Covid-19 Dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Ibu Rumah Tangga

pengaruh covid-19 bagi ibu rumah tangga

Sharing By Rey - Covid-19 masih saja bercokol di negara kita tercinta ini, bahkan di seluruh dunia.

Dan sejak masuknya ke Indonesia di awal Maret 2020 lalu, sungguh sangat berpengaruh terhadap banyak orang, pun juga saya termasuk di dalamnya.



Secara global, dampak dari Covid-19 yang mengakibatkan pandemi ini sangat berpengaruh terhadap banyak bidang, dan yang paling terdampak adalah ekonomi.

Dan secara lingkup lebih kecil, seperti di rumah, seorang ibu rumah tangga seperti saya, ikut merasakan banyak pengaruh yang ditimbulkan dari Covid-19.

Dan bukan hanya pengaruh negatif, pun juga ada pengaruh negatifnya.
Dan jika dirangkum, pengaruh-pengaruh tersebut adalah seperti di bawah ini.


Pengaruh Positif Dari Covid-19 Terhadap Ibu Rumah Tangga


1. Jadi lebih hitech


Seperti yang kita ketahui, sejak merebaknya Covid-19, oleh pemerintah diambillah langkah preventif guna mencegah semakin meluasnya virus corona yang menyebabkan Covid-19


Salah satunya adalah, dengan memerintahkan agar banyak yang di rumah saja, baik bekerja maupun belajar dari rumah.
Hal tersebut membuat anak-anak jadi harus belajar dari rumah dengan mengandalkan teknologi.

Yang jadi masalah, ternyata tidak semua ibu rumah tangga familier dengan segala macam teknologi yang digunakan, seperti google classroom dari saat mendaftar hingga pengoperasiannya.
Atau aplikasi zoom yang kadang digunakan untuk saling bertegur sapa secara live di video.

Si kakak sendiri, setiap harinya menggunakan google classroom dalam menerima materi pelajaran dan menyetor jawabannya.
Serta sekali seminggu di hari Sabtu, mereka bisa live saling bertegu sapa dengan ustadz/ah serta teman-temannya melalui Zoom.

Dan selama beberapa minggu pertama, WAG khusus penghubung wali kelas dengan wali murid heboh, karena banyak wali murid, yang mayoritas ibu-ibu kebingungan meng-support anak-anak dalam mengerjakan tugasnya.

Namun seiring waktu, berkat saling sharing satu sama lainnya, akhirnya semua jadi lebih mahir menggunakan google clasroom dan lainnya, serta bisa memecahkan masalah yang terjadi saat sedang menggunakan teknologi yang mungkin sebelumnya tidak pernah digunakan sama sekali.

Yup, akhirnya karena Covid-19, banyak ibu yang awalnya sedikit gaptek, jadi lebih hitech (sebutan asal saya untuk kebalikan dari gaptek, lol).


2. Jadi lebih pandai dengan ilmu pengetahuan


Selain jadi lebih nggak gaptek lagi, banyak ibu yang seolah kembali sekolah.
Tergantung anaknya sekolah apa, jika memang anaknya sekolah SD, maka sang ibu seolah kembali sekolah di SD, dan takjub dengan pelajaran masa kini, di mana SD di zaman dahulu sama sekali berbeda dengan zaman dulu.

Dan meskipun awalnya kesal dengan semua materi pelajaran anak, seiring waktu, mau nggak mau para ibu akhirnya harus bisa menyesuaikan diri dengan semua pelajaran tersebut, dan akhirnya memang bisa juga terlewati.

Dan yup, para ibu khususnya, akan jadi lebih pandai dengan semua ilmu pengetahuan dasar, yang telah lama terlupakan oleh waktu dan kesibukan.


3. Jadi lebih pandai mengaji


Di beberapa sekolah, khususnya sekolah Islam, setiap harinya diadakan kegiatan mengaji.
Dengan adanya learn from home, kegiatan tersebut tentu saja tidak boleh terputus.

Karenanya, sama seperti pelajaran sekolah, para ibupun, khususnya, harus bisa mengawasi sekalian menjadi asisten guru/ustadz/ah bagi anaknya.
Dan untuk itu, mau tidak mau sang ibu juga kudu mengerti apa yang diajarkannya, termasuk dengan hafalannya.

