Thursday, May 10, 2018

Pengalaman Double Debit Saat Belanja Dengan Menggunakan Kartu Debit Mandiri di Giant Waru, Sidoarjo


Assalamu'alaikum :)

Bagi orang yang sangat benci antri seperti saya, berurusan dengan pelayanan Bank adalah suatu hal yang paling saya hindari, terlebih di saat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan karena saya punya bayi dan gak bisa keluyuran seenaknya diluar.

Jadinya, saat Minggu, 06/05 lalu saya belanja bulanan di Giant Waru dan akhirnya harus mengalami double debit oleh kasir, saya benar-benar pengen jambak si kasir hahaha.


Daftar Oriflame
Ceritanya, Minggu kemarin saya berencana menghadiri Acara Diva Beauty Fest di Grand City. Karena acaranya di mulai agak siang, saya memutuskan untuk mampir dulu sejenak belanja bulanan yang masih kurang kami beli.
Dengan kondisi saya flu berat, dan ternyata hari Minggu pagi Giant Waru tuh gak asyik banget karena berisik ada 2 acara sekaligus yang mana MCnya rame bener.

Sayapun mengajak suami untuk gak perlu lama-lama belanjanya.
Ketika sampai di kasir, ada antrian yang agak panjang dan saya memutuskan memberikan ATM Mandiri saya ke suami untuk beliau gunakan membayar belanjaan kami.
Sedang saya beserta kedua krucil segera keluar dari dalam Giant dan mencari tempat yang sedikit tenang sambil menunggu si suami yang antri di kasir.

Sekitar setengah jam kami menunggu, suamipun datang lalu memberikan kartu ATM beserta struk belanjaan dan mengatakan kalau tadi ATMnya sempat digesek 2 kali karena yang pertama gagal, beliau juga menyarankan saya mengecek saldo.
Gegara saya memang parno akan double debit seperti itu dan sudah pernah kejadian membayar double di sebuah Alfamidi daerah Klampis Surabaya tahun lalu, saya segera buka aplikasi Mandiri Online untuk mengecek transaksi terakhir.
Dan benar saja, ada transaksi double yang terjadi barusan, dan itu adalah transaksi dari kasir Giant tersebut.

Kesal deh saya, maklum lah saya emak baper dan kadang lebay, terlebih lagi gak fit plus belum makan pula, langsung merengut dan sedikit ngomel sehingga suami langsung segera ke bagian informasi meminta pertanggung jawaban pihak Giant.
Sayapun juga ikut mengekor dan ikutan protes saat pihak Giant mengatakan untuk bersabar dan menunggu 2 kali 24 jam, jika saldo tidak kembali, bisa diurus ke bank untuk mengeprint buku tabungan.

Saya langsung... WHAT???? Berani bayar saya berapa sampai nyuruh saya bolak balik ke bank? emang saya gak ada kerjaan lain gitu? emang situ mau jagain dan nyusuin anak saya bentar selagi saya antri di bank?.. KZL!
Suami yang sudah tau tabiat saya, akhirnya ikutan ngotot, pokoknya minta agar kami gak mau bolak balik ke Giant terlebih ke bank, itu kan murni kesalahan Giant.
Mau masalah gak ada sinyal atau apa kek sehingga mesinnya eror, jangan malah balikin masalah tersebut ke konsumen deh.

Langsung deh heboh petugasnya, dari anak buah manggil supervisor, dari supervisor manggil atasannya lagi. Suami tetep ngotot minta uang dibalikin, orang sudah ada buktinya ke debit kok melalui aplikasi Mandiri online, dan pihak Giant yang memang sudah ada prosedur tidak bisa semudah itu mengeluarkan uang cash buat menggantikan uang konsumen jadi kebingungan sendiri.

Namun satu hal yang saya benar-benar salut, para petugasnya baik supervisor maupun atasannya SABAAARR luar biasa, sama sekali gak terpancing emosi padahal suami ngotot dan saya juga ikutan ngotot sampai mau nangis hahaha.
Akhirnya, karena melihat kesabaran mereka, saya memutuskan mencari solusi secara baik dan menguntungkan kedua belah pihak.

Ternyata, menurut petugasnya, kejadian tersebut memang kadang terjadi, biasanya karena hal yang sama sekali diluar kekuasaan pihak Giant, misalnya masalah sinyal dan sistem.
Saya langsung menyela, "Lah kalau sudah tau ada masalah tersebut, ciptain solusi dengan prosedur yang lebih memudahkan dong, jangan pasrah saja minta konsumen mengerti, emang mau gitu kalau konsumen minta Giant mengerti dengan menurunkan semua harga barangnya?" hahaha.

Si petugasnya dengan sabar menjelaskan, bahwa karena masalah tersebut, biasanya setiap 3 kali seminggu petugas bank Mandiri datang ke Giant untuk mengecek dan memperbaiki segala sesuatunya, dan sang petugas meminta kesediaan kami untuk bersabar menunggu maksimal 2 hari untuk mereka selesaikan masalah tersebut, dan berjanji gak akan memaksa kami bolak balik ke bank atau datang ke Giant.

Sang petugas juga meminta alamat kami, jika memang tidak bisa ditransfer, maka akan dikembalikan secara cash ke rumah.
Sempat terpikir untuk mengerjain sang petugas dengan mengatakan rumah kami di Sulawesi, biar mereka sowan ke sana hahaha, tapi kami sudah kelaparan dan gak ada tenaga buat ngerjain hihihi.

