Thursday, September 22, 2022

Tasya Farasya, Tasyi Athasyia dan Asuhan Ibu Single Mother Mandiri

Tasya Farasya, Tasyi Athasyia dan Asuhan Ibu Single Mother Mandiri

Tasya Farasya atau yang akrab dipanggil Tasya, seorang beauty vlogger terkenal di Indonesia, kembali viral hari ini, pasca beredarnya video klarifikasi (lagi) dari Tasyi Athasyia yang merupakan saudara kembar Tasya sendiri beserta suaminya.

Dan saya nggak percaya, gara-gara video yang diunggah dengan durasi 1 jam 24 menit tersebut, saya jadi menghabiskan waktu selama itu, buat menyimak semua isi video tersebut, makanya saya bagikan di Sharing By Rey kali ini, biar waktu saya nonton video tersebut, nggak sia-sia, hahaha.

Jujur, butuh niat kuat banget buat nontoni video mereka sampai habis, secara saya tuh kurang doyan sebenarnya liat video YouTube, kecuali dengar video kajian ilmu filsafat, agama maupun psikologi serta pengembangan diri.

Kalau masalah artis, gosip, apalagi kegiatan YouTuber lainnya, duh malas banget dah nyimaknya, hahaha.

Namun, seperti yang saya pernah tuliskan sebelumnya di postingan bulan lalu, saat video klarifikasi Tasyi pertama kali diunggah.
Saya mau meluangkan waktu membahas hal Tasya Tasyi ini, karena merasa sangat related banget dengan kehidupan saya.

Kalau dulu, saya membahas masalah Tasya Farasya dan saudara kembarnya ini dari sisi sibling rivarly, kali ini saya ingin membahas tentang masalah keluarga yang lebih besar, tentang bermulanya perseteruan Tasya Tasyi dimulai, dan tidak berakhir juga lantaran tidak ada penengah dari ibunya khususnya, malah ibunya semacam membela satu anaknya, dan itu membuat kedua anak kembarnya makin parah perseteruannya.

Dan video kali ini, memang bikin publik tercengang, setelah mendengar beberapa fakta yang nyaris tidak bisa dipercaya, karena ternyata perseteruan 2 saudara kembar ini sudah semakin mendalam.


Fakta Mengejutkan Tentang Tasya Farasya Menurut Video Klarifikasi Tasyi Athasyia Terbaru


Duh, asli nggak nyaman sebenarnya bahas ini, bukan tagline Sharing By Rey banget yak, hahaha.
Tapi, saya pikir Temans mungkin belum sepenuhnya tahu masalah mereka, dan malas nonton video Tasyi yang udah berasa sepanjang nonton film barat, hahaha.

Masalah Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia

Nah, di video terbaru itu, banyak hal mengejutkan yang diungkap Tasyi, meskipun ada beberapa yang sama sekali nggak bikin saya terkejut, karena sekali lagi saya katakan, i am soooo related banget dengan pengalaman si Tasyi, meski beda nasib banget, karena Tasyi beruntung banget punya suami yang amat sangat peduli, cerdas, dan bertanggung jawab membela istrinya dengan bijak dan tenang.


1. Suami Tasyi memutus tali silaturahmi?


Sudah dijelaskan di video pertama dulu sebenarnya, sekaligus menjelaskan awal mula permasalahan Tasya Tasyi muncul, bermula dari ketidak munculan Tasyi di ulang tahun Lily atau Ayang, anak Tasya.

Dan Tasyi nggak bisa datang, karena di'larang' suaminya, suaminya berpikir nggak usah datang ke sana, karena ada keluarga yang suka bikin Tasyi dan suami berantem kalau ketemu mereka.
Di mana keluarga jauh itu, seolah ingin memisahkan Tasyi dengan suaminya.

Ternyata, dampak dari video itu, Ibu Ala selaku ibu si kembar, mengadakan live di IG, membahas dan meyakinkan netizen, bahwa tidak ada masalah berarti di antara anak-anaknya.

Namun begitulah bicara, kalau lagi panas itu, apa-apa yang terdengar jadi kek bensin.
Dalam video itu, ibu Ala bilang, kalau Tasyi memang sosok wanita yang nurut suami banget, mamanya tersebut sih nggak menyalahkan, cuman membeberkan fakta, tentang beberapa kali Tasyi nggak hadir di acara keluarga.

