Film Korea Sweet and Sour, Plot Twist yang Mengejutkan

Film Korea Sweet and Sour

Sharing By Rey - Film Korea Sweet and Sour ini sudah saya tonton beberapa waktu lalu, yang mana sebuah film drama Korea yang so sweet dan sedikit mengaduk perasaan.

Namun, karena pada akhirnya plot twist-nya sukses membuat banyak penonton terkecoh, jadinya perasaan yang teraduk, jadi berkurang, hahaha.

Film ini sebenarnya bercerita tentang banyak hal, tergantung penonton mau mengambil makna penting yang mana?

Kalau untuk saya, sejujurnya ini bercerita tentang cinta yang butuh waktu kebersamaan, sehingga yang cinta akan kalah dengan yang selalu ada di sisi.
Atau cinta dan karir itu sulit diseimbangkan. 

Namun, karena sisi menariknya adalah plot twist yang sungguh mengecoh banyak orang, saya jadi fokus ke plot twist, di mana berkisah tentang dua cinta segitiga *nah loh, apa pula maksudnya itu? hahaha.

Oh ya, btw, ada yang belom tahu makna dari plot twist nggak?
Saya kasih tahu deh, mumpung saya juga barusan tahu, hahahaha.

Jadi menurut Wikipedia, Plot Twist  adalah alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan buat penonton.
Plot twist akan berhasil jika pembaca ataupun penonton terkejut, tidak menduga, terperdaya, ataupun tertipu. 

Pengertiannya keren ya, jadi kalau diartikan secara umum, film ini nggak mudah ditebak alurnya, dan biasanya sih baik penonton maupun pembaca, suka banget hal begini, iya nggak?
Kalau saya sih enggak, saya suka intipin dulu endingnya, sama kayak baca buku, saya suka baca lembar terakhirnya dulu, hahahaha.


Sinopsis Film Korea Sweet and Sour


Bagi yang baru saja terdampar di blog ini, saya peringatkan, kalau saya selalu menulis sinopsis film dengan detail.
Sooo, bukan hanya penuh spoiler, tapi udah kek jalan ceritanya ditulis semua, hahaha.

Jadi, bagi yang suka kejutan saat menonton film, mending skip aja deh sinopsisnya, langsung ke reviewnya di bagian bawah.

Sinopsis Film Korea Sweet and Sour

Film bermula saat seorang pasien bertubuh gemuk bernama Lee Jang Hyeok (Lee Woo Je) memasuki sebuah rumah sakit di daerah Incheon karena penyakit hepatitis yang dideritanya.

Si pasien menempati kamar yang teman kamarnya bahkan keluarganya sendiri, seolah menjauhi dia, karena mereka takut tertular.

Hanya seorang perawat cantik nan manis bernama Jung Da Eun (Chae Soo Bin) yang begitu baik dan manis terhadapnya.
Dan sikap tersebut membuat Jang Hyeok salah sangka dan jatuh cinta pada sosok perawat tersebut.

Hal tersebut, membuat Jang Hyeok, enggan keluar dari rumah sakit, dan setiap harinya sibuk mencari tahu sosok si perawat, memberinya makanan saat si perawat kelaparan, membiarkan Da Eun tertidur di kasurnya, ketika dia begitu mengantuk.

Sinopsis Sweet and Sour

Sampai akhirnya, masa penyembuhannya di rumah sakit berakhir, Jang Hyeok telah sembuh, dan dinyatakan bisa pulang.
Sekeras apapun dia bertahan ingin terus di rumah sakit demi bisa bertemu Da Eun, tapi akhirnya toh dia harus keluar.

Meskipun udah sembuh dan keluar rumah sakit, Jang Hyeok tetap rajin mengunjungi rumah sakit demi menemui Da Eun, sayangnya dia nggak bisa bertemu karena Da Eun sedang cuti.
Dia bahkan diusir dari rumah sakit, namun sebelumnya Jang Hyeok sempat menemukan nomor kontak Da Eun, meski nomor akhirnya nggak sempat dicatat.

Jang Hyeok tak menyerah, sesampainya di rumah, dia mencoba nomor HP dengan percobaan beberapa nomor belakang.
Setelah banyak salah sambung, akhirnya ketemu juga dong nomor Da Eun, bukan hanya itu, Da Eun malah memintanya untuk datang ke apartemennya, karena dia sedang sakit dan sendirian.

