Selasa, Januari 22, 2019

Drama Menanti Cairnya Invoice Kerjasama Blogger

invoice kerjasama blogger tak kunjung cair

Assalamu'alaikum :)

#TuesdayTechno

Jadi, siapa nih yang merindukan invoice kerjasama blogger cair?
SAYA! SAYA! SAYA!
Hahaha

Yang namanya kerja lepas kayak blogger itu, menanti cairnya invoice itu rasanya lebih deg-degan dibanding menanti masuknya email permintaan kerjasama lalu email deal kerjasama.
Iya sih, menanti email permintaan kerjasama itu menyenangkan.
Saat notif email masuk terdengar di HP, lalu terbaca "Penawaran Kerjasama Blogger"
Langsung deh sumringah deg-degan, mulai berpikir, mau pasang rate card berapa ya?
Atau mungkin, langsung klik reply, attach file media kit, lalu send
Dan duduk manis menanti balasan sambil sesekali berdoa, deal ya Allah. :D


Baca : Pengalaman Dan Cara Menentukan Rate Card Bagi Blogger Pemula Ala Rey
Setelah deal, membaca semua syarat yang ditentukan klien, menyiapkan data, mengambil gambar produk (jika job review), menulis dengan seksama, dan setelah melewati banyak editan (jika minta diedit dulu) akhirnya artikel job tersebut terpublish.

Setelahnya, mengurus invoice dan duduk manis menanti cairnya si invoice.
Nah di sini ini nih (banyak banget ya ni ni ni nya hahaha) yang kadang mulai drama.


Pengalaman Pribadi Tentang Invoice Kerjasama Blogger


Sebenarnya, ngomongin invoice itu agak terkesan sensitif ya, tapi saya rasa kalau cuman sekadar sharing, bukan untuk bertujuan menjatuhkan salah satu pihak, saya rasa malah oke-oke saja.
Iya kan...kannnn...kannn... (iya in aja deh)

Saya sendiri, selama setahun menekuni blogger sudah punya beberapa pengalaman mengenai invoice, ada yang asyik banget, baru posting langsung dibayar.
Ada pula yang bikin saya mau ikhlasin aja tapi gak jadi ikhlas, lol.

Dan saya rasa semua blogger pasti pernah mengalaminya, kalau belum pernah, berarti masih kurang tuh ajakan kerjasama nya, lol.

Setidaknya ada 4 jenis invoice yang penuh bunga-bunga di hidup saya.


1. Invoice Dari Fee Kerjasama blogger Yang Dikelola Seorang Leader Blogger / Komunitas

Maksudnya kerjasama yang biasa dikelola oleh seorang leader atau job melalui perantara leader maupun komunitas.

Seperti, fee dari event blogger, fee dari campagn yang dikelola oleh seorang perantara semacam leader blogger.

Kalau yang begini-begini saya biasanya lebih santai menanggapinya, karena saya tahu ada yang bakal tagihin langsung ke klien.
Jadi gak mungkin banget klien ingkar membayar fee kerjasama.

Yang perlu saya lakukan hanya duduk manis menanti yang lain nanyain *eh wakakaka.


2. Invoice Dari Kerjasama Langsung Yang Cepat Cairnya.

Seperti yang saya ceritakan dipostingan tentang rate card beberapa waktu lalu, saya sendiri baru mendapatkan kerjasama langsung dari klien setelah 8-9 bulan konsisten ngeblog.

Jadi bagi teman-teman yang baru mulai lalu merindukan email penawaran kerjasama, jangan sedih dulu, teruslah konsisten menulis, rezeki mah akan datang sesuai usaha kita :)

Di antara beberapa kerjasama tersebut, sebagian besar saya beruntung karena dipertemukan dengan klien yang baik-baik banget, masha Allah.

