Monday, July 05, 2021

PPKM Darurat, Bantuan Pemerintah dan Nasib Masyarakat Nanggung

PPKM Darurat, Bantuan Pemerintah dan Nasib Masyarakat Nanggung

Sharing By Rey - Mulai tanggal 3-20 Juli 2021, diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat, yang diterapkan di wilayah Jawa-Bali.

Dan hingga kini, telah masuk hari ke-3 berlakunya PPKM darurat, berbagai hal terjadi di beberapa tempat yang diberlakukan hal ini.

Salah satunya sangsi yang akan diberikan ketika beberapa pelanggar diciduk karena selama masa ini masih aja keluyuran dan mengabaikan prokes.
Para pelanggar ini, malah akan diajak ke makam untuk menyaksikan pemakaman jenazah covid-19 yang bahkan petugas di pemakaman bekerja hampir 24 jam, saking korban covid selalu berjatuhan.

Sangsi ini membuktikan, bahwa pemerintah tidak main-main terhadap ketentuan PPKM darurat.
Yang memang sih, sangat membuat tidak nyaman bagi sebagian orang, bahkan membuat sedih banyak orang, karena bisa saja terkena dampak ekonomi akibat kebijakan ini.

Tapi, sekali lagi, tidak ada jalan lain yang bisa diambil, demi mengurangi bahkan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang bahkan lebih melonjak karena adanya Covid varian Delta dari India yang konon memang lebih menular.


Dampak PPKM Darurat terhadap Ekonomi


Nggak perlu dibahas berkepanjangan ya, saya rasa ada banyak banget yang terdampak dalam kehidupan ekonominya selama masa pandemi ini.

Dan sejak awal tahun 2021, kehidupan berangsur kembali menyeruak naik.
Sedikit demi sedikit, para pelaku bisnis mulai semangat membangun bisnisnya lagi.
Dan para pekerja, mulai semangat mencari rezeki lagi.

Hampir semua orang mulai bangkit, semangat menyambut kehidupan baru, tak sabar menanti kemenangan menghadapi virus yang memporak porandakan dunia.

Tapi siapa sangka?
Tiba-tiba saja keadaan mulai kembali memburuk, ketika pertama kali mendengar adanya varian baru dari virus corona yang ditemukan di India.

Pikiran mulai berbisik, kalau bisa jadi Indonesia akan gempar juga dengan virus ini, dan ternyata beneran.
Mudik lebaran yang dipersalahkan.

Tapi sudahlah, saya juga malas bahas hal itu, yang saya ingin ceritakan, betapa dampak ekonomi masyarakat terhadap pandemi ini belum berakhir, dan entah kapan berakhir.

Poin penting dalam PPKM darurat di jawa dan bali
Sumber: kompas.com

Masih teringat kan ya, di tahun 2020 lalu, ketika pertama kali pandemi menghantam Indonesia, setiap hari kita mendengar kabar, satu per satu usaha kecil menengah, hingga beberapa perusahaan besar, tutup.

Sebagian yang masih bertahan, memberlakukan gelombang PHK bagi pekerjanya.
Dan gambaran orang-orang sedih, hingga depresi akibat tekanan ekonomi sudah menjadi pemandangan setiap saat.

Kali ini, dengan adanya PPKM darurat, diperkirakan sedikit banyak juga akan membuat gelombang PHK jilid sekian.

Itu bukan isapan jempol sih, ketika hari pertama kemaren diberlakukan PPKM darurat, di Surabaya misalnya, di berbagai mall yang masih buka, suasana begitu sepi.
Beberapa tenant makanan dan minuman yang masih bertahan buka, mengeluhkan bahwa penjualan mereka hanya bisa mencapai 10% dari penjualan di hari biasanya di masa pandemi ini.

Dengan pemasukan seperti itu, bahkan untuk bertahan aja sulit, apalagi untuk menghidupi karyawan?
Sedih ya.  

Akan tetapi, pemerintah bukannya tak peduli dengan ekonomi sama sekali, bantuan demi bantuan terus dikucurkan pemerintah untuk masyarakatnya.