Jadi, tidak diragukan lagi, para ibu akan jadi lebih pandai mengaji bahkan ngeh beberapa hafalan yang anaknya hafalkan.


4. Jadi lebih pandai berkreasi


Untuk beberapa sekolah, khususnya sekolah swasta, selama learn from home justru lebih banyak berkreasi daripada materi menulis dan semacamnya.


Matematika misalnya, mereka malah diminta bikin kreasi dari kertas sesuai materi yang diajarkan.
Hal tersebut membuat para ibu jadi lebih kreatif, meskipun juga harus menahan diri, agar semua hal tersebut dikerjakan oleh anak, dan para ibu hanya support dengan membantu sedikit.

Karenanya, karena covid-19 para ibu jadi lebih kreatif dikarenakan tugas dari sekolah anaknya.


5. Jadi lebih pandai memasak


Anak-anak di rumah seharian? means ibu di dapur melulu seharian.
Karena sejak pagi anak-anak selalu merasa lapar, terpaksa ibu harus berjuang keras memikirkan masakan dan camilan apa yang bisa dikonsumsi oleh sang anak.

Dan karenanya, hampir semua ibu jadi punya ilmu tambahan dalam memasak, saking seringnya berada di dapur sepanjang hari.


6. Jadi lebih mustitasking


Jangankan saat learn from home karena covid-19, bahkan jauh sebelumnya seorang ibu harus jago multitasking agar semua kerjaan termasuk mengasuh anak bisa ditangani.

Ditambah harus menjadi guru dan koki over time buat keluarga, dijamin multitasking-nya kudu dinaikan lebih hebat lagi.

Bukan hanya multitasking untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah, akan tetapi juga multitasking untuk kewarasan mental seorang ibu.


Pengaruh Negatif Dari Covid-19 Terhadap Ibu Rumah Tangga


Bukan hanya pengaruh positif buat ibu rumah tangga, khususnya.
Pengaruh negatifpun ada, meskipun mungkin tidak sebanyak pengaruh negatifnya, di antaranya:


1. Tekanan darah sedikit melonjak


Oke baiklah, tidak sedikit sih, kadang juga melonjak banget, lololol.
Ye kan, khususnya buat ibu-ibu beranak lebih dari satu seperti saya.


Anak-anak berkumpul setiap saat di rumah itu berarti...
TERIAKAN!
JERITAN!
TANGISAN!
Nyaris setiap saat.

Masha Allah...
Terlebih untuk saya, si anak nomor 2 itu kalau nangis, lengkingannya bisa beroktaf-oktaf, sumpah ya, gendang telinga saya kayaknya udah semakin sobek aja dengar jeritannya.

Alhasil, tidak jarang saya malah ikutan teriak agar si adik menurunkan oktaf lengkingannya.
Sebelum kami dilemparin tetangga yang mungkin ikut terganggu oleh lengkingan si adik.

Sumpah ya, kadang saya rasa darah di otak itu rada mendidih karena kudu mendengar hal tersebut setiap hari.
Karenanya, saya kudu siapin es batu.
Kalau udah emosi, melipir saja ke dapur minum air es biar dingin, lololol.


2. Berat badan sedikit melonjak


Selain minum air es (sesuatu yang jarang saya lakukan, karena biasanya saya minum air hangat), ngemil adalah pelarian sempurna mengatasi kewarasan di rumah terus karena covid-19 ini.

Ditambah sering masak dan kadang stock jajanan, jadilah multitasking tangan dalam memasukan makanan ke mulut juga ikutan lihai.

Hasilnya?
Saat beberapa orang mulai mengeluh berat badannya sedikit naik, saya santai saja karena merasa sudah terlalu capek sampai nggak mungkin jadi gendut.

Dan setelah saya memakai pakaian yang jarang saya pakai, barulah saya sadar.
Etdaaahh, kagak muat dong, lol.

Iya, berat badan saya ternyata juga ikut sedikit (mungkin banyak) melonjak naik.


3. Tampang sedikit awut-awutan


Yang ini sih saya ya, nggak tahu kalau ibu lainnya.
Sejak anak-anak selalu di rumah, saya bersyukur masih bisa punya waktu mandi, meski diselingi backsound lengkingan si adik.