Bahkan Tasyi, nggak hadir di ultah mereka (FYI, Tasya dan Tasyi kembar, tapi uniknya tanggal lahir mereka juga sama dengan tanggal lahir kakak perempuannya, Selvi, jadi setiap tahun Ibu Ala merayakan ultah anaknya sekalian buat semua anaknya, bertiga).

Tasyi jadi tersinggung dengan kata bu Ala, yang katanya "tasyi sering nggak hadir acara ultah"
Karena menurutnya, dia punya alasan kuat buat nggak hadir, karena itu bulan Mei, di saat Covid lagi naik-naiknya, dan Tasyi punya bayi usia 4 bulan, jadi dia nggak mau kalau tertular covid.

Dan semua ketakutan Tasyi terbukti, setelah acara ultah di rumah Ibu Ala, sekeluarga ibu Ala semua kena covid.

Tasyi juga mengatakan, kalau "selama bertahun-tahun, baru sekali dia nggak ikut acara ultahnya, nggak bisa dong mamanya mengatakan kalau itu SERING!"

Intinya, sebenarnya Tasyi atau suaminya sama sekali nggak ingin memutus tali silaturahmi, dia tak bisa hadir karena memang punya alasan kuat untuk itu.

Dan jujur saya setuju dengan Tasyi, orang tua seharusnya paham, ketika sudah menikah, anak-anak itu udah punya kegiatannya masing-masing, tak bisa lagi kita memaksa anak-anak untuk ikutan kebiasaan keluarga sejak dulu.


2. Tasyi nggak mau minta maaf ke rumah mamanya


Yang ini paling menyedihkan sih menurut saya, karena related banget, pernah banget merasakan, meski nggak seekstrim yang dialami Tasyi.

Kapan hari saya pernah menemukan video Tasyi yang merekam perjalanannya dari Sukabumi, tempat pesantren milik keluarga suaminya, ke Jakarta, ke rumah mamanya, untuk ngasih suprise ultah ke mamanya. 

Ternyata, udah jauh-jauh ke Jakarta, sampai di Jakarta, mamanya nggak ada di rumah dong.
Semua keluarga merayakan ultah ibu Ala di hotel, dan itu sama sekali nggak dikabari ke Tasyi, padahal dia masih ada di grup WA keluarga.

Tapi, bukan hanya mamanya Tasyi yang ke hotel bareng anaknya yang lain, nggak ngasih tahu Tasyi sih yang menyedihkan, ternyata sebelum berangkat mamanya berpesan sama semua orang yang kerja di rumahnya, kalau Tasyi maupun suaminya tidak boleh masuk di rumahnya sama sekali.

Waktu itu, Tasyi dan suami bisa masuk ke rumah, karena pertolongan Allah saja, bisa-bisanya gitu tengah malam ke rumah mamanya, dan gerbang nggak digembok dong, serta satpam dan semua pekerja tertidur, jadi suami Tasyi mencongkel grendel pagar sampai bisa masuk.

Setelah masuk, semua pegawai di rumah mamanya panik, karena pesan bu Ala Tasyi nggak boleh masuk.

Namun, waktu di IG atau Tiktok ya, Tasyi nggak mengungkap semua itu, dia cuman bilang kalau mamanya nggak di rumah, mereka merayakan ultah di lokasi yang nggak disebutkan.

Namun, sebagai anak yang sudah nggak dianggap ada oleh ortu, waktu liat video itu pertama kalinya, saya udah tahu, Tasyi menyembunyikan sesuatu.
Nggak mungkin banget mamanya merayakan ultah di hotel karena pengen aja, yang terjadi adalah mamanya memang sengaja nggak mau Tasyi hadir di ultahnya, makanya nggak mau dirayakan di rumah, bahkan berpesan Tasyi nggak boleh masuk.

Ya Allah, tidakkah kalian bisa rasakan bagaimana hati Tasyi ketika itu?
Jadi, pegimana mau minta maaf si Tasyi-nya, sementara mamanya aja nggak mau ketemu Tasyi?

Setelah insiden nggak boleh datang itu, Tasyi kan pulang ke Sukabumi, tapi di perjalanan dia masih sempat kirim WA ke mamanya, kasih ucapan selamat, kasih foto bahwa hadiah dan bucket bunga besar udah dibawa ke rumahnya, sekaligus minta maaf karena udah menerobos masuk.

