Rumah Asuh Kota Baubau, Solusi Untuk Bahagiakan Perempuan dan Anak

Rumah Asuh Kota Baubau akhirnya hadir untuk memberikan jawaban atas berbagai permasalahan perempuan dan anak di kota seribu benteng ini. Ras...

Mini Reuni Alumni STM Jurusan Listrik Di Pantai Lakeba Baubau

reuni alumni stm listrik di pantai lakeba

Sebuah pesan WhatsApp masuk berisi foto dan kalimat keterangannya,

"Tadi malam kita ketemuan teman-teman jurusan Listrik, rencana kita mau acara di Daeng Lala, mau gabung gak?".

Pesan tersebut berasal dari teman alumni STM jurusan listrik angkatan 99, yang beberapa waktu lalu ikutan di acara mini reuni dengan teman jurusan Bangunan Gedung di Zona 3 Palagimata, Baubau.

Baca juga : Cerita Mini Reuni Alumni STM di Zona 3 Palagimata Baubau 

Tampak foto si Darwin, beserta teman-teman lainnya, ada Ririn, serta 4 orang lainnya saya lupa namanya.

Rencananya mereka bakal kumpul di Daeng Lala, sebuah area pantai di kota Baubau, Jumat siang tanggal 27 Maret.

Sebenarnya, Jumat siang saya harus kerja shift siang, dan jarak antara pantai tersebut dengan klinik lumayan jauh. Tapi si Darwin lantas menelpon bestie saya, si Mila untuk ikutan, jadinya mau nggak mau saya ikutan juga.

Dan mengantisipasi agar saya nggak kebingungan meninggalkan klinik di waktu jaga, jadinya saya minta tukaran shift sama teman, dan Alhamdulillah dia mau.


Rencana Di Daeng Lala, Jadinya Di Pantai Lakeba

Jumat siang, saya udah bersiap-siap. Rencananya si Mila bakal datang ke klinik, biar sama-sama ke pantai karena saya dijemput si Darwin.

Di pukul 13.00, saya kembali mengingatkan si Mila untuk segera ke klinik, biar kami nunggu di klinik aja, apalagi pas lagi sepi, jadi kami bisa sambil ngobrol sejenak.

Ternyata si Mila ditunggu-tunggu nggak datang-datang dong.

Sementara si Darwin, udah ngirim WA sejak pukul 2 siang, dan pukul 14.15 dia menelpon. Awalnya bingung apakah saya harus menunggu si Mila, atau ikut dia saja, pada akhirnya saya mengiyakan ikut dia saja.

Dan yes, si Darwin udah nyampe, si Mila belum keliatan batang hidungnya. Capedeh. 

Terpaksa saya ikut mobil di Darwin aja, dan di dalam mobil sudah ada teman yang lain, namanya Hasnawiah.

Jujur saya grogi, karena saya udah lupa dengan teman-teman listrik, apalagi yang cewek. Yang saya kenal cuman Darwin dan Ririn, tapi katanya Ririn bakal menyusul naik mobil teman lainnya.

Kami lalu naik ke Keraton untuk menjemput satu teman listrik lainnya, sayangnya kami udah nyampe di Keraton, eh teman tersebut nggak bisa ikut karena ortunya sakit.

Pas mau berangkat ke pantai, eh si Mila telpon, dan dia terdengar kecewa karena saya meninggalkan dia. Ya elaaahhh.

Ujungnya, kami akhirnya nggak menjemput si Mila lagi, karena katanya nggak usah. Kami langsung menuju ke pantai sambil sesekali mengobrol.

Jujur, saya belum pernah ke pantai Daeng Lala, dan karena ikut acara mereka, saya jadi paham akses jalannya lewat mana. Hanya sekitar 15 menit berkendara, kami pun sampai di pantai Daeng Lala.

Namun karena saat itu masih sekitar pukul 3 siang, area pantai Daeng Lala terlihat sangat panas terpapar sinar matahari. Si Darwin lalu menyarankan ke pantai Lakeba saja, karena di sana masih banyak pohon-pohon yang teduh dari sinar matahari.

Ternyata, pantai Lakeba terletak tak jauh dari pantai Daeng Lala, jalanannya pun lumayan bagus karena sudah diaspal. Akan tetapi, aspal tersebut hanya berakhir di pantai Lakeba, jalanan selanjutnya masih bebatuan.

pantai lakeba baubau

Mobil yang kami tumpangi lantas berbelok memasuki jalanan setapak berbatuan di area pantai Lakeba. Ada orang mendekati mobil untuk menanyakan biaya parkir, dan si Darwin mengatakan nanti aja pas semua kumpul.

Kami lalu turun dari mobil dan menuju sebuah gazebo, orang Buton menyebutnya rumah-rumah. Semua barang pun kami turunkan dan diletakan di gazebo tersebut.

