Tuesday, July 05, 2022

Komen Lucu yang Aslinya Nggak Lucu di Facebook dan Cara Mengatasinya

Komen lucu

Komen lucu FB sebenarnya sesuatu yang mengasyikan ya, apalagi kalau komentar facebook tersebut lucu dan bikin kita ngakak, lumayan menghilangkan rasa suntuk dan mungkin juga galau.

Tapi, bagaimana jika komen lucu tersebut, tidak benar-benar lucu, bahkan aslinya nggak lucu, namun dibuat lucu, biar nggak bikin kesal hati? Bisa kok!
Dan melalui Sharing By Rey saya akan berbagi tentang hal itu.

Cerita Komen Lucu yang Tidak Lucu di Akun Facebook


Buat yang berteman dengan saya di facebook Reyne Raea, mungkin sudah kenal tipikal saya yang suka menulis panjang-panjang, yang mostly tentang diri sendiri.

Bukan hanya hal-hal umum, tak jarang saya juga curhat, hahaha.
(Padahal mah di blog ini juga curhat ye).

Nah, kebetulan Minggu kemaren saya lagi sumpek banget, daripada emosi nggak terkontrol, mending saya cari cara untuk mengalihkan perhatian, salah satunya menulis, dan facebook jadi sarana paling saya sukai, meski bagi orang banyak memang itu penuh resiko.

Tapi, whatever, saya butuh kok.
Dan menulislah saya tentang kegundahan hati, dan Alhamdulillah banyak teman yang peduli, which is itu sangat meringankan beban di hati banget.

Setelah menulis, saya putuskan untuk tidur, biar lebih tenang.
Alhamdulillah, meski penuh dengan distraksi anak-anak, yang tiap 5 menit ber'Mi' 'Mi', nanya ini itu (nggak cuman kerja, tidurpun diganggu, hiks!).

Sekitar 2 jam kemudian saya terbangun, kondisi emosi sudah jauh lebih reda, meski migren lalu datang (ya iyalah, tidurnya nggak bisa nyenyak, huhuhu).

Setelah memeriksa anak-anak, saya putuskan buka facebook lagi, ada beberapa komentar masuk, namun ada 1 komentar yang sedikit bikin shock.

Komen lucu fb

Komentarnya tuh sama sekali nggak lucu, tipikal komentar para netizen di grup KBM, yang suka mendikte, suka menghakimi, dan ngotot!

Awalnya saya pikir dia salah liat postingan saya, mungkin dia pikir saya posting di KBM (Komunitas Bisa Menulis) yang sudah berubah jadi ajang curhat dan saling 'bantai' melalui komentar, hehehe.

Maka saya jawablah dengan sopan, tak lupa berterima kasih atas komentarnya.
Setelah itu saya intip profilnya, eh ternyata saya nggak berteman dengan dia, karena saya belum mengkonfirmasi permintaan pertemanannya.

Tapi kalau intip di mutual friend-nya, sepertinya dia orang Buton, dia kenal beberapa orang yang saya kenal di Buton, bahkan kenal kakak sepupu saya.

Karena saya belum sreg sama orangnya, saya putuskan untuk tidak menerima dulu permintaan pertemanannya.

Nggak lama kemudian ada notif dibalas oleh si Mbaknya, dan uwowwwwww.... ternyata dia tidak merasa bersalah asal komen 'nggak sopan' di status saya dong.

Waaahhh, ini orang ngajak perang kayaknya.
Lalu beraksilah saya, dengan mengupload screeshoot komentar dan akunnya, pura-pura berterima kasih karena dia mau bantu saya, padahal aslinya nyindir, wakakakak.

Lah, bukannya tahu diri, malah semakin menjadi, hahaha.
Kebetulan, kakak sepupu saya komen di status itu, dan ternyata si Mbak tersebut kenal sama kakak sepupu saya.

Kirain, kalau dia kenal gitu, kan jadi sungkan ya.
Astagaaaa, semakin menjadi dong, hahaha.

Ya udah deh, saya ladenin saja, dan bikin dia nggak tidur sampai nyaris subuh, hahaha.
Terlebih dia bilang kalau kerja, makin semangat deh saya kerjain, biar dia nggak tidur, dan merasakan akibatnya pas Senin, ngantor, badmood dan ngantuk pula, hahaha.

Jahat banget ya si Rey!
Bangetttt, saya kasih tahu satu rahasia ya, kalau si Rey ini aslinya jahat banget kalau musuhan, selalu punya 1001 cara buat ngerjain orang.

