Featured post

Anti Panik Saat Anak Sakit, Dengan Menjadi Bunda Siaga

Pentingnya Menjadi Bunda Siaga Assalamu'alaikum :) Sharing By Rey - Menjadi bunda siaga itu penting banget, agar saat anak s...

Friday, February 08, 2019

Cinta Balas Dendam ?


Terjebak Dalam Cinta Balas Dendam ?


cinta berawal dari balas dendam


Assalamu'alaikum :)

Sharing By Rey - #FridayRelationship - Kadang saya bertanya dalam hati, benarkah perasaan saya pada suami, hanya berlandaskan semata karena balas dendam?

Ih apaan pakai balas dendam segala? kayak sinetron aja, lol.
Biar lebih jelas, bisa intip di postingan saya minggu lalu.




Jadi, saat itu saya jadi semakin GR gara-garanya digodain melulu sama teman-teman, tapi semakin digodain, si kak Ade gondrong tersebut semakin datar aja.
Hanya ditimpali oleh senyuman, dan saya semakin salah tingkah.

Setiap sore menjelang, saya deg-degan menanti kehadiran si cowok gondrong itu di teras rumah ibu kos. Saya hafal semua jadwal kuliah malamnya, jadi tahu persis jam berapa dia bakalan datang.

Hampir setiap hari selalu datang ke rumah ibu kos, karena kos tersebut sangat dekat dengan kampus, dan rumah si cowok tersebut lumayan jauh, meskipun ditempuh dengan mengendarai motor.

Hari berganti hari, tinggallah saya dengan harapan dan deg-degan di hati.
Jujur, sayapun nggak tahu apa yang ada di hati saat itu, entah cinta, suka atau memang penasaran saja.

Karena sejujurnya, meski si cowok gondrong itu tinggi, dia hanya memenuhi 1 syarat cowok impian saya.

Ye kan, biasaaaaa... cewek-cewek selalu punya pacar impian, dan bagi saya pacar impian itu :


  • Lebih tinggi dari saya, selalu ilfeel kalau jalan, saya terlihat lebih tinggi ketimbang cowok.
  • Lebih tua usianya dari saya, i hate brondong, karena saya menganggap cowok brondong itu adik saya.
  • Lebih pandai dari saya, saya suka dibimbing, bukan membimbing.
  • Tidak merokok!

Dan dia cuman memenuhi syarat pertama aja.
Tapi entah mengapa, saya bahagia banget kalau dia udah muncul di teras rumah ibu kos.


Ketika Si Cowok Masih Mengharap Si Mantannya


Setelah sekian lama saya sibuk bergelut dengan deg-degan di hati, sebal karena merasa si PHP (padahal GR sendiri, lol).

Suatu hari, seorang teman yang berpacaran dengan teman dekat si kak Ade, mengatakan sesuatu yang membuat saya jadi patah hati.

"Aku dibilangin mas Nanas, Rey. Katanya dia mancing-mancing mas Ade, tanya perasaannya sama kamu, mengapa kalian belum jadian" kata si Nana
Saya langsung antusias mendengarnya,
"Ternyata, sebenarnya mas Ade pengen nembak kamu Rey, tapi dia masih kepikiran sama mantannya, dia masih berharap balikan sama mantannya"
 Atuh deh, si Nana mah kagak pakai mikir, kalau di dalam dada ini hati, bukan pajangan.
Patah hati deh dengarnya, huhuhu.

Jadi, selama ini dia cuman dekatin saya untuk mengetes perasaannya?
Dia masih berharap sama mantannya?

Saya belum punya pengalaman dalam percintaan, belum tahu apa arti cemburu, yang saya rasakan, tiba-tiba hati saya nyeri!

Saya hanya tertawa mendengar penjelasan si Nana, yang entah mengapa, sepertinya dia kelihatan bahagia saja melihat saya terluka.
(Ye kan Rey, mana tahu dia kamu terluka, orang kamu ketawa-ketawa aja)
Dan ketika saya sudah di kamar kos, tiba-tiba air mata jatuh juga.


Balas Dendam Dengan Membuatnya Terbang


Entah mengapa, bukannya memutuskan untuk menghindar, saya malah jadi semakin agresif.
Jadi semakin berani bertemu dengan si cowok gondrong itu, meski hanya berdua di ruang tamu kos saya.

Padahal, sebelumnya, kalau kami tinggal berdua, saya pasti kabur, lol
Saya jadi lebih sering menelponnya, untuk hal-hal yang sangat tidak masuk akal.
Pura-pura tanya catatan, tanya PR, atuh maaahh, sungguh memalukan, lolololol.

Dan ternyata, semua upaya saya membawa hasil.

Suatu hari, saat kami hanya berdua di ruang tamu kos, si cowok gondrong itu memberikan saya sebuah kertas kecil, yang saya buka ada tulisannya MJP

Saya ditembak!
Etdah, mati dong Rey? lololol.

Cerita selengkapnya di postingan ini..


Entah apa namanya, niat awal untuk balas dendam karena kesal mendengar dia masih mengharapkan mantannya, dan saya cuman dijadikan cadangan hatinya, membuat saya berjanji pada diri sendiri,
"Aku bisa membuatmuuuu... jatuh cinta kepadaku, lalu kau kubuang!"
Hahahaha.

Entahlah, mungkin karena saya tidak suka kalah di awal, padahal saya punya prinsip sejak kecil,
"Ogah banget rebutan cowok, kayak nggak ada cowok lain di dunia ini!"
Tapi ternyata, saat terjun ke perasaan cinta, semua pandangan jadi mengabur, lol.

Begitulah, saya akhirnya punya pacar, meski hatinya separuh masih ada di mantan pacarnya, and i hate that!

Pernah punya pengalaman yang sama?
Share yuk :)

Sidoarjo, 8 Februari 2019

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)