Agar Hidup Sukses Bermanfaat Lakukan Ini Sesuai Usia

Agar Hidup Sukses Bermanfaat

Apa sih yang harus kita lakukan, agar hidup kita bisa sukses dan bermanfaat, serta tidak sia-sia?

Pernah kepikiran nggak sih, kita udah usia segini? hah kita? kamu aja kali, Rey! hahaha.
Iya, maksud saya, untuk yang related dengan usia saya, pernah kepikiran nggak sih, kita udah usia segini, tapi hidup ya gini-gini aja?

Saya mikir dong, kadang sih, tapi jadi intens setelah bapak saya meninggal Mei lalu.
Bapak meninggal di usia 66 tahun, saya jadi mikir, apakah saya bisa sampai kayak usia bapak tersebut?

Lalu mikir lagi, kurang beberapa tahun lagi sampai ke usia tersebut, tiba-tiba mikir juga, apa saja yang udah saya lakukan dalam hidup ini?
Apakah saya melakukan banyak hal bermanfaat?

Sejujurnya, saya udah nggak mikirin tentang kesuksesan yang banyak duit kek impian anak-anak muda masa kini.
Di usia sekarang, saya tuh mikirnya, yang penting hidup saya membawa manfaat aja gitu, udah bahagia rasanya.

Lantas, dalam pemikiran gaje saya tersebut, bertemulah saya dengan sebuah konten yang menampilkan Helmi Yahya sedang menjelaskan tentang tips hidup sukses bermanfaat.
Apa saja sih yang seharusnya dilakukan orang-orang di usianya, agar bisa hidup sukses dan bermanfaat?

Ternyata, uraian Helmi Yahya bikin saya tenang dan semangat lagi, karena ternyata begini yang seharusnya kita lakukan pada hidup kita, sesuai usia.  


Di Bawah Usia 20 Tahun, Belajar!


Yup, hal utama yang kita lakukan dalam hidup kita, sejak lahir hingga usia 20 tahun adalah, fokus belajar!
Baik itu belajar dari sekolah, maupun belajar dari keluarga/rumah, sekolah, maupun lingkungan.

Ini berarti, apapun yang dilakukan pada rentang usia tersebut, niatkan untuk belajar.
Baik itu belajar pengetahuan, belajar kehidupan, dan belajar apapun yang ada di kehidupan ini.

Jadi, anak muda.
Sudahi galaumu, bangun dan belajarlah, sebelum usiamu mencapai 20 tahun.     


Usia 20-30 Tahun, Follow the Leader


Waktu awal mendengar hal ini, saya sempat berpikir dalam hati.
Mengapa harus follow the leader atau punya idola pemimpin hebat ketika berusia 20an?

Lalu sisi pemikiran saya lainnya menjawab.
Betul juga sih, ibarat sekolah.
Kita kudu punya teori atau pemahaman dulu tentang hal yang akan kita panuti, sebelum terjun langsung ke dalamnya.

Dalam usia 20-30 tahun ini, kita diharapkan untuk punya idola para pemimpin-pemimpin hebat di dunia, belajar dari mereka yang bisa sukses dalam memimpin.

Nah, yang namanya mengidolakan manusia, tentu saja mereka punya kekurangan, jangan sampai mata kita buta dalam memisahkan hal itu.

That's why mengapa kita disuruh belajar dulu, baru deh langsung praktik mengikuti hal positif apa yang para pemimpin idola kita lakukan untuk mencapai kesuksesannya?


Usia 30-40 Tahun, Bangun Bisnis yang Kita Kuasai dan Sukai


Menarik ya, di saat banyak yang nyuruh agar berbisnis sedini mungkin, tapi Helmi Yahya malah nyaranin mulai bangun bisnis tuh di usia 30an aja.

Saya pikir ini masuk akal, karena di usia 30an, pemikiran kita tuh udah matang banget.
Terlebih, kalau kita udah benar-benar memakai hidup kita seperti yang disarankan, yaitu belajar selama 20 tahun, lalu follow the leader atau fokus belajar tentang kepemimpinan, hal-hal positif tentang sukses selama 10 tahun kemudian.

Saya rasa, saat kita mulai membangun bisnis di usia 30 tahun, maka modal kita udah beneran kuat.
Bukan semata modal uang ya, tapi modal mental, pengetahuan, dan segalanya udah jauh lebih siap, bukan semata hanya untuk ikutan trend doang.


Usia 40-50 Tahun, Fokus di Bisnis yang Kita Kuasai


Ngak neko-neko dan berlebihan ya, bayangin kita disarankan untuk mulai fokus pada apa yang telah kita bangun di usia 30an sebelumnya di usia 40an tahun.

Fokus di sini adalah, benar-benar tidak terpengaruh hal lain lagi, fokus di bisnis yang sudah kita bangun, yang tentunya kita sukai dan kuasai.

Kita punya waktu 10 tahun untuk fokus, dan jika benar-benar bisa menerapkan, saya rasa hasilnya akan sangat luar biasa. Insha Allah.


Usia 50-60 Tahun, Time to Share


Nah, setengah abad deh usia kita.
Sudah waktunya kita memulai delegasi penuh.

Berikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengambil alih pekerjaan kita, tentunya dalam bimbingan kita sepenuhnya.

Dan yang paling penting, di usia ini, teruslah membagikan pengalaman dan pengetahuan kita kepada generasi muda, lalu biarkan mereka mengambil alih sepenuhnya. 


Usia 60 Tahun, Istrahat.


