Featured post

Sleek Baby Telon Oil, Bersama Melindungi Si Kecil Dari Kembung Dan Masuk Angin

Sharing By Rey - Masalah kembung dan masuk angin pada si kecil itu, saya rasa sudah merupakan masalah sejuta orang tua di dunia. Seja...

Sunday, December 08, 2019

Review Film Marriage Story

review film marriage story


Sharing By Rey - Film Marriage Story, tidak sengaja saya ketahui saat iseng buka website buat nonton film streaming.

Awalnya tertarik karena judulnya saja, secara sekarang saya memang sedang suka-sukanya membaca atau menonton hal-hal tentang pernikahan atau rumah tangga.

Iya, 10 tahun pernikahan membuat saya merasa amat sangat nano-nano.
Entahlah, mungkin saya bosan, mungkin pula kami ada yang berubah, dan sepertinya itu adalah saya.

Yup, people change ternyata, meskipun saya berubah ke hal yang lebih baik, dan menjadi masalah karena hanya saya yang mau berubah.
Sementara pernikahan adalah dua buah hati dan pemikiran yang memutuskan untuk melangkah bersama.

Demikianlah, saya bosan bertengkar tanpa ada solusi.
Bosan mengajak cari solusi tapi yang diajak diam saja.
Sehingga saya jadi semakin depresi.

Hal ini yang membuat saya 'curhat' dengan beberapa mahasiswa S2 psikolog Unair beberapa minggu lalu, dan mereka mengatakan, sebenarnya saya tidak butuh psikolog buat mental saya yang terganggu.

Iyes, mental saya mungkin sedikit terganggu akan luka batin dari masa kecil saya, tapi saya masih bisa berusaha mengobati luka tersebut.
Yang tidak bisa saya lakukan adalah, menyelaraskan dua hati dalam satu tujuan pernikahan.

Dan kami butuh konseling pernikahan.

Karenanya, kami ditawarin ikut konseling pernikahan, namun karena kendala biaya, saya diperkenalkan dulu untuk konsultasi sendiri di klinik yang ada di sebuah RS di Surabaya, yang konon harganya nggak mahal banget.

Sayangnya masih kudu menanti jadwal dulu.

Sembari menanti, saya juga tidak berdiam diri, saya banyak mencari ilmu tentang pernikahan, entah dari beragam tulisan yang membahas hal tersebut, video-video di Youtube, hingga menonton film-film drama yang menampilkan kehidupan rumah tangga.

Seperti Tully, Kim Ji-Young, dan akhirnya ketemu dengan film Marriage Story ini, yang qadarullah mirip banget dengan kisah kami, dan saya bisa mengambil beberapa hikmah dan pelajaran di dalamnya.


Sinopsis Film Marriage Story (Awas Spoiller!)


Film ini ternyata masih baru loh, trailernya bahkan baru diunggah oleh channel Youtube Netflix pada bulan Oktober 2019 lalu.

Yang menceritakan tentang sepasang suami istri Charlie (Adam River) yang berprofesi sebagai sutradara panggung, dan istrinya Nicole (Scarlett Johansson) yang berprofesi sebagai aktris, dan telah menikah selama 10 tahun lamanya, dan tinggal di New York, lalu akhirnya pernikahannya bermasalah hingga berujung pada perceraian.




Sesungguhnya, kehidupan mereka terlihat sempurna.
Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan tersendiri dan bisa saling melengkapi.
Karir dan bisnis Charlie maju pesat yang tentunya membuat namanya semakin melambung.

Semua itu tidak lepas dari dukungan istrinya yang dengan idenya yang cemerlang, selalu sukses membuat Charlie semakin maju.

Punya anak lelaki yang ganteng dan sehat, serta keduanya sama-sama mengambil peran dalam mengasuh anaknya.

Charlie tak punya background keluarga harmonis, tapi Nicole tak mengapa dengan hal itu.
Sementara keluarga Nicole, khususnya ibu Nicole pun, begitu sayang dan sudah menganggap Charlie sebagai anak sendiri.

review film marriage story
Adegan pulang kerja tapi diam-diaman - mediumdotcom

Charlie benar-benar merasa Nicole melengkapi hidupnya dalam semua hal.
Demikian pula Nicole.

