Pilih Jadi Influencer atau Konten Kreator, Emang Beda?

perbedaan influencer dan konten kreator

"Mbak Rey itu Influencer atau Konten Kreator sih?"

Pernah dapat pertanyaan kayak gitu dong, dan awalnya saya bingung. Iya juga ya, saya ini influencer atau konten kreator?.

Lalu kembali mikir, emang beda ya? apa sih perbedaan influencer dan konten kreator itu?

Temans, ada yang tau, nggak?

Kalau saya sih selama ini menganggap diri sebagai bloggerfluencer *halah, hahaha.


Perbedaan Influencer dan Konten Kreator

Kalau secara umum, menurut saya nih, baik influencer maupun konten kreator itu sama, tapi tak serupa. Maksudnya, seorang influencer, bisa juga disebut konten kreator, meskipun ada juga influencer yang bukan konten kreator.

Demikian juga seorang konten kreator bisa juga disebut influencer, meskipun nggak semua bisa jadi influencer.

Kok bisa?

Lebih jelasnya, kita cari tahu dulu definisi dan segalanya tentang influencer maupun konten kreator.


Apa itu Influencer

Influencer adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki pengaruh terhadap sebuah audiens karena dia terkenal. Biasanya, para influencer ini menggunakan platform media sosial untuk mengumpulkan audiens yang tertarik akan idenya maupun segala hal tentang dirinya.

apa itu influencer

Untuk bisa berkembang, seorang influencer harus punya kemampuan untuk terlibat dan berinteraksi selalu dengan para pengikut atau follower-nya.

Mereka harus bisa memahami keinginan follower-nya, dan tahu cara terbaik untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka dengan menghibur maupun bermanfaat.

Setidaknya, itulah yang dijelaskan dari izea.com.


Apa itu Konten Kreator

Konten kreator adalah seseorang yang dapat dengan kreatif membuat konten yang menarik maupun bermanfaat.

apa itu konten kreator

Biasanya, mereka menggunakan platform media sosial atau blog untuk membagikan konten buatannya.


Apa bedanya Influencer dan konten kreator?

Dari keterangan di atas, sudah bisa disimpulkan kan, bahwa sebenarnya keduanya itu hampir sama, setidaknya bisa bekerja sama berdampingan.

Bahkan, keduanya bisa dilakukan oleh 1 orang.

Misal, kayak saya yang bisa disebut sebagai konten kreator blog, atau bahasa kekiniannya adalah content writer.

Pada perkembangannya, juga bisa loh menjadi influencer jika sering aktif berinteraksi dan memanfaatkan platform media sosial yang sekarang lebih booming.

Namun, jika memang ingin berkembang dengan baik, kita harus memilih, jadi konten kreator atau influencer? karena keduanya punya tugas yang sedikit berbeda.

Seorang influencer, biasanya selalu tampil di depan kamera dan jadi objek dari konten yang dibuat. Sementara seorang konten kreator bertanggung jawab atas semua pembuatan kontennya.

Mulai dari mencari ide, mengerjakan ide tersebut, sampai proses editing dan upload hingga mengevaluasi konten yang sudah di-publish.

Meskipun untuk itu bisa digantikan oleh profesi lain yaitu social media specialist.

Yang dimaksud dengan influencer sekaligus konten kreator adalah, seseorang yang bekerja secara mandiri. Di mana mulai dari proses mencari ide, bikin kontennya yang juga melibatkan dirinya di depan kamera, hingga editing dan publish serta evaluasi. Semua dikerjakan sendiri.

Dewasa ini, banyak banget orang yang memilih profesi ini sebagai cara untuk menghasilkan uang. Kelebihannya, semua penghasilannya bisa untuk dirinya sendiri. Meskipun kekurangannya, tentunya sulit berkembang jika tidak melibatkan tim yang membantunya.

Sementara konten kreator, ada juga loh yang nggak bisa disebut influencer secara utuh, karena sebagus apapun konten yang dia buat, orang-orang hanya mengenali namanya dan isi kontennya.

Berbeda dengan yang tampil di depan layar, karena kebanyakan orang zaman now lebih menyukai visual yang ada.  


Pilih Jadi Influencer atau Konten Kreator?

Sejujurnya kalau ditanya harus milih influencer atau konten kreator? off course milih konten kreator blog, hahaha.

Alasannya, karena saya lebih suka menulis dari pada tampil di depan kamera.

Dan sejujurnya, saya tuh malu munculin wajah di depan kamera, makanya lebih suka foto atau rekam diri sendiri, ketimbang difotoin atau divideoin, maluuuu, hahahaha.

Tapi pada akhirnya, terpaksa menekuni keduanya, meskipun tujuan awalnya bukan jadi seseorang yang bisa meng-influence orang lain.

Lalu untuk apa?


Menjadi Blogger adalah Konten Kreator Blog

Yup, pilihan utama saya adalah sebagai blogger, alasannya karena saya suka menulis, dan lebih menikmati menulis ketimbang bikin video.

Alasan lainnya, saya lebih suka membaca ketimbang melihat konten visual, terlalu riuh dan penuh dengan orang-orang yang seolah berlomba mengatakan kalau dirinya yang paling smart dibanding lainnya, hehehe.

