Sunday, March 28, 2021

Coelho's Circle, Novel Sosial Dipersembahkan untuk Korban Pejuang Covid-19

Resensi novel Coelho's Circle

Sharing By Rey - Coelho's Circle, tentang Cahya yang hilang, adalah sebuah novel sosial, tentang dampak dari hilangnya seorang belahan jiwa, sahabat, ayah, panutan, akibat dari Covid-19.

Dan luar biasanya buat saya, novel ini bikin saya yang dulunya pecinta novel, lalu berubah selera jadi pecinta tulisan non-fiksi, balik lagi jadi mencintai tulisan-tulisan novel seperti ini.

Saya pernah menceritakan, bagaimana selera baca saya sekarang mulai berubah, sepertinya karena dipengaruhi oleh kebiasaan membaca tulisan di blog teman-teman.

Hingga akhirnya, saya lebih menyukai kisah nyata penuh makna, ketimbang cerita fiksi, seperti novel.

Lalu, tiba-tiba, Mba Bety, seorang blogger yang juga saya kenal meski dalam dunia maya saja, kembali menelurkan sebuah novel, setelah sebelumnya sudah pernah menghasilkan sebuah buku yang sampai sekarang bikin penasaran, karena belum sempat saya baca.

Dan, demikianlah asal mula kekepoan saya, yang lebih dulu menyukai penulisnya, ketimbang karyanya, hahaha.
Dasar selera saya aneh ya, hanya mau mencari tau sesuatu karya, dari ngeliat orangnya dulu.
That's why personal branding itu penting banget.


Sinopsis Novel Coelho's Circle


Coelho's Circle adalah sebuah novel yang menceritakan kepergian seorang dokter bernama Cahya, akibat kelelahan merawat para pasien Covid-19, hingga akhirnya ikut tertular dan menjadi akhir dari usianya.

Review novel Coelho's Circle

Lalu, kepergiannya menyisakan berbagai dampak yang menguras emosi dan penuh konflik dari lingkar pertemanannya Coelho's Circle.

Dokter Cahya Antasena, adalah seorang dokter spesialis paru-paru (pulmonologist), yang ikut berjuang di garda terdepan dalam menyelamatkan banyak korban terinfeksi virus Covid-19.

Sudah sekian waktu dia mengabdikan diri di rumah sakit, dan memilih tidak pulang ke rumahnya untuk menemui anak dan istrinya, karena takut membawa virus untuk orang-orang tercintanya itu.

Bahkan sampai akhirnya dokter Cahya dirawat di rumah sakit karena ikutan terinfeksi, tidak ada seorang keluarganya pun, yang bisa menemuinya.

Sampai akhirnya, dia pergi karena batas usianya telah habis dengan penyebab virus tersebut.

Sang istri, Diandra, hanya bisa menangis histeris menerima kenyataan itu, kenyataan bahwa belahan jiwanya pergi tanpa pesan, tanpa pamit, apalagi sebuah pelukan.

Bukan hanya itu, protokol kesehatan yang ketat, membuat jenazah dokter Cahya, harus dimakamkan seperti korban Covid-19 lainnya.
Secepatnya, dan tanpa boleh didekati oleh keluarganya sama sekali.

Hancur hati Diandra karenanya, dan hanya bisa melihat proses pemakaman belahan jiwanya dari jarak yang aman.

Kepergian dokter Cahya meninggalkan dampak yang besar, bukan hanya untuk sang belahan jiwanya, Diandra serta Nura anak semata wayangnya yang masih balita.

Tapi juga membuat kacau balau semua sahabat-sahabat yang mengasihinya di Coelho's Circle, yaitu sebuah kumpulan para sahabat pecinta karya Paulo Coelho, seorang novelis asal Brasil, yang merupakan salah satu penulis dengan karya yang paling banyak dibaca di dunia saat ini.

Dalam Coelho's Circle ini, yang mana anggotanya adalah Cahya, Alif, Diandra, Agni dan Nid. Hanya Cahya lah satu-satunya, sosok yang paling bijak dan dewasa, sehingga semua sahabatnya sangat menyayangi dan segan padanya.