Makanya saya nggak berani punya musuh, takut mereka sakit hatinya kebangetan dan saya kualat.
Tapi ini, musuhnya orang stres keknya, datang sendiri, ngetuk pintu akun facebook saya, belum juga saya bukain pintu, eh udah koar-koar ngotot berasa saya habis rebut suaminya *loh? wakakakakaka.

Kayaknya si mbaknya nyaris nggak bisa tidur nyenyak pas malam itu, bahkan sekitar pukul 1 malam WIB, di mana kalau di Buton udah pukul 2 malam, dia masih balas komentar saya dong.
Dan saya yang udah nggak baper lagi sama komentarnya, karena udah tahu dia orang stres, makin saya kerjain lah, wakakakak.

Dia berhenti membalas komen setelah itu, tapi kemudian mulai lagi di pagi hari, bukan maen si Mbaknya, wakakakak.

Katanya kan dia kerja, jadi dugaan saya dia mungkin lagi di kantor, ya udah saya kerjain terus aja, di jawab dan di jawab lagi, sambil colek hal-hal sensitifnya, yang bikin dia meradang, hahaha.

Setelah itu, saya buat status baru, menceritakan si Mbaknya, dan saya yakin dia bakalan komen di situ, biar kata saya nggak mention dia di status tersebut.

Setelah itu, saya tutup facebook, dan mengerjakan kerjaan lain, agak siangan ngantuk dan tertidur biar nggak capek dan emosi kepancing.

Setelah bangun dan beraktifitas, saya buka lagi facebook, dan tepat dugaan saya, dia komen banyak banget di situ, bahkan sepertinya dia membalas komentar teman FB lainnya.

Sayangnya, semua yang komen itu, udah kenal saya sejak lama, jadi mereka memilih netral atau membela saya.

Saking banyaknya komentar dia, dan tahu kalau saya nggak baca semuanya, dia potong-potong komentarnya, dengan harapan saya bisa baca dengan baik.
Alhasil lumayan banyak dong komentarnya.

Dan saya lagi males ladenin, malah milih jawab komentar lainnya.
Sampai malam saya cuekin, ternyata dia bosan, saya iseng colek lagi dah, astagaaaa si Rey emang ye, hahaha.

Dia jawab dong, katanya udah jawab panjang lebar, tapi saya nggak balas, saya colek lagi.
Dan dia diam akhirnya, wakakakakak.

Entahlah, dia capek, atau sibuk, atau mungkin akhirnya sadar, kalau saya sengaja ngerjain dia, wakakakak.
Eh padahal sebenarnya dia harusnya udah tahu loh, kalau di status terbaru saya itu, udah saya beberkan semua maksud tindak tanduk saya yang memang sengaja bikin dia kesal, wakakaka.

Dianya aja yang sepertinya sih juga lagi stres, kalau kata teman-teman, sepertinya Mbaknya itu, ada masalah mental, sehingga dia merasa denial dengan status yang saya tulis, dan jadinya bereaksi terlalu berlebihan sampai nggak sadar kalau saya memancing dia untuk 'mempermalukan dirinya' wakakakak.

Iya saya jahat, buat orang stres dan ngotot di status pribadi saya!
Syukurin, wakakakak.
Astgafirullah, ampuni saya ya Allah, huhuhu.


Cara Menghadapi Komen Lucu yang Tidak Lucu di Akun Facebook


Banyak teman yang khawatir dengan saya, beberapa malah chat saya di WA, mereka takut saya makin stres membaca komentar yang nggak sopan, bahkan nyuruh saya berbuat hal yang konyol gitu.

Kenyataannya?
Justru sejujurnya saya mau berterima kasih sama si Mbaknya, gara-gara dia, saya jadi bisa move on dari pikiran pusing akan masalah saya, hahaha.

komentar facebook lucu

Beneran loh, sesaat saya membaca komentar panjangnya pertama kali, saya memang agak kaget, tumben gitu ada friendlist saya yang berani komen gitu, karena kayaknya teman-teman yang sering berinteraksi dengan saya pasti tahu, saya nggak pernah komen ngotot gitu di status orang.

Justru sebaliknya, saya selalu memberikan komen positif yang bikin empunya status jadi bahagia, insha Allah.
Meskipun mungkin ada satu dua kali saya nggak nyadar menyakiti dengan komentar saya, tapi setidaknya saya nggak ngotot.

Tapi, setelah lama-lama, saya jadi sadar, ini sepertinya saya berhadapan dengan orang stres, jadi harus dihadapi secara stres juga, wakakakaka.

Lalu, gimana caranya saya bisa santai, dan jujur malah ngakak happy setiap kali liat notif pemberitahuan kalau ada komentar masuk dari akun si Mbak?