Sudahlah rate card yang saya tawarkan tidak ditawar lagi (ya kan, rate card saya dulu kecil kok, di bawah 500ribu malah, dengan kondisi DA saya sudah lumayan besar, mmm.. tapi itu tahun lalu yak, kali aja ada klien yang baca terus nawarin kerjasama dengan fee yang dibawah rata-rata huhuhu).
Persyaratan gak aneh-aneh, dan gak pakai banyak revisi, orang saya kalau nulis selalu berusaha memberikan yang terbaik, lengkap dengan cerita pendampingnya yang bikin orang insha Allah gak bosan jika males baca info kayak katalog doang, lol.

Lalu, setelah jadi, saya kirim laporan, dibalas dengan minta saya isi invoice (di klien yang nyiapin format), lalu kadang 2-3 hari invoice cair.
Masha Allah, Alhamdulillah...
Semoga si klien yang kayak gitu diberikan rezeki berlimpah dan berkah, usahanya berkembang berlipat-lipat dan selalu dipertemukan dengan klien yang saling support secara positif, aamiin ya Allah.

Dan semoga saya juga selalu dipertemukan dengan klien seperti itu, ya Allah.
Setidaknya, klien begini mendominasi beberapa pengalaman saya dalam menerima job kerjasama blogger dengan klien.
Alhamdulillah.


3. Invoice Dari Kerjasama Langsung Yang Agak Lama Cairnya, Tapi Klien Bertanggung jawab.

Yang namanya hidup ya, gak mungkinlah enak-enak mulu, ada kalanya juga bertemu dengan kerjasama yang membuahkan rasa sabar dalam menunggu.

Namun, hal ini masih lebih baik, karena biasanya si klien mau berbaik hati memberikan kabar tentang penundaan cairnya invoice.
Dan saya amat sangat mengapresiasi sikap klien seperti ini.

Bagi saya, penundaan cairnya invoice itu wajar, namanya usaha kan yaaa, pasti ada yang namanya kadang gak sesuai rencana, saya bakalan sabar menanti
ASAAALLL, ADA KABARNYA! lol

Minimal dikabari lewat email, bahwa invoice masih ditunda seminggu lagi atau 3 hari lagi (maunya, wkwkwk)


4. Invoice Dari Kerjasama Langsung Yang Gak Kunjung Cair, Dan Klien Gak Ada Kabarnya.

Saya pernah!
Sekali mengalami hal ini.
Rasanya membekas banget, karena job tersebut saya kerjakan sambil begadang hingga pukul 3 pagi, hanya demi menyenangkan si klien dan membuktikan bahwa saya bisa memenuhi janji, postingan bakal terpublish maksimal 2-3 hari.

Saya malah mengerjakannya segera dan keesokan harinya artikel tersebut sudah jadi.
Setelah saya kirim laporan, si klien memberikan lembar invoice untuk saya isi.
Setelahnya saya kirim balik daaaannnn si klien kagak ada beritanya hingga sebulanan, hahaha.

Karena sudah sebulan lebih, saya memberanikan diri untuk kirim email menanyakan masalah invoice tersebut. Saya rasa waktu satu setengah bulan sudahlah lebih dari cukup saya diam menanti.
Namun, setelah email pertanyaan saya kirim, ditunggu-tunggu juga gak ada balasannya.

Sehari, dua hari, hingga seminggu, gak ada kabar sama sekali.
Saya coba cari kontaknya di media sosial, heran deh saya, si klien gak punya jejak sama sekali loh di media sosial.

Dan daripada sakit hati, saya putuskan merelakan dan melupakan invoice yang nilainya sebenarnya lumayan itu.
Postingannya pun tidak saya edit sama sekali, apalagi dihapus.
Toh dalam postingan tersebut ada kisahnya, manalah mungkin tega saya hapus atau di jadikan draft lagi. Pokoknya biarin aja lah.

Sayangnya, semakin saya lupakan, eh semakin saya merasa diejek ama tuh job.
Lah, iklannya dong ada di mana-mana.
Duuhh yaaaa, saya jadi keingat mulu ama tuh invoice.

