Wednesday, May 02, 2018

Mengenal A hingga Z Tentang ASI (Air Susu Ibu)



Assalamu'alaikum :)

Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, bahwa Sabtu lalu Orami Parenting Club mengadakan bazar dan talkshow Parenting, salah satunya adalah membahas tentang A - Z ASI (air susu ibu) yang dijabarkan secara lengkap oleh dr. Stephani Dwiastuti, Sp.A. Salah satu dokter spesialis anak dari RS Mitra Keluarga Satelit Indah, Surabaya.


Daftar Oriflame


Menyusui Itu Penting Bagi Seorang Ibu!


"Cow's milk is best for calves, Mother's milk is best for babies"

Kalimat tersebut sering saya jumpai di puskesmas, namun ditulis dalam bahasa Indonesia.

Awalnya saya hanya tersenyum meringis saat membacanya saat sedang hamil, namun setelah melahirkan dan Alhamdulillah bisa memberikan ASI ekslusif buat si bayi, saya jadi mengerti betapa tulisan tersebut benar adanya.
Terlebih, karena anak pertama saya menggunakan susu formula, saya jadi bisa membedakan ASI dengan susu formula secara langsung.

Ada beberapa kelebihan ASI yang tidak dimiliki oleh susu lainnya :
  • Zat-zat gizi yang lengkap.
  • Steril dengan suhu yang optimal dan pas.
  • Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.
  • Tidak ada resiko alergi sama sekali. Kalaupun ditemukan kasus bayi alergi karena minum ASI, periksa apa yang telah dimakan ibunya, bisa jadi anak alergi terhadap makanan yang dimakan oleh ibunya.
  • Melindungi terhadap infeksi, di mana sel darah putih ibu membentuk antibodi kemudian sebagian sel darah putih tersebut menuju ke payudara dan membentuk antibodi yang dikeluarkan ke ASI untuk melindungi bayi.

Sedangkan kegiatan menyusui sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi seperti :
  • Membantu bonding antara ibu dan bayi serta bisa membantu perkembangan bayi.
  • Bisa menjadi KB alami dengan beberapa syarat, namun sebaiknya tidak bisa hanya bergantung pada menyusui, gunakan kontrasepsi agar lebih aman.
  • Melindungi kesehatan ibu, seperti mencegah terjadinya kanker payudara.

3 Tahapan Penting Dalam Pemberian ASI


1. Persiapan Menyusui.

Agar bisa memberikan ASI sedini mungkin kepada bayi, sebaiknya lakukan perawatan payudara sejak usia kehamilan 7-8 bulan.
Namun jangan lupa memperhatikan masalah dalam kehamilan, karena perawatan payudara kadang memicu kontraksi pada rahim yang dapat menyebabkan kelahiran dini.

2. Cara Menyusui.

Sukses tidaknya menyusui dipengaruhi juga oleh cara menyusui. Sebaiknya cari posisi yang nyaman bagi ibu dan menyusui secara bergantian pada setiap payudara.

3. Lama Menyusui.

Untuk waktu menyusui sebaiknya diatur sedemikian rupa sesuai usia bayi.
Pada hari 1-3, menyusui lah selama 4-5 menit setiap payudara.
Pada hari ke 4 dan seterusnya, menyusui selama 10-15 menit setiap payudara.
Dan maksimal lama menyusui 1 payudara  adalah 20 menit, selanjutnya gantilah dengan payudara bagian lainnya.


Prolaktin, Oksitosin dan Refleks Menyusui Pada Bayi


Prolaktin adalah salah satu hormon seks pada wanita maupun pria, hormon ini juga mempengaruhi produksi susu pada ibu yang mana bekerja melalui rangsangan sensoris dari puting.
Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  • IMD atau Inisiatif Menyusui Dini.
  • Perlekatan dan isapan bayi yang benar.
  • Seringnya menyusui, terutama di malam hari.
  • Pengosongan payudara secara berkala dengan cara sering menyusui.
Produksi ASI bisa menjadi masalah jika adanya penundaan IMD, pre-lacteal feeds, bayi minum dari dot sehingga mengakibatkan rangsangan pada puting jadi kurang dan juga bisa mengakibatkan bayi bingung puting, posisi menyusui yang tidak tepat sehingga mengakibatkan payudara lecet dan nyeri.