Tapi, setelah chat panjang lebar, nggak dibalas sama sekali sama mamanya.
Ya Allah, akoh related banget momen ini, auto nangis saya dengarnya, huhuhu.


3. Tasya Farasya lebih elegan karena cuman diam nggak mau menanggapi atau membalas video saudara kembarnya


Salah satu alasan Tasyi dan suaminya bikin (lagi) video tersebut, adalah, karena nggak tahan dengan hujatan netizen, di mana banyak yang memaki Tasyi terlalu lebay, dan mendewakan Tasya yang lebih diam dan elegan.

Masalah Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia

Kenyataannya, Tasya sebenarnya nggak hanya diam, dia cuman terlihat diam.
Saya pun juga nggak tahu, ada luka apa si Tasya ini kepada sodara kembarnya tersebut, sampai ternyata dibalik diamnya, dia malah sibuk mengkompori netizen atau team-nya, untuk benci ke Tasyi.

Lebih parah lagi, dia bela-belain pakai second account-nya, yang diubah jadi akun anonim, hanya untuk menjelekan Tasyi.

Dan begitulah, tidak ada kejahatan yang abadi, apalagi kejahatan antar sesama sodara kali ya, bisa-bisanya si Tasya ini pakai akun haters tapi makenya akun lama, kenapa nggak bikin akun baru cobak?

Lebih parah lagi, banyak yang tahu second akun dia itu, dan ketahuan setelah suami Tasyi coba mengirim pesan ke akun anonim yang menghina Tasyi dengan jahat tersebut.

Betapa kagetnya suami Tasyi, karena melihat DM nya ternyata ada riwayat chating sebelumnya, dan ketahuanlah kalau itu Tasya.

Astagfirullah..

Belum lengkap lagi, masih nambah dong kelakuan Tasya, versi Tasyi.
Di mana, nggak puas cuman menyebarkan kebencian dan menggiring opini tersebut biar banyak yang benci Tasyi pakai akun palsu.

Tasya juga sibuk menghasut orang-orang yang belain Tasyi, biar berbalik memusuhi Tasyi.
Lebih parahnya, sampai masuk ke ranah klien YouTube Tasyi dong.

Tasya konon dikabarkan sengaja menghubungi banyak klien, untuk diminta berhati-hati kalau kerja sama dengan Tasyi.
Nggak lupa juga dia menjelek-jelekan suami Tasyi di depan banyak klien.

Beruntung kliennya cerdas, mereka nggak mau terperangkat dalam drama sibling rivarly tersebut, jadilah semua klien tersebut, malah sibuk menghubungi Tasyi buat klarifikasi, yang bikin Tasyi speechless banget dengan kelakuan saudara kembarnya tersebut. 

Jujur untuk masalah ini, saya nggak ikut-ikutan dah, karena bahkan se 'kucing dan tikus'nya saya dengan kakak saya, yang kalau berantem sampai cakar-cakaran, hahaha.
Tapi i love kakak saya very much, dan dialah alasan mengapa saya memilih mengalah dan menjauh. 

Dan saya rasa, kakak saya juga sayang banget sama saya, cuman dia gengsi aja, plus masih cemburu, untuk mengatakan ke saya, wakakakaka.


4. Alasan utama dibikinnya video penjelasan tersebut, atas ide dari seorang haters yang diajak ngobrol secara kekeluargaan


Jadi, video tersebut sebenarnya dibikin atas ide seorang haters yang ditindaki serius oleh suami Tasyi. Ada sebuah akun di TikTok yang menyebarkan video fitnah untuk menjatuhkan Tasyi.

Masalah Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia
Diskusi dengan haters

Nggak menunggu waktu lama, pemilik akun itu ditemukan, dan didatangi langsung oleh suami Tasyi, lalu dibawa ke rumah Tasyi beserta suami dan saudaranya, untuk bertemu dengan Tasyi langsung.

Sungguh ya, kurang kerjaan bangettttt para haters itu, sampai masalahnya jadi serius gitu, hahaha.

Setelah ketemu Tasyi, dan dijelaskan, si haters jadi minta maaf dan merasa bersalah banget, lalu memberikan ide agar bikin video penjelasan, biar kubu-kubu netizen dari kubu Tasya sedikit melunak, meskipun jadinya sekarang kubu Tasyi yang makin besar karena sifat buruk Tasya terungkap, hadehhh hahahaha.
 

