Saturday, March 27, 2021

Tipe-Tipe Klien Yang Bekerja Sama dengan Blogger

Tipe klien yang kerja sama dengan blogger

Sharing By Rey - Sejak awal tahun 2018, saya mulai merasakan menjadi blogger yang menghasilkan uang dari blog.

Bermula dari sebuah event blogger, yang mana menjadi titik awal saya serius dalam ngeblog, dan menjadikan blogger sebagai profesi saya.

Sejak saat itu pula, saya mulai merasakan menghasilkan uang dari blog, yang mana melalui kerja sama dengan beberapa klien.

Mulai dari yang namanya kerjasama melalui seorang leader blogger, atau komunitas blogger, hingga akhirnya saya mendapatkan penawaran-penawaran secara pribadi melalui email saya.

Setelah kurang lebih 3 tahun saya sering bekerja sama dengan klien, saya jadi punya beberapa cerita tentang karakter-karakter klien yang pernah kerja sama dengan blogger, setidaknya dengan saya.

Setidaknya ada beberapa tipe klien yang pernah saya temui dan bekerja sama, di antaranya:


1. Klien idaman banget


Klien idaman banget adalah klien yang 'boros' dan enggak neko-neko terhadap blogger.

Saya pernah mendapatkan klien seperti ini ini dua kali apa tiga kali ya, di mana sang klien sudahlah begitu ramah, sopan, dan gak banyak tuntutan.

Nanya rate card dengan santun serta profesional, langsung setuju dengan rate card yang saya ajukan, langsung bayar atau transfer ke rekening saya, dan produk yang akan direview pun langsung dikirim dengan jumlah yang wajar.

Bukan hanya itu masalah invoice pun pihak mereka yang urus, blogger hanya kebagian menandatangani invoice tersebut tanpa ribet dengan materai segala.

Biasanya klien seperti ini ini adalah klien dengan produk kecantikan, dan uniknya produknya bukanlah produk yang booming.
Kalau sudah ketemu klien seperti ini, udah deh seketika menjadi terbebani oleh rasa nggak enak atau sungkan.

Sebagai gantinya, saya akan mengerjakan kerjasama tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesempurna sesuai kemampuan saya.


2. Klien idaman


Tipe klien seperti ini adalah klien yang yang memberikan fee yang yang manusiawi, biasanya sesuai ekspektasi, atau bahkan di atas ekspektasi.

Sayangnya kadang klien seperti ini agak sedikit ribet dengan brief-nya.
Yang brief-nya kepanjangan lah, atau yang minta ini itu lah, harus beginilah harus begitulah, sehingga kadang baca brief aja udah capek duluan.

Tapi kalau melihat dari fee yang ditawarkan seketika rasa capek ditepis kan, berganti rasa sukacita membayangkan transferan dari klien, hehehe.

klien seperti ini biasanya adalah klien dari brand kosmetik, atau brand lainnya yang perusahaannya sedang booming, jadi di dana marketing mereka besar.
dan biasanya ditangani oleh pihak marketing dari brand tersebut alias tidak diberikan melalui calo-calo pencari blogger.


3. Klien yang baik


Klien seperti ini adalah klien yang memberikan fee yang standar, nawar pun masuk akal dan brief yang diberikan pun standar juga.

Tentu saja pencairan invoice-nya pun standar baiknya, alias tidak molor terus.


4. Klien pasar abis


Klien seperti ini adalah, klien yang kalau nawar rate card itu nggak ngira-ngira, persis kayak mak-mak di pasar, hehehe.

Klien dan blogger

Meskipun kadang memang klien tidak salah, karena sama seperti blogger yang bebas menentukan rate card yang mereka inginkan, klien pun berhak menentukan atau menawar berapa dana yang mereka siapkan untuk kerjasama dengan blogger.


5. Klien amnesia


Ini mah sebutan untuk klien yang sering ngilang setelah tugas job kerjasama dilakukan oleh blogger.

Ditungguin hari demi hari, tak ada kabar invoice terbayarkan.
Pas ditanya, entar-entaran mulu.
Ujung-ujungnya, malah nggak ada kabar sama sekali.

Saya pernah mendapatkan klien seperti ini, dan akhir nya terselesaikan dengan drama kirim email tembusan ke semua bagian perusahaan klien.
Seperti cerita drama invoice yang pernah saya tuliskan dulu.


6. Klien ghosting


Bukan hanya calon klien, bahkan klien yang udah deal kerjasama lalu tiba-tiba menghilang juga pernah saya temui.

Hal ini terjadi, mungkin karena si klien atau calon klien itu merupakan seseorang 'perpanjangan tangan' atau agensi dari brand atau dari pihak marketing brand.

Mungkin saja memang kerjasama yang akan dilakukan tidak jadi, oleh berbagai alasan, akan tetapi akan lebih bijak, jika calon klien atau klien itu memberikan sebuah penjelasan kepada blogger.

Jangan langsung auto ngilang aja kayak hantu aja.


Demikianlah macam-macam tipe klien yang pernah saya temui dalam bekerja sama sebagai blogger, sejak tahun 2018 saat pertama kali diajak ngevent ama Mbak Yuni, hingga sekarang.

