Tuesday, August 30, 2022

Menjadi Blogger yang Punya Value Ala Rey

Menjadi Blogger yang Punya Value Ala Rey

Menjadi blogger yang punya value itu, membuat kita akan punya nilai yang lebih dibanding lainnya. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat, khususnya di masa persaingan blogger yang kian menjamur seperti sekarang.

Di Sharing By Rey kali ini, saya akan menceritakan tentang usaha-usaha yang saya lakukan untuk menjadi seorang blogger yang punya value atau nilai lebih, terinspirasi dari sharing session yang dilaksanakan oleh 1m1c Jumat malam lalu.

Sharing Session 1M1C Tentang Bagaimana Membangun Value Blog


Jadi, Jumat malam lalu, saya menyempatkan diri mengikuti #SharingSession1m1c , yang kali ini dibawakan oleh Mas or Kak Radius dari turnbacklink.com

Sharing kali ini menarik banget sih buat saya, karena pola pikir dan temanya senada dengan saya, di mana Kak Radius mengajak teman-teman blogger untuk bisa membangun blog dengan sebuah nilai lebih, yang bikin kita tuh lebih dikenal ketimbang blog kita.

Menjadi Blogger yang Punya Value Ala Rey

Nah ini dia yang paling saya suka, karena sejak awal serius ngeblog, bagi saya sebenarnya blog itu hanyalah media buat branding.

Dan jika blog menjadi media branding, maka seharusnya blog itu mencerminkan kita banget, apa yang kita suka, apa yang menjadi ciri khas kita, bukannya hanya mengikuti apa yang pembaca mau, tapi bagaimana kita mengajak pembaca untuk suka dan familier dengan tulisan kita.

Itulah mengapa, biar kata para (they called) mastah blogger bilang, template blog harus begini, gambar blog harus begitu.
Dan si Rey masih aja setia dengan template ke pink-pink an-nya, yang sebenarnya rada norak ya, wakakaka, tapi akoh suka.

Biar kata banner gedenya bikin (katanya) waktu loading blog ini jadi lemot, ah whatever dah, soalnya saya masih belum rela, kalau banner gede itu, jadi kecil kayak di blog lain milik si Rey ini, seperti di parenting, beauty dan lainnya itu, huhuhu.

Agar lebih terkonsep, saya coba jabarkan beberapa poin penting tentang bagaimana membangun value dari blog, lebih dari sekadar monetisasi saja, yaitu:


Membangun value buat blog, akan lebih mudah jika lebih spesifik


Untuk membuat blog kita bisa punya value lebih dari lainnya, akan lebih mudah jika kita membangun blog yang membahas hal-hal yang lebih spesifik.

kalau dalam bahasa kebanyakan blogger adalah, bangunlah blog dengan niche khusus, dan perdalam hanya pada tema atau niche tersebut.

Jadi, yang namanya blog tema gado-gado atau semua niche atau tema dibahas dalam 1 blog, sebaiknya diubah deh.

Nggak perlu mengubah blog kita yang awalnya penuh tulisan gado-gado alias semua tema ada di blog tersebut, tapi mulai mengerucutkan tulisan kita, hanya pada 1 tema saja.
 
Dengan tema yang spesifik, akan lebih mudah orang mengenal kita.
Misal, kita hanya membahas hal parenting secara lebih spesifik, lama-lama orang akan mengenali kita sebagai blogger parenting, meskipun mungkin belum bisa disebut blogger pakar parenting ya, hanya sebatas blogger pemerhati parenting.

Jadi, kalau ada yang bahas parenting, orang-orang seketika bakalan ingat kita, dan tentu saja media kita, blog.


Membangun value buat blog, harus mampu merelakan monetisasi yang mengacaukan value blog kita


Dalam membangun value dari sebuah blog, mau nggak mau kita harus berani merelakan hal-hal yang berkaitan dengan monetisasi, tapi mengacaukan value blog kita.

Hal ini berkaitan dengan tema maupun rate card blog kita.

Jadi, kalau kita udah membangun blog dengan tema spesifik tentang parenting, sebaiknya sih jangan menerima job yang nggak ada sama sekali kaitannya dengan parenting, apalagi kalau yang bertentangan dengan parenting, biarpun bayarannya menggoda.

