Tuesday, January 04, 2022

Mengapa Memilih Konsisten Menulis Di Blog?

menulis di blog

Sharing By Rey - Salah satu kelebihan dan hal yang bisa saya usahakan sebagai bukti bahwa saya serius menekuni dunia blog adalah konsisten menulis di blog.

Bukan semata tulisan sponsored atau kerjasama agar menghasilkan uang dari blog, tapi juga menulis hal-hal yang tidak ada hubungannya langsung dengan menghasilkan uang.

Namun, hal ini bukanlah tanpa tantangan, banyak banget pertanyaan bahkan pernyataan, yang sekilas bikin a little bit down dan senyum mesem-mesem.

Salah satunya adalah, komentar yang semacam bertanya,
"Why kamu nulis di blog? mengapa nggak nulis buku aja?"
Atau,
"Jadi blogger itu, jangan cuman nulis aja, tapi juga kudu melek dengan apa yang dibutuhkan pembaca, belajar menulis yang benar dan SEO, perbaiki struktur dan performa blog, and de brai de broi lainnya!"

Komentar standar sih, bahkan kadang saya tahu pasti kalau nggak langsung nodong ke saya, yakin banget kalau kalimat itu nggak ditujukan ke saya.

Etapi, dasar si Rey sensitif ye, sometimes rada baper juga, meski ya jujur cuman sekilas aja, karena setelah itu saya lupa ingatan, palingan saya buka draft dan tulis temanya buat bahan menulis tema blogging, wakakakak.


Mengapa Menulis di Blog, Bukan di Buku?


Saya mendapatkan beberapa pertanyaan sekaligus pernyataan mengenai hal ini, di mana menurut orang awam, saya ini pandai menulis, pandai merangkai kata.

Cara menulis di blog

Oke deh, kalau merangkai kata, mungkin lumayan ya.
Tapi kalau menulis?
Duh saya malu sama Tere Liye eh salah ding, malu sama penulis novel blogger favorit kita semua, yaitu Thessalivia, hahaha.

Mengapa saya menulis di blog dengan konsisten?

Ya karena saya suka menulis, tapi saat ini ya cuman bisa maksimal suka doang, belum bisa benar-benar bisa dan hebat dalam menulis yang baik dan benar atau menarik buat diciptakan sebuah buku.

Ye kan, bisa saja sih asal nulis, asal ceritanya bagus.
Dengan banyaknya penerbit indie zaman now, mau bikin buku itu mudah.

Eh bahkan, masih ingat nggak buku yang laris manis dan booming di masanya?

Itu buku tulisannya ngasal tau nggak, apa kabar EYD atau PUEBI?
Tapi buktinya laris manis dong, sampai dibuat berserial-serial.

Ada juga sih buku lainnya, kalau nggak salah dijual di Gramedia juga, yang cerita tentang menantu Batak dan Mertuanya, duh itu buku kocak banget, jadinya laris meski ya tulisannya nggak EYD atau PUEBI banget, hahaha.

Nah itu dia alasan saya, mengapa hanya memilih konsisten menulis di blog, karena saya suka banget nulis, dan saya juga baru bisa menulis dengan otodidak, belum pernah sama sekali ikut kelas penulis yang benar-benar bisa diarahkan untuk menulis buku, dan yang lebih penting lagi, nulis di blog itu enak banget pake nget, hahaha.

Ye kan, nulis di blog itu semacam bermain tapi dapat duit, i mean saya bisa melakukan hobi saya tapi bisa dapat duit.

Saya nggak perlu diribetin ama alur cerita, pemakaian aturan bahasa Indonesia yang benar, nggak perlu mikir terlalu berat juga buat bikin sebuah tulisan agar dinilai pas buat jadi sebuah buku atau novel.

Astagaaaa, saya ngeblog aja suka-suka dan curi-curi waktu, kadang saya nulis tuh sambil mata setengah merem, saking ngantuknya, hahaha.

Hanya karena saya udah biasa cerewet dalam tulisan aja, makanya saya bisa menghasilkan sebuah tulisan di blog secara rutin.

Kebayang nggak sih, kalau saya nulis buku atau novel, bagaimana bisa saya mikir alur cerita dan sebagainya, sementara saya hanya bisa menulis di sisa-sisa waktu saya keseharian, which is udah capek banget.

Itu baru ngomongin alur cerita yang menarik, yang runut, yang keren pokoknya, sesuai teori bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Belom lagi ngomongin marketing.

Iya, zaman now itu, bahkan penulis terkenal harus bekerja keras ikutan memasarkan bukunya, biar buku bisa laris manis.