Tasya Farasya, Tasyi Athasyia dan Asuhan Ibu Single Mother Mandiri dan Related dengan si Rey


Sebenarnya banyak hal mengejutkan sih yang dibuka Tasyi ke khalayak.
Dan banyak banget yang bikin shock, yang bikin saya jadi berpikir, sepertinya sumber masalahnya ini dari ibunya sendiri.

As you know, ibu Ala, mamanya Tasya Tasyi ini memang seorang single mother yang membesarkan ketiga putrinya yang cantik-cantik sejak Tasya Tasyi masih kecil. 

Beruntung ibu Ala menjadi wanita sukses dengan banyak usahanya, kalau nggak salah dia punya usaha penyalur TKW di Arab deh, sama usaha properti, entah kontraktor atau sejenisnya, mirip profesi suaminya Tasya, makanya nyambung juga dia ya sama suami Tasya.

Anak-anaknya, khususnya si kembar Tasya Tasyi tumbuh jadi anak yang cantik-cantik dan cerdas, meskipun harus dibesarkan seorang diri.

Namun, yang agak aneh buat saya, sejak dulu Tasya Tasyi nggak pernah bahas ayahnya, pernah sih sekilas Tasya membahas tapi cuman dikatakan sudah nggak ada sejak mereka kecil.
Selain itu, nggak pernah ada kenangan yang mereka ceritakan tentang ayah.

Lalu, setelah Tasyi bikin video ketiga kalinya ini tentang keluarganya.
Di sini banyak banget yang terungkap, salah satunya penyebab Tasyi keguguran ketika hamil pertama kalinya.

Jadi, Tasyi sebenarnya udah hamil 4 kali, tapi anak pertamanya meninggal.
Menurut suami Tasyi, anak mereka meninggal karena kekurangan nutrisi dari ibunya.
Ketika Tasyi hamil pertama kalinya, dia didoktrin mati-matian, biar bisa jaga badan, jangan terlalu banyak makan, jangan sampai gendut, nanti suaminya selingkuh, nanti suaminya cari yang lain.

Gara-gara doktrin itu, Tasyi jadi takut makan, bahkan disuapin suaminya pun, dimuntahkan.
Ibu hamil nggak mau makan, ya jadilah janinnya nggak bisa bertahan, dan akhirnya meninggal.

Wao banget.

Suami Tasyi nggak menjelaskan siapa yang mendoktrin Tasyi sampai segitunya, namun kuat dugaan yang bersikap demikian adalah mamanya, dan itu yang bikin sedih sih ya.
Seorang ibu, yang pernah hamil dan melahirkan, pasti tahu kan gimana kalau hamil itu, tapi kalau sampai tega mendoktrin anaknya seperti ibu, pasti ada yang salah dengan ibunya itu.

Saya jadi mulai mengira-ngira, sepertinya ada yang salah dengan bu Ala ini.
Dengan sikap cueknya selama ini.
Dengan sedemikian rasa memiliki anaknya selama ini, sampai-sampai dia merasa salah, dan nggak rela kalau anaknya ada yang nggak mengikuti kebiasaannya selama ini.

Oh ya, bisa diliat di chanel YouTube-nya, ibu Ala ini memang suka banget bikin acara senang-senang, arisan dan lainnya, semacam pengen memperlihatkan betapa suksesnya dia.
Bahkan, bisa diintip di video pernikahan kedua anak kembarnya, baik Tasya maupun Tasyi, menikah dengan acara bak dongeng.

Semua itu atas permintaan ibu Ala, dan si kembar hanya pasrah mengikuti.
Dananya, entahlah, sepertinya ibu Ala juga yang nalangin.

Namun, apakah bu Ala salah?
Saya rasa enggak sama sekali.

Sebagai seorang single mother, kita semua tahu bagaimana beratnya membesarkan 3 anak perempuan seorang diri.

Setelah sejak anak kembarnya berusia 3 tahun, dia harus mengambil alih semua tugas ayah dan ibu, nggak heran juga sih kalau akhirnya mamanya jadi merasa sulit melepas anak-anaknya.

Anak-anaknya pun, tumbuh tanpa pernah merasakan benar-benar punya ayah yang kayak anak lainnya, meskipun bu Ala bisa gantikan posisi ayah buat anak-anaknya, atau mungkin paman atau lainnya.