Selepas Cahya pergi, bahkan masih dalam keadaan berkabung, sang belahan jiwa, Diandra, terpaksa harus terlibat konflik dengan anggota Coelho's Circle lainnya, karena masing-masing anggota memang punya karakter yang sama-sama kuat dalam menangani kesedihan masing-masing.

Semua hal tersebut, tentu saja membuat persahabatan mereka jadi kacau balau, bahkan terancam bubar.

Lalu, apakah persahabatan yang mereka ciptakan berawal dari kesukaan yang sama, dan dijalani selama sepuluh tahun tersebut, akan berakhir begitu saja? 

Bagaimana cara mereka untuk bisa menjaga janji yang pernah dibuat dan diucapkan ketika Cahya masih ada dalam Coelho’s Circle?

Bagaimana nasib Diandra dan malaikat kecilnya?
Apakah dia bisa bangkit dari keterpurukannya?

Mau saya kasih tau, tapi jadinya nggak seru lagi dong.
Ya udah deh, Temans cari tau aja sendiri dengan membeli novel Coelho's Circle, yang sukses bikin saya bersimbah air mata, dan seketika jadi suka lagi ama novel ini.


Review Novel Coelho's Circle


Tentang Buku

Judul           : Coelho’s Circle
Penulis       : Nanang Chalid, Bety Kristianto
Genre          : Novel Sosial
Penerbit     : Penerbit Buku Kompas.
Tahun terbit: 2021
Isi                 : xii + 244 halaman

Novel Coelho's Circle

Menurut saya, kekuatan dari novel ini adalah, ketepatan pilihan Mbak Bety dan Mas Nanang, yang membuka cerita novel dengan adegan dan karakter yang kuat.

Terlebih, dengan membawa kekinian dalam pembukanya, lengkap dengan kisah dramatisnya, sehingga membuat pembaca, seolah terbawa masuk dalam ceritanya.

Seperti yang kita ketahui, virus Covid-19 ini memang luar biasa meluluh lantakan segalanya, hingga menjadi pandemi sedunia.

Dan dari semua kisah-kisah yang beredar, kisah korban dari virus ini, yang akhirnya meninggal dalam kesunyian, tanpa pelukan dan pesan dari keluarga, adalah sebuah gambaran yang sungguh memilukan.

Terlebih, jika korbannya adalah, para pahlawan garda terdepan, yang bertaruh nyawa dalam membantu menyembuhkan banyak pasien korban Covid-19.
Hal tersebut, merupakan sebuah pembukaan yang kuat, dan sukses bikin saya mewek, huhuhu.

Sisi menarik lainnya adalah, novel ini sungguh tak bisa ditebak ending-nya.
Even saya yang terbiasa membaca novel, selalu memulai dengan ngintipin ending-nya dulu, hahaha.

Iya, hal pertama yang saya lakukan setelah membuka sampul bukunya adalah, bacain bab terakhirnya, hahaha.
Dan saya bingung dong.

Biasanya, udah ada di pikiran, oh ini ceritanya, makanya ending-nya gitu.
Tapi novel dari karya Mbak Bety Kristianto dan Mas Nanang Chalid ini memang sungguh bikin pembaca malas kayak saya, sukses jadi rajin bacain dari depan ke belakang, hahaha.

Meskipun, jujur saya agak linglung, ketika masuk ke bab kedua, di mana (menurut saya) alurnya terlalu ekstrim, hahaha.

Iya, alur novel ini termasuk maju lalu mundur, tapi memang mundurnya itu lumayan bikin nge-hang, hahaha.

I mean, saya udah kebawa perasaan banget ketika membaca dan meresapi adegan di bab pertama yang memang sungguh dalam banget rasanya.

Novel sosial tema Paulo Coelho

Lalu tiba-tiba, boom!
Jadi sedikit tenang.
Karena ternyata balik ke awal ceritanya.

Tapi, syukurlah, semua ke hang an saya tidak berlangsung lama, karena setelah itu masuk lagi ke konflik yang bikin lagi-lagi ikutan terbawa perasaan.