Kalau nggak ada yang beli buku, terus gimana bisa dapat duit, sedangkan tujuan kita bukannya dapat duit kan ye?

Sampai di sini, kira-kira temans udah bisa meraba-raba kan, alasan mengapa saya lebih memilih konsisten menulis di blog, bukannya memilih menulis novel atau buku?

Jawabannya, nulis di blog itu suka-suka, dan saya nggak perlu jual isi tulisan saya buat mendapatkan uang, cukup share aja sebagai bantuan nyata biar bisa mendapatkan pembaca, serta memancing job kerjasama blog yang tentu saja menghasilkan uang.


Mengapa Konsisten Menulis di Blog, Tidak Ikutan Belajar Ngeblog Secara Terarah?


Nah ini dia, salah satu komentar yang kadang bikin sedikit kepikiran, bahwa seorang blogger itu harus tahu menulis SEO, menulis dengan benar biar pembaca sudi baca tulisannya, performa blog harus ditingkatkan, daaannnn segalanya.

Cara menghasilkan uang dari blog

Well, sejujurnya saya nggak terlalu baper sih kalau ngomongin tentang performa blog, karena meski saya asal nulis dan lebih fokus konsisten menulis ketimbang ikut kelas blogger, tapi Alhamdulillah semua blog saya masih mendapatkan kunjungan yang lumayan setiap harinya.

Meski trafik sebuah judul tulisan kadang meliuk-liuk, nggak selalu rata dengan kunjungan stabil setiap harinya, tapi beberapa tulisan saya satu persatu naik urutan di mesin pencarian, padahal ya nggak saya utak atik juga.

Misal, beberapa tulisan ulasan tentang film, ketika pertama kali saya post, page view-nya itu kecil banget, kunjungan pembaca kadang cuman 1 atau 2 per hari.

Tapi, mungkin karena saya sering memberikan internal link ke banyak postingan saya yang terdahulu, sepertinya pembaca berkunjung dan membaca post lama tersebut sampai selesai, sehingga mesin pencari atau google merekam jejak pengunjung yang bertahan lama di post tersebut adalah baik.

Dan begitulah, satu persatu tulisan lama saya naik rangking, dan sukses menyumbang banyak pengunjung setiap harinya untuk blog saya.

Untuk personal blog ini, mungkin karena tulisannya udah lebih 1000 kali ya, Alhamdulillah masih selalu mendatangkan pengunjung minimal 1000 setiap harinya ketika sepi (biasanya weekend), kalau ramai mah di atas 1000.

Padahal ye, coba cek aja performa blog ini, udahlah lambreta, strukturnya kacau, karena saat saya perbaiki, malah makin kacau, wakakaka.

Begitulah, saya memang belum pernah sekalipun ikut kelas blogger atau blogging, tapi bukan berarti saya cuman nulis doang, dan nggak ngerti tentang blogging yang profesional *uhuk!.

Kagak dong, saya juga belajar kok, cuman otodidak.
Belajar dari teori yang terserak di google, btw ada banyak ilmu ngeblog di google loh, hanya saja kita memang harus jeli mencari dengan keyword yang tepat, lantaran keyword umum biasanya dikuasai oleh orang-orang yang menulis hanya asal teori doang.

Ada begitu banyak tulisan orang memenuhi page one google, tapi isinya tuh bukan ilmu yang beneran kita cari, cuman judulnya doang yang udah kek klikbait aja. Atau mungkin semacam saduran dari blog lain.

Nggak heran kalau banyak juga blog yang DA/PAnya super gede, tapi pas diintip perkiraan page view-nya, duh biasa aja.
Cuman banyak backlink doang, karena sibuk tanam-tanam backlink di mana-mana.

Jadi begitulah, selain otodidak dari google, saya juga belajar dari pengalaman sendiri, saya evaluasi blog sendiri, pas juga kan saya punya beberapa blog, dari masing-masing inilah saya bisa belajar tentang ilmu blog basic on my experince, bukan hanya katanya ono, katanya inu.

Dan dari otodidak serta learning by doing a la Rey, saya tahu bahwa DA/PA seringnya itu cuman tampilan aja, nggak serta merta bikin blog jadi banyak page view.

Karena yang bikin banyak PV sih menurut saya ada 2.

  1. Yang memenuhi kebutuhan pembaca.
  2. Yang unik dan nggak kayak baca buku pelajaran nak sekolah, hahaha. 
Jadi gitu ya, saya memang memilih konsisten menulis di blog setiap saat, karena itu merupakan sebuah celah yang mampu saya lakukan, untuk bersaing dengan banyak blogger lainnya.

