Sunday, March 21, 2021

Tribhanga: Tedhi Medhi Crazy, Feminisme 3 Generasi yang Berbeda

Tribhanga: Tedhi Medhi Crazy, Feminisme 3 Generasi yang Berbeda

Sharing By Rey - Tribhanga, Tedhi Medhi Crazy adalah film India terbaru tahun 2021 yang dibintangi oleh artis Kajol.

Dan film ini sebenarnya sudah lumayan lama saya tonton, kalau nggak salah sebelum saya sakit bulan kemarin.

Tumben-tumbennya ya saya nonton film India, tapi memang sekarang tuh saya lagi suka nonton film genre drama yang sarat makna.

Karenanya, ketika melihat ada film yang dibintangin Kajol, langsung saja saya merasa penasaran untuk menontonnya.

Dan begini sinopsis film India Tribhanga 2021 ini.


Sinopsis Film Tribhanga 2021


Seperti biasa, akan full spoiler banget nih!

Dimulai dengan adegan Nayantara Apte atau Nayan (Tanvi Azmi) sedang diwawancarai oleh seorang lelaki, Milan (Kunaal Roy Kapur) yang merupakan seorang Phd yang tertarik pada kehidupan perempuan yang mengusung konsep feminisme.
Di tengah wawancara, Nayan malah jatuh tak sadarkan diri, sehingga langsung dilarikan di rumah sakit.

Di tempat lain, Anuradha Apte atau Anu (Kajol) sedang bersiap-siap untuk tampil menarikan tarian Odissi ditemani putrinya, Masha (Mithila Palkar).
Mendadak dia menerima panggilan telpon yang mengatakan bahwa ibunya, Nayan masuk rumah sakit, dan secepatnya dia menuju rumah sakit.

Di rumah sakit, Anu mengetahui, bahwa ibunya koma.
Dan alur adegannya pun jadi maju mundur.

Dikisahkan, masa kecil Anu dan adiknya, Robindro (Vaibhav Tatwawaadi) dihabiskan bersama neneknya di rumah.
Ibunya, Nayan adalah seorang penulis yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menulis dan menulis setiap harinya.

Review Film India Tribhanga 2021

Karena itulah, neneknya, ibu mertua Nayan, kurang begitu suka padanya.
Suatu hari, ketika Nayan menerima tamu istimewa yang memberikan penghargaan atas karyanya, mertuanya ngomel di dapur dengan menyinggung bahwa Nayan tidak pernah masak dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, bahkan mengurus anakpun jarang.

Nayan kesal dan meminta suaminya, Vinayak untuk segera pindah dari rumah tersebut, sayangnya suaminya bertahan, karena ibunya tak punya siapa-siapa selain dirinya.
Selain itu, menurut suaminya, Anu dan Robindro senang dan bahagia tinggal di situ.

Nayan kecewa, karena suaminya tidak memikirkan kebahagiaannya, akhirnya dia memilih hengkang dari rumah tersebut dan membawa serta Anu dan adiknya.

Sejak saat itu, Nayan menjadi single mother bagi kedua anaknya, dan kesalnya lagi, mantan suaminya bahkan tidak mau peduli sama sekali kepada kedua anaknya.
Bahkan juga tidak memberikan nafkah buat anak-anaknya.

Nayan yang kesal karena itu, akhirnya memilih mengganti nama belakang anak-anaknya, dengan menggunakan nama keluarganya.
Perbuatannya tersebut tidak bisa berjalan mulus, butuh waktu yang panjang sampai akhirnya pengadilan menyetujui permintaannya.

Nayan beralasan, jika memang mantan suaminya hanya berperan memberikan sperma untuk menjadikan anak-anak itu lahir, berarti perannya amat sangat kecil, lalu untuk apa anak-anak memakai namanya?

Sayangnya, karena keputusan Nayan yang melanggar norma di India, membuat Anu dan adiknya mendapatkan bully-an di sekolah.

Banyak yang mempertanyakan, mengapa mereka memakai nama belakang marga ibunya?
Sementara di India kebanyakan memakai nama marga dari ayah.

Teman-temannya pun sering mengejek mereka karena itu.
Dan Anu serta adiknya terpaksa mengalami masa sekolah yang mengerikan dan membekas sampai mereka dewasa.

Tidak cukup sampai di situ, traumatis Anu masih ketambahan dengan pelecehan seksual yang dia alami.
Nayan tak butuh waktu lama menemukan pengganti suaminya, seorang fotografer yang tampan, Vikramaditya, selalu menggodanya sejak pertama kali memotret dirinya. 

Sayangnya, Nayan tak pernah tahu bahwa Anu, putrinya yang saat itu berusia 14 tahun,  mengalami pelecehan seksual oleh lelaki yang seharusnya jadi pengganti ayahnya tersebut.    