Karuan saja Jang Hyeok berdiri, lari ke kamar orang tuanya mengambil kunci mobil ayahnya, lalu berangkat dengan ngebut ke apartemen Da Eun.

Sampai di sana, hatinya berbunga-bunga, karena Da Eun memintanya untuk menginap, bahkan Da Eun memeluknya dengan erat.

Sejak saat itu hubungan mereka jadi lebih dekat, Jang Hyeok  jadi lebih sering menjemput Da Eun ke rumah sakit sepulangnya bekerja, mereka juga pergi dinner bareng.

Oh ya, ketika di rumah sakit, Jang Hyeok pernah melihat dan menanyakan tentang cincin yang ada di jari manis Da Eun, dan kala itu Da Eun mengatakan bahwa cincin tersebut adalah cincin kelulusan.
Lalu ketika mereka dinner, Jang Hyeok  melihat bahwa cincin tersebut sudah nggak ada di jari Da Eun, dan dijawab Da-Eun kalau cincinnya udah hilang.

Bukan hanya itu, tiba-tiba Da Eun mengajak Jang Hyeok  untuk berlibur ke pulau Jeju, karena seorang sahabatnya memberikannya tiket liburan ke sana.
Tentu saja Jang Hyeok senang mendengarnya, dan berkata akan mencari restoran enak di Jeju.

Scene berpindah ketika Da-Eun bersama Jang Hyeok sedang mencari baju couple, sayangnya karena badannya kegendutan, tak ada satupun baju couple yang muat di badannya.
Hal itu membuat Jang Hyeok kesal, dan berniat untuk menguruskan badan, sampai nggak mau makan makarun yang sebenarnya dia pengen makan.

Lalu, hari keberangkatan mereka tiba, Da Eun telah menunggu di bandara, ketika Jang Hyeok  datang dengan menggunakan taksi.
Dia begitu kesal karena nggak bisa menjemput Da Eun, lantaran ayahnya menyembunyikan kunci mobilnya.

Saat Jang Hyeok  sedang mengomel karena itu, Da Eun malah tersenyum dan mengeluarkan sebuah sepatu dengan ukuran kakinya, yang model dan warnanya sama persis dengan sepatu yang dikenakan Da Eun.

Jang Hyeok begitu terharu sekaligus sedih, dia mengira Da Eun membelikan sepatu couple karena tak mendapatkan baju couple, karenanya dia berjanji akan menguruskan badannya, agar tahun depan bisa kembali ke pulau Jeju, dengan mengenakan sepatu maupun kaos couple dengan Da Eun, setelah berjanji demikian, Jang Hyeok malah berlari-lari mencoba sepatu itu.

Scene berpindah pada seorang lelaki tampan dengan badan atletis sedang berlari, dia mengenakan sepatu yang sama persis dengan sepatu yang dibelikan Da Eun sebelumnya.

Pemuda tersebut adalah Jang Hyeok (Jang Ki Yong), kekasih Da Eun yang tampan dan bekerja sebagai arsitek di sebuah perusahaan kecil di Incheon.

Suatu hari, atasan Jang Hyeok  memberitahukan bahwa dia akan mengirim Jang Hyeok  ke perusahaan besar di Seoul.
Tentu saja Jang Hyeok gembira, meskipun tetap sedih memikirkan akan berpisah dengan kekasihnya Da Eun.

Tak berlama-lama, Jang Hyeok  mencari solusi agar dia bisa mengejar karirnya di Seoul, tapi juga masih bisa selalu bersama Da Eun setiap harinya, dan akhirnya dia membeli sebuah mobil karena dia bakalan pulang pergi dari Seoul ke Incheon setiap harinya.

Hari pertama kerja, semua masih bisa berjalan lancar, karena Jang Hyeok  bangun pagi untuk bersiap ke kantor di Seoul.
Sesampainya di kantor, dia bertemu dengan atasannya, dan diperkenalkan oleh seorang rekan kerja wanita yang jutek dan doyan bersaing, bernama Bo Yeong (Krystal Jung) .

Meski Bo Yeong sangat kompetitif, tapi dia sangat teledor dan jorok.
Sungguh bertolak belakang dengan Jang Hyeok yang terbiasa rapi.

Akan tetapi, karena mereka adalah rekan kerja, disuruh kerjain proyek bareng berdua, sering lembur, dan kondisi kantor seringnya mendukung hadirnya perasaan lain dari keduanya, lama-lama tameng kesetiaan Jang Hyeok  runtuh juga.