Dan puncaknya...
Saya mengutak atik websitenya, mencari kontak marketingnya, lalu saya kirim email ke marketing nya, dan di cc ke beberapa bagian lainnya, muahahaha.

Sebenarnya, kontak tersebut cuman buat kerjasama mereka dengan pihak lain, bukan dengan pihak marketing dalam produk kayak kerjasama dengan blogger.
Harusnya divisinya lain, tapi saya gak bisa menemukan si klien yang pertama memberikan saya kerjaan dan invoice tersebut, jadinya saya ambil jalan tengah seperti itu.

Hasilnya???

Selang 2 hari kemudian, saya dapat 2 email langsung dari perusahaan tersebut, wkwkwkw
Yang pertama sih kayaknya semacam dari marketing resminya gitu, yang satunya kayaknya dari akunting atau keuangannya gitu.

Intinya, keduanya meminta maaf atas ketidak jelasan invoice saya, dan berjanji akan segera memproses pembayaran tersebut.

Lalu langsung dibayarkah Rey?

Ya kagaklah wakakaka..
Tapi, minimal si pihak marketing resmi tersebut beneran keren banget.
Saat akhirnya ternyata pembayaran saya masih di freeze entah karena apa, ybs menghubungi saya memberitahukan hal tersebut.

Dan saya?
Tentu saja sangat gembira menyambutnya.
Karena sebenarnya, masalah penundaan pembayaran itu adalah hal biasa buat saya.
Yang menyebalkan itu, udahlah pembayaran gak ada kabarnya, si klien menghilang gak ngasih kabar pula.

Itu sangat menyebalkan MARIMAR!!!! lol

Alhamdulillah, saat ini akhirnya invoice tersebut sudah dibayarkan.
Terimakasih banyak deh ama si marketing yang baik hati dan bekerja dengan profesional tersebut.

Kalau ditanya, apa saya gak takut diblacklist karena cerewet berani kirim email di cc in ke banyak pihak begitu?

Jawabnya?
YA KAGAKLAHHH...

Selama saya gak melakukan hal salah, mengapa takut diblack list.
Toh saya cuman meminta kejelasan hak saya.

Dan Alhamdulillah pihak klien resmi bisa menanggapi dengan baik




Dari berbagai pengalaman tersebut, saya jadi belajar banyak hal.
Salah satunya adalah dengan tetap tenang saat menagih hak kita.

Alhamdulillah, meskipun saya mengirim email ke email resmi perusahaan.
Saya masih bisa mengutarakan maksud saya secara baik dan sopan.
Menuliskan rentetan masalahnya, lengkap dengan lampiran-lampiran yang dibutuhkan.

Untuk hal tersebut, saya jadi berterimakasih banyak ama bisnis Oriflame, selama berbisnis Oriflame dulu, saya seringggg banget email-email-an sama CC Oriflame yang kadang pengen saya gigit mouse saking kadang gak nyambungnya.

Sudahlah downline nanya mulu masalah mereka, saya tanya di CC juga jawabannya gak memuaskan, semacam saya pengen gantiin mereka jadi CC, dan si CC jadi upline aja kayak saya.
Alhamdulillah meski kesal, saya masih bisa dengan sopan dan tenang mengirim email pertanyaan lagi.

Dan Alhamdulillah, ternyata pengalaman tersebut kepakai juga saat menghadapi drama menanti cairnya invoice kerjasama blogger.

Demikianlah, ada yang punya pengalaman serupa?
Share yuk :)

Semoga manfaat :)

Sidoarjo, 22 Januari 2019

Wassalam

Reyne Raea

FB : Reyne Raea
IG : @reyneraea
Twitter : @reyneraea

******






75 komentar:

  1. Selalu ada cerita seru dimari. Hahaha... Banyak macam klien ya. Tapi memang apapun masalahnya wanita hanya butuh kejelasan ! 🤭🤭🤭🤭 .