Anu bukannya tak melaporkan pada ibunya, sayangnya ibunya selalu menepisnya dan seolah nggak percaya kalau lelaki tersebut memang bejad.

Gara-gara itu, Anu lalu menelpon ayahnya, dan meminta ayahnya segera datang menjemputnya.
Sayang, ayahnya sama sekali nggak mau tahu, dengan alasan takut Nayan marah.
Anu yang putus asa, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, beruntung dia masih bisa diselamatkan.

Sejak saat itu, Anu mengajak adiknya untuk tak lagi mengakui kedua orang tua mereka.
Anu benci ayahnya yang nggak peduli dengannya, pun juga benci pada ibunya yang membuatnya harus membawa luka traumatis akan pelecehan seksual, pembullyan di sekolah, sampai dia dewasa.
Saking bencinya, Anu berhenti memanggil ibu pada Nayan, dan menggantinya dengan panggilan namanya, Nayan.

Ketika dewasa, Anu juga tumbuh jadi perempuan yang ingin bebas, dia memutuskan tak mau menikah, dan hanya menjalani hubungan dengan pria Rusia dan memutuskan tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan.
Itupun bisa terjadi dengan perjuangan Nayan, karena dalam masyarakat India, hidup bareng tanpa ikatan pernikahan itu adalah hal yang tidak biasa.

Sayangnya lagi, Anu hanya sebentar hidup bersama lelaki tersebut, saat dia hamil, si lelaki malah memukulinya.
Anu yang marah besar, langsung membalas dan mengusirnya dari apartemen mereka.

Sampai akhirnya Anu melahirkan bayi perempuan yang lucu dan diberi nama Masha.
Ketika itu lelaki yang dihormati Anu, Raina, menjalin hubungan tanpa status dengan Nayan, dan akhirnya Raina mencoba mengumpulkan Anu bersama ibunya lagi.

Sehingga masa kecil Masha, menjadi lebih lengkap, dengan kehadiran kakek dan neneknya.

Semua kisah masa kecil Anu tersebut, diceritakan dalam alur maju mundur, bersamaan dengan adegan Anu yang setia menunggui ibunya yang koma di rumah sakit.
Perlahan namun pasti, hati keras Anu mencair, terlebih ketika melihat rekaman pembicaraan Nayan dengan Milan, di mana Nayan menceritakan semua perasaan berdosanya kepada Anu.

Adapula adegan Anu yang terpaksa membantu suster memandikan Nayan, sedikit demi sedikit, Anu mulai melembut.

Sementara itu, berbeda dengan Anu yang pemberontak, tidak mau sama sekali menikah, dan membenci berada dalam ikatan perkawinan dengan lelaki.
Juga Nayan, yang meskipun tidak separah Anu, tetap menganggap perkawinan adalah hal yang baik, tapi jika ada yang menyakitinya, dia tak segan untuk berpisah sesegera mungkin.

Masha malah tumbuh jadi gadis manis yang seperti kebanyakan gadis di India.
Dan beruntung, meski ibunya pendobrak hal-hal yang harus dipilih wanita India, namun Anu adalah sososk ibu yang sangat demokratif.

Dia bahkan mendukung Masha untuk cepat menikah, dan melamarkan lelaki pujaan Masha untuk bisa menikah dengan Masha.

Lalu, bagaimanakah akhir film ini?
Apakah ibunya, Nayan, yang sedang koma akan terbangun kembali dan mereka bisa bersama-sama kembali?



Sila cari tahu dengan menontonnya sendiri yaaa :)


Review Film Tribhanga 2021


Profil:

Sutradara      : Renuka Shahane 
Produser       : Ajay Devgn, Parag Desai, Deepak Dhar, Rishi Negi, Siddharth P Malhotra, Sapna Malhotra 
Writer            : Renuka Shahane
Release Date: 15 Januari 2021
Runtime         : 95 minute
Genre            : Drama
Language      : Hindi, Inggris, Marathi
Country          : India

Pemain:

Kajol sebagai Anuradha 'Anu' Apte
Tanvi Azmi sebagai Nayantara 'Nayan' Apte
Shweta Mehendale sebagai Nayan muda
Mithila Palkar sebagai Masha
Kunaal Roy Kapur sebagai Milan
Vaibhay Tatwawaadi sebagai Robindro
Manay Gohil sebagai Raghav
Nishank Verma sebagai Vikramaditya

Rating By Me : 4,9 of 5


Film ini amat sangat recomended ditonton oleh wanita, eh juga pria sih.
Karena menceritakan tentang kisah 3 wanita dengan pilihan hidup mereka yang sangat berlawanan satu sama lainnya, namun memiliki kesamaan terutama dalam memaknai hidup.