Selain itu, yang namanya punya value, kita pastinya punya harga kan ye, pertahankan harga tersebut, agar menjadi ciri khas kita, sebagai blogger yang punya value.

Jadi, kalau udah mematok harga terendah rate card adalah 1 juta, sebaiknya tidak tergoda dengan job dengan rate 100 ribu (etdah, si Rey mah cari contoh yang jomplang banget, hahaha).

Mengapa?
Karena selain merusak harga pasar, pun juga kita merusak harga kita sendiri.


Membangun value buat blog, harus mampu membuat pembaca menyukai tulisan di blog kita, bukan sebaliknya


Nah ini sih berkaitan dengan blogger yang punya ciri khas dan tema-tema menarik apa yang kita angkat, sehingga membuat pembaca jadi suka membaca tulisan kita, dan nagih.

Bukan membuat tulisan semata mengikuti kemauan pembaca, tapi membuat mereka suka dan mau dengan suka rela bahkan menanti-nanti tulisan kita.

Selain itu, kita juga mampu membuat pembaca mengenali tulisan kita, di manapun medianya kita menulis.


Menjadi Blogger yang Punya Value Ala Rey


Hampir semua tema yang diperbincangkan pada sharing session bersama 1m1c Jumat malam lalu, udah saya jalankan bahkan sejak awal saya ngeblog, dan makin menyempitkan spesifik setiap tahunnya.

Menjadi Blogger yang Punya Value Ala Rey

Mungkin karena berangkat dari sebelumnya, saya menekuni bisnis Oriflame, di mana dalam bisnis tersebut kami diajarkan banyak hal, salah satunya adalah bagaimana membangun personal branding.

Jadinya, ketika saya serius ngeblog sampai akhirnya meninggalkan dunia bisnis Oriflame, saya tetap pada kebiasaan saya membangun branding, yang saya lakukan selama berbisnis itu.

Salah satunya, saya ingin agar saya yang dikenal orang, dan blog hanyalah sebuah media buat itu.
Dan Alhamdulillah sih ya, meski belum seterkenal Lisa Blackpink (udah deh Rey, serius woi, wakakakkaka!).

Maksudnya, meskipun belum seterkenal para seleb atau orang-orang yang memang viral dalam dunia blogger, namun saya udah lumayan happy ketika sekarang udah jarang yang memanggil saya dengan sebutan Reyne.

Hampir semua orang yang menyapa saya, selalu memanggil Rey, Kak Rey, Mbak Rey.
Sebuah panggilan yang dulunya jarang saya temui, kebanyakan orang memanggil saya Reyne.
Masih mending mah kalau tulisannya bener, kebanyakan sih nulisnya, Reyna, Reana, Reina, Reine, Merene *eh, hahaha.

Hampir di semua tulisan saya, bahkan domain blog saya, ada Rey-nya, dan Alhamdulillah banyak yang akhirnya familier dengan itu.

Hal tersebut menandakan, kalau udah lumayan banyak orang yang benar-benar membaca tulisan saya, di mana hampir di setiap tulisan saya, ada selipan nama saya, mamak Rey lah, si Rey lah dan semacamnya.

Bukan hanya itu, beberapa orang, bahkan yang saya nggak kenal, bahkan hafal kisah hidup saya, padahal saya lupa, tapi memang ada di tulisan saya terdahulu, wakakakak.

Jadi, meskipun mungki value yang saya bangun, belumlah sehebat value blog mastah lainnya.
Tapi setidaknya personal branding yang saya bangun udah lumayan terlihat impact-nya ke saya. 

Secara umum, begini hal-hal yang saya lakukan, dalam membangun value bagi blog dan profesi saya, seorang mom blogger, yaitu:


1. Selalu menulis pengalaman sendiri


Hampir semua tulisan di blog saya, terutama blog ini, berisi pengalaman hidup sendiri, kalaupun nggak secara langsung saya alami, setidaknya masih ada kaitannya.

Bahkan sebatas opinipun, masih menggunakan pengalaman pribadi.
Jadinya, selain nulisnya bisa lebih mudah dan lancar, pun juga sekaligus berasa meninggalkan jejak personal branding di semua tulisan saya.


