Saturday, October 22, 2016

Ario Kiswinar - Potret Seorang Anak Yang Menjadi Korban Dari Ego Kedua Orang Tuanya

Semalam saya punya waktu pillow talk dengan suami sebelum tidur, Alhamdulillah beliau pulangnya lebih cepat, pukul 21.00 sudah di rumah (biasanya mah, pulangnya keesokan harinya alias di atas pukul 00.00 hehehe)

Banyak hal yang kami bahas sampai akhirnya bahas tentang saya yang kesenangan streaming video karena kuota internet 10 GB harus habis dalam sebulan muahaha.

Dari streaming tersebut saya akhirnya menonton curhatan ibu Aryani (mantan istri pak Mario Teguh) yang di wawancara oleh Dedy Corbuzer (benar gak sih tulisannya?)



Menonton ke empat video curhatannya cukup membuat saya sedih, kesal dan jadi pengen nonjok pak Mario Teguh (lah apa hubungannya ya? lolol).
Namun saya pernah ada di posisi seperti Ibu Aryani, yang berantem sama suami, iya kali mana ada rumah tangga yang adem-adem melulu, iya gak?
Dan pengalaman saya mengatakan, lihatlah ke kedua belah pihak, jangan hanya curhatan pihak istri atau sebaliknya.
Baca juga : Hal-Hal Penting Yang Harus Di Bicarakan Sebelum Menikah
Lalu googling lah saya dan bertemu dengan curhatan pak Mario teguh di Kompas TV.
Saya tonton semua videonya sampai tuntas sambil beberapa kali sedikit merinding, iya... merinding saat melihat seorang motivator handal yang selalu berdiri tegap dan bijak dalam menasehati, tapi ternyata dalam mengatasi masalah yang terjadi di dirinya sendiri, semua kebijakannya seakan hilang di telan bumi, oppppssss... jadi seolah menghakimi deh, maafkan ya bapak motivator :D


Entah mengapa saya juga jadi pengen menuliskan opini saya terhadap masalah mereka, selain bisa menjadi pelajaran bagi saya dan suami dalam membina rumah tangga, juga semoga bisa menginspirasi pasangan-pasangan lainnya dalam menyelesaikan perselisihan rumah tangganya.

Berikut ringkasan permasalahan MT (pak Mario Teguh) vs Ary (Ibu Aryani)

* Versi ARY

  1. Dimata Ary, MT adalah sosok suami yang romantis, sayang anak, semua penghasilan di serahkan ke istri, namun yang kurang di sukai adalah beliau terlalu cemburuan, optimis dalam mengejar cita-citanya menjadi orang kaya.
  2. Karena optimis MT menjadi orang kaya dan sikapnya yang selalu cemburuan, MT berharap Ary lebih baik hanya fokus mendukungnya, dengan begitu MT bisa fokus mengejar cita-citanya dan gak perlu cemburu pada teman kerja Ary. Namun sayang Ary kurang setuju, Ary ini agar mereka jalanin hidup apa adanya waktu itu saja, keduanya bekerja dan menikmati setiap penghasilan mereka.
  3. Karena perbedaan pendapat di poin 2 tersebutlah membuat mereka sering bertengkar, lebih tepatnya MT sering saja marah-marah karena cemburu dan kesal Ary gak mau mengikuti cita-citanya. 
  4. MT yang kesal harus selalu cemburu, marah-marah dan berantem sama Ary, akhirnya curhat ke teman-temannya, dan ternyata teman-temannya malah menyarankan agar MT mencari wanita lain karena gak cocok sama Ary.
  5. MT menanggapi nasehat teman-temannya dan akhirnya bertemulah dia dengan LT (istrinya sekarang), perlahan namun pasti MT mulai merasa cocok dengan LT dan akhirnya ngaku pada Ary kalau dia ada WIL yang pastinya pengakuan tersebut membuat Ary menangis histeris.
  6. Para tetuah di keluarga Ary lalu memberikan nasehat agar MT berubah melupakan LT, namun sayang MT sudah merasa nyaman dengan LT sehingga gak akan bisa terpisah lagi, puncaknya setelah 3 kali pertemuan dan MT menjawab kalau dia hendak memperistri LT dan meminta Ary menerima di madu. Tentu saja Ary menolak keras, dan memilih berpisah, yang katanya di sambut dengan ucapan Alhamdulillah oleh MT.
  7. Setelah itu mereka berpisah, namun setelah di tunggu beberapa lama MT tak kunjung mengurus perceraian mereka, akhirnya Ary yang mengalah dan mengurusnya di pengadilan tentunya dengan cara mengajukan gugat cerai.
  8. Peristiwa setelah cerai kurang di bahas oleh Ary, yang jelas menurut beliau MT berhenti mengirimkan biaya setelah beberapa kali mengirimkan biaya untuk Ario Kiswinar.

* Versi MT

Baca juga : Tips Agar Tetap Bisa Menyambung Silaturahmi Dengan Teman Yang Pasangannya Pencemburu
  1. Tidak di bahas mengenai penyebab perceraian, namun MT mengakui kalau sering cemburu kepada Ary saat mereka masih menikah.
  2. MT merawat sendiri saat Ario Kiswinar masih bayi hingga usia 7 tahun
  3. Setelah bercerai, MT masih tetap memberikan biaya untuk anaknya, meskipun berkali-kali kesal karena Ary selalu menolaknya dan menghina dengan kata-kata kalau Ario Kiswinar itu bukan anaknya, tapi anak orang lain. MT bahkan sering secara sembunyi-sembunyi mengirimkan hadiah buat anaknya melalui keluarganya dan merahasiakan kalau itu bukan dari dia, karena jika ketahuan Ary pastinya semuanya akan di buang.
  4. Setelah bercerai bahkan sampai sudah menikah dengan LT, Ary masih selalu men terror mereka melalui telepon, kadang di nomor MT kadang pula di nomor LT, bahkan pernah suatu hari Ary menelpon dan membahas tentang Ario Kiswinar, MT berbicara panjang lebar tentang anak tersebut, tiba2 di sadari kalau lawan bicaranya diam dan berakhir dengan suara tertawa banyak orang, ternyata Ary men loudspeaker ponselnya hingga di dengar oleh banyak teman-temannya, lalu Ary tertawa dan di tutup dengan perkataan Ario itu bukan anak MT dan MT adalah seorang laki-laki bo**h yang di tipu istrinya.
  5. Gak cukup sampai di situ, sering Ario menelpon MT dan selalu terdengar suara teriakan Ary di seberang yang mengatakan kalau Ario bukan anak MT.
  6. Puncak kekesalan MT adalah setelah Ario berusia 17 tahun, MT bertemu dengan Ario lalu bertanya "tau gak siapa papamu?", Ario menjawab "Tau". MT bertanya "Siapa?", Ario menyebut nama seseorang yang namanya ada di nama panjangnya.
  7. MT kesal teramat sangat, dan langsung yakin kalau Ario bukan anaknya, apalagi setelah sekian lama teman-temannya mengatakan kalau sepertinya benar Ario bukan anaknya karena wajahnya saja tidak mirip, bahkan jauh lebih mirip orang yang di curigai menjadi selingkuhan Ary. Mulai saat itu MT mulai mengubur masa lalunya, mencoba melupakan sakit hatinya menerima kenyataan kalau dia harus 'berbagi ranjang' dengan laki-laki lain, yang mana itu adalah AIB dan PENGHINAAN terbesar seorang laki2.