Over all, saya setuju banget ama Bang Andy F. Noya, host dari Kick Andy Show yang telah membaca novel ini juga.

Di mana Bang Andy mengatakan bahwa penulisnya sangat paham menghadirkan emosi melalui kesedihan dan konflik di novel ini, dan itulah kekuatan dari novelnya.
Dan dari novel ini, membuat orang jadi bisa memaknai dan menghargai kehadiran orang lain dalam hidupnya.

Lalu, saya ingin berterimakasih kepada Mbak Bety tepatnya, karena mengenalkan saya pada Paulo Coelho.

Ada yang belom kenal sang maestro?
(Saya nggak nanya Lia dan mama Thessa ya, mereka mah udah maestro juga selera bacanya, hahaha), siniii kita berpelukan, hahaha.

Sumpah ya, bisa-bisanya saya baru tau tentang maestro ini?
Waktu awal saya baca judulnya, jujur saya nggak ada ekspektasi apa-apa.

Lah wong, judulnya aja aneh gitu, hahaha.
I told you, saya baca ini hanya karena saya tau penulis nya, dan selalu suka gaya penulisan nya di blognya.

Saya hanya terheran-heran, mengapa sih milih judul yang aneh gitu?
(Ternyata saya yang aneh, hahaha)

Setelah saya baca, di mana di dalamnya disinggung tentang beberapa karya sang maestro, sungguh bikin saya jadi penasaran dan cari bukunya, and guess what, ada banyak di ipusnas! Uwowww...
Thanks Mbak Bety 😘

Dan yang paling bikin saya salut dan angkat topi eh jempol aja ding, adalah, karena penulisnya, bukan hanya mengangkat dan menebeng topik Covid-19 yang sedang happening dan sangat mendunia ini.

Tapi, justru karya ini mereka buat, untuk dipersembahkan buat keluarga korban Covid-19.

Iya, karena seluruh hasil penjualan novel ini, akan didonasikan untuk penanggulangan dampak Covid-19 di Indonesia, bagi yang membutuhkan.

Keren banget ya.
So proud of you Mbak Bety, khususnya ❤️


Tentang Penulis Novel Coelho's Circle


Bety Kristianto adalah seorang penulis buku, ghost writer, influencer, dan juga blogger. 
Kalau saya sih lebih mengenal nya sebagai blogger dari Jogja, hehehe.

Penulis novel Coelho's Circle

Menggeluti dunia penulisan dengan menjadi blogger sejak 2012 lalu, dan mulai menulis buku di tahun 2016, serta telah menerbitkan dua buku solo. 

Dengan berbekal pengalaman lebih dari 8 tahun di bidang penulisan, yang membuatnya memantapkan diri menerima pinangan sebagai co-writer novel Coelho’s Circle, yang sekaligus menjadi novel pertama yang diterbitkan atas namanya. 

Sebagai blogger saya sangat bangga punya teman seperti ini, semoga saya bisa ikutan menulis buku solo ke depannya, aamiin.

Sedangkan Nanang Chalid adalah seorang praktisi HR yang telah berkecimpung lebih dari 15 tahun, lalu saat ini bekerja sebagai VP People di Tokopedia. 

Sebelum menulis novel Coelho's Circle, dia juga aktif menulis dengan topik pembahasan seputar People Management di blog pribadinya. 


Beli Novel Coelho's Circle, rasakan kisah emosionalnya, sekaligus ikut berdonasi


Novel Coelho's Circle ini dapat Temans beli melalui official store BenihBaik di Tokopedia.

Novel bertema Paulo Coelho

Ada beberapa paket normal maupun bundling yang ditawarkan, yaitu ada 4 pilihan:
  1. 1-on-1 carrier coaching session yang akan dimentori Nanang Chalid.
  2.  Group carrier coaching session, juga akan dimentori langsung oleh Nanang Chalid.
  3. 1-on-1 writing fiction session, oleh Bety Kristianto.
  4. Group writing fiction session, yang juga akan dimentori  langsung oleh Bety Kristianto 

Selain berdonasi lewat pembelian novel Coelho's Circle ini, kita juga bisa ikutan berdonasi melalu campaign yang dibuat keduanya di sini ya.