Keadaan diperparah dengan kondisi Jang Hyeok  yang selalu harus lembur menyelesaikan pekerjaan berdua dengan Bo Yeong, lalu kemudian balik ke Inchoen yang sesampai di Incheon malah tertidur saja saking capeknya.

Sementara Da Eun juga sama capeknya, akibat sering lembur di rumah sakit, dan ditambah ternyata dia hamil.

Kenyataannya, Jang Hyeok tidak menyukai kehamilan Da Eun, dan semakin membuat hubungan mereka kacau.
Bahkan ketika Jang Hyeok  memutuskan libur sebentar, dan menemani Da Eun jalan-jalan, Jang Hyeok  tak bisa menemaninya seperti biasa, karena terlampau lelah.

Sampai akhirnya, ketika mereka sedang dalam mobil dan berantem, Jang Hyeok malah salah manggil nama Da Eun jadi nama Bo Yeong.
Seketika Da Eun baper dan marah, dan menuduh Jang Hyeok  telah selingkuh.

Jang Hyeok  yang tidak merasa selingkuh dengan Bo Yeong, begitu kesal dengan tuduhan tersebut, malah menurunkan Da Eun dari mobil dan dia kabur pulang ke kantornya di Seoul.

Dan tebak apa yang dia lakukan di sana?
Eh malah selingkuh beneran dong ama Bo Yeong, sampai tidur di apartemen Bo Yeong.

Sejak saat itu, Jang Hyeok  tak pernah lagi pulang ke Incheon, dia asyik dengan Bo Yeong, sampai akhirnya mereka menyelesaikan proyek yang telah dikerjakan berdua selama berhari-hari.

Setelah proyek selesai, ternyata perusahaan besar tersebut malah mengembalikan mereka ke kantor masing-masing.

Jang Hyeok  jadi semakin sedih, kekasih tercinta lepas, tapi ternyata dia kudu balik lagi ke Incheon.
Terlebih ketika reminder di HPnya menunjukan bahwa waktu berlibur mereka ke Jeju semakin dekat.
Da Eun memang tidak membatalkan tiket yang telah mereka pesan jauh hari sebelumnya.

Dan Jang Hyeok  telah mengirimkan pesan, agar Da Eun membatalkan saja tiket itu, atau kalau tetap mau pergi silahkan saja.

Ketika malam perayaan suksesnya proyek mereka, sekaligus malam perpisahan mereka dengan kantor tersebut, Jang Hyeok  semakin merasa kangen dengan Da Eun, lalu tiba-tiba memutuskan untuk segera pulang ke Incheon, karena yakin Da Eun akan menunggunya di bandara.

Segera Jang Hyeok berangkat ke bandara Incheon, dan benar saja.
Di bagian depan bandara dia melihat Da Eun sedang menunggu seseorang.

Jang Hyeok  segera turun dari taksi, dan berlari dengan senyum bahagia menuju Da Eun yang juga sedang melambaikan tangan menyambutnya dengan senyum.

Namun...
Tiba-tiba Jang Hyeok terjatuh karena bertabrakan dengan seseorang, dan Da Eun terkejut berlari mendatanginya.

Film Korea Sweet and Sour

Sayangnya, Da Eun malah seperti tidak melihatnya, malah membantu lelaki gendut yang menabraknya sebelumnya.

Dan tebak siapa lelaki gendut itu?
Iyaaaa...
Dia adalah Jang Hyeok gendut di awal tadi.

Lah kok?
Membagongkan nggak sih film ini?
Di sinilah plot twist-nya.
Dan kayaknya, buanyak banget penonton yang terkecoh sampai selesaipun nggak nyadar, kalau si gendut dan si tampan itu beda orang.

Saya juga awalnya mengira kalau si tampan itu ya reformasi body goal Jang Hyeok gendut yang telah menjadi atletis.
Nyatanya beda sodaraaaa... scene-nya beda banget.


Di sinilah plot twistnya yang membagongkan...


Hal itu terjawab di bagian akhir film ini, ketika Jang Hyeok tampan bertabrakan dengan Jang Hyeok gemuk, lalu Da Eun terkejut melihatnya ada di situ.

Scene lalu semacam diputar ke belakang, sampai ke scene awal ketika Jang Hyeok  gemuk masuk rumah sakit.