Oksitosin adalah hormon pada manusia yang berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim/uterus. Pada saat persalinan, hormon ini dapat membantu membantu proses kelahiran.
Sedang pada masa menyusui hormon ini dapat membantu rahim menciut dan kembali ke bentuk normal serta dapat membantu pengeluaran susu.
Hormon oksitosin bekerja melalui rangsangan dari puting ke otak sehingga dapat mengeluarkan susu yang dihisap oleh bayi.
Beberapa hal yang mempengaruhi mudahnya pengeluaran susu atau ASI :
  • Rasa cinta ibu kepada bayi.
  • Mendengar suara bayi yang sedang disusui.
  • Melihat bayi atau berpandangan dengan bayi.
  • Kepercayaan diri bahwa mampu menyusui secara ekslusif.
Selain itu beberapa sikap justru bisa mempengaruhi sulitnya pengeluaran susu atau ASI seperti : khawatir, stress, takut nyeri dan ragu-ragu.

Suksesnya menyusui juga dipengaruhi oleh beberapa refleks menyusui bayi seperti :
  • Rooting reflex yaitu refleks bayi membuka mulut serta mengikuti apapun yang menyentuh bibirnya, refleks ini terjadi pada bayi sejak lahir hingga berusian 4 bulan.
  • Sucking reflex yaitu refleks bayi untuk mulai menghisap saat sesuatu menyentuh langit-langit dalam mulutnya, refleks ini mulai muncul saat bayi dalam kandungan berusia 32 minggu dan akan sempurna pada usia kandungan 36 minggu, itulah mengapa bayi premature kurang bisa menghisap ASI dengan bayi.
  • Swallowing reflex yaitu refleks bayi untuk menelan ASI yang telah dihisap.


Kunci Sukses ASI Ekslusif


Bisa menyusui bayi secara ekslusif pastinya merupakan impian semua ibu yang punya bayi. Sayangnya ternyata menyusui tidak semudah yang kita lihat di iklan TV, yang mana si ibu menyusui bayi dengan manis dan tenang, sang bayipun minum ASI dengan nyaman dan tenang.

Kenyataannya?
Waooo, sungguh bikin air mata menetes akan drama menyusui yang ternyata lebih dari satu macam.

Sebenarnya, menurut para pakar, ada beberapa kunci sukses dalam memberikan ASI ekslusif, di antaranya :

1. Ibu yang bersemangat dan penuh motivasi.

Ibu yang penuh semangat, tidak akan mudah menyerah saat menemukan tantangan dalam menyusui secara ekslusif, dia akan selalu termotivasi untuk mencari jalan keluarnya.
Seperti mempelajari kunci penting posisi menyusui, seperti : duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman, juga selalu menciptakan perasaan relax dan nyaman.

2. Bayi yang aktif.

Bayi yang aktif sangatlah membantu dalam proses menyusui secara ekslusif, selain mempunyai beberapa reflex yang berguna dalam menyusu, posisi bayi saat menyusu pun jadi kunci penting dalam suksesnya mengASIhi, seperti :
  • Letakan kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus.
  • Seluruh tubuh bayi tersanggah dengan baik.
  • Wajah bayi berlawanan arah dengan puting dan payudara.
  • Perut bayi menyentuh perut ibu.
Dalam menyusu pun, jangan lupa memperhatikan perlekatan mulut bayi pada puting dengan baik, seperti : mulut bayi harus terbuka lebar sehingga bisa memasukan semua permukaan areola payudara, dagu bayi harus menyentuh dada ibu, bibir bawah bayi menekuk keluar dan seluruh bagian areola khususnya di bagian bawah tidak terlihat.

Salah satu cara mengetahui perlekatan mulut bayi pada payudara sudah baik atau buruk adalah dengan cara memperhatikan proses pengisapannya.
Jika bayi mengisap dalam dan pelan beberapa kali diikuti dengan menelan kemudian berhenti sesaat, maka berarti bayi sudah mengisap dengan efektif dengan perlekatan yang baik.

3. Adanya motivator (tenaga kesehatan atau laktasi)

Jika ibu dan bayi sudah bekerjasama dengan baik namun tetap masih menemukan kendala atau tantangan, segera konsultasi pada tenaga kesehatan atau laktasi.