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakaka, iyaaaa... harusnya si klien tau, kalau adminnya reyneraea.com itu wanita, dan sangat butuh kejelasan wkwkwkw :D

      Hapus
  2. Aku pernah ga dibayar2 mbak.. Padahal bayarannya ga seberapa. Di e-mail ga dibales, di WA cuma di-read doang ��. Keren mbak berani nagih sampe ke marketing nya. Aku akhirnya dihapus aja backlink ke klien nya, tapi artikel nya masih tetep tayang di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh wahhh wahhhh, kalau yang gitu sih keterlaluan juga ya, kalau saya emang waktu itu cuman punya emailnya aja.
      Jadi komunikasinya lewat email aja.
      Awalnya saya udah mau ikhlasin, dan gak saya hapus juga backlinknya.
      Tapi ternyata susah ikhlas kalau iklannya lewat mulu depan mata hahaha

      Hapus
  3. Huwaa, seru semua ya Mba Rey, untung lah dirimu masih super sabar 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe, aslinya ga sabar sih, cuman males aja hahaha

      Hapus
  4. Dapet info lagi deh dari mami rey,mantap euy! semoga saya ga dapat klien yg gak jelas ya, jauh jauh deh hahay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, aamiin.. semoga klien yang baik selalu mendekat :)

      Hapus
  5. Penting banget pengalaman kayak gini dituangkan di blog agar para pembaca paham dan tahu strategi untuk menghadapinya. Kalau kasus nomor 1 sampai 3 mah masih mendingan, namun kasus nomor 4 parah dan merepotkan. Semoga ke depannya Mbak Rey tak alami lagi hal demikian.
    Saya masih belum paham soal teknis tata cara ajakan kerja sama dan pembayarannya, jadi sangat terbantu untuk tahu harus melangkah bagaimana. Tentunya saya juga harap tak alami kasus kayak nomor 4, sudah lelah alami masalah honor menulis pernah tak dibayar makanya kapok dan cuma mau kirim tulisan ke media yang benar bayarnya.Jadi, dalam hidup ini banyak peluang, cuma kita juga harus menghargai diri sendiri soal pembayaran yang setimpal untuk hasil usaha kita yang habis-habisan.
    Begadang sampai jam 3 dini hari itu minta ampun melelahkan dan harus berulang menguap namun mata dipaksakan melek serta tangan dan otak tetap bekerja secara sinkron. Padahal badan rasanya lemas banget.
    Jadi, harapan saya semoga tak ada lagi klien kayak gitu. Kita hidup sebagai manusia dengan asas saling menghargai dalam upaya perolehan rezeki.
    Saya lega Mbak Rey tangguh,. mempertahankan hak sehingga akhrnya mereka membayar kewajiban Mbak Rey sudah melakukan kewajiban memenuhi tugas dari klien, maka saatnya hak pun harus dinikmati. Be strong and smart women!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, semoga ada manfaatnya mba, karena sebenarnya hal-hal sederhana gini banyak dialami para blogger, saya mungkin hanya ngalamin hal menantang yang cuman seujung kuku dari yang dialami lainnya.

      Alhamdulillah juga kok dapat klien yang bertanggung jawab :)

      Hapus
    2. Banyak narablog pemula yang belum paham dunia ini, jadinya sanagt terbantu jika ada yang berbagi secara jujur dan gamblang. Oh, ternyata ada yang gitu, ya. Semacam beware namujn dengan cara yang tegas sekaligus menggugah kesadaran. Semoga tak ada klien yang demikian lagi. Aamiin.
      Meski bagi Mbak Rey cuma seujung kuku, sangat besar manfaatnya, kok.
      Semoga selalu beroleh klien yang bernaggung jawan agar hati lebih temang dan rezeki lancar dengan berkah.