Akan tetapi hanya sebatas mandi dan pakai deodorant, bahkan sisiran saja jarang ingatnya.
Muka cuman pakai tender care di bibir doang, soalnya kalau nggak pakai, keringnya sampai terkelupas.

Itu saja.
Dan begitulah, mau habis mandi pun penampilannya nyaris sama kayak belum mandi, awut-awutan, untung saja nggak bau, hahaha.


Demikianlah pengaruh Covid-19 bagi kehidupan ibu rumah tangga, khususnya saya.
Kalau temans lainnya, ada yang sama nggak?
Share yuk :)

(oh ya, untuk 30 harian ke depan saya ikutan challenge dari Blogger Perempuan Network untuk menulis setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan, karenanya mungkin saya jarang menuliskan sesuai tema harian blog ini.

Tapi setidaknya, saya akan coba mengolah tema tersebut sehingga mungkin bisa sama.
Harap maklum ya temans..)


Sidoarjo, 21 April 2020

Reyne Raea untuk #BPNRamadan2020

Sumber : Opini dan pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

14 komentar :

  1. dengan adanya covid, adikku sering berada di rumah dan kalo pas saatnya ku WFH bakalan sering dengerin orang rumah teriak teriak, nggak enaknya kalo pas telponan sama orang kantor trus memes teriak duhh suaranya otomatis masuk ke telpon, pernah ngomong "pitik pitik" (ayam) ke adikku, hyaa kan yang dengerin orang kantor, mungkin pikirnya "ibuknya mbak inun ini ngamuk ngamuk terus" hahaha

    BalasHapus
  2. Pengaruh negatif ini nih yang belum tahu harus menyikapi selain tekanan darah, tekanan ekonomi juga...usaha online ikut down

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, tekanan ekonomi menambah tekanan darah hahahaha

      Hapus
  3. Pengaruh COVID yang paling berasa untuk saya jadi nggak ada jam kerja yang jelas mba :)) karena sekarang kalau mau kerja from home, dipengaruhi oleh berbagai faktor dari mulai kecepatan internet (dari pihak saya atau team), dan faktor lainnya -- :""D

    Tapi saya akui, saya jadi lebih tau soal teknologi seperti poin yang mba jabarkan di atas hehehe karena dulu mana pernah kepikiran untuk kerja pakai videocall (malas juga sebenarnya) tapi karena keadaan akhirnya mau nggak mau membiasakan :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya ya, jadinya kita mau nggak mau kudu ngulik dan akhirnya jadi tahu :D
      Nah bener nih sinyal itu bikin bete :D

      Hapus
  4. Karena kebetulan aku memang SAHM, sebenarnya nggak ada yang perubahan yang drastis. Enaknya aku nggak perlu bangun pagi-pagi untuk nyiapin bekal anak atau suami, karena semuanya makan di rumah hihi. Cuma udah sebulan ini anakku mulai bertanya-tanya kenapa kok dia nggak sekolah, kenapa ketemu gurunya lewat online, kenapa harus pake masker dll. Kasian juga sih pasti dia kangen ketemu teman-teman dan ingin main di luar ya ):

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya itu yang asyiknya, nggak terburu-buru di pagi hari ya :D
      Dan lama-lama anak juga jadi kangen sekolah :D

      Hapus
  5. yang berat badan naik itu bener banget sih hahaha, sayapun jadi sering ngemil, apapun saya makanin. yang tadinya ada waffer dikulkas jarang dimakan, semenjak #Dirumahaja jadi sering nyari makanan dikulkas hehehe.

    BalasHapus
  6. Saya awut-awutan terus deh kayaknya, ga ada wabah pun, ahahaha. Tapi surprisingly saya merasa lebih sedikit ngemilnya belakangan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahahahaha, kalau saya soalnya dulu sering foto produk sih, jadinya lebih sering dandan, awut-awutannya agak jarang wahahahaha

      Hapus
  7. nah, nah, kalo diliat-liat lebih banyak dampak positifnya ya kalo anak-anak learning from home.. yang penting sabar-sabar aja mbaa.. wekekek..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa iyaaa.. sabaaarrr biar subuuurrrr ... rezekinya maksudnya , aamiin :D

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)