Permasalahan/Tantangan Dalam Menyusui


Drama menyusui selalu menimpa banyak ibu, khususnya new mom.
Saya juga sempat merasakannya dan Alhamdulillah bisa melewatinya dengan baik.
Beberapa permasalahannya :

1. Puting terbenam / tenggelam.

Beberapa ibu mengalami masalah yang sukses bikin galau ini, yaitu putingnya bukan hanya rata, tapi malah tenggelam masuk ke dalam.
Tentunya dengan kondisi seperti ini sangat menyulitkan bayi untuk menyusu dengan baik.
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah :
  • Lakukan terapi setelah melahirkan, untuk kasus ini sebaiknya jangan lakukan terapi sebelum melahirkan, karena akan sangat memicu kontraksi pada rahim yang dapat mengakibatkan kelahiran dini. 
  • Tarik dan putar puting dengan jempol dan jari-jari beberapa kali setiap hari.
  • Meregangkan jaringan payudara sekitar areola.
  • Terapi dengan metode spuit (wadah jarum suntik), caranya : ambil sebuah spuit baru, potong bagian dekat ujung jarum lalu masukan plunger, letakan pada ujung puting yang tenggelam lalu secara perlahan tariklah plunger tersebut hingga ujung puting ikut tertarik keluar. Lakukan metode ini seorang diri agar lebih bisa mengira-ngira sakit tidaknya.

2. Nyeri pada puting karena lecet

Kalau masalah ini saya sudah khatam banget deh, masih terngiang bagaimana tersiksanya saya saat awal menyusui baby Adean yang mengakibatkan puting lecet, nyerinya masha Allah....
Ternyata, hal tersebut bisa diminimalis dengan mencari beberapa penyebabnya seperti :
  • Cek perlekatan bayi ke payudara, umumnya lecet pada payudara disebabkan oleh perlekatan yang buruk pada payudara.
  • Jika perlekatan salah, bisa jadi posisi bayi salah, segera perbaiki agar nyaman.
  • Periksa payudara, apakah sedang bengkak, ada luka dan jamur?
  • Lecet juga disebabkan karena terlalu sering mencuci payudara, sebaiknya gunakan ASI untuk melumuri permukaan puting sebelum menyusui.
  • Jika semua telat diperiksa dan maslah tetap berlanjut, periksa mulut bayi dan pastikan bersih dari jamur.
Jika puting sudah lecet, jangan berhenti memberikan ASI pada bayi, karena hanya akan membuat produksi ASI menjadi berkurang, sebaiknya lakukan terapi agar segera sembuh, seperti :
  1. Bangun kepercayaan diri ibu, hal ini juga yang menguatkan saya dalam menyusui sambil menahan nyeri puting di waktu lalu, karena saya berpikiran positif dan percaya diri bahwa semua akan berlalu, Alhamdulillah lama-lama saya jadi mati rasa dan payudara juga mulai menyesuaikan dengan mulut bayi.
  2. Tingkatkan perletakan bayi dan teruskan menyusui.
  3. Kurangi bengkak payudara dengan sering menyusui atau juga memerah ASI.
  4. Terapi candida / jamur agar bersih.
  5. Hindari menyabuni puting.
  6. Hindari lotion dan minyak.
  7. Oleskan hind milk pada puting dan areola setelah menyusui.


3. Payudara Bengkak

Ada beberapa penyebab payudara menjadi bengkak, yaitu :
  • Menyusui yang terlambat atau tidak rutin.
  • Perlekatan yang kurang tepat juga mengakibatkan payudara bengkak.
Jika sudah terjadi, segera lakukan terapi seperti :
  • Beri analgetik untuk  meredakan nyeri.
  • Kompres hangat pada daerah yang bengkak.
  • Perah ASI sebelum menyusui.
  • Lakukan kegiatan menyusui sesering mungkin.
Payudara bengkak beda dengan payudara penuh, pada payudara penuh biasanya terjadi pada 36 sampai 72 jam setelah melahirkan, rasanya panas, berat dan bisa keras, ASI mengalir, dan ibu tidak demam.

Sedang pada payudara bengkak, bisa terjadi kapan saja, payudara terasa nyeri dan bengkak serta tegang terutama pada daerah puting, payudara terlihat mengkilat dan memerah, ASI tidak mengalir, dapat mengakibatkan demam pada ibu serta dapat menurunkan produksi ASI.

ASI Yang Cukup


Salah satu pertanyaan horor seorang ibu menyusui khususnya untuk bayi newborn adalah "CUKUPKAH ASI SAYA?"
Secara, saat awal kehidupannya, berat badan bayi akan turun sedikit di minggu pertama kehidupannya. Beberapa ibu parno tentu akan berpikir kalau penyebabnya adalah ASI yang kurang, padahal hal tersebut alami dan normal.