      Hapus
    3. aamiin aamiin ya Allah, makasih doanya mba :D

      Hapus
  6. Ohy,....saya jadi penasaran dng kerja sama yang disebutkan pada point ke 4, kalau dibulan des'18 dan Jan'19 iklan yang banyak bergentayangan, saya tahu persis itu iklan apa. mungkinkah dari...... ahh sudahlah....heheheheh.... yang penting Mbak happy dan Enjoy,,,heheheh.

    Tulisan Mbak di Blog ini seperti hidup, sehingga saya sulit utk tidak mampir.Kangen Celotehannya...hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, ga jadi ikhlas saya kang, gara-gara iklannya menghantui di mana-mana, lah kan jadi sulit lupainnya.

      Waahh makasih banget udah ingat ama tulisan-tulisan gaje receh saya haha

      Hapus
  7. Saya pribadi belum pernah mendapat job langsung dari benar kata mbak situasi seperti itu agak membuat kita tenang karena ada penanggung jawab job tsb. Keren mbak sharingnya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat branding mba, insha Allah ada klien yang baik melirik kita :)

      Hapus
  8. Huahahaaha jadi itu degdegan sekaligus agak menyebalkan ya 😂 Meskipun yah gitu, yang penting diambil nilai positifnya dan ada pengalaman yang diambil hehe. Teteup semangat! 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, pengalamannya beneran berarti banget hehehe

      Hapus
  9. Terus, kapan saya bisa dapet invoicenya yak? Sekali dapet invoice dari penyedia hosting. Hehe...

    Salam dari anak desa Mba Rey..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, semangaattt, akan tiba waktunya menerima invoice cair :D

      Hapus
  10. Wah.. kalau saya hanya blogger pemula, menulis saja masih di eja..., mohon bimbingan nya ya...?

    BalasHapus
  11. Wah saya pernah juga tuh, invoice tertunda cairnya hingga berbulan-bulan
    Sampai hayati lelah mau nanyain lagi. Dan udah pasrah aja dah
    Memang sih ujung2nya dibayar juga, tapi bikin kecewa yang berlarut-larut

    Semoga kita semua dipertemukan dengan klien yang asik diajak kerjasama ya
    Biar lancar dan berkah kerjanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin hehehe
      Beneran ya, kisah drama invoice ternyata menimpa hampir semua blogger :)

      Hapus
  12. saya sering nih mba ketunda invoicenya. pernah 5 klien sekaligus menunda bayar invoice sampai berbulan-bulan. akhirnya salah satu dari mereka saya kirimi somasi resmi :( maksudnya bukan gimana ya, nggak lucu aja aku sudah bekerja profesional kok merekanya nggak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woowww, bener tuh mba, kan sudah sama-sama saling deal, harusnya mereka konsisten akan kesepakatan awal.
      Semoga berikutnya kita selalu berjodoh dengan klien-klien yang baik :)

      Hapus
  13. Ih aku pernah nih sekali juga, tapi bikin trauma banget :")

    Karena blog aku pakai Bahasa Inggris, jadi udah pasti target pembaca aku dari reader internasional. Udah sering dapet tawaran sponsorship dari berbagai website yang jualan baju dan terakhir kerja sama sama brand jam tangan Jerman. Selalu mulus, bayaran sesuai waktu. Karena kebanyakan kerja sama yang aku ambil ini sama pihak bukan lokal, jadinya pembayaran lewat Paypal. Pernah deh satu ketika aku iyain tawaran kerja sama, lagi-lagi sama website jualan wedding dress luar negeri. Dia kasih aku content buat ditulis dsb, udah aku kerjain sampe aku edit sedemikian rupa, eh pas udah waktunya bayar, dia sempet mangkir. Bilang orang financenya lagi liburan lah, kesalahan sistem lah, akhirnya sebulan beralasan, dia hilang ga ada kabar lagi dan aku udah ikhlas juga :") Postingannya juga ga aku hapus sih, karena sayang aja udah aku kerjain susah payah kalo dihapus.