Kala itu, 3 bulan yang lalu dari masa di bandara tersebut.
Pasien gemuk itu bernama Lee Jang Hyeok, dia adalah anak orang kaya yang telah diterima bekerja sebagai seorang teknisi.

Scene juga kembali mengenalkan si tampan, dan ternyata ceritanya juga mirip.
Si tampan bertemu dengan Da Eun di rumah sakit 1 tahun 7 bulan lalu.

Namanya memang mirip, beda depannya aja.
Yang tampan bernama Jang Hyeok dan seorang arsitek. 
Sementara yang gemuk bernama Lee Jang Hyeok dan seorang teknisi.

Jang Hyeok gemuk masuk mengenal Da Eun ketika hubungan Da Eun dengan Jang Hyeok tampan memang semakin renggang karena terbatasnya waktu bertemu mereka.

Bahkan, ketika Da Eun hendak menceritakan pasien yang namanya sama dengan kekasihnya itu, si Jang Hyeok tampan terlalu sibuk untuk mendengarkan ceritanya.

Ketika Jang Hyeok gemuk menemukan nomor HP si Da Eun, pas banget situasinya, karena saat itu dia sedang patah hati dan ditinggalkan Jang Hyeok tampan begitu saja.

Da Eun juga sedang hamil, itu yang menjelaskan mengapa dia selalu mengantuk dan lapar ketika di rumah sakit, sehingga sering tidur di ranjang pasien Jang Hyeok dan memakan makanan yang diantarkan oleh ortu Jang Hyeok.

Lalu, bagaimana menjelaskan, ketika adegan Jang Hyeok yang gembira dikasih sepatu oleh Da Eun, dan berbalik lari-lari setelah berjanji akan menguruskan badan, lalu scene berpindah ke adegan Jang Hyeok tampan juga sedang lari-lari dengan mengenakan sepatu yang sama?

Jawabannya ya ada pada tulisan akhir semacam sub judul.
Sepasang sepatu baru.

Yaitu, si Da Eun juga sih keterlaluan, mentang-mentang nama mereka sama, dia beliin sepatu yang juga sama dong, hahaha.
Mungkin juga dengan alasan irit kali ya.
Karena kalau dia beli sepatu yang sama dengan sepatu si Jang Hyeok tampan, itu berarti dia hanya membelikan untuk Jang Hyeok gemuk saja, dia nggak perlu ganti sepatu.

Jadi, ketika adegan Jang Hyeok gemuk lari-lari, dia nggak lari jauh apalagi pulang, dia cuman berlari-lari mencoba sepatu itu di seputaran bandara, lalu ketika kembali berlari ke arah Da Eun sambil melambaikan tangan, eh dia malah tabrakan ama si Jang Hyeok tampan.

Dan iyes pemirsa, sama kayak kalian, sayapun ingin mengatakan kepada Jang Hyeok tampan, bahwa KAPOOOKKKK!
EMANG LOE AJA YANG BISA BERPALING?
WTF! *Lah calm down Rey! hahaha.

 


Review Film Korea Sweet and Sour


Profil:

Director         : Lee Gye-Byeok 
Writer            : Kurumi Inui (novel), Lee Gye-Byeok, Sung Da-Som 
Release Date: Juni 4, 2021 
Runtime         : 102 min.
Genre            : Drama
Language      : Korean
Country          : South Korea

Pemain:

Jang Ki-yong sebagai Jang Hyeok
Chae Soo-bin sebagai Jung Da-eun
Krystal Jung sebagai Han Bo-Yeong
Lee Woo-Je sebagai Lee Jang Hyeok
Hwang Jung-Min sebagai chief nurse

Rating By Me : 4,8 of 5

Menurut saya, sutradaranya si Lee Gye Byeok baik banget deh ama penonton.
Dia nggak mau bikin penonton jadi menyimpulkan sendiri, trus saling berdebat nggak jelas.
Kayak filmnya Lee Chang-dong baik Burning maupun Poetry, yang bikin kepala pusing 7 keliling, hahaha.

Review Film Korea Sweet and Sour

Nah, film ini sukses mengecoh penonton dengan kekuatan plot twist yang diperkuat oleh adegan sweet para pemainnya, sukses mengelabui semuanya, sehingga akhirnya jadi bingung, hahaha.