Namun, ternyata...
Semua itu tidak cukup membuat rumah tangga mereka bertahan lebih lama lagi.

Film ini dimulai dengan gambaran keduanya sedang berada di ruangan konseling pernikahan, yang mana oleh terapisnya, mereka disuruh menuliskan hal-hal manis tentang pasangannya.
Yaitu 'what i love about Nicole' demikian pula sebaliknya.

Keduanya telah berhasil menuliskan semua hal-hal manis tentang pasangannya yang membuat mereka mencintai pada awalnya.
Sayangnya Nicole menolak membacakan hal itu di depan Charlie dan malah memilih pergi meninggalkan ruangan konseling.

Nicole akhirnya pulang ke tempat asalnya, Los Angeles.
Namun akhirnya, dari yang awalnya mereka ingin segalanya nggak berkembang terlalu jauh alias maunya damai-damai saja, tiba-tiba semuanya lebih jauh, karena ibunya menyarankan agar Nicole konsultasi pada seorang pengacara ternama Nora (Laura Dern), yang akhirnya malah menyarankan untuk meneruskan perceraian dan memberikan serangan kepada Charlie dengan berebut hak asuh anak semata wayang mereka.

Sesungguhnya, Nicole tidak tega dengan semuanya, terbukti dari saat dia harus menyerahkan surat gugatan perceraian kepada Charlie, berbagai rasa dia alami, antara grogi maupun nggak tega, demikian pula keluarganya.

Namun, Nora bukan hanya semata pengacara handal yang selalu menang membela hak-hak kliennya, dia juga bisa berperan sebagai psikolog yang bisa mendengarkan semua keluhan kliennya dengan baik, sehingga Nicole semakin mantap dengan keputusannya.

Long short story, Charlie yang ketakutan kalau anaknya diambil sepenuhnya oleh Nicole, balas menyerang dengan menyewa pengacara handal yang akhirnya di pengadilan malah membuat mereka terluka, karena masing-masing pengacaranya saling menyerang dengan membeberkan kekurangan Nicole dan Charlie.

Padahal, mereka sama sekali tidak pernah melakukan hal itu, mereka bermasalah, tapi sebelumnya lebih sering saling diam.

Akhirnya, pertarungan berubah jadi perebutan hak asuh anak, keduanya harus dipantau langsung oleh pengadilan, agar pengadilan bisa dengan adil memutuskan hak asuh anak mereka.

Karena memikirkan kebaikan anaknya, akhirnya Nicole mengunjungi Charlie dan mengajaknya membicarakan masalah mereka, mungkin saja pernikahannya masih bisa diselamatkan.
Nyatanya? mereka malah beradu argumen yang membuat saya ikut menangis, karena jadi teringat dengan pernikahan saya akhir-akhir ini.

Yang mana mereka saling menyakiti, saling memaki, saling mengatakan kalau menyesal mengenal satu sama lain.
Hiks, saya masih belum bisa melupakan, semua kata-kata kasar suami ke saya, seperti kejadian Nicole dan Charlie tersebut.

Singkatnya, mereka akhirnya jadi bercerai, namun Charlie memilih mengalah, dan pasrah akan keputusan pengadilan yang mengatakan porsi hak asuh anak 55% di Nicole dan 45% di Charlie.

Charlie kembali ke New York dengan terpukul, dia merasa timpang tanpa Nicole.
Nicole adalah sosok istri yang amat sangat mengerti dia, bahkan Nicole yang selalu menggunting rambutnya.

review film marriage story
Adegan menanti sidang di pengadilan - spectatordotus

Setelah beberapa waktu, Charlie kembali ke LA dan mendapati anaknya sedang membaca tulisan di kertas milik Nicole.
Tulisan itu adalah curahan hati Nicole, saat mereka diminta menuliskan apa yang membuat masing-masing saling jatuh cinta.

Hiks sungguh adegan yang bikin saya mewek sampai tersedu-sedu, ketika membaca tulisan Nicole yang tetap mencintai Charlie, meski keadaan sudah tidak masuk akal.
Yes, i think saya seperti itu juga, huhuhu.