Dan akhirnya, memasuki usia 60 tahun.
Sudah waktunya kita beneran mundur dari 'dunia'.
Menikmati apa yang sudah kita lakukan selama 60 tahun kehidupan kita di dunia ini.

Tak perlu lagi ikut campur dengan bisnis.
Karena sudah cukup selama 10 tahun sebelumnya kita mendelegasikan dan membiarkan generasi muda mengambil alih semua pekerjaan atau bisnis kita.

Agar Hidup Sukses Bermanfaat

Menarik banget ya.
Dan feel better untuk bapak saya. 
Semoga bapak tenang di alam sana, karena berpulang di usia yang ke-66 tahun, di mana usia tersebut memang udah waktunya istrahat.

Dan feel better juga untuk diri saya sendiri, saya merasa hidup saya lebih semangat, karena ternyata saya masih bisa 'mengejar ketertinggalan' yang saya pikir udah jauh banget.

Memasuki usia 40an nanti, saya sudah harus fokus ke apa yang saya bangun sebelumnya.
Meskipun belum sampai 10 tahun membangunnya, tapi saya rasa saya akan fokus ke dunia tulis menulis.

Entah itu membangun blog, jadi penulis online, maupun penulis novel atau sejenisnya.
Yang jelas, insha Allah saya akan fokus ke dunia itu nantinya.

Nah, bagi temans, khususnya para lelaki nih, yang mungkin merasa hidupnya sia-sia belum mencapai impian sukses.
Tenang saja, sukses itu bukan semata banyak uang, hidup hedon ala para influencer atau selebgram yang lagi booming pamer harta itu, hehehe.

Sukses adalah, hidup bermanfaat dan menikmati penuh syukur setiap waktu yang masih diberikan kepada kita.
Tak perlu terlalu ngoyo mengejar sukses uang banyak di usia muda sampai melupakan arti dari kesuksesan itu.

Yang penting, tetap berusaha dan terus memberikan yang terbaik.
How about you, Temans?

Sidoarjo, 26 Juli 2021


Sumber: konten TikTok @bisnismilenial
Gambar: Canva edit by Rey

7 komentar :

  1. bener banget mbak
    di usia 30 olus udah mulai mikir bangun bisnis yang dikuasai dan dikuasai
    bawaanya enjoy aja
    berapapun dan apapun tantangannya bisa tetep semangat aja
    tar semoga di usai 40an ke atas udah bisa metik hasilnya

    BalasHapus
  2. Mba Reyyy, pesan yang disampaikan ini persisss banget dengan apa yang pernah di-share Jack Ma waktu dia menghadiri acara yang dihadiri anak-anak muda. Can't agree anymore dengan poin-poin yang disampaikan. Soal belajar, buatku sendiri ini akan terus berlanjut sampai berapa pun usia kita :D jika Tuhan izinkan, aku pun ingin di usia 50an nanti udah benar-benar mapan dalam segala aspek, supaya bisa membagikan pengalaman hidup dengan anak-anak dan keliling dunia, ini impian terbesarku dan suami sih 😆 Semoga kita tetap semangat dalam mengejar dan melakukan impian kita yaa. Aminnn!

    BalasHapus
  3. kalau gini bener bener terencana ya hidupnya.
    jadi selagi dulu waktu muda, udah bisa berpikir kayak "ooo aku umur sekian kudu begini begitu", jadi misalkan pas kuliah terus sudah ada rencana mau kemana, mau nyari kerja plus ngumpulin modal dulu mungkin
    aku salut sama anak anak sekarang yang masih mudah udah berpikir jauh kedepan, ke masa depannya gitu. Tau tau umur 25an udah crazy rich

    BalasHapus
  4. Setuju banget, baiknya memang begitu, memanage hidup dari usia muda agar saat tua bisa santai.

    Saya juga setuju, Tak perlu terlalu ngoyo mengejar sukses uang banyak di usia muda sampai melupakan arti dari kesuksesan itu. Sebab kita juga tau tak semua dapat berjalan mulus jadi tak perlu ngoyo, ngoyo apa ya artinya, koyo cabe kah haha.

    Yang penting, tetap berusaha dan terus memberikan yang terbaik. Sesederhana berkunjung ke blog teman dan saling memberikan manfaat 😅

    Salam kenal mbak, ini kunjungan pertama saya kesini. 😅🙏

    BalasHapus
  5. Usia 60 th harus istirahat? Wajar. Karena di titik ini sudah banyak kelemahan. Tapi jika tak ada kegiatan rasanya jenuh. selamat malam ananda Rey.

    BalasHapus
  6. Mba Rey, aku aminkan poin-poin yang mba uraikan di atas. Memang hidup seharusnya begitu. Kita di dunia ini hanya sementara saja. Untuk itu, selama mata masih terbuka, seharusnya kita dpt melakukan banyak hal yg terbaik. Untuk diri sendiri, dan orang lain. Menjadi bermanfaat bagi org lain.

    Hidup yang terencana spt ini sangat baik. Aku pun demikian, jika Tuhan beri panjang umur utk aku sampai memasuki usia tsb, maka aku ingin istirahat, menikmati apa yg sudah kukerjakan selama ini. Daaan, berbagi.

    Tidak muluk2, aku hanya ingin bahagia, suka cita nersama keluarga.

    Terima kasih😇

    BalasHapus
  7. Ikutkan perancangan begitulah. Tapi dengan kehadiran pandemik ni agak kucar kacir sedikit. Kena bangkit merancang semula. Semoga Allah permudahkan segala urusan kita. Yang penting kita usaha. Selagi ada usaha, doa dan tawakal InshaAllah...

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)