Sinopsis Film Tribhanga 2021

Film Tribhanga ini, ditulis oleh sutradaranya sekaligus penulisnya, Renuka Shahane, yang terinspirasi dari hubungannya bersama ibunya.

Menurut saya, film ini menceritakan tentang feminisme dalam ukuran yang beragam.

Ada Nayan, sang ibu.
Yang sempat merasakan kehidupan seimbang dari feminisme maupun patriarki, dengan memiliki pernikahan serta menjadi ibu, lalu mendobrak pandangan yang merusak feminisme nya, bahwa wanita yang baik adalah seorang istri yang bisa bekerja di dapur, seperti pandangan ibu mertuanya.

Lalu Anu, sang anak, yang merasakan bahwa masa kecilnya jadi berantakan, karena ibunya memilih jalan hidup yang bertentangan dengan kebanyakan pandangan orang-orang.
Yaitu dengan menganggap wanita bisa melakukan semuanya, lelaki cuman nyumbangin sperma, lalu, untuk apa anak-anak harus mewarisi nama ayahnya?.

Kehidupannya yang lebih bebas, meski masih juga membutuhkan lelaki, dan membutuhkan ikatan pernikahan, ternyata tidak berdampak baik buat anak-anaknya, terutama anak perempuannya, Anu

Anu lalu tumbuh dewasa menjadi super feminisme, benar-benar menganut pola pikir feminisme di atas ibunya, di mana dia membuktikan bahwa wanita tidak selalu butuh pria, karenanya dia menolak untuk menikah, dan memutuskan hidup bebas dan tanpa ikatan pernikahan sama sekali.

Sementara itu, anaknya Masha, dari hasil hubungan tanpa ikatan Anu, malah tumbuh dan menganut kehidupan yang lebih konvensional, itupun bermula karena masa kecilnya yang penuh bully-an karena ibunya yang memilih gaya hidup bebas.

Film ini sangat rekomended buat saya, terutama ditonton oleh para wanita zaman sekarang, yang kadang menilai feminisme dengan terlalu berlebihan.

Agar bisa jadi renungan, kalau hidup ini memang harus balance, tidak semua hal yang kita inginkan harus kita lakukan.      

Dan yang bikin film ini benar-benar sampai pesannya ke penonton adalah, siapa lagi kalau bukan akting si Kajol yang sungguh sangat pas banget mencerminkan tokoh Anu.

As we know ya, Kajol tuh wajahnya sangat tajam, dipulas dengan make up yang lebih jelas, pas banget dah bahkan hanya dengan melihat wajahnya aja, udah terbayang gimana sih wataknya, sebagai seorang wanita pemberontak yang memilih hidup independent.
  
Sementara untuk ibunya, saya kurang ngeh sih ya ama aktris senior Tanvi Azmi ini, tapi saya pikir aktingnya juga bagus, sesuai dengan karakternya, termasuk di Masha yang diperankan oleh Shweta Mehendale.

Btw, judul Tribhanga sendiri diambil dari salah satu pose dalam tarian Odissi, sebuah tarian klasik dari India. 
Di mana Anu mengibaratkan sosok dirinya, Nayan, dan Masha seperti pose-pose dalam tarian tersebut. 

Nayan adalah pose abhang, yaitu pose sedikit miring atau tak seimbang, sedangkan Masha ibarat pose samabhang, yaitu pose yang sepenuhnya seimbang. 

Sementara Anu disebutnya seperti Tribhanga, yakni pose dengan tiga lekukan pada tubuh yang membentuk huruf S


Makna dan Pesan Film Tribhanga 2021


Menurut saya, hal yang paling menarik dari sebuah film, apalagi film sarat makna kayak film Tribhanga ini adalah, memetik makna maupun pesan yang terkandung dalam filmnya, yaitu:

Review Film Tribhanga 2021


1. Pentingnya keseimbangan feminisme maupun patriarki


Lagi booming banget nih zaman now, mungkin saja berangkat dari kekecewaan masa lalu atau sedang berada di masa itu, di mana wanita terasa selalu dijajah oleh pria, selalu dinomor duakan, jadilah bermunculan paham feminisme yang mengangkat kesetaraan pria dan wanita.

Menurut saya, tidak ada salahnya sama sekali tentang hal itu.
Namun, sebagai manusia tentu saja kita diciptakan dengan kodratnya masing-masing, lengkap dengan tanggung jawab yang harus kita lakukan agar kehidupan seimbang.

Nyatanya, mengapa lelaki lebih diutamakan dalam dunia luar ketimbang wanita, terutama wanita yang sudah menjadi ibu, karena biar kata menurut banyak orang kodrat wanita itu hanya mengandung, melahirkan dan menyusui.