Namun pada perkembangannya, sesekali saya juga berperan sebagai konten kreator video dan foto di media sosial. Karena seiring dengan perkembangan zaman, berbanding dengan kebutuhan saya akan penghasilan uang. Ya mau nggak mau harus bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan yang ada.


Menjadi Influencer untuk Personal Branding

Lalu, pada akhirnya, saya terpaksa ikutan menjadi atau setidaknya berperilaku bagaikan influencer karena kebutuhan sebagai blogger.

Dengan persaingan ketat yang ada untuk menjadikan blogger sebagai profesi yang mendatangkan uang. Mau nggak mau saya harus punya satu kelebihan lain, yang memungkinkan untuk dikerjakan sebagai seorang mom blogger.

Salah satunya dengan mem-branding-kan diri as a blogger di media sosial, agar lebih banyak orang yang mengenal saya sebagai blogger.

Dengan demikian ketika ada yang membutuhkan kerja sama dengan seorang blogger, mereka akan tahu harus menghubungi siapa. Dan juga orang-orang yang mengenal saya, tahu dan memberikan rekomendasi ke saya.

Tujuan awalnya sih begitu, kenyataannya setelah sering aktif di media sosial, lama-lama saya kecipratan job sebagai influencer, dan masuk dalam kategori mikro influencer.

Meskipun sejujurnya saya agak minder disebut influencer, agar merasa belum mampu untuk mempengaruhi banyak audiens. Dan cara kerjanya pun seasalnya, belum se detail kerjaan influencer pada umumnya yang memang fokus di bidang tersebut.

Intinya, menjadi bagian mikro influencer ini adalah pilihan saya dengan tujuan memanfaatkan media sosial buat personal branding. 

Cara kerjanya pun belum sempurna sampai mendetail pada satu bidang, saya hanya pakai cara 'selalu aktif' biar lama-lama semakin banyak orang yang familier dengan saya melalui postingan saya. Lalu secara tidak langsung, lama-lama orang jadi terpengaruh dengan konten yang saya tampilkan di medsos.


Kesimpulan dan Penutup

Influencer adalah seseorang yang punya kemampuan untuk mempengaruhi audiens agar mengikuti apa yang dia lakukan atau sarankan.

Sementara konten kreator adalah seseorang yang dengan kreatif membuat konten-konten yang bermanfaat dan menghibur di berbagai platform.

Keduanya berbeda, meskipun bisa dilakukan oleh satu orang.

Saya sendiri, bisa dibilang sebagai konten kreator blog atau yang biasa disebut content writer. Namun, seiring dengan kemajuan zaman dan persaingan ketat dalam dunia blogger, saya mengikutinya dengan menggunakan media sosial sebagai platform untuk personal branding.

Siapa sangka, dari tujuan tersebut, saya bisa masuk dalam kategori influencer dan sering mendapatkan beberapa kerja sama sebagai influencer.

Jadi, kalau ditanya, pilih jadi influencer atau konten kreator?. Saya suka jadi konten kreator blog atau blogger. Tapi juga bisa aktif sebagai influencer untuk personal branding.

Kalau Temans?


Surabaya, 23 April 2024

Sharing By Rey - Reyne Raea

Sumber: 

  • Pengalaman dan opini pribadi
  • https://www.adobe.com/express/learn/blog/content-creator diakses 23 April 2024 
  • https://izea.com/resources/influencer-vs-content-creator-whats-the-difference/ diakses 23 April 2024 

Gambar: dokpri dan canva edit by Rey

2 komentar :

  1. Keduanya pada dasarnya "hampir" tidak mungkin dipisahkan di zaman ini. Seorang kreator konten pada dasarnya adalah seorang influencer. Dia dengan membuat konten mempengaruhi banyak orang (kalau dia upload di akun medsos miliknya). Seorang influencer juga biasanya membuat konten untuk meningkatkan branding dirinya supaya bisa mempengaruhi lebih banyak orang lagi.

    Instagramer, Facebooker, atau Tiktoker pada dasarnya adalah seorang content creator sekaligus influencer. Jumlah orang yang dipengaruhi tidak menentukan julukan yang diberikan kepadanya.

    Yang membuatnya mereka menjadi terpisah adalah pada tujuan dari seseorang membuat konten itu sendiri. kalau ia membuat untuk orang lain dan menerima bayaran darinya, maka ia adalah seorang kreator konten, tetapi bukan influencer karena ia tidak berusaha meng-influence orang lain. Namun, kalau ia memposting di akunnya sendiri, posisinya berubah menjadi influencer juga.

    Seorang influencer, kalau kontennya dibuat orang lain, maka ia menjadi influencer saja dan bukan kreator konten. Namun, kalau ia membuatnya sendiri, ia juga seorang content creator.

    Seorang influencer tidak selalu harus berada di depan kamera. Ia bisa berada di balik layar dan tetap mempengaruhi orang lain dengan pemikiran atau karyanya.

    Itu menurut saya. Agak berbeda dengan pandangan dari Rey di atas.

    BalasHapus
  2. Konten kreator bisa dilakukan siapa saja, tapi kalau influencer belum tentu. Gitu kayaknya ya kesimpulannya.
    Karna kalau influencer, sampai bisa mempengaruhi banyak orang dan itu gak gampang๐Ÿ˜ƒ

    Kayaknya sebutan influencer itu ngetren skrg ini ya? Padahal kalau dilihat-lihat, dari dulu juga sdh banyak influencer meskintdk di depan kamera.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)