Namun, meskipun demikian, ternyata masih banyak juga yang saling berdebat loh, menganggap kalau sebenarnya si Jang Hyeok tampan itu ya Jang Hyeok gemuk yang nggak tahu diri, udah bertransformasi malah selingkuh, apapun alasannya.

Padahal ya, di akhir film ini jelas banget ditunjukan, bahkan dengan 2 kali pengulangan, biar penonton ingat lagi adegan awal, trus dikasih lagi adegan ketemunya si Da-Eun dengan baju yang berbeda saat dia bertemu pertama kalinya dengan Jang Hyeok gemuk.

Ya mungkin sebagian penonton nggak liat dengan jelas penjelasan akhir filmnya sih, sama kek saya, nonton ini sambil terkantuk-kantuk, meski geram liat perselingkuhan si Jang Hyeok tampan.

Kekuatan film ini memang ada di plot twist sekaligus cerita cinta dan perselingkuhan yang sederhana dan sering terjadi di masyarakat.


Makna dan Pesan Film Korea Sweet and Sour


Menonton film Korea Sweet and Sour ini, membuat saya baper nggak karuan, untung aja plot twistnya kece, jadi membasuh baper yang udah sampai memanas di hati, hahaha.

Ada beberapa makna dan pesan yang bisa diambil dari film ini, yaitu:


1. Cinta itu tak bisa dibuat pilihan dengan karir


Ketika seseorang memilih berbagi hidup dan kebahagiaan dengan seseorang, maka sebenarnya bukan hanya kebahagiaan yang dia bagikan, tapi separuh hidupnya.
Karenanya, sulit menyeimbangkan antara karir dengan percintaan.

Film Sweet and Sour ini hanyalah gambaran yang terjadi di masyarakat pada umumnya, di mana banyak banget kejadian kayak gini.

Plot Twist Sweet and Sour

Percintaan sukses, karir terhambat.
Karir sukses, percintaan terhambat.

Sulit sekali bisa menemukan pasangan yang bisa sukses menyeimbangkan keduanya, kecuali memang pasangan yang udah melewati banyak hal dalam hubungannya, lalu dipersatukan kembali.

Atau dengan kata lain, pasangan yang udah cukup dewasa terhadap dirinya sendiri, sehingga udah nggak goyah lagi oleh hal-hal kecil yang disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan.

Itupun sulit ya.
Jangankan masih pacaran, bahkan yang udah nikah saja, banyak yang akhirnya menjalani hubungan yang dingin karena keterbatasan waktu.

Yup, selalu ada resiko dari sebuah pencapaian.
Tinggal kita pandai-pandainya memilih, yang mana yang harus diutamakan?
 

2. Yang cinta akan kalah dengan yang selalu ada


Mau secinta apapun, kalau sulit punya waktu untuk bersama, lalu apa gunanya bersama?
Bukankah menjalin hubungan itu untuk berbagi kebersamaan?

Itulah mengapa, mau secinta apapun, kalau terlalu sibuk dengan urusan lain, apapun itu, lama-lama akan kalah dengan orang yang selalu ada di dekat kita.
Cinta yang nyata seringnya lebih menang melawan cinta di hati.

Jadi, aturlah waktu sedini mungkin, agar bisa sedikit menyeimbangkan kehidupan, biar nggak ada di kondisi si Jang Hyeok dan Da Eun, yang sama-sama selalu lembur dan sibuk, pas ketemu tinggal capeknya pula.

Ini bikin baper banget tau nggak, karena beginilah keadaan saya sekarang, bahkan saya pikir banyak dialami oleh wanita di dunia ini.

Jarang bisa bertemu pasangan, giliran pasangan libur dan bisa bareng, eh pasangannya kalau enggak tidur mulu, ya liat hape mulu, hahaha.

 

3. Diselingkuhi itu pahit, maka bertahanlah dan menjauh dari godaan perselingkuhan, meski berat


Hal yang paling bikin pen jambak rambut pemain adalah, ketika si Jang Hyeok tampan yang marah karena dituduh selingkuh, lalu pergi meninggalkan Da Eun dan selingkuh beneran.

Okeh, ini sebenarnya sayanya yang bias, karena dari pengalaman pribadi, pasangan selalu berbuat seperti itu.

I mean, kebanyakan lelaki sulit mempertahankan kejantanan mereka (oke maaf saya kasar jadinya, hahaha), ketika ada masalah.
Bukannya membuktikan bahwa tuduhan itu salah, malah mereka lakukan tuduhan itu.