Beberapa Jenis Bantuan Pemerintah di Masa PPKM Darurat


Pemerintah tak pernah meninggalkan rakyat begitu saja, setiap kebijakan yang diambil tentu diikuti dengan segala macam penanganan yang ada.

Salah satunya, dengan memikirkan ekonomi masyarakat yang pastinya sangat berdampak selama masa PPKM darurat ini.
Dan karenanya, digelontorkanlah beberapa jenis bantuan pemerintah, seperti:


1. Bansos tunai 


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,1 triliun untuk memperpanjang program bantuan sosial tunai (BST) yang telah berjalan sebelumnya.
Bansos tunai tersebut akan diperpanjang hingga periode Juli-Agustus 2021, dengan tujuan meringankan masyarakat yang terdampak dari pelaksanaan PPKM darurat.

Perpanjangan 2 bulan ini, rencananya akan dibayarkan pada bulan Juli 2021 ini, dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 34 provinsi.


2. Diskon listrik 


Pemerintah juga akan memperpanjang diskon tarif listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA bersubsidi. 

Bantuan ini semula memang akan berakhir di bulan Juli ini, namun dengan adanya PPKM Darurat, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang diskon 50 persen untuk 450 VA dan 25 persen untuk 900 VA, sampai kuartal ketiga (sampai bulan September 2021). 

Kebijakan bantuan ini diberikan dana sebesar Rp 7,58 triliun.


3. BLT dana desa 


Dana Desa tahun anggaran 2021 nantinya diprioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam rangka membantu masyarakat miskin di desa yang terdampak Covid-19. 

BLT Desa ini rencananya diberikan kepada target penerima sekitar 8 juta keluarga miskin atau yang tidak mampu dengan besaran Rp 300.000 per kelompok penerima perbulan.
Dana yang disiapkan adalah sebesar Rp 28,8 triliun.


4. Percepatan PKH Program Keluarga Harapan 


Dengan adanya PPKM darurat ini, maka penyaluran PKH juga akan dipercepat. 
Dengan anggaran PKH 2021 sebesar Rp28,31 triliun, dan target 10 juta kelompok penerima.

Untuk bantuan ini, membutuhkan anggaran sebesar Rp 13,96 triliun.


5. Kartu sembako 


Keluarga PKH juga mendapatkan penyaluran kartu sembako dengan total anggaran sebesar Rp 42,37 triliun untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Dan hingga Juni 2021, realisasi dari kartu sembako ini adalah sebesar Rp 17,75 triliun untuk 15,9 juta KPM. 

Masih tersedia ruang untuk hampir 3 juta kelompok penerima yang bisa diberikan kartu sembako sebesar Rp 200.000 per bulan. 


6. BLT UMKM 


Pemerintah juga menambah target penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 15,36 triliun, untuk 12,8 juta usaha mikro dengan indeks bantuan Rp 1,2 juta bantuan produktif cash. 
 

7. Kartu Prakerja 


Penerima manfaat dari kartu pekerja mendapatkan manfaat pelatihan yang nilainya Rp 1 juta, insentif pelatihan sebesar Rp 2,4 juta yaitu Rp 600.000 per bulan untuk 4 bulan. 
Lalu, masih ada insentif untuk mengisi survei Rp 150.000 untuk tiga kali survei.

Sehingga total manfaat setiap peserta adalah Rp 3,55 juta. 
Dan realisasinya sampai dengan 30 Juni Rp 10 triliun sudah tercairkan untuk 2,8 juta peserta.


PPKM Darurat dan Nasib Masyarakat Nanggung


Dari 7 bantuan yang diberikan di atas, rasa-rasanya semua ditujukan untuk golongan masyarakat nggak mampu.
Lalu, bagaimana nasih masyarakat nanggung?

PPKM Darurat di Jawa dan Bali

Yang mau ngajukan penerima bantuan, tapi kok ya malu karena Alhamdulillah masih bisa makan meski ngos-ngosan.

Tapi, nggak mengajukan sebagai penerima bantuan pun, kok ya makin ngos-ngosan, terlebih kalau tulang punggung terkena dampaknya dari PPKM darurat, misal pengurangan gaji, atau bahkan di rumahkan oleh perusahaan tempat bekerja.