Namun, sebaik-baiknya perkembangan anak, memang mendapatkan perhatian ibunya secara penuh.
Dan saya udah merasakan, amatlah sulit untuk bisa memberikan perhatian penuh kepada anak, kalau seorang ibu harus disibukan oleh tanggung jawab lainnya.

Terlihat dari masa kecil Anu, di mana ibunya tak mau berlama-lama hidup tidak bahagia (sesuai keinginannya), dan memilih meninggalkan suaminya dan membawa serta anak-anaknya.

Ibunya berpikir, kalau tak butuh lelaki untuk melanjutkan hidup dan mengasuh anak-anaknya, nyatanya?
Anu bahkan tumbuh jadi anak yang memiliki traumatis yang parah akan masa kecilnya.
Dibully banyak teman di sekolahnya, mendapatkan pelecehan dari ayah tirinya.

Demikian juga Anu, yang tumbuh lebih meningkat paham feminismenya, sehingga menganggap bahwa ikatan pernikahan itu tak penting untuknya.

Nyatanya, keputusannya tersebut, yang sejujurnya ingin melindungi anaknya, agar tidak bernasib sama dengannya ketika kecil, malah mengulang kembali peristiwa yang dia alami ketika kecil dulu.

Anaknya, Masha, melewati masa-masa sedih ketika sekolah, dibully oleh banyak temannya, karena punya ibu dengan gaya hidup bebas dan tidak sesuai norma di India.

Sedihnya lagi, Anu yang merasa kalau ibunya tidak perhatian dan tidak mau paham dirinya ketika kecil, ternyata mengulang hal tersebut ketika punya anak, karena bahkan dia nggak tahu kalau ternyata Masha mengalami masa sulit ketika sekolah.

See? biar bagaimanapun, Tuhan telah menciptakan ada lelaki dan wanita, yang harus saling memiliki, saling bekerjasama, agar seimbang, dan memberikan perlindungan seimbang buat keturunan mereka.


2. Pentingnya menerima, memahami dan memaafkan orang tua


Sesungguhnya, baik Nayan, Anu maupun Masha adalah korban masa kecil semata, akibat keputusan salah orang tuanya.

Well, masa kecil Nayan sih nggak diceritakan, tapi melihat dari sikapnya, sepertinya mengulangi kisah masa kecilnya dengan cara yang berbeda, seperti yang Anu lakukan pada Masha.

Anu tumbuh menjadi anak yang penuh dendam pada ayah maupun ibunya, dia membenci ibunya yang meninggalkan rumah neneknya, lalu membawa lelaki lain ke rumah mereka, yang malah membuat dia mengalami pelecehan seksual dan bikin trauma.

Karenanya dia tak mau mengulang hal itu terhadap anaknya, nyatanya?
Tetap saja terulang, meski dengan cara yang berbeda.

Beruntung, dia dikaruniai anak yang lebih kuat seperti Masha, yang bisa memahami sikap ibunya, meski ada kekecewaan dalam hatinya.
Anu juga baru bisa memaafkan ibunya setelah ibunya, berpulang, tanpa ada kata maaf, meski hatinya menangis.
 
Sinopsis Film Tribhanga 2021

Andai hatinya bisa sedikit melunak, belajar memahami, menerima lalu memaafkan ibunya lebih awal, mungkin banyak hal yang bisa mereka perbaiki.
Termasuk memberikan hidup normal buat Masha, yang akhirnya mati-matian berusaha jadi menantu terbaik meski tak sesuai dengan hatinya, demi bisa diterima di keluarga suaminya yang 'normal', tak seperti keluarganya yang disfungsional.


Apa lagi ya?
Saking mendalamnya film ini, khususnya buat saya, jadi bingung mau ceritain pesan dan maknanya.
Intinya, hiduplah dengan seimbang.
Karena patriarki itu tak baik, apalagi feminisme yang lebih dominan.

Demikianlah.
Ada yang udah nonton film ini?

Sidoarjo, 21 Maret 2021


Sumber: Film Tribhanga
Gambar: https://www.imdb.com/

2 comments :

  1. komplek banget ini masalahnya menurutku mbak, pembulyan sampe ninggalin trauma sampe dewasa, terus cerita hidup bersama tanpa ada ikatan pernikahan.
    bagus ceritanya
    dan pas liat cover di foto pertama, aku nggak kepikiran kalau itu adalah Kajol, mungkin karena posisi fotonya miring :D
    pas dibilang Kajol, ehhhhh iya ya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, aktingnya Kajol di sini seperti biasa memang luar biasa.
      Apalagi kan memang karakter wajahnya tuh kalau dikasih make up yang bold, Jadi terlihat lebih tegas dan jutek, hehehe.

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top