    Aku sempet kepikiran buat ngehubungin webnya langsung sih, cuma belum aku kerjain aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba hubungi websitenya mba, bagian marketingnya, jangan CS hehehe
      Kadang juga permasalahannya ada di personal kok, karenanya bikin rusak nama baik perusahaan.

      Kayak kasus saya di atas, akhirnya saya ditangani langsung dengan baik dan profesional oleh marketing dan keuangannya :)

      Hapus
    2. Begitu, ya, Mbak. Kalau alami kasusw demikian mending langsung berurusan dengan bagian marketing dan keuangannya. Akan saya camkan.

      Hapus
  14. Aku bacanya antara kasihan tapi pingin ngakak deh mbak, wkwkwk... XD There's always be a silver lining ya di setiap penderitaan. Belajar banyak dari mbak Rey... Saya sih masih pemula banget dan selalu seneng setiap mampir ke sini. Keyeeen mbak!👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkw, iya mbaaaa, sebeeell banget kemaren, tapi setelah dipikir-pikir juga lucu hahaha

      Tapi sebenarnya saya orangnya gak suka ribet, kalau terlalu ribet nagihnya saya milih melupakan aja.

      Nah masalahnya kok ya gimana mau dilupain, anak saya aja sering nyebut2 slogannya hahahaha

      Hapus
  15. Saya pernah mengalami kejadian dari yang luar biasa keren sampai yang menyebalkan, Mba.
    Yang menyebalkan dulu, ya. Waktu itu saya nagih dong ke orang yang ngasih job. Sama yang ngasih job, saya disuruh nagih ke A. Kok waktu itu saya mau-maunya menghubungi si A melalui inbox fb. Padahal itukan tanggung jawab yang ngasih job. Mungkin karena saya sudah kesel invoice gak cair terus sesuai janji. Nah inbox saya dibaca doang sama si A tanpa dibalas. Dan hasilnya si A itu malah kayak ngambek ke saya. Kalau saya komen di status fb dia itu gak pernah direspon. Nyebelin banget kan. Mereka yang masalah, kok saya yang kena gak enaknya. Untungnya sih akhirnya dibayar.
    Terus pengalaman yang luar biasa itu pas dapat job dari agen blogger luar negeri. Fee nya lumayan, pakai dollar. Nah tahun depannya dia transfer lagi sejumlah fee saya tahun lalu. Saya bingung bagaimana mengembalikannya. Kata dari sana gpp gak usah dikembalikan karena itu kesalahan kami. Wow...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaoooo, semacam loose and win ya mba.
      Duh malah complicated kayak gitu.
      Siapa yang bermasalah, siapa yang kena hahaha.
      Padahal kan kita cuman nagih hak aja huhuhu.

      Yang job dari luar negeri, asal berhubungan langsung dengan orang sana, kayaknya minim drama ya.
      Asal bukan melalui pihak ketiga juga :)

      Hapus
  16. Paling asik kalau invoice cair tepat waktu, bikin bahagia, tapi kalau case yang terakhir, berbulan2 antara kliennya entah hilang kemana, atau sengaja... entahlah... kalau menurut saya ga ada salahny kita hubungi kesemua pihak, wahahah... cari kejelasan, ya sepanjang sopan dan santun yee kan.

    kalau saya sendiri belum pernah dapat sponsor post, jadi ga ada cerita soal invoice

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaaaa, saya selalu angkat topi tanda salut banget ama PIC yang jadi penghubung dan berjuang banget dalam membayar fee para blogger :)
      Kalau ga gitu ya terpaksa pakai cara sendiri hehehe

      Hapus
  17. Haduhhhh
    Aku rindu invoice ��

    Makin banyak klien
    Makin banyak invoice
    Makin banyak kesempatan hunting barang kesayangan di olshop