Masyarakat nanggung ini, bukan hanya golongan menengah mepet bawah seperti kami, tapi juga golongan menengah mepet atas.

Di mana, terlihat punya kendaraan dan rumah yang layak, tapi ternyata cicilan segudang, termasuk kewajiban membayar pekerja yang mungkin dipunyainya.

Sudahlah, golongan seperti ini rasanya tuh nanggung banget.
Kejepit banget, mau berharap bantuan pemerintah malu banget ya, bukan termasuk masyarakat miskin (seharusnya).
Tapi, nggak dapat bantuan pemerintah juga, rasanya mau nangis.

Salah satu cara terbijak adalah, menenangkan diri, dan berusaha menerima keadaan yang memang harus terjadi.
Dan berharap penuh pada sang Maha Kuasa.
Insha Allah, selalu ada jalan keluar, dari setiap masalah dan tantangan yang kita alami.

Am i right, Temans? 

Sidoarjo, 5 Juli 2021


Sumber: 
  • Opini pribadi
  • https://www.kompas.com/
  • https://www.cnnindonesia.com/
Gambar: Canva edit by Rey

6 comments :

  1. Suka dukanya WFH tuh, bisa punya waktu lebih banyak dengan keluarga. Tapi perhatian mudah teralihkan yang berdampak pada menurunnya produktivitas.

    ReplyDelete
  2. iya mbak nanggung ya mau cari bantuan ya kayaknya masih banyak yg lebih butuh kayak pedagang kecil
    tapi engga kebantu ya bingung
    saya aja ini bingung gimana bayar pegawai bimbel wkwkwk jadi curhat

    semoga saja tetap sehat dan selesai ini covid ya

    ReplyDelete
  3. Pandemi covid ini membuat kami para pengusaha harus memutar otak, agar usahanya bisa terus berjalan, dan dengan demikian para karyawan bisa menerima gaji.

    Luar biasa pengaruhnya...
    Tadinya sudah mulai lega, ternyata datang lagi PPKM darurat...

    Semoga saja situasi ini cepat berlalu...

    ReplyDelete
  4. Nah betul itu, yang nanggung itu serba salah. Mau minta bantuan tapi malu bukan masyarakat miskin.

    Untuk daftar prakerja Alhamdulillah dapat sih sudah cair, tapi pas daftar UMKM ngga dapat. Beberapa bulan kemudian daftar lagi ketika ada bantuan untuk UMKM, eh tetap ditolak juga. Padahal tetangga saya ada beberapa yang dapat. Untuk bantuan UMKM bulan Juli ini kayaknya ngga ikut deh, perasaan ngga bakal dapat juga.😂

    ReplyDelete
  5. semoga bantuan pemerintah berjalan lancar dan tepat sasaran
    sejak PPKM mall di jember tutup mbak, dan buka hanya untuk tenant makanan dan bahan pokok aja
    apalagi pas kemarin liat berita pol pp yang ngamuk'i warung warung dan kursinya sampe diangkat-angkat gitu,padahal belum jam 8 malam

    ReplyDelete
  6. Di kondisi ga menentu begini, saatnya memang semua saling bantu. Ga bisa egois sendiri. Sedih kalo baca angka2 yg makin naik, dan ga kliatan tanda bakal turun. RS dan wisma atlit penuh lagi :(. Tiap hari mesjid di Deket rumahku ngabarin berita dukacita Mulu Rey :(. Tiap hari...

    Jujur itu bikin stress. Tapi ga mungkin ga didnger . Yg bisa aku lakuin palingan , setidaknya bantu tetangga kiri kanan depan sih. Kebanyakan mereka ngalamin yg namanya PHK. Setidaknya Krn suamiku masih aman dari segi kerjaan dan income, sedikit zakat dan sedekah untuk mereka semoga bisa menolong. Apalagi yg bisa aku lakuin kalo bukan begitu. Toh kdg ga semua bantuan pemerintah bisa sampai ke tangan mereka.

    Tapi aku yakin Indonesia kuat kok :). Ga mungkin badai berlangsung selamanya. Ada waktunya dia bakal berhenti :).

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top