Thursday, December 02, 2021

Tips Khusus Membuat CV yang Menarik dari TopKarir

Tips Khusus Membuat CV yang Menarik dari TopKarir

Dalam proses mengembangkan karir, kita tentu akan membutuhkan beberapa dokumen penting. Salah satu dokumen penting tersebut adalah CV atau Curriculum Vitae atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut dengan daftar riwayat hidup.

Karena termasuk dokumen yang penting, CV harus dibuat dengan rapi dan penuh pertimbangan. Apalagi jika tujuannya untuk menarik rekruters, yang notabene memiliki standar khusus dalam proses perekrutannya.

Menyadari betapa pentingnya CV dalam pengembangan karir kita, sebuah portal yang bernama TopKarir pun menyediakan pelatihan khusus, yang memuat tentang bagaimana caranya membuat CV yang baik dan benar, agar bisa membuat rekruters tertarik.

Jika belum tahu, TopKarir merupakan salah satu portal online untuk anak muda yang ingin mengembangkan karirnya, dan mempunyai berbagai macam layanan penunjang seperti pelatihan pembuatan CV.

Pelatihan pembuatan CV dari TopKarir tersebut diberi nama Develop Enganging CV/ Resume yang diisi oleh pemateri bernama Agata Paskarista.

Agata Paskarista merupakan seorang konselor dan juga merangkap sebagai brand ambassador dari TopKarir, yang sudah paham banget tentang materi pengembangan karir dan skill di dunia industri.

Pada pelatihan dasar yang diadakan TopKarir ini, Agata menjelaskan cara dan tips dalam membuat CV agar bisa berpeluang dilirik oleh para rekruters.

Dari mulai macam-macam informasi yang harus ditulis di dalam CV, softskill yang membuat kita lebih menarik, hingga tips khusus pembuatan CV agar lebih menarik.

Kira-kira apa saja ya tips khusus pembuatan CV yang disampaikan Agata dalam pelatihan TopKarir kali ini? Penasaran? 

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini:


1. Mengakali Sistem


Agata menjelaskan bahwa kesan menarik dari CV tidak hanya ditujukan untuk rekruters secara personal saja. Tapi kita juga harus bisa membuat sistem membaca dan menilai CV kita adalah CV yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan sistem untuk melakukan screening dan membaca CV pelamar. 

Maka dari itu, bacalah informasi mengenai deskripsi serta kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan saksama.

Kalimat-kalimat yang ada di lowongan pekerjaan biasanya memiliki arti untuk menonjolkan kemampuan dari kualifikasi yang mereka cari. Jadi, gunakan kalimat tersebut dan tulislah pada CV Anda.


2. Tunjukkan Kemampuan


CV yang kita buat haruslah menceritakan alasan, mengapa kita sangat cocok untuk bisa menekuni posisi pekerjaan yang dilamar.

Kita bisa membuat sebuah rangkuman singkat tentang apa yang bisa kita tawarkan dan identitas kita secara profesional yang disertai juga dengan kemampuan kunci yang menjadi kekuatan utama kita ketika bekerja di bidang tersebut.

Kita juga bisa menuliskan rangkuman ini tepat di bagian bawah nama kita. Pastikan rangkuman singkat hanya berfokus tentang satu hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar.


3. Jangan Membatasi Pengalaman Kerja Hanya Dengan Kalimat "Kerja"


Jika kita adalah seorang fresh graduate yang belum mempunyai pengalaman kerja, maka kita bisa memasukkan pengalaman dalam berorganisasi, magang, ataupun pengalaman lainnya selama itu masih relevan dengan pekerjaan dan latar belakang kita.

Langkah ini harus dilakukan agar rekruters bisa melihat sebuah hal yang positif dalam diri kita, sehingga nantinya tertarik membawa kita masuk ke dalam perusahaan atau organisasinya.

Nah, itu dia tadi review video training Atta TopKarir, untuk membuat CV kita terlihat jadi lebih menarik, serta berpeluang lebih besar direkrut oleh perusahaan yang kita incar.

3 comments :

  1. Berarti di CV nanti kalo misalnya seorang blogger seperti aku, bisa ditulis punya keahlian sebagai blogger ya mbak.

    Dulu waktu melamar kerja di pabrik pernah bikin riwayat hidup sih, cuma asal nulis saja misalnya lulusan SD gitu dan belum pernah bekerja. Karena memang waktu itu baru pertama bekerja.

    Alhamdulillah diterima sih.

    Soalnya kalo tidak diterima, HRD nya tidak boleh ngutang di warteg lagi.🤣🤣

    ReplyDelete
  2. Kalo bikin CV, aku hrs belajar dr suamiku sih 🤣. Kalo aku sejak fresh grad Ampe trakhir kerja kemarin cuma di 1 perusahaan. Ga pengen pindah2. Tapi suami udah pindah 5x, Krn di bajak Ama ex atasannya Mulu :D. Jadi bikin CV udah biasa 😁.

    Tapi memang sih kalo bikin CV sebisa mungkin semenarik mungkin . Apalagi kalo masih fresh grad ATO masih cari2 kerjaan . Saingan segitu banyak, HRD pasti ga mau buang2 waktu hanya membaca CV yg standard

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener yang dibilang mba fanny, dulu aku pas zamannya jadi anak fresh graduate, berusaha bikin CV yang menarik, nyontek sana-sini, cuman kadang kalau liat di referensi orang lain, jadi balik mikir, "kok aku ga seaktif mereka ikutan kegiatan organisasinya"
      punyaku cuman beberapa baris, yang lain sampe panjang banget
      yang penting modal pede

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top