Sebalnya lagi, ketika sudah salah, trus menemukan kalau si wanita juga akhirnya selingkuh, eh bukannya menyadari kesalahannya, tapi cuman bisa memaki.

Whaaattt deee.....!!!

Duh ye, membayangkan si Jang Hyeok tampan yang tidur dengan Bo Yeong, sementara si Da Eun lagi hamil, doohh perihnyaaa...

Sungguh berharap filmnya nyambung, memperlihatkan si Da Eun menikah dengan Jang Hyeok gemuk yang udah tampan dan kaya pula.
Haduuhhh, si Rey kok malah ngajarin sutradara? hahaha.


4. Mau LDR? Persiapkan dulu semuanya dengan matang, komunikasikan juga semua kemungkinan yang terjadi dan bagaimana penyelesaiannya


Coba gitu ya si Jang Hyeok dan Da Eun membicarakan rencana kekasihnya kerja di luar kota itu, dengan detail.

Mungkin keadaan nggak akan berakhir seperti itu.
Bicarakan bagaimana mengatasi lembur?
Bagaimana dengan jarak yang tentu akan menguras waktu dan tenaga Jang Hyeok.

Atuh mah, mereka cuman saling menghibur aja, nggak mau bicarain secara realistis, akhirnya kan jadi masalah, ketika keduanya udah berusaha menurut mereka, tak tidak dihargai pasangannya.


5. Saling Pengertian adalah Kunci dari LDR


Iya, pengertian is the key!
Keduanya sama-sama kerja, tau dunia kerja, harusnya mengerti bahwa orang kerja kantoran itu ya repot, nggak bisa berkomunikasi setiap saat.

Apalagi bekerja di perusahaan yang besar?
Jadi, memang harus lebih banyak saling mengerti dan percaya.


Apalagi ya?
Tambahin sendiri deh.
Say audah esmosi duluan mau bahas lebih dalam, hahaha.

I hate orang selingkuh, apalagi menyelesaikan masalah dengan masalah.
Sungguh nggak jantan.

Terlebih ketika tau si Da Eun telah menemukan lelaki lain, dan si tampan ngamuk banget.
Dia lupa kali ya, kalau dia juga bahkan udah tidur ama rekan kerjanya.

Uh sebal!
Hahaha.

Ada yang udah nonton?
Gimana?
Bingung, atau malah sama kesalnya dengan saya? hahaha


Sidoarjo, 4 Juli 2021


Sumber: film Sweet and Sour
Gambar: berbagai sumber di google

8 komentar :

  1. Keren banget kan mbaaa filmnyaa, endingnya sangat membagongkan sekali hahaha

    BalasHapus
  2. Aku juga sukaaa yg namanya spoiler Rey :D. Tiap mau nonton drama ATO film, wajib tuh buatku cek dulu spoilernya ATO review Dr org lain supaya tahu ini happy ending , sad ATO ngegantung :p. Kan males ya kalo udh asik nonton tp malah makin sedih. Plot twist ga masalah, asalkan happy 😅.

    Aku bakal nonton deh film ini. Banyak yg bilang bgs memang. Naaah makanya aku benci LDR. Mnding ikut deh kalo suami dipindahin kemana aja. Pengalaman dr pernikahan pertama yg gagal Krn LDR , bikin aku kapok utk jauhan.

    Itu sepatu dibeliin sama sdg diskon buy 2 get 1 kali yaaa 🤣.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, iya Mba, kalau spoiler kan kita bisa mengira-ngira, ini film worth it ga buat waktu kita, wakakakaka.

      Sepertinya gitu, diskonannya diambil saat pacarnya selingkuh, buat pacar baru aja, wakakakaka

      Hapus
  3. waduh waduhh jadi ada kisah LDR nya toh, menarik
    ini nih yang kadang bikin pasangan kekasih juga bisa berjalan nggak harmonis kalau dari awal kurang komunikasi
    akhirnya aku ga begitu penasaran sama film ini, banyak banget yang review, okelah buat temen nonton santai ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iyaaa.
      Memang LDR itu rentan banget, apalagi kalau sama-sama sibuk, bahkan ibu rumah tangga sibuk aja jadi merasa kesepian, apalagi mereka yang masih sendiri :D

      Hapus
  4. Saya suka baca reviewnya, jd bisa memutuskan bisa lanjut nonton ato tidak. salam kenal ya😊

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)