Gampang, JANGAN BACA KOMENTARNYA, wakakakakakakakak 

Iyaaaa, ya pegimana saya mau baper, orang saya nggak tahu dia nulis apa? wakakakakakak
Kok bisa si Rey? masa nggak kebaca sama sekali?
Bisa aja, pasti kebaca, tapi cuman 1 kata di bawah nama akunnya, abis itu saya skip-kan mata saya biar nggak membaca semua komentarnya, wkwkwkwkw.

Hanya komentar awalnya aja yang saya baca lumayan detail, komentar keduanya udah malas saya baca detail, saya cuman ambil yang utama-utama kebaca mata saya aja, alasannya tulisannya nggak berjeda, duh males banget saya baca tulisan kek gitu, hahaha.

Nah, apalagi setelah dia tahu saya orang Buton, makin dia pakai logat campur bahasa daerah Buton, makin sakit dah mata saya, karena sudah lama juga jarang familier dengan logat itu, plus tulisannya nggak berjeda.

Dan memang saya sengaja juga sih, biar hati nggak baper serta kepikiran.
Tapi, saya pengen dia capek nulis, saya suruh dia menulis dengan baik, kasih jeda, biar yang lain bisa baca dengan benar.

Eh dia ikutin dong, bahkan komentarnya dipenggal-penggal jadi pendek, biar memudahkan untuk dibaca, iya sih yang lain jadi mudah membacanya, lalu yang lain merasa kasian dengan saya diserang gitu, dan saya?
TETEP NGGAK MAU BACA, WAKAKAKAKAKAK.

Namanya juga lagi ngerjain kan, biar dia sadar sendiri, kalau nggak guna ngotot di akun orang lain, apalagi orang itu nggak mau terima permintaan pertemanan kita kan ye.

Coba deh bayangin dengan kepala dingin, apa coba namanya orang yang ngotot berdebat sampai tahap berantem di akun orang yang bukan friendlist kita pula, padahal ya sesama orang Buton, which is sebenarnya orang Buton itu lebih kuat persaudaraannya.

Sepertinya sih memang Mbak-nya itu merasa terpicu dengan status saya, karena memang merasa denial alias merasakan hal yang sama kayak saya, makanya dia bereaksi sekeras itu, sampai lupa tata krama dan etika, bahkan nggak nyadar kalau akhirnya dikerjain, hahaha.

Jadi gitu ya cara mengatasi komen lucu yang nggak lucu, alias komen haters yang bikin kita down, caranya ya balikin aja komennya itu, serang hal yang paling sensitifnya, lalu setiap kali dia balas, usahakan jangan baca, langsung reply aja, kerjain dia sampai dia capek nulis, dan tulisan hate-nya dibaca banyak orang, wkwkwkw.

Mana bisa Mbak Rey? 
Bisa kok, saya terlatih seperti itu dari kebiasaan BW wajib pakai list, dan temanya kurang saya minati, atau udah pernah baca di blog lain, atau tema yang berat kek lomba blog, dijamin saya nggak baca semuanya, cuman saya screenshoot pakai kecepatan mata yang paling cepat, cari 1 kalimat yang utama, lalu komen dengan mengembangkan kalimat tersebut, jadi masih nyambung, wkwkwkwkwkwk.

 

Kesimpulan


Saya tahu, mungkin tidak semua orang bisa melakukan apa yang saya bisa, yaitu mengendalikan hati untuk hal-hal yang kurang penting.

Banyak yang pastinya langsung down dan milih blokir orang stres kayak gitu.
Kalau memang nggak kuat, mending langsung blokir saja sih ya, daripada bikin makin down dan stres.

Cuman untuk saya, memang kayaknya hatinya udah sering kebanting-banting dengan kuat, jadinya kadang 'bantingan' kayak ocehan orang stres gitu, udah nggak seberapa mempan, terlebih saya juga malas kepo dengan tulisan maupun orangnya.

komen lucu haters di facebook

Yang ada saya jadi dapat hiburan, dan bikin saya nggak nangis lagi, malah ngakak, wkwkwkw.
Terlebih ini bukan pertama kalinya saya menemukan komentar pedas dari tamu tak diundang kek gini.
Dulu juga pernah banget saya di-bully ramai-ramai malah, tapi tetep sama, kagak saya bacalah, wakakaka.

