A Day in My Life [13] Mengawali Mei 2024 menyadari Power Syndrom

a day in my life mengawali mei 2024

Selamat memasuki bulan Mei 2024 semuanya, semoga bulan ini semuanya berjalan lancar dan maksimal, aamiin. Btw, kalau saya pribadi, bulan ini keknya bakalan lumayan hectic deh, karena si Adik bakal ada lomba di akhir bulan.

Jadi, latihannya bakalan lebih intens dan maminya bakalan lebih sering merasa exhaust gegara sering kumpul para mama-mama murid TK, hahaha.  

Tapi nggak papa dah, abisnya kalau mau apa-apa, teros si Adik mau latihannya dianter siapa?. Teros, kalau maminya menghindari mama-mama TK. Terus entar pas lomba, apa si Adik nggak sedih karena maminya nggak liat dia lomba, sementara mama-mama temannya pada datang semua?.

Ya sudahlah, terpaksa harus ikutan, terpaksa harus menghadapi semuanya, biar kata energi sosial bakalan down, ditambah bakalan sakit kepala karena banyak pengeluaran.

I told you, sometimes i don't hate to kumpul-kumpul, i just bingung mengatur keuangan untuk banyak hal aja, hahaha.

Tapi lupakan aja dulu sejenak, saya pengen bercerita tentang kegiatan saya mengawali bulan Mei ini.

Dimulai dari hari ini Alhamdulillah saya mampu mengalahkan mager untuk ke pasar. Perginya bertiga karena mamak ini terlalu malas angkat berat-berat dan jauh. Jadi butuh si Kakak yang bisa bantuin angkat belanjaan, dan juga bisa dimintain tolong beli ini itu, biar cepat selesainya.

Dan begitulah, di pasar kami bagi tugas, setelah pertama kali saya beli ayam dan ikan yang memang agak banyak karena saya jarang-jarang ke pasar. Si kakak lalu membawa lauk seberat 4 kg itu ke motor, lalu dia pergi membeli jajanan pasar.

Sementara maminya sibuk mencari sayuran yang segar dan bumbu-bumbunya. 

Btw, sejak balik ke Surabaya lagi, rasanya kok agak sulit ya menemukan sayuran yang segar kayak di Sidoarjo. Bete rasanya, udahlah sekarang apa-apa mihil, tapi sayurannya kuning-kuning, hiks.

Untunglah saya menemukan sayuran yang sedikit segar di 'bakul' jualan depan pasar Asem Payung. Dan setelah itu, kami pulang, sambil mampir sejenak beli 2 porsi bubur ayam untuk sarapan anak-anak.

jalan gebang putih
Nungguin kakak beli bubur ayam

Sampai rumah, saya segera membenahi semua belanjaan tersebut. Ayam dan ikan dibagi-bagi dalam porsi kecil dan sebagian udah dibumbui sebelum masuk frezer. 

Btw, meski si Rey ini alergi sama dedapuran, sejujurnya saya udah lama terbiasa mengatur food preparation, bahkan jauh sebelum FP ini booming di medsos kayak sekarang. 

Sayuran juga sebagian saya potong, cuci bersih dan taruh di kotak, sebagian saya bungkus aja pakai kertas biar nggak mudah rusak.

Setelah itu saya masak buat makan siang, sementara anak-anak sarapan. 

Nggak lama (eh lumayan lama sih, si Rey ini selalu nggak bisa sergep kek lainnya ya kalau di dapur, hahaha) semua selesai, anak-anak ditawari makan siang belum mau. Akhirnya saya terpikir untuk pergi berenang aja, sudah lumayan lama nggak pernah berenang (baca: mengambang di air, hahaha).

Lucky us, karena kami datangnya masih siang bolong, kolam renangnya sepi. Jadi bisa berenang dengan puas, tanpa jijay kayak kalau lagi banyak orang, (akoh parno entar ada anak yang pipis, hahaha).

Dan di sinilah saya menyadari suatu hal, yaitu power syndrom.

Btw, i know, power syndrom dalam artian sebenarnya tuh, lebih ke sikap eh atau kondisi kejiwaan seseorang yang kehilangan kekuasaan dan harga diri. 

Biasanya, terjadi pada orang-orang dalam masa pensiunan.

Nah, saya 'meminjam' istilah ini untuk menggambarkan kondisi saya yang keknya udah tuwah banget, alias bisa dikatakan prematur jompo, hahaha.

You know, bisa-bisanya akoh nggak kuat sama sekali menyebrangi kolam renang yang pendek dengan alat bantu. 

Saya megap-megap nggak karuan, rasanya jantung mau pecah (halah, lebay!). Padahal semalam saya tidur terbilang cukup dan lelap. Dan pagi udah sarapan dan minum dengan cukup.

Alhasil, baru beberapa menit berenang, saya memilih istrahat dan makan camilan, cokelat pula, wakakakaka. Ini pegimana ceritanya ya, geraknya 5 menit, istrahatnya 10 menit, kalori masuk buanyak pulak, hahaha.

berenang bersama anak-anak
Dingin, jadi lebih banyak ngemilnya, hahaha

Setelah ngemil, kami kembali masuk air, sedikit iri sama si Adik yang bahkan dengan mudah mengalahkan saya nyebrang kolam bolak balik, tanpa megap-megap.

Ya iyalah Rey, anak-anak selalu lebih aktif dan kuat, apalagi tidur mereka selalu cukup, hahaha.