Iya!
Kalau ngomongin ilmu blogging, naikin DA/PA, saya masih banyak kalah, karena sekali lagi, waktu saya buat ngeblog itu sangat sangat sangat terbatas sekali, hahaha.

Karena saya seorang ibu yang mengurus rumah dan anak seorang diri, papinya anak-anak kerja di luar pulau, hanya bisa pulang sebulan bahkan 2 bulan atau lebih.

Dan kalau believe me, mengurus anak itu, sungguh sangat menyita waktu, mending deh saya dikasih tugas seabrek, dengan mudahnya saya selesaikan dengan mengorbankan sedikit waktu tidur.

Tapi kalau mengurus anak?
Duh kagak bisa beibih!
Kagak percaya?
Tanya aja deh sama mamak-mamak seperti si Rey, yang mengurus anak seorang diri, nggak ada orang lain sama sekali yang bantuin.

Tapi, how lucky i am, karena saya sukaaaa banget cerewet dalam tulisan, dan kebetulan juga, untuk masalah konsisten menulis di blog itu, sampai saat ini, saingannya dikit banget.

Demikianlah mengapa menulis di blog secara konsisten itu, merupakan salah satu strategi saya dalam bersaing dengan banyak blogger lainnya, hahaha.


Kesimpulan


Jadi begitulah, jika ditanya mengapa memilih konsisten menulis di blog ?

Mengapa Memilih Konsisten Menulis Di Blog?

Karena:
  • Saya suka banget menulis apalagi kalau menulis curhatan atau semacam share pengalaman pribadi.
  • Menulis di blog jauh lebih mudah ketimbang menulis buku atau novel.
  • Menulis di blog secara konsisten merupakan strategi paling masuk akal yang bisa saya lakukan untuk bersaing dalam dunia blogging.
Demikianlah, kalau temans gimana?
Ada yang juga suka menulis di blog secara konsisten?


Sidoarjo, 04 Januari 2022


Sumber: opini dan pengalaman pribadi
Gambar: Canva edit by Rey

5 comments :

  1. Saya dong, meniatkan hari khusus untuk publish blog post dan hari khusus untuk blogwalking. Enggak tiap hari memang, karena menyadari ritmenya belum bisa ke situ.

    ReplyDelete
  2. saya juga ingin kembali aktif nulis di blog, sayang cuma bayar domain tiap tahunnya dan penghasilannya 4-6 bulan sekali dari adsense nya.

    ReplyDelete
  3. Naaah aku juga begitu Rey, LBH milih blog drpd nulis buku 🤣. Pertama, ga ada waktu utk nulis cerita sampe ratusan lembar, kedua blog masih jauh lebih asik kalo utk have fun 😁😄.

    Ntahlaah, aku sampe skr ga tertarik utk mencari duit dari tulisan. Mau itu bikin buku kek, atau nulis di blog. Pengennya cuma sekedar nulis, bikin rileks, berbagi, udah selesai. Kalo udah mikir monetisasi, aku ngerasa kenikmatan menulisnya juga hilang, Krn aku harus serius jadinya. Biar ajalah cari duit mah dari sumber lain yg skr ini aku rutin jalanin. Blog tetep hanya sebagai sarana ngilangin jenuh, bosan, stress 🤣😄.

    Tapi dibilang konsisten, aku rutin dan konsisten menulis blog 😁. Walopun ga bisa sesering kamu, tapi pokoknya rutin 2 Minggu sekali tiap hari Jumat 😄.

    ReplyDelete
  4. konsisten, ini yang susah buat aku, awalnya mau dibuat rutin, kadang bertahan seminggu aja.
    Dan kadang sudah ada bahan buat nulis, tapi pas di depan laptop malah buka yang lain, alamakk
    karena aku juga suka nulis, blog bisa menjadi wadah menyalurkan hobi nulis dan sharing ke pembaca. Awalnya memang bikin blog buat sharing dan syukur-syukur sekarang sudah kenal banyak blogger

    ReplyDelete
  5. Wah salut buat mbak Rey, enaknya menulis di blog memang bebas ya mbak, tidak terikat EYD atau KBBI. Apalagi yang suka nulis curhat, bebas mah.

    Wah mbak Rey bilang DA PA nya kecil, apalagi aku yang separuhnya mbak Rey, tapi tidak terlalu peduli DA PA sih, soalnya tidak ada yang ngasih tawaran job.🤣

    Paling kecil pageview nya 1000, berarti normalnya sekitar 2000an kali ya mbak. Dulu awal ngeblog 2017 sehari pernah 800 perhari, tapi sejak 2019 sampai sekarang paling hanya 200an saja.😀

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top