    Biarrrrr
    Kondisi uang belanja
    Tetep aman terkendali

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakakak

      Mari kita memancing inpois mbaakk :D

      Hapus
  18. Jadi teringat bulan lalu ketika dapat job ngeblog yang bikin hati senang dan aku sedih ketika sudah dipublish harus menunggu lumayan lama sampai 3 bulan lalu invoicenya baru cair. #AkuRapopo hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk, semangat, akhirnya di bayar juga ya? :D

      Hapus
  19. Wow.. pengalamannya seru mbaaa.. jadi ikut gemes sama yang tidak profesional gitu.
    Kalo saya pribadi, alhamdulillah sampai sekarang semuanya lancar. Yaaa.. mungkin karena belum begitu banyak job yang masuk ke saya sih ya hehehe.. Semoga aja ke depan-depannya juga tidak ketemu yang suka nunda-nunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, iy mba, sebenarnya ga melulu nyebelin, yang baik-baik juga banyak banget, saking baiknya saya sampai sungkan kalau postingan gak dapat viewer banyak :D

      Hapus
  20. Hak memang harus dibayarin dong, ya? Hehe ... Sering mengalami penundaan fee juga. Ada yang akhirnya diikhlaskan aja soalnya males nanyain terus. Berdoa aja dapat gantinya. Hehe 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kadang emang mengikhlasin jauh lebih baik, dapat ganti yang lebih berkah, hehehe

      Hapus
  21. Hahaha aku juga pernah mbak nungguin invoice, tapi bukan sebagai blogger sih sebagai karyawan dan nagihinnya itu gak enak banget deh. Kalo gak ditagih nanti karyawan yang lain gak gajian, ditagih Alesan terus hahahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh kalau masalah perkantoran saya juga pernah mba, emang beneran jauh lebih drama ya.
      Masih mending mah drama invoice blogger cuman buat kita sendiri, selama kita bukan leader.
      Tapi kalau kantoran gitu, nagihin invoice demi yang lain bisa dibayar, yang mana kebanyakan sangat bergantung dengan invoice tersebut, rasanya stresnya naik levelnya hahaha

      Hapus
  22. sebuah ilmu baru ttg perinvoice-an tapi tema lama tentang menunggu-menunggu-an. apapun yang tunggu memang wanita tak suka menunggu ya mbak.

    BalasHapus
  23. Saya masih baby blogger, mbak. Jadi belum ada pengalaman serupa.
    Eh, pernah deh kerjasama jadi buzzer, tapi alhamdulilllah pembayaran lancar bahkan sebelum tenggat waktu sudah ditransfer. Alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mba, sebenarnya ga melulu gak asyik kok mba, banyak yang asyik juga Alhamdulillah :)

      Hapus
  24. Saya pernah sekali gak dibayar, saya email, saya wa, gak ada balasannya....udah ah relain aja...setelah itu dapat lebih banyak lagi job nya... Alhamdulillah...yang penting udah tau masa menanti invoice 30 hari, lewat itu baru bertanya..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbaa..
      Iya mba, saya kasih waktu paling lambat 30 hari.
      Lewat dari itu, saya bakalan nagih, kalau gak dijawab saya tentukan deh mau diikhlasin atau di usut sampai terbayar wkwkwkwk

      Hapus
  25. Pernah... beberapa kali mengalami hal ini, Rey. Tapi daku tak setabah dan segigih dirimu. Biasanya langsung ikhlasin. Lemah akutuh klo soal nagih-nagih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw, kadang malah nguras tenaga ya mba, mending fokus ke job baru wkwkwk

      Hapus
  26. Uwowwww gilak perjuanganmu mencairkan inpois mba Rey! Mancabbs abis. Aku sih belom pernah kejadian no 4 itu. Dan semoga gak ketularan deh. Pengennya dapet klien yang baik2 semua dah. Itupun kalo dapet job wakakakaakak #sombong. Eniwe, semangat terus ya mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe, iya mba, aslinya karena keikhlasan ternodai hahaha :D