Btw lagi, i have no idea mengenai acara ini, dan ternyata mereka (anak-anak alumni listrik) mempersiapkan dengan penuh rencana.

Mereka berbagi tugas, ada yang bawa nasi, ada yang bawa ikan, yang bawa sayur pepaya direbus, ada pula yang bawa kasuami (makanan khas Buton yang terbuat dari singkong yang dihaluskan).

Pokoknya semua makanan dan minuman mereka bawa secara gotong royong, semacam potluck gitu.

Mereka juga membawa arang (atau tempurung kelapa keknya), untuk bakar-bakar ikan.

Tak lama kemudian, satu persatu teman-teman datang, dan drama kembali terjadi. Nyaris nggak ada satupun yang kenal saya, dan saya harus mengenalkan diri, sebagai Rey jurusan Bangunan.

Itupun tetap masih banyak yang nggak ingat, huhuhu.

Fyi, saya nggak heran sih sebenarnya, karena dulu saya memang cupu dan pemalu banget, hahahaha. Sekarang mah malu-maluin keknya, wakakakakak.  

Tapi. lama-lama kikuk juga, karena yang saya kenal cuman Darwin dan Ririn. Saya telpon Mila, katanya nggak mau datang karena kesal nggak ditunggu.

Udah hampir nangis dong saya, lalu tiba-tiba ada orang yang datang naik motor, mengenakan kacamata hitam dan masker hitam. Dan ternyata dia adalah si Mila.

Langsung lega rasanya, setidaknya ada teman yang saya kenal banget dan si Mila memang terkenal sangat humble ke siapa saja. Jadi aman lah kalau saya ditanyain orang-orang, biasanya dia yang bakal menjelaskan.

Baca juga : Alasan Bisa Jadi Anak STM 


Kegiatan Di Pantai Lakeba, Bakar-Bakar Ikan, Makan dan Foto-Foto

Setelah kumpul, para teman laki mulai menyalakan api, kebetulan di pantai Lakeba ada tempat khusus untuk bakar ikan. Dan pas juga, ikan yang dibawa teman listrik banyak banget. Sejenis ikan tuna atau cakalang ya, tapi yang lebih kecil.

pantai lakeba baubau

Tak lama kemudian, api pun menyala dan para laki mulai membakar ikan, sementara para perempuan sibuk ngerumpi, ada pula yang bikin sambal, serta ada yang nyanyi.

Saya sejujurnya pengen ikutan nyanyi, tapi masih kesal sama Mila yang ngerjain saya ngomong nggak mau datang. Jadinya malah sibuk menyimak rumpian teman-teman.

Setelahnya, kami pun makan hidangan yang tersedia.

pantai lakeba baubau

Ada nasi, kasuami, ikan bakar, sayur pepaya rebus (di Buton namanya nasuopa, kalau nggak salah), ada juga sambal dan lainnya.

Semua makan dengan gembira, sambil berbincang sana sini. Setelah makan, kami semua berfoto-foto sambil menanti sunset. Suasana jadi lebih meriah karena semua jadi akrab, meskipun jujur saya belum bisa hafal semua nama teman-teman lainnya.

pantai lakeba baubau

pantai lakeba baubau

pantai lakeba baubau

pantai lakeba baubau

Menjelang magrib, kami semua bersiap pulang, sambil tak lupa berpesan agar di tahun depan kami bisa mengadakan reuni STM atau SMK negeri 2 Baubau secara besar-besaran.

Baca juga : Cerita Masa STM, Dikejar Guru  

Ya semoga saja rencana tersebut bisa dilaksanakan.

Setelahnya saya kebingungan, harus pulang sama siapa. maunya sih ikut Mila, tapi nggak enak karena si Darwin kayaknya pulang sendiri, sementara datangnya bareng dia.

"Sini ikut saya aja Rey, nanti saya anter!", kata si Sahrul, yang sebelumnya sempat ngerumpiin masa-masa lalunya dengan saya.

Anyway, selama acara temu kangen atau mini reuni tersebut, saya lebih banyak mendengarkan cerita-cerita para teman, sehingga beberapa teman lantas merasa butuh saya banget.

Pada akhirnya, saya ikut mobil Darwin bersama Ririn pulang, dan diantar sampai klinik Dan berakhirlah sudah acaara mini reuni bareng teman-teman alumni STM jurusan Listrik angkatan tahun 99. 

Meskipun saya bukan termasuk alumni jurusan mereka, karena saya adalah alumni jurusan bangunan, tapi happy banget bisa kumpul lagi dengan teman-teman lama, dan menyambung silaturahmi.

Kalau temans, pada reuni juga nggak nih?.


Baubau, 31-03-2026

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)