya melihat,
“Alhamdulillah, lihat itu!”.
“Waw, mereka sudah berbagi, kenapa ya?”.
“Mungkin mereka mendengarkan pesan kita”.                                                                   
“Apa itu benar?”

Kemudian setelah itu pas di sore hari.
“Assalamu’alaikum”
“Wa alaikum salam, pasti Lala sudah berbagi” kata ibunya.
“Kok ibu tahu? Benar” jawab Lala.

Kemudian di rumah Sisi.
“Assalamu’alaikum”
“Wa alaikum salam, nah Sisi sudah berbagi” kata ibunya
“Kok ibu tahu?”

-TAMAT-

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke, boleh kok ngakak guling-guling membaca kata-katanya, namun gak akan mengurangi kebanggaan maminya sama sekali.
Terharu banget...!!!

Setelah beberapa lama saya bingung mencari apa sih bakat dari Darrell?
Olahraga? haduh lemes!
Melukis? gak rapi sama sekali, bahkan dikatakan abstrakpun gak bisa hehehe
Mewarnai? kacau dan gak ada rapi-rapinya sama sekali..
Menyanyi? suaranya 11 12 ama maminya.. Cem to the Preng

T__________T

Waktu Playgroup dan TK sih dia suka ikut kegiatan menari, tapi gak jago-jago amat.

Dengan kemenangan dia di kegiatan menulis, paling enggak ada bayangan buat saya, ke mana sebenarnya bakatnya.
Sepertinya dia mewarisi minat dan bakat maminya.

Dia suka membaca dan mulai bisa menulis!

Saya..
Sangaaaaaaattttt suka membaca (dulu sewaktu kecil), saking sukanya dan ortu saya gak bisa membelikan buku bacaan, saya selalu kalap saat melihat ada kertas nganggur yang ada tulisannya di pinggir jalan, gak peduli itu kertas bekas bungkus gorengan hehehe.

Saya menghabiskan SD saya dengan membaca apa saja yang saya temui, entah buku cerita ringan maupun buku yang bahasannya berat.

Ketika SMP saya menghabiskan waktu saya dengan membaca novel-novel pendekar dan juga novel percintaan. Saya mendapatkan semua itu dari pinjaman dokter yang rumahnya memang bertetangga dengan kami. Juga dari pinjaman kakak sepupu saya, Lian.

Di perpustakaan sekolahpun saya gak pernah absen meminjam buku, semua karya-karya roman atau apalah (lupa saya), dari Siti Nurbaya, Salah Asuhan dll saya habiskan di baca bahkan hingga berulang kali. Semua hobi saya itu sukses membuat nilai pelajaran sekolah saya turun drastis dan kena hukuman di pukul bapak hiks...

Sekarang, saya melihat hobi saya itu di anak saya, Darrell, dia begitu kutu buku banget oleh buku cerita baru, tiap ada buku baru dijamin meski gelap-gelapan pun dia rela membacanya, sampai-sampai matanya mulai sering dikucek-kucek karena sakit kayaknya.

Sayang hobi Darrell tentang membaca tidak separah saya, atau mungkin karena dia hidup di zaman masa kini, di mana banyak saingan hal menyenangkan selain membaca.
Ada gadget, nonton TV dll.

Tentang mengarang, sayapun sering mendapatkan nilai bagus untuk pelajaran mengarang.
Selalu excited jika ada tugas mengarang, sampai-sampai terbawa hingga dewasa dan bekerja.
Saat membuat laporan pekerjaan dan mentok datanya, keluarlah jurung mengarang indah saya, hahahaha..

Semoga Darrell gak salah pilih sekolah dalam mendalami minat bakatnya, agar bisa bekerja dengan hobi yang dibayar.
Karena tak ada pekerjaan yang asyik di dunia ini selain hobi yang dibayar.

Semoga berkah anakku sayang.

TPJ AV - 19 Januari 2018

Love

Mami Darrell
Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...