Akhir kata, menurut saya, buku ini recommended banget, khususnya bagi pecinta novel yang menghadirkan konflik-konflik yang rapi dan emosional.

Kisahnya pas, kekinian dan tidak terlalu berlebihan.
Terlebih, bukan hanya bisa membuat kita sedikit tahu bagaimana dampak dari korban Covid-19 ini, tapi kita juga Insha Allah bisa ikutan berdonasi meringankan bebannya.

So, selamat membeli novelnya, selamat menikmati kisahnya, dan Alhamdulillah bisa ikutan berdonasi.

Demikianlah.

Sidoarjo, 28 Maret 2021


Sumber: pengalaman pribadi
Gambar: dokumen pribadi

30 comments :

  1. Mba Rey, tau aja klo aku udah baca karya2 Paulo Cheolo 😆😆 Paling favorit tntu aja yg The Alchemist. Itu buku lama, ringan tp penuh pesan moral. Hehehe..

    Aku malah baru tau Mba Bety, kurang gaul nih aku 😆😆 Jujur aku penasaran sama buku ini. Tp pengennya bacanya abis pandemi berlalu. Takut ga kuat pas baca, jd mewek 😭 Aku udah kehilangan bbrapa kenalan gara2 covid soalnya, ga akan sanggup baca cerita kaya gini. Huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe kalau mba thessa mah nama paulo udah ikrib bingit malah

      Delete
  2. Pengen beli juga ah novel ini.. Pengabdian yang luar biasa dan mereka yg meninggal krn tugas di bilang mati said.. He.. Dan kita hanya bisa mendoakan semoga diterima di sisiNya

    ReplyDelete
  3. Mba Bety mantuulll!
    bangga banget akutu kalo ada mamak2 blogger yg berhasil melahirkan karya jenius seperti ini. Gokiil, beneran 'riding the wave' sekaligus berkesempatan utk beramal juga yak.
    Good luck mba Bety!

    ReplyDelete
  4. Coelho's Circle kisahnya sesuai dengan kejadian sekarang ini dan dibungkus dengan charity agar kita bisa membantu saudara kita di garda terdepan

    ReplyDelete
  5. Dulu aku rajin nih baca novel, 3 hari bisa langsung abis. Sekarang jarang, padahal udh beli novel incaran masih disegel belum kebuka ampe sekarang. Ahaha. Aku salut deh sama blogger yang punya buku novel sendiri gini. Proses bikin novel butuh waktu soalnya. Kereen ya.

    ReplyDelete
  6. aku tau paulo dari temen aku yang penggemar karyanya, tapi sampe sekarang belum pernah aku baca bukunya :D
    terusss aku surprise pas tau temen temen blogger review buku karya mba Betty, dan topik yang diangkat juga "kini" banget gitu, pas sama keadaan yang sekarang lagi dialami kita kita ini. sampe aku mikir, cepet banget nulis karya novel segini, aku nulis aja ga kelar kelar

    ReplyDelete
  7. sdh lama saya tidak membaca novel, pdhl klo jaman sebelum menikah sangat sering baca novel. Novel fiksi awalnya yg saya sukai. Tp klo skg boro2,,,pas mo baca ud ktdran

    ReplyDelete
  8. Wah keren ... ada pilihan paket bundling-nya. Kreatif Mbak Bety dan Mas Nanang.
    Nah, penulisnya ada dua, biasanya lebih bagus jadinya karena keduanya bisa saling mengisi. Keren ... selamat buat Mbak Bety dan Mas Nanang.

    ReplyDelete
  9. wow bukunya mbak Bety, saya kenal mbak Bety waktu sama sama jadi moderator di rocking mama

    saya harus baca bukunya ah, kayanya gue banget

    thanks a lot reviewnya yang bagus mbak Rey

    ReplyDelete
  10. wah kekinian ini temanya dan dibalut konflik, sepertinya keren ini

    ReplyDelete
  11. bagus uraian novelnya dalam ringkasan, mesti singkat menjadi terenyuh secara psikologi. untuk stok bacaan di rumah kelihatannya perlu ditambah lagi.