Problem Dalam Rumah Tangga di Film Marriage Story


Dulu, sebelum saya menikah, saya sering mendengar beberapa sahabat teman kos saya yang cerai, dengan alasan, SUDAH TIDAK COCOK LAGI.

Saya sama sekali nggak tahu apa sih maksudnya tidak cocok lagi itu?
Saya baru sadari setelah 10 tahun menikah dong.
Dan ternyata semua itu, kembali lagi pada ego masing-masing.

Masalah Nicole dan Charlie sebenarnya sederhana, namun tidak pernah terselesaikan, hingga akhirnya pecah dan pisah.

review film marriage story
Beragumen di apartemen Charlie - slashfilm

Nicole, terlalu jatuh cinta pada Charlie, sehingga lupa menyadari, kalau dia harus memastikan Charlie mencintainya juga seperti caranya mencintai Charlie.

Iya, Nicole sebenarnya nggak suka tinggal di New York, impiannya adalah tinggal di Los Angeles dengan berbagai alasan, salah satunya karena dekat keluarga dan lingkungannya jauh lebih baik buat anak ketimbang di New York.

Sayangnya, Charlie sudah terlalu mencintai New York, dan merasa sudah bekerja keras demi membahagiakan anak istrinya, menafkahi anak istrinya, dan semua itu dia dapatkan di New York, sehingga berat rasanya jika harus pindah dari New York.

Selain itu, Nicole juga mulai merasa nothing karena Charlie selalu tidak menyebutnya dalam setiap penghargaan yang diterimanya, padahal semua itu berkat ide Nicole.

Dengan kata lain, seolah Nicole itu tidak ada artinya, padahal selain sebagai istri yang mendukungnya, pun sebagai rekan kerja misalnya, janganlah lupa berterimakasih atas ide yang didapatkannya.

Tapi, sebenarnya Charlie tidak bermaksud melupakan Nicole, dia hanya merasa semua orang tahu, kalau Nicole adalah istrinya dan semuanya tahu kalau itu ide Nicole, so.. untuk apa dipamerin lagi.

Sungguh khas ya.
Yang mana istri butuh tindakan nyata, sementara suami merasa itu hal yang lebay.

Di sisi lain, karena merasa sering terabaikan oleh Charlie, Nicole menjadi sedih dan tidak bergairah melayani Charlie hingga 2 tahun lamanya.
hal itu membuat Charlie jadi tergoda dengan seorang pekerjanya yang memang suka menggodanya, dan pernah tidur sekali dengan wanita itu.

Hal itulah yang menjadi pemicu Nicole marah besar, dan Charlie tidak pernah tahu kalau Nicole tahu perbuatan selingkuhnya itu, karena dia membobol emailnya dan membaca percakapan  tidak senonoh Charlie dan selingkuhannya tersebut.

Dan tahu nggak sih, si Charlie sama sekali nggak mau disalahkan atas sikapnya tersebut dong, dia merasa hal itu cuman kesalahan kecil, itupun penyebabnya juga Nicole yang lama tidak mau melayaninya di ranjang.

Sungguh nyata banget ini dong!!!
Mengapa ya selalu para pria menganggap selingkuh itu biasa? even SUDAH TIDUR DENGAN WANITA LAIN????
Malah balik menyalahkan istrinya?

Bagaimana kalau dibalik, istri tidak pernah puas dengan suaminya, lalu selingkuh demi kepuasan batin dengan lelaki lain????
EMANG MAU GITU DISALAHKAN?????

review film marriage story
empireonlinedotcom

Kalau suami saya malah, tidak pernah mau mengakui kalau dia chat dengan mantannya itu, chat kangen-kangenan adalah salah.
Dia bilang itu hanya untuk menumbuhkan rasa cintanya lagi ke saya.
Dia cuman chat saja, nggak tidur dengan mantannya.

Ampuuunnn, kadang saya ingin berdoa, agar Allah memberikan sedikiiitttt saja sifat curang di hati saya, agar saya BISA SELINGKUH TIPIS-TIPIS, melalui chat misalnya, biar dia rasakan bagaimana sih, kalau istrinya bilang kangen ama lelaki lain???
Sayang saya nggak punya mantan pacar!