Kami hanya menghabiskan waktu sekitar sejaman berenang, udah nggak rugilah karena kolamnya kebetulan sepi. Abis itu kami bersihin badan, terus pulang.

Sampai rumah kami shalat Dhuhur, dan makan siang.

Rencananya, habis makan siang saya mau edit video recap April, nerusin tulisan Goodbye April 2024, dan nulis untuk hari ini.

Kenyataannya, abis makan mata saya beraaaaatttt banget, bahkan semata mau bikin kopi, udah nggak sanggup lagi. Akhirnya niatnya memejamkan mata sejenak sambil nemani anak-anak screen time di hari libur. Eh yang ada saya tertidur sampai magrib, huhuhu.

Bangun-bangun saya sedih, karena melewatkan waktu libur cuman buat tidur doang *plak. Bisa-bisanya sedih karena bisa istrahat.

Tapi, karena itulah saya menganggap, kalau diri ini terkena power syndrom, bukan karena kehilangan kekuasaan dan harga diri macam yang sering dialami orang-orang ketika pensiun. Tapi karena saya merasa kehilangan tenaga yang kuat meskipun masih terlalu dini, huhuhu.

Di satu sisi, meski hal ini bikin sedih, tapi juga bisa menjadi sebuah semangat untuk bisa lebih keras memaksa diri untuk mau bergerak.

Maksa ini bukan dalam artian karena saya malas gerak sih sebenarnya, tapi karena saya sering banget mengutamakan duduk mengetik, ketimbang bergerak.

Saya lebih mengutamakan blog lebih ter-update, ketimbang tidur yang lebih cukup. Yaaaa... meskipun maksa dalam kondisi yang memaksa sih, wakakaka.

Tapi, kadang kita emang harus bisa lebih bijak dalam mengatur semuanya. Memilih mana yang prioritas, karena toh hidup (mungkin) masih panjang. Terutama dalam 'kacamata' menjadi ibu dari anak bungsunya yang masih berusia 6 tahun

Sapa suruuuhhh punya anak lagi, padahal udah terbilang nggak muda lagi, wakakakak.

Tiada yang suruh lah, tapi takdir Allah, yeeee....

Anyway, jadilah hari ini, tanggal 1 Mei 2024 yang menjadi pembuka bulan mei 2024, yang saya lakukan adalah nggak banyak di fisik, tapi lumayan banyak di pikiran, hahaha.

Setelah bangun, saya makan malam (astagaaaa, sebelum tidur, makan, bangun tidur, juga makan, terus ngeluh, kok gendut? wakakakakaka).

Setelahnya nerusin edit video, tapi keknya di-upload besok aja karena udah malam banget. Dan lalu nulis ini deh, setelahnya baru nerusin recap April 2024.

Ya begitulah a day in my life ala Rey edisi awal bulan Mei, nggak terlalu banyak cerita yang gimana-gimana ya, flat aja sebenarnya, tapi bersyukur selalu karena masih mau bergerak dan semangat. Mau memperbaiki apa yang kurang.

Oh ya, sekalian saya harus tekankan ke diri sendiri, bahwa di bulan Mei ini, saya wajib disiplin untuk beberapa hal yang mulai ditinggalkan.

Seperti, rajin mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Udah 2 bulan dong, saya nggak serajin dulu mencatat pengeluaran, akhirnya duit selalu bablas nggak jelas. Nggak pernah tahu kapan harus ngerem pengeluaran, kapan boleh melakukan pengeluaran yang kurang urgent.

Juga harus rajin menulis invoice dan data job blog ala Rey, gegara saya malas (eh nggak malas ding, cuman nggak dipaksain langsung ditulis), akhirnya saya baru ngeh, kalau kemaren kirim invoice di salah satu klien (eh bahkan 2 loh), nomor invoice-nya salah.

Dan pas ditulis belakangan, kelimpungan banget cari datanya, cari tahu kapan dibayarnya, apalagi saya kan 2 bulanan nggak catat financial sama sekali. Sementara liat di mutasi rekening, cuman bisa diakses data sebulan ke belakang doang, huhuhu.

Selain itu, hal penting yang harus saya lakukan adalah, revisi jadwal harian, dan print. Ini selalu terlupakan karena nggak punya printer, mau beli printer, nunda mulu.

Some client, please endorse akoh printer dong, wakakakkaka.

Sudah ah, how about your first May, Temans?


Surabaya, 01 Mei 2024

2 komentar :

  1. Tapi memang berenang itu lebih berat sih rey drpd nge gym. Aku ngerasain pas coba berenang di pool hotel Alila solo. Kan lumayan gede tuh. Krn dulu pas SD aku les renang 4 tahun, at least msh ingat dasar2 nya. Kalo dulu bisa 3x puteran bolak balik ukuran pool gede, tapi yg kolam alila cuma sanggup 1.

    Ntah krn di air makanya badan terasa berat kali yaa. Aku mending nge gym 1 jam sih drpd renang begini 😂. Berasa bgt kok capeknya

    BalasHapus
  2. seneng banget tau kaka udah bisa diajak kerjasama buat belanja ke pasar, jadi belanja juga nggak buang-buang waktu gitu, langsung sat set bablas.
    Huuu aku udah lama banget ga nyemplung , ehh terakhir kayaknya nyemplung ke air laut waktu di Gili Trawangan, 2 tahun lalu hahahaha
    aku dulu ga rajin mencatat pengeluaran mbak, aku sendiri belajar dari mbak kosku yang rajin mencatat terus ketularan Ehh akhir-akhir ini kumat lagi males mau nyatat

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)