Rumah Asuh Kota Baubau, Solusi Untuk Bahagiakan Perempuan dan Anak

Rumah Asuh Kota Baubau akhirnya hadir untuk memberikan jawaban atas berbagai permasalahan perempuan dan anak di kota seribu benteng ini. Ras...

THR dan Rasa Syukur

thr dan rasa syukur

Tahun ini saya kan udah jadi working mom, tapi nggak dapat THR dari kerjaan, karena tempat kerja saya memang sedang sepi.

Anehnya, menjelang lebaran yang tinggal menghitung hari ini, saya bahkan tidak lagi memikirkan dapat THR atau enggak. Bahkan sudah pasrah kalau memang nggak dapat.

Bukan karena saya bijak banget, mungkin karena Alhamdulillah masih dicukupkan. Bahkan, melihat kehidupan saya sampai saat ini, kerja dengan rajin tapi gaji molor mulu. Tapi masih bisa makan enak, masih bisa tidur nggak kehujanan kepanasan, dikarenakan banyak orang-orang baik yang dikirim Allah untuk membantu saya, rasanya maluuuuu banget kalau mau terus mengeluh.

Alasan lainnya, karena saya banyak mendengarkan cerita teman-teman yang mengeluh masalah duit. Baik mengeluh langsung dengan curhat ke saya, maupun membaca banyak keluhan di medsos tentang THR.

Salah satunya, seperti yang beberapa hari lalu saya tuliskan, di mana ada istri berantem gegara THR belasan juta, yang akhirnya bikin si istri berniat menceraikan suaminya.

Masya Allahnya, saya membaca THR belasan juta tersebut, dalam keadaan serba kekurangan, boro-boro dapat THR, bahkan gaji aja belum dibayar, dan saya harus memilih dan memilah apa dulu yang harus saya utamakan, agar duit cukup buat hidup.

Baca juga : Ketika Orang Lain Ribut Meski THR Puluhan Juta


Hal lainnya adalah, menjelang dekat lebaran, semakin banyak orang yang mengeluhkan tentang THR yang katanya nggak cukup.

Ada yang kesal karena mertuanya nggak kira-kira berharap dibeliin ini itu sama anaknya, padahal anaknya masih butuh duit untuk berobat dan lainnya.

Di lain waktu, ada juga yang berantem besar karena suaminya nggak jujur tentang THRnya, harusnya dapatnya segitu, eh yang disetor ke istrinya segini.

Mungkin karena mendengar langsung curhatan demikian, saya jadi merasa betapa saya beruntung. I mean, iya sih saya nggak dapat THR, tapi hati saya tenang.

Anak-anak sudah punya baju lebaran meski 1 lembar doang, Alhamdulillah dibeliin tantenya. Saya bisa libur dan Alhamdulillah dikasih duit buat belanja makanan dan minuman buat di rumah mama.

I mean, Alhamdulillah banget.

Nggak merasakan THR dari kantor, tapi toh nggak merasa kekurangan juga. Mungkin karena saya memang tak terbiasa merayakan lebaran dengan hal-hal yang berlebihan kali ya, anak-anak juga terbiasa dengan gaya hidup saya ketika di Surabaya.

Jadi, anak-anak bahkan males kalau diajak beli baju dan celana lebaran. Kalau kue sih mau-mau aja, meskipun nggak yang harus banget.

Dan kebetulan juga, mama termasuk orang yang introvert, kalau lebaran ya sama kayak hari-hari lainnya, nggak suka bertamu, nggak suka juga terima tamu, hahaha.

Apalagi, sejak mama pensiun dan bapak meninggal, hampir nggak ada lagi yang datang bertamu di rumah, menyedihkan ya?. Etapi buat kami yang introvert, itu mah biasa aja.

Maksudnya, kalau bukan karena Allah tempatkan di momen yang pas, mungkin saya juga ikutan orang-orang yang puyeng, dapat THR banyak, tapi terasa nggak cukup, karena kebutuhan lebaran jauh lebih banyak dari THR.

Saya paham banget, tidak semua orang yang terima THR berjuta-juta, bahkan dua digit itu, lalu merasa nggak cukup, lantaran mereka kurang bersyukur. Tapi seringnya mereka pusing karena memang sudah ada pos-pos rencana yang harus ditutupin oleh THR.

Bukan berarti saya nggak punya pos rencana ya, punya banget, tapi pada akhirnya saya bersyukur banget karena Allah berikan hati yang legowo untuk menerima kondisi kami.

Dan yang paling berperan dalam membantu hati jadi legowo adalah, karena saya dan anak-anak sudah terbiasa merayakan lebaran dengan nothing special.   

Dulu tuh waktu ibu mertua (yangti) masih ada, palingan kami berkunjung ke rumah ibu. Kami hanya perlu bermodalkan uang THR buat keponakan. Kalau memang lagi bokek, sejak di rumah saya udah sounding ke anak-anak agar saya bisa menggunakan separuh uang THR mereka dari pakde budenya untuk maminya ngasih THR ke keponakan.

Yup, palingan saya hanya bermodalkan uang buat THR anak-anak, tapi kalau enggak ada ya saya bisa pakai THR anak-anak, untuk dibalikin ngasih ke keponakan, hehehe.Baju lebaran juga nggak harus baru, nggak perlu bikin kue, kalau mau ya beli, itupun kue toko.

Kebiasaan tersebut yang bikin saya bisa dengan mudah tenang-tenang aja meski lebaran. Apalagi lebaran di rumah nenek, nggak perlu repot.

Dan karena saya memang sering branding diri apa adanya, bahwa saya ya bukan orang yang berlebihan, bahkan bokek mulu, jadi orang-orang tuh paham kalau saya mungkin nggak bisa berbagi THR seperti ekspektasi mereka. Atau bahkan ketika saya nggak punya kue bermacam-macam ketika ada yang datang ke rumah mama.

Baca juga : Baju Lebaran itu Tentang Memberi Memori Pada Anak 


Tau nggak sih, hal ini sangat sulit untuk bisa diaplikasikan ketika lebaran di Buton, karena kebanyakan orang-orang sini merayakan lebaran dengan sangat meriah. 

Mereka akan memasak banyak masakan, lauk beragam, kue-kue beragam, minuman beragam. Harus punya baju lebaran berlembar-lembar, karena kudu bertamu di rumah-rumah keluarga teman dan lainnya. Belum lagi harus mengunjungi tempat wisata.

Nah, bagi yang harus mudik juga tentunya butuh banget biaya banyak, baikk transportasi, oleh-oleh, ngasih ortu/keluarga dan lainnya. Nggak heran banyak yang terima THR banyak, tapi tetep ngeluh bahkan berantem.

Ah, intinya saya bersyukur banyak-banyak banget karena Allah cukupkan semua kebutuhan hidup kami, meskipun saya nggak menerima THR dari kantor.

Alhamdulillah.

Kalau Temans gimana? udah terima THR kan?


Baubau, 16 - 03 - 2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)