Karena memang gak ada yang bisa kami perbuat, kamipun menuruti selama kami gak perlu mondar mandir repot karena masalah tersebut, kami hanya meminta nomor petugasnya, dan memberikan nomor kami serta nomor rekening saya yang terdebit 2 kali tersebut.
Dan Alhamdulillah... pada hari Senin, 07/05 saldo saya sudah balik seperti semula.
Pihak Giant menelpon suami mengabarkan bahwa sudah ditransfer balik.
Saya cek ternyata benar, namun gak ada keterangan transfer balik, hanya saja transaksi double pada hari Minggu tersebut hilang. Gak tau diapain ama pihak bank Mandiri, yang penting mah saldo saya balik hihihi.
Lupa nanya nama si ibu yang berkerudung kuning, yang sudah sabar banget dengar keluhan kami

Si bapak berbaju biru ini juga baik banget, sama sekali gak kepancing emosi menghadapi kami

Terimakasih deh pada bapak dan ibu petugas Giant Waru yang amat sangat SABAAARRR banget melayani pelanggan, semoga bapak dan ibu selalu diberkahi oleh Allah dengan rezeki yang berlimpah atas sikapnya yang bekerja pakai hati.

Untuk kejadian tersebut, saya pun iseng Googling dan menemukan banyak banget kejadian double debit, most adalah pengguna kartu debit Mandiri.
Bahkan parahnya lagi, ada yang gak sadar kalau kena double debit, tau-tau saldonya berkurang banyak dan terheran-heran lalu ke bank mengeprint buku tabungannya barulah tau kalau ada double debit. Jika kejadiannya sudah lama, dijamin semakin sulit juga untuk mengurus hal tersebut.

Untuk itu, saya ingin berbagi tips agar hal-hal yang merugikan dari kejadian double debit gak terjadi pada banyak orang.

Selalu bekali diri dengan aplikasi mobile banking dari kartu debit yang kita punya.

 Sering terjadi, mesin gesek atau EDC kasir bermasalah, padahal kita sudah masukan PIN. Biasanya sang kasir bakal mengeprint transaksi sebelumnya, dan jika laporannya bukan senilai transaksi kita, sang kasir bakal mengulang gesekan dan meminta kita untuk memasukan PIN lagi.

Saat terjadi seperti itu, usahakan jangan mengiyakan keinginan kasir, tapi cek dulu saldo atau transaksi di mobile banking, jika transaksi sudah terdebit, sebaiknya jangan mau memasukan PIN lagi.

Jika tidak punya aplikasi mobile banking, usahakan segera cek saldo atau transaksi ke ATM sesudahnya


 Jika terjadi hal yang mengharuskan kita untuk memasukan 2 kali PIN, maka sesudahnya segeralah menuju ATM untuk mengecek saldo atau transaksi terakhir, jangan ditunda agar bisa segera diselesaikan dengan manajemen, dan struknya pun belum hilang.

Sebelum memutuskan menggunakan kartu debit, sebaiknya tanyakan pada kasir terlebih dahulu, apakah mesinnya bermasalah atau tidak

Meskipun kesalahan mesin EDC tidak melulu masalah sinyal, namun tidak ada salahnya menanyakan hal tersebut pada kasir, jika sebelumnya ada masalah, si kasir biasanya menyarankan untuk memakai kartu yang tidak bermasalah di mesin EDC.

Segera temui pihak manajemen toko untuk penyelesaian, sebaiknya minta mereka yang bertanggung jawab.


Tidak jarang terjadi, untuk kasus seperti ini pihak toko malah lepas tangan dan meminta konsumen menunggu 2 kali 24 jam bahkan lebih, seperti kasus saya yang double pembayaran di sebuah Alfa Midi di daerah Klampis Surabaya beberapa bulan lalu.
Sang kasir tidak mau menghadapi masalahnya malah sibuk mencari pembenaran diri dan meminta saya menunggu 2 kali 24 jam, alhasil sampai beberapa purnama juga uang tersebut gak balik-balik, secara logika saja itu kan urusan toko sama bank.
Kita sebagai konsumen hanyalah pihak ketiga.

Sebaiknya cari atasannya dan minta solusi yang saling menguntungkan, minimal minta mereka mengurusi ke bank dan pembayarannya by transfer saja tidak perlu bolak balik ke toko, iya kalau rumah kita dekat, kalau tokonya jauh banget dari rumah gimana?

Semoga ke depannya, semua toko dan tenant yang menggunakan sistem pembayaran via debit bisa berbenah diri, minimal buat prosedur yang memudahkan konsumen saat terjadi masalah double debit.
Karena zaman sekarang pemerintah juga sedang menggalakkan cash less atau e-money, seharusnyalah diimbangi dengan fasilitas dan prosedur yang sama-sama menguntungkan baik konsumen maupun produsen.

Ada yang punya pengalaman serupa?
Share di komen yuk :)

Semoga manfaat :)

TPJ AV - 10 Mei 2018

Love





2 comments:

  1. suami sy jg ngalamin kejadian pke debit mandiri wktu belanja di sport station dan kasirnya nyebelin :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau lewat kasir gitu mba, saya kemarin untungnya dilayani oleh supervisor dan managernya :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...