Tapi tak pernah ada yang bisa benar-benar menggantikan sosok ayah di hati anak-anak kan ye, apalagi anak perempuan.

Mungkin karena inilah, mengapa Tasyi bisa nurut banget sama suaminya, karena selain suaminya juga laki-laki yang bijak dalam membimbingnya, pun juga mungkin Tasyi merasa menemukan sosok ayah di suaminya tersebut.

Entahlah bu Ala cemburu karena salah satu anaknya seolah melupakannya, terlebih memang dalam hidup mereka, selama puluhan tahun, cuman ada mereka, 4 orang wanita.
Ibu Ala, anak pertamanya Selvi, serta si kembar Tasya Tasyi.

Wajar banget jika bu Ala sulit menerima ada laki-laki masuk dan mulai menerapkan aturan-aturan, yang bertentangan dengan kebiasaan mereka selama ini.

Tapi, apapun alasannya, bukankah akan lebih baik jika seorang ibu menyadari, bahwa anaknya bukan lagi sepenuhnya miliknya?
Karena untuk Islam, yang saya pikir kental juga dengan budaya Arab, bahwa setelah menikah, istri jadi milik dan tanggung jawab suaminya.

Dan juga, bagaimana bu Ala menyikapi perselisihan anak-anaknya ini.
Boro-boro ditenangkan dengan ngobrol langsung ngumpulin anak-anaknya, yang ada malah ikut klarifikasi di media sosial, dan terkesan membela salah satu anaknya pula.

Lebih parah lagi, melarang anak satunya itu masuk ke rumahnya.

Ya Allah, di part ini pengen nangis banget rasanya. 

Teringat kembali momen-momen yang bikin saya kecewa setiap kali pulang ke rumah ortu, terutama momen ketika terakhir saya di rumah mama.

Saya yang udah nggak tahan lagi dengan perlakuan mama yang memang terang-terangan lebih memihak kakak yang punya kerjaan tetap dan gaji, akhirnya meledak, dan mengeluarkan semua isi hati selama ini.

Mamapun ikutan ngomel, mengatakan saya hanya ingin mengikuti kenyamanan tinggal jauh dari ortu, dan tentu saja saya sedih banget dengar tuduhan mama tersebut, sampai akhirnya saya jujur menceritakan penyebab saya pergi jauh.

Saya katakan, kalau saya pergi, karena menemukan sosok mama di tempat lain, menemukan orang yang lebih peduli sama saya.
Saya ceritakan, bagaimana sejak kecil saya selalu merasa terabaikan, ketika butuh sesuatu harus nunggu, adik dulu, kakak dulu, terakhir baru saya.

Bahkan, sampai kebutuhan kayak pakaian dalam dong.
Bayangin, pakaian dalam buat wanita, mama saya nggak pernah menganggap itu penting.

Saya bahkan tidak dibelikan miniset atau mini bra ya namanya, ketika tubuh saya mulai terbentuk, dan saya malu ketika teman-teman menertawakan, karena saya nggak pakai miniset biar nggak keliatan dari luar.

Saya udah minta ke mama, tapi mama bilang, tunggu dulu, karena masih belum ada uang.
Namun, ketika adik dan kakak butuh sesuatu, mama punya uang.

Hal ini mungkin sepele, tapi melekat banget diingatan saya, sebagai anak yang nggak diinginkan, atau anak nomor sekian untuk dianggap ada.

Justru malah bapak yang lebih peduli, meskipun caranya juga dengan memaksa mama membelikan saya pakaian dalam, namun setidaknya bapak paham, itu kebutuhan loh buat anak gadis.

Boro-boro mama ajarin tentang menstruasi pertama ya, mama nggak peduliin tentang hal itu, huhuhu.

Semua hal itu saya simpan di hati, baru saya keluarkan ketika udah nggak tahan melulu dianggap pergi dari rumah mencari kesenangan di daerah orang, tanpa mereka sadari, saya tersiksa sebenarnya di sini.
Tapi banyak alasan mengapa saya memilih menetap di sini, demi kebahagiaan mereka.

Setelah saya jujur tentang semua perasaan saya, ayo tebak apa yang mama lakukan?
Persis kayak mamanya Tasyi itu.
Mama lalu menutup komunikasi dengan saya, bukan hanya nggak mau ngajak saya ngomong, tapi juga nggak mau ngajak anak-anak ngomong.