2. Sebisa mungkin menggunakan bahasa atau gaya bahasa sendiri, biar lebih khas


Salah satu cara mudah untuk punya ciri khas blogger adalah, dengan menulis pakai gaya tulisan yang beda dari lainnya.

Bagi saya, cara mudah menulis dengan ciri khas tersebut adalah, dengan menulis ibaratnya sedang berbicara.

Jadi, tulisan yang saya tulis ini, persis seperti gaya saya berbicara, nggak heran deh kalau banyak kata yang kebolak balik, ya karena saya memang sering tanpa sengaja ngomong tuh katanya dibolak balik, wakakakak.

Yang membedakan dalam dunia nyata, saya biasanya pakai 'aku' sebagai pengganti kata 'saya', namun di tulisan selalu menggunakan kata 'saya', biar lebih sopan aja dibaca.

Lucunya, saking seringnya menulis pakai kata saya, dan kebetulan juga saya jarang ngobrol dengan orang lain langsung sejak pandemi ini, jadilah kadang kata 'saya' itu kebawa di dunia nyata, dan bikin lawan bicara saya yang notabene kebanyakan ngobrol pakai bahasa Jawa, jadi memandang aneh ke saya, hahaha.


3. Mulai memisahkan tema blog jadi lebih spesifik


Sejak akhir tahun 2020, saya mulai membangun blog lain, di mulai dari blog dengan tema parenting di parentingbyrey.com. lalu juga teman beauty, di beautybyrey.my.id

Alasan awalnya sih, agar bisa memisahkan tema yang nggak blogger lelaki friendly, di mana ada banyak pembaca lelaki yang protes karena isi blog saya kecampur masalah mamak-mamak, masalah skincare dan lainnya.

Karenanya, saya memindahkan tulisan parenting, family and healthy di parentingbyrey.com. serta memisahkan tema beauty and fashion di beautybyrey.my.id

Meskipun ada beberapa hal negatifnya di awal-awal, tapi seiring waktu, semuanya bisa keurus, meski nggak harus setiap saat urus banyak blog.


4. Aktif menyebarkan branding di media sosial 


Poin lain yang saya lakukan demi menjadi blogger yang punya value tersendiri adalah dengan rajin menyebarkan branding diri di media sosial, baik itu instagram, maupun facebook.

Dengan demikian, makin banyak yang kenal saya sebagai blogger, dan akhirnya familier dengan tulisan-tulisan saya di blog.


Penutup


Di antara belantara persaingan blogger masa kini, mau nggak mau memaksa kita untuk jadi blogger yang punya value lebih, agar bisa menarik kerja sama dengan klien.

Berbagai hal yang bisa kita lakukan, seperti poin-poin yang disampaikan oleh Kak Radius di sesi sharing Jumat malam lalu.  


Sidoarjo, 30 Agustus 2022

Sumber: opini dan pengalaman pribadi
Gambar: Canva edit by Rey

7 comments :

  1. Kalau saya sih pilih menjadi blogger yang banyak duit daripada blogger yang punya value... hahahaha...

    Btw, banyak banget yah teori blogger. Membuat saya semakin yakin bahwa cara terbaik ngeblog itu adalah dengan mengabaikan semua saran dari blogger lain, baik yang mengaku newbie atau mengaku ahli ... Lebih suka menjalani sendiri, melakukan kesalahan, dan kemudian membuat teori sendiri daripada menelan teori orang lain.. wkwkwkwkw (bengalnya keluar).

    Soalnya di masa sekarang mah susah membedakan antara teori yang sudah terbukti dan yang belum. Kalau sekedar menelan pada akhirnya kita seperti belajar dari mereka yang masih belajar juga, belajar kaya dari orang yang sedang mencoba menjadi kaya, dan seterusnya.

    Seperti tulisan ini, saya memang membaca, cuma setelah itu.. ohh Rey pilih jalan itu toh.. begitu toj pandangannya.. Yo wis... :-D :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku setuju sama mas Anton, antara menjadi blogger value atau blogger yang memang di tujukan untuk mendapatkan tambahan duit. Tergantung pasion orang tersebut juga.