Secara umum, begini cara mengatasi komentar haters yang lucu tapi nggak lucu di status facebook atau media sosial kita, yaitu:
  1. Pastikan dulu maksudnya, apakah dia lagi khilaf menulis begitu, atau memang iseng dan kurang kerjaan, dengan cara menanyakan maksudnya langsung di reply komen.
  2. Kalau dia nggak mau minta maaf, bahkan malah makin membalas dengan komen menyerang, pancing lagi agar dia memahami keadaan kita (dalam kondisi di atas, si Mbaknya saya suruh ambil anak-anak saya, sekalian bayarin sekolahnya, auto gelagapan dia, wakakaka.
  3. Kalau masih dibalas nggak sopan, nggak usah terusin baca komentarnya dengan detail, tapi pancing aja dia biar menulis terus, tapi kitanya jangan baca, biar orang lain aja yang baca, wakakakak.
  4. Serang hal-hal sensitifnya, sambil melihat tingkat ketidak sopanannya, kalau saya memang selalu serang dengan bawa ortu, untuk tipikal orang stres yang nggak tahu sopan santun ngajak berantem di status pribadi kita, wkwkwkwk. Kasar banget sih, tapi itulah akibatnya kalau suka cari keributan di lapak orang, wakakakakak.
  5. Dengan diserang hal sensitifnya, dia bakalan balas terus, lanjut aja terus, jangan dibaca, sampai dia kehabisan energi dan waktu cuman buat ladenin menulis di komentar kita, wakakakak.
  6. Terakhir, jangan sekali-kali kepo dengan akun orang yang stres gitu, nggak usah cari tahu, jangan stalking akunnya, takutnya dia juga nulis hal buruk tentang kita, mending nggak tahu kan, daripada cari masalah. Dan juga jangan diteruskan, kalau dia udah berhenti, mending mulai nulis hal lain yang menarik, biar kita nggak kepikiran untuk kepo sama orang stres gitu, wkwkwkw.
Pada akhirnya, orang-orang stres yang suka asal komen di status orang lain tuh, bakalan capek sendiri kok. Selain itu, mentalnya juga ikut keserang dengan balasan kita yang mancing dia nulis, tapi kita nggak baca, sakit banget nggak sih, wkwkwkwk.

Makanya, cari hal yang positif dikit kek, jangan kurang kerjaan ngotot di akun orang lain, apalagi kita bukan siapa-siapanya orang itu, pun kita juga nggak tahu pasti masalah orang lain.

Demikianlah.
Yuk lawan para orang kelainan mental, yang suka asal komen negatif, dengan hal-hal yang bikin kita ngakak, salah satunya kita kerjain aja, sehingga komennya yang mungkin negatif, menjadi sebuah komen lucu meski aslinya nggak lucu. 


Sidoarjo, 05 Juli 2022


Sumber: pengalaman pribadi
Gambar: Canva edit by Rey

6 comments :

  1. Yah... caranya sih tergantung masing-masing bagaimana menghadapi komentar nyebelin. Hahahah.. Kalau saya sih tergantung mood saja, kalau lagi mood perang, Ronin yang saya keluarin. Tapi kalau lagi malas, ya skip saja deh.. hahahaha

    Lucu atau tidak, nyebelin atau tidak, bermanfaat atau unfaedah, semua tergantung pada sudut pandang mana yang hendak kita pakai. Ada banyak komentar yang bikin bete tetapi sebenarnya bermanfaat. Ada yang seperti mendukung, tetapi sebenarnya justru menjebak dan tidak memberikan solusi.

    Iya nggak sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan disesuaikan kondisi juga Pak, kalau kondisinya nggak tepat, jatuhnya komen positif malah jadi toxic positivity :D

      Nah iya Pak, kebetulan kemaren lagi sumpek, isengnya si Rey muncul ketika menghadapi orang stres di akun pribadi saya wakakakak

      Delete
  2. Sebenarnya bukan cuma di Facebook sih, di tempat lain seperti blog juga kadang ada orang yang komentar tidak lucu tapi nyelekit. Baiknya memang dibawa santai saja kayak mbak Rey.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya Mas, sebenarnya kalau lagi malas, saya cuekin aja, tapi kalau isengnya muncul, dikerjain aja wakakakaka

      Delete
  3. Aku sempet baca komen si mba onoh 😅. Kalo aku JD kamu, udah ku block itu Rey 🤣🤣🤣. Salutlah kamu malah ngerjain balik hahahahaha.

    Tapi awalnnya aku tau itu setelah baca statusmu yg ngucapin makasih ke mbak nya. Aku pikir ucapan makasih beneran, kalo si mba bener mau biayain anak2. Ternyataaa, dia sedang kumat 🤣🤣🤣. Iya sih Rey, kliatan orangnya hobi cari keributan di akun2 yg bahkan bukan friendlist nya. Aku mah ogah kali, ribut di rumah orang 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw, kurang kerjaan si Anu itu Mba, jadi dikerjain aja biar dia banyak kerjaan, nggak kebayang apa yang ada di benaknya kalau tahu saya kerjain, wkwkwkwkw

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top