Tapi saya punya beberapa teman lelaki yang sering menggoda saya loh, saya kadang pengen gitu membalas godaan mereka, toh juga hanya sebatas chat, nggak mungkin saya mau diajak ketemuan.
TAPI SAYA RISIH DAN JIJAY TRALALA YA ALLAH!

Ah lelaki dan egonya!
Semoga anak-anak saya besok tumbuh menjadi lelaki yang bisa lebih bijak menggunakan egonya, aamiin.

Pada akhirnya, cinta memang harus berbalas.
Berbalas itu adalah saling bisa mengalah, memahami satu sama lainnya.

Meskipun itu sulit, karena sesungguhnya wanita dan pria itu ditakdirkan dengan sifat yang amat sangat bertolak belakang.

Lelaki memang cenderung menggunakan akalnya, logikanya.
Itu yang membuat mereka kadang meremehkan hal yang ternyata amat sangat menyakiti hati istrinya.

Seperti Charlie yang meremehkan selingkuh dengan pekerjanya adalah hal biasa dan kesalahan Nicole juga.
Demikian pula suami saya yang chat bilang kangen ama mantannya dan dijawab dengan ganjen ama mantannya adalah hal biasa.

Meskipun seribu kali saya mengatakan.
Itu bukan hal biasa, itu percobaan perselingkuhan lebih mendalam.
Jika dulu saya tidak menjatuhkan harga diri dengan menarik dia dari kubangan chat kangen dengan mantannya itu.

SIAPA YANG MENJAMIN MEREKA TIDAK KETERUSAN????

Tapi begitulah, saya pernah membaca sebuah tulisan seorang psikolog, bahwa lelaki memang seperti itu, mereka tidak bisa diserang.

Bahkan jika mereka selingkuhpun, kita harus bisa menunjukan kalau kita terluka dengan tindakannya.
Tunjukan, jangan katakan!
Karena jika kita katakan, itu seolah menyerang mereka, dan mereka tidak suka hal itu.

IT'S NOT FAIR KAN YAAA..
SIAPA YANG SALAH???? SIAPA YANG HARUS SABAR???

Tapi begitulah sejatinya lelaki.
Dan, wanita yang hebat adalah wanita yang bisa bijak menghadapi lelaki.
Dengan kelembutan, bukan serangan.

Duh, kadang saya berpikir, TAHU GITU NGGAK MAU NIKAH AH!
Kalau saya mandiri, bisa cari duit sendiri.
Untuk apa coba butuh lelaki yang ribetnya minta ampun itu.

Lelaki mengatakan kalau wanita yang ribet, nyatanya mereka juga ribet, masa iya salah tapi nggak mau disalahkan.
Betapa wanita koleris akan sekarat kalau menikah dengan lelaki seperti itu.

Begitulah..
Meskipun jujur sakit hati juga nonton film ini, tapi banyak hikmah dan ilmu yang saya dapatkan.
Salah satunya saya memikirkan untuk mengajak pak suami, saling menuliskan kelebihan kami masing-masing, yang membuat kami jatuh cinta, dan berani memutuskan menikah.

Temans punya masalah yang sama?
Bisa dimulai dengan hal tersebut.

Mari mengingat hal-hal manis akan pasangan kita, agar lebih mudah memaafkan dan ikhlas menerima semua perbedaan yang ada.

Semoga manfaat

Sidoarjo, 8 Desember 2019

@reyneraea

Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : dari berbagai sumber di google

16 comments:

  1. Lelaki dan egonya, memang seperti itu. Review yg menarik, tp maaf mbak itu Nicole ditawarin pengacara (Nora) itu oleh temannya saat di LA. Btw, semoga masalah mbaknya lekas selesai yah, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya ya Mba, dikasih tahu temennya di lokasi syuting yak :D

      Delete
  2. pas baca ini, sbnrnya aku jg sedang diem2an ama pak suami .. masalah sepele tp krn masing2 males ngalah, ujug2 jd ribut. ato krn aku sdg pms juga kali, gampang kesinggungnya.