      Hapus
  27. Menghibur banget sih mihhhh baca blog dirimu hahahahaha. Aku pernaaaaaaah ga d bayar tapi sebagai buzzer, males fu karena d bawah 50K yowis wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkw, gak sebanding ama kekekian saat ga direspon ya :D

      Hapus
  28. Saya juga merindukan invoice blogger, hehehe. Memang, lika liku permasalahan selalu ada di mana saja. Hm, jadi pengen nulis drama invoice-ku juga, ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo tulis mbaaaa, nanti tag saya, saya kan juga kepoh pengen tau masalah dan cara nyelesaikannya :)

      Hapus
  29. Aku lagi ngalamin sekarang, mbak. Job dari november sampai sekarang invoicenya belum cair juga. Yhaa padahal brand besar dan nominalnya nggak seberapa. Dulu pas deal minta artikel tayang hari itu juga dan aku kerjakan sesuai permintaan. Tapi giliran pembayaran gini alasannya buuanyaak. Mencoba ikhlas tapi tidak bisaaa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dicoba FU ke bagian marketingnya mba :)
      Semoga segera diberikan haknya ya :)

      Hapus
  30. wah, perlu ditiru ini mbak rey, soalnya kemarin juga ada client yang hilang kabar gitu.
    setelah artikel saya publis, invoice diberikan, setelah itu menghilang sudah 3 minggu, nih masih nunggu seminggu lagi dan akan aku email balik ke marketingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iyaaa... kalau saya kasih waktu hingga sebulan, setelah itu saya tagih :)

      Hapus
  31. aku merindukan invoice yang tak kunjung datang, hehehe
    sepertinya sudah 6 bulan yang lalu ada job blogger langsung dari marketing melalui email untuk blog saya. jadi aku sangat rindu deh invoicenya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaoooooo udah lama banget mbaaa hahaha, ayo ditagih atau diikhlasin :D

      Hapus
  32. Btw saya baru denger lho istilah invoice wkwkwk,,,,duh ketahuan banget kupernya,,,invoice itu apa ya? Hhe

    BalasHapus
  33. Waaa mbak masha allah bermanfaat banget tulisannya terutama buatku yang masih pemula bekerja sama dengan brand. Awalnya bikin blog pure karena menyalurkan hobi eh ternyata dipertemukan dengan kerjasama seperti ini dan belajar banyak. Dikenali karyanya saja sudah merasa bangga apalagi sampai fase mbak rey. Sukses terus mbak. Thanks for sharing ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, makasih banyak udah mampir dan membaca tulisan receh saya :)

      Hapus
  34. kalo nanti aku mutusin utk trima job menulis, aku harus siap2 ama segala tipe yg begini yaaa :D. Kadang sbnrnya ga abis pikir ama marketing2 yg nakal, yg tega menahan hak org lain. dalam agama sendiri udh jelas apa hukumnya kalo kita menahan hak orang yg sudah seharusnya :). aku kalo lupa bayar gaji asisten sehari aja gara2 sibuk kantoran lgs panik dan ga enak. ngerasa takut aja kalo sampe berbalik ke diri kita :( .

    moga2 bayaran dr job menulis lainnya selalu lancar ya rey ;) . aku termasuk seneng baca sponsored posts punya mu. krn memang ga kaku dan ga kayak baca flyers :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk bener mba Fan, apa ga mikir kalau situasi itu dibalik ke posisi mereka.
      Terlebih kalau seandainya invoice yang ga seberapa itu malah amat sangat dibutuhkan.

      Thanks udah sering baca tulisan receh saya mbaaa saayy :*

      Hapus
  35. point terakhir yang bikin gregetan nih, bisa buat pembelajaran aku kalo dapet klien model begini.

    BalasHapus
  36. Aku pernah di type terakhir. Sebulan lebih bok. Mau nagih, sungkan. Lalu ingat lagi kalo itu hak kita. Jadi aku tagih dan Alhamdulillah akhirnya dibayar juga. Haha. Seru ya mbak, menanti cairnya invoice tulisan itu :D

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...