ASInya yang cukup, biasanya akan terlihat dari tanda-tanda seperti :
  • ASI selalu merembes terutama jika telat menyusui.
  • Payudara terasa tegang.
  • Setelah menyusui bayi akan tenang selama 3-4 jam.
  • Bayi akan kencing lebih sering sekitar 6-8 kali setiap harinya.
  • Kenaikan berat badan bayi terlihat baik**
  • Berat badan bayi akan kembali ke BBL pada usia 2 minggu.
**Kenaikan berat badan bayi :
1-3 bulan --> 700 gr per bulan.
4-6 bulan --> 600 gr per bulan.
7-9 bulan --> 400 gr per bulan.
10 - 12 bulan --> 300 gr per bulan

*** usia 5 bulan = 2xBBL
*** usia 1 tahun + 3xBBL

Penyebab ASI tidak cukup.

Ada beberapa penyebab ASI tidak cukup seperti :
  • Tidak cukup sering menyusui.
  • Menyusui terlalu singkat atau terburu-buru.
  • Saat menyusui di malam hari terlalu cepat dihentikan karena ngantuk.
  • Posisi bayi saat menghisap kurang tepat.
  • Refleks Oksitosin ibu kurang dikarenakan rasa cemas dan kurang percaya diri.
  • Payudara bengkak atau mastitis.
Jika terjadi ASI yang tidak cukup untuk bayi, jangan mudah menyerah dan memberikan susu formula, sebaiknya cobalah melakukan beberapa terapi seperti :
  • Menyusui dengan frekwensi yang lebih sering.
  • Lakukan perlekatan bayi ke payudara dengan tepat.
  • Jadilah ibu yang percaya diri.
  • Bantu relaksasi dengan pijatan pada punggung ibu.
  • Gunakan galactogogues dengan bijaksana.

Pentingnya nutrisi bagi ibu menyusui


Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan oleh ibu menyusui adalah berhenti meminum vitamin setelah bayinya lahir atau dalam masa menyusui, sedangkan saat hamil begitu rajin mengkonsumsi vitamin. Padahal, ibu menyusui justru memerlukan vitamin dan nutrisi yang lebih banyak ketimbang ibu hamil.

Faktanya ibu menyusui membutuhkan tambahan 200 kalori per hari dari saat hamil. Juga membutuhkan nutrisi yang penting seperti :
  1. Protein, dengan porsi 3-4 ons daging, ikan atau unggas.
  2. Kalsium, dengan kebutuhan 1300 mg per hari.
  3. Zat besi dengan kebutuhan harian 9 mg.
  4. Vitamin C, dengan kebutuhan harian 120 mg.
  5. Multivitamin yang mengandung 100 % RDA (Recommended Dietary Allowance), bisa melanjutkan vitamin dan mineral saat hamil.
  6. Cairan, minimal minum 8 gelas air putih setiap harinya, minum segelas air setelah menyusui dan tambahkan jus, susu, kaldu dan sup.
  7. Lemak, untuk tambahan DHA konsumsi minyak ikan.
Meskipun demikian, sebaiknya perhatikan makanan-makanan yang harus dihindari, seperti : makanan dan minuman berkafein (kopi, teh dan soda) , minum alkohol dan merokok, tidak minum obat diluar saran dokter dan hindari suplemen herbal yang tidak jelas komposisinya.

Demikian pembahasan tentang ASI dari materi dr Stephani Dwiastuti, Sp.A.
Alhamdulillah, semuanya bermanfaat banget bagi saya. Meskipun ternyata ada beberapa yang tidak saya jalankan seperti minum vitamin, namun insha Allah sudah terpenuhi dari makanan yang saya konsumsi sehari-hari.
Bersama blogger lainnya

Menyusui adalah sesuatu hal yang sangat saya syukuri, karena sebelumnya saya sejujurnya agak pesimis bisa menyusui secara ekslusif mengingat riwayat kakak Darrell dulu meminum susu formula.
Namun ternyata zaman sekarang, penggalakan ASI sudah ada di mana-mana, termasuk di RS tempat saya melahirkan lalu.
Meskipun kesal dipaksa untuk tetap ASI, Alhamdulillah berkat paksaan tersebut saya lulus memberikan ASI ekslusif hingga baby Adean berusia 6 bulan.
Bahkan hingga kini usianya pas 7 bulan, baby Adean tetap mengkonsumsi ASI tanpa campuran susu formula meskipun sudah mulai MPASI.

Ada yang juga mengalami drama menyusui?
Sharing di komen yuk.

Semoga manfaat

TPJ AV - 02 Mei 2018

Love

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...