    cara untuk menuliskan kelebihan masing2 itu bagus juga. tp ntahlah apa pak suami mau. dia jrg suka ama hal2 menulis, dan lbh suka nyatain dengan kata2. kebalikan banget ama aku, yg lbh suka ekspresiin dgn tulisan.. Palingan yg selama ini kami lakukan, masih rutin utk traveling berdua setidaknya setahun sekali, tanpa anak2. Ampuh sih utk recharge feeling lagi, walo kadang2, ga lama hahahahaha... Tapi intinya, aku ga pengen lgs give up sih kalo sedang bermasalah ama suami. diem2an dulu, asal jgn lbh dr 3 hr. setidakny utk mikir dan introspeksi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih belajar untuk diam-diaman malah Mba, saya nggak tahan menahan sesuatu, kalau nggak suka ya harus dibahas sesegera mungkin, takut saya jadi bosan.
      Cuman akhir-akhir ini kayaknya paksu bosan dengan sifat saya, jadi saya harus mengalah dikit.
      Btw, kalau baca-baca juga emang sifat lelaki itu gitu yak, mereka lebih suka membicarakan hal-hal yang praktis, dan setelah kepala dingin :D

      Delete
  3. wew, mbak rey lagi hobi nonton tema-tema marriage nih akhir-akhir ini.
    seru banget reviewnya, aku baca perlahan-lahan sampe ending, seru banget.
    duh, baru baca review nya mbak rey aja udah bisa memancing 'emosi' ku, gimana kalo nonton langsung.. kuat gak ya? haha.. bisa mberebes mili air mataku kali yaa pas proses perceraian itu.. huhu..

    ketika perceraian terjadi yang kasian itu anak-anaknya yaa.. sedih akuuu.
    mudah2an kita terhindar dari perceraian yaa.. amit-amit ya Alloh, jangan sampe terjadi. kasian anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener say, bikin sedih, tapi juga banyak hikmahnya :)

      Delete
  4. Mb Rey ada yang bilang 9 dari 10 laki2 emang suka swlingkuh.

    Yang 1nya tuh karena dia invalid ^_^

    #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwwkw kok kzl bacahnyah bang :D

      Delete
    2. Coba aja bikin survey tandingan mb. Hasilnya ttp 9-1. Yg 1 krn eljibeti mungkin ^_^

      Delete
    3. wkwkwkwkwkw, kayaknya gitu *eh :D

      Delete
  5. aku belum dan masih jauh sekali dri pernikahan sih, namun aku tertarik sama film ini. thanks reviewnya mbak, menarik sekali, tinggal nunggu ini tayang di bioskop d kotaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru ini pas banget buat yang single, biar lebih punya bayangan, seperti apa pernikahan itu :)

      Delete
  6. belum nonton nih, jadi penasaran juga

    ReplyDelete
  7. Ini film lagi hitz banget mba Rey, banyak yang review juga di Instagram hehe~ memang yaaa hal-hal yang menyangkut pernikahan itu cukup mengguncang pikiran. Kalau saya biasanya setiap malam menulis di jurnal pribadi saya, 3 grateful things yang saya dapat dari pasangan. Singkat-singkat saja tapi cukup membantu saya untuk mengingatkan kalau pasangan saya juga selalu berusaha membuat saya bahagia :D

    Contoh kecil seperti, 3 grateful things (1. Tadi dia bantu saya bla bla bla. 2. Hari ini dia berikan saya pesan bla bla bla. 3. etc)~ hal-hal kecil yang membuat kita senang akibat dari apa yang dilakukan pasangan kita, kalau dikumpulkan dalam waktu 1 tahun dan dibaca ulang maka akan banyak juga. Dulu saya dapat ilmu ini dari senior saya dan ketika saya terapkan, memang cukup membantu saya untuk tetap berpijak dan menerima bahwa manusia selalu punya kekurangan dan kelebihan. Tinggal bagaimana kita, mau lihat yang kurangnya terus atau yang lebihnya juga :D

    Ohya, saya doakan semoga apapun masalah mba bisa terselesaikan dengan baik dan mba selalu bahagia juga sehat agar bisa melewati hari-hari yang mba impikan :>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankssss so much say, saya bakalan ikutin nih tipsnya.
      Dan memang lumayan work di saya, jadinya saya fokus ke kelebihannya bukan kekurangannya.

      Makasih banyak ya doanya :*

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)

Assalamu'alaikum :)

Selamat datang di blog personal Reyne Raea