Jadilah saya akhirnya berkemas dan kembali ke Surabaya secepatnya.
Saya nggak mau anak-anak ikut kecewa dengan perlakuan neneknya yang membedakan mereka dengan sepupunya.

Saya beli tiket sendiri, berangkat sendiri ke bandara, dengan air mata berlinang.
Tidak ada satu orang pun yang mengantarkan kami pulang.

Dan sejak saat itu, sampai detik ini, sedikitpun mama tak pernah mau mengangkat telpon maupun membalas pesan saya.

Mama sudah menganggap saya nggak ada, persis kayak bu Ala menganggap Tasyi nggak ada, sampai melarang anaknya masuk ke rumahnya.

Itulah mengapa, saya betah banget nontonin video Tasyi sampai hampir 90 menit itu, karena merasa sangat related banget.


Penutup


Saya nggak mau menghakimi ibu Ala sih, atau menyalahkan Tasya maupun Tasyi. siapa akoh, cobak? wakakakak.

Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia

Namun saya pikir, banyak banget pelajaran penting yang bisa kita ambil dari masalah keluarga Tasya Tasyi ini.

Dan saya juga setuju banget dengan perkataan suami Tasyi, bahwa tidak selamanya, orang tua atau keluarga salah itu harus dianggap benar aja dengan alasan, dia kan ortu, atau dia kan saudaramu!

Hal inilah yang membuat banyak kasus-kasus semacam perkosaan ortu ke anaknya, yang jadinya sulit terungkap karena anak nggak berani speak up.

Jadi, meski ortu, kalau salah dan udah diajak bicara baik-baik nggak bisa juga, bukan salah anak juga kalau sampai jadinya kayak Tasyi yang membongkar 'aib' mama dan saudara kembarnya itu.

Dan meski awalnya hati saya kacau setelah nonton videonya, semacam membuka luka di hati lagi.
Tapi, setelah itu, saya jadi merasa lebih baik, lebih bisa memahami perasaan mama saya, dan memaafkan mama saya.

Tinggal satu hal penting yang harus saya lakukan, semoga nanti Allah izinkan, bisa ketemu mama dalam keadaan sehat walafiat, dan Allah melembutkan hati mama, untuk memaafkan anaknya yang sebenarnya manja ini, tapi dipaksa kuat oleh keadaan.

Semoga yang terbaik juga untuk masalah Tasya Farasya, Tasyi Athasyia dan ibu Ala, aamiin.


Sidoarjo, 22 September 2022

Sumber: 
  • Video https://youtu.be/QP7pEOAntaE
  • Opini dan pengalaman pribadi
Gambar:  chanel Youtube Tasyi Athasyia

2 comments :

  1. Dramanya jadi makin panjang iya si tasya tasyi. Bingung juga mau ngikutin dari mana. Cuma dari video penjelasannya tasyi dan suami yang pertama, aku sih merasa wajar aja dia nggak datang ke ultah anaknya tasya. Nggak dateng kan bukan berarti nggak perhatian atau nggak sayang. Tapi berusaha untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa menghancurkan hubungan mereka dan juga dari hal-hal gak baik. Masih masuk akal lah alasannya. Harusnya mereka pun paham dong. Masa malah memojokkan.

    lama-lama jadi kayak drama the kardashians deh ini keluarga iya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah kurang ngeh sama drama keluarga Kadarsian :D
      Tapi kalau mereka drama, kayaknya kebayang banget deh, abisnya perempuan banyak banget wakakakka.

      Iyaaa, ini sebenarnya bermula dari gagalnya masingmasing memahami, kalau setelah menikah, keadaan nggak bakal sama lagi.

      Setiap orang, even anak, apalagi anak perempuan ya, memang harus ikut suami, harus mengutamakan suami.

      masalahnya adalah, mamanya Tasyi ini udah puluhan tahun membesarkan anak-anaknya seorang diri, dan orangnya memang secuek itu, nggak pernah juga lagi hidupnya diribetin laki atau suami, jadinya paham banget mengapa akhirnya mamanya merasa suami Tasyi nggak bisa berbaur dengan kebiasaan keluarga mereka yang suka banget ngumpul dan bikin acara itu :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top