Ada begitu banyak cerita dari tipe-tipe klien seperti yang saya jabarkan di atas, apapun itu, semuanya menjadi sebuah pelajaran berarti terutama dalam perjalanan saya sebagai seorang blogger.

Semoga kita semua terutama para blogger selalu bertemu dengan klien-klien yang idaman atau idaman banget, dan tentunya kita bisa memberikan yang terbaik untuk kerjasama kita dengan klien-klien tersebut.

Kalau temans, pernah dapat kerja sama dengan tipe klien yang mana?


Sidoarjo, 27 Maret 2021

Sumber: pengalaman pribadi
Gambar: Canva edit by Rey

12 comments :

  1. Banyak juga klien yang sudah dikerjakan mbak Rey ya, pertanda sudah jadi seleb blogger.

    Sama seperti di dunia nyata, klien juga memang macam macam, ada yang baik banget, yang baik itu yang dicari para blogger ya mbak, tanpa banyak cakap langsung deal dan begitu review dikerjakan rekening langsung gendut eh uang nya masuk.

    Tapi ada juga klien yang bawel, nawar rate card kayak nawar ikan dipasar. Akhirnya setelah nego nego deal juga, giliran dikerjakan kok menghilang.πŸ˜‚

    ReplyDelete
  2. Wkwkw aku ngakak dong Kak sama judul Klien amnesia 🀣. Tapi nggak nyangka kalau ada yang seperti ini, aku pikir karena klien blogger umumnya adalah perusahaan besar, nggak akan ada kejadian amnesia begini πŸ˜‚ tapi ternyata tetap aja ada ya πŸ˜… untung Kak Rey pada akhirnya bisa dapat feenyaa.
    Menurut Kak Rey, untuk tipe-tipe klien "nakal" bisa dilihat dari first impression nggak?

    ReplyDelete
  3. Nambah satu lagi dong.. Klien Mabok.. dia ga ngasih kerjaan, tapi bayar 10 kali lipat harga pasaran, terus ga nagih apakah kerjaan sudah dikerjakan atau belum..

    Ini klien impian sayah..

    #kaboor..

    ReplyDelete
  4. kalau aku pernah ada di posisi client dan juga posisi blogger/influencer
    jadi biasanya saya tanya rate card dulu
    atau tembak langsung kak aku ada budget 1,5juta buat posting 1 feed 1 stories..begitu lancar besoknya aku ajak kerjasama lagi sampai akhirnya aku tawarin lagi..kak aku ada budget 7juta untuk video story ig min.10 dan seneng aja gitu ngasih kerjaan ke influencer yang beneran niat kerja dan tektokannya gampang



    ReplyDelete
  5. Rame nih ya..sampe dikelompokan berbagai jenis.
    Kalai saya dah dapat email job saja sudah seneng...

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah tipe no.6 belum pernah Kak, jangan sampai deh, nyebeliiin.
    pernah dapat yang amnesia gitu, karena capek nagih di email, jadilah artikelnya saya revert to draft, padahal itu nulis sendiri, sudah diikutkan BW pula.

    no.1 dan 2 emang dambaan banget ya.. uhuuiii jadi makin cantik deh *ehh

    ReplyDelete
  7. klien amnesia dan klien ghosting nih mba yang aku alami.beda tipis ya itu kayaknya
    dan udah capek mau nagih hahaha

    ReplyDelete
  8. Ternyata ghosting ga hanya di hubungan yaa, tp juga yg ngasi job blogger juga ada πŸ˜‚πŸ˜‚ Semoga Mba Rey n temen2 blogger semua dijauhkan dr klien2 yg amnesia n ghosthing yaa..

    ReplyDelete
  9. Pernah ketemu semuanya, Mbak Rey. Kecuali yang amnesia. Gemes banget tuh, yang amnesia. Bener-bener ngerugiin banget πŸ˜’. Untungnya Mbak Rey kuat, kalau aku mungkin udah tak hapus aja postingan sponsorship nya. Gak kuat telaten aku kalau nagih-nagih gitu, Mbak Rey. 😭

    Btw mudah-mudahan kita semua selanjutnya bisa terhindar dari klien amnesia dan ghosting ya, Mbak. Nyebelin banget soalnya dua itu. πŸ₯Ί

    ReplyDelete
  10. Aku baru tahu sampe ada yg menghilang ato amnesia wkwkwkwk. Gilaaa, ga profesional banget :D. Lgs blacklist lah kalo dpt klien begitu :D.

    Tapi aku prnh diceritain Ama salah seorang blogger, yg mereka diminta utk menulis buku, ttg pariwisata, dan sampe tulisannya jadi, tp bukunya batal terbit, dan mereka ttp ga dibayar. Itu parah juga sih. At least masalah buku ga jd terbit, ya urusan internal. Tapi penulis ttp harus dibayar. Sama aja kayak hutang kalo kubilang. Hak nya ga diksh, kewajiban udah selesai

    ReplyDelete
  11. Semoga kita para blogger bisa selalu ketemu klien idaman banget ya, Mbak. Banyak juga nih tipe-tipe klien para blogger. Bahagia banget memang kalau para blogger bisa ketemu dengan klien yang idaman banget.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top