    ReplyDelete
  12. yeaaay, sudah selesai bacanya ya Kak? saya jadi penasaran ingin baca juga, secara ya related banget ini dengan kehidupan saat ini ya Kak.. penasaran, penasaran, sungguh ku penasaran ihh :)

    ReplyDelete
  13. waaah kayaknya seruuu ya mba dan booom banyak surprisenya hehehe. Kalau loncatnya kejauhan memang kita jadi ngehang ya mba

    ReplyDelete
  14. Wah pas banget temanya dengan kondisi sekarang, ya. Apalagi banay, yang kehilangan. Kayaknya saya juga bisa terlarut membaca ceritanya

    ReplyDelete
  15. Wah ini karya Mbak Betty ya. Menarik karena kisahnya dari pejuang Covid-19 yang harus berpulang. Pasti gak mudah sih. Gak kebayang bagaimana kisahnya bisa diramu jadi novel kaya gini

    ReplyDelete
  16. kayaknya menarik yaaa novelnya, cerita yang diangkat seperti kondisi pandemi saat ini. Penasaran deh samaa ceritanyaa

    ReplyDelete
  17. waah keren mengangkat tema aktual saat ini di tengah pandemi dan melihat dari sisi pelaku yang berada di garda terdepan, jadi penasaran pengen baca juga nih mba ^_^

    ReplyDelete
  18. Aku sudah menduga pasti ada Paulo Coelho di dalam kisah ini yang membuat terinspirasi heheheh. Aku belum baca semua mbak masih proses juga nih

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah membeli buku ini sekaligus berdonasi ya mba. Bagus sekali jalan cerita dan programnya :)

    ReplyDelete
  20. Mba dulu aku juga suka novel tapi belum bisa balik lagi kayak Mba nih...hehe..baca reviewnya jadi penasaran juga nih :D

    ReplyDelete
  21. Baru tau aq mba Bety jg penulis buku, keren ih. Pengen banget baca bukunya apalg mengenai korban Covid

    ReplyDelete
  22. waaah, gercep banget ya membuat novel dengan tema pandemi.... akunkepoin di aplikasi ipusnas ah, thanks rekomendasinya mbaaa

    ReplyDelete
  23. Sedih banget ya untuk pemakamannay juga harus menggunakan protokol covid jadi gak sempat dilihat dulu sama keluarganya ya

    ReplyDelete
  24. Coelho's Circle aku pengen banget baca, tulisan mba Bety emang menyentuh. keluargaku juga banyak penyitas Covid 19. Hiks kebayang pasti langsung masuk ke hati ini kalo baca. Thanks buat reviewnya ya mba.

    ReplyDelete
  25. Sudah lama nggak baca novel
    Sepertinya kalau beli novel sekarang saya cari versi ebook (yang resmi tentunya) biar bisa dibaca kapan aja di mana aja

    ReplyDelete
  26. Waah takjub deh mbak...ini keren banget novelnya mbak, jadi pengen baca versi lengkapnya karena penasaran dengan sebuah kisah perjuangan yang penuh makna

    ReplyDelete
  27. Novel yang mengundang banyak perhatian karena isinya relate sama kejadian saat ini.
    Kak Bety juaraaa~
    Membaca novel tentu bisa sangat menyenangkan karena menyelami dunia sang penulis.

    ReplyDelete
  28. Semoga next bisa bikin buku sendiri juga ya kak. Aku dukung. Aku baru denger judul buku Kak Bety ini. Penasaran narasinya seperti apa.

    ReplyDelete
  29. Td nya aku ragu mau beli buku ini, Krn jujur aku ga suka tulisan2 Paulo Coelho 🤣. Ga ngerti soalnya Rey wkwkwkwk. Berat banget. Tapi mantan ku ada yg penyuka tulisan2 dia.

    Makanya denger kata Coelho di judulnya, bikin aku ragu. Tapi stlah baca review kamu, jadi kepengen punya sih :D. Malah jadi penasaran juga, sampe seorang Andi f Noya bisa komen begitu ;)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top