      Untuk mba Rey, salam kenal karena aku baru baca blognya terima kasih sharing informasinya.Sedikit banyak saya memahami bagaimana cara mba untuk menghidupkan value yang mba maksud.

      Menurutku pribadi, dengan terjun menjadi blogger, itu berarti kita memutuskan untuk ikut bergabung di monetisasi oleh blogger terlepas tujuannya untuk sekedar sharing, mendapatkan value, branding ataupun di kenal orang banyak.

      Go a head mba rey.

      Delete
    2. wkwkwkwkwkw, yang penting ada duitnya ya Pak :D
      Kalau saya tetep mengikuti arus sih Pak




      arus duit maksudnya wakakakakak.
      Dan tentu saja dengan mengikuti kenyamanan diri, biar ngeblognya nggak tertekan.

      Udah jadi mamak-mamak, ngeblog sambil tertekan, nanti makin keriput dong, sayang banget skinkernya wkwkwkwk :D


      @Dianovits: Bener Mba, kalau kita memang orientasinya ke duit, harus ikutin arus salah satunya membangun value buat blognya biar bisa bersaing :D
      Btw salam kenal juga Mba:)

      Delete
  2. Aku cendrung sama dengan mas Anton 😁. Ngerasa lebih nyaman dengan jadi blogger yg ga harus ikut kata para mastah, atau aturan SEO dkk. Aku belajar ttg itu, tapi ga mau plek2 harus ikut aturannya. Takutnya malah JD beban dan menulis ga lagi JD asik. Padahal buatku menulis dan blogging itu saranaku buat refreshing kalo sdg ga bisa traveling.

    Cuma aku paham kok, kalo sebagian besar blogger yg monetisasi blognya, mau ga mau memang harus mengikuti arus. Krn mereka cari makan di situ kan. Aturannya ya diikutin. :)

    Buatku membaca blog temen2 yg samasekali ga ngikutin kaidah SEO, atau yg bener2 Patuh, sama enaknya. 2-2 nya bisa aku pelajari , walopun memang LBH suka dengan blog yg santai, ga terlalu kaku dan seperti story' telling aja. Salah satunya blog mu pastinyaaa 👍😄. Tulisan yg sponsor aja ttp enak dibaca Krn konsep story telling TD 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya Mba, saya pun cuman ikutan sama teori-teori yang sesuai dengan diri sendiri, menurut saya, justru buat monetisasi itu sebenarnya nggak boleh terlalu kaku, karena jadinya malah beban buat nulis.

      Padahal, kalau monetisasi kan wajib banget sering aktif blognya, makanya saya lebih suka nulis terus ketimbang pusing utak atik seo mulu wakakakakka

      Delete
  3. Mantap kak. Izin mengutip hal ini:

    "..kalau dalam bahasa kebanyakan blogger adalah, bangunlah blog dengan niche khusus, dan perdalam hanya pada tema atau niche tersebut.

    Jadi, yang namanya blog tema gado-gado atau semua niche atau tema dibahas dalam 1 blog, sebaiknya diubah deh.

    Nggak perlu mengubah blog kita yang awalnya penuh tulisan gado-gado alias semua tema ada di blog tersebut, tapi mulai mengerucutkan tulisan kita, hanya pada 1 tema saja.

    Dengan tema yang spesifik, akan lebih mudah orang mengenal kita.
    Misal, kita hanya membahas hal parenting secara lebih spesifik, lama-lama orang akan mengenali kita sebagai blogger parenting, meskipun mungkin belum bisa disebut blogger pakar parenting ya, hanya sebatas blogger pemerhati parenting."


    Saya juga merasa demikian nih. Tapi apa mau dikata, tulisan sudah ratusan dan melenceng ke sana ke mari. Semoga kedepannya bisa lebih fokus.

    Apa yang kakak tulis benar-benar membantu saya. Satu lagi, template blog kak Rey lucu, bikin nyaman.

    Semoga kita sebagai blogger lokal bisa terus berkembang. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog ini juga tulisan sebelum tahun 2020 melenceng ke mana-mana kok, semua tema ada hehe.
      Setelah taun 2020 baru saya pindahin sebagian tema ke blog lainnya, dan tulisan sebelumnya tetap saya biarkan di blog ini.

      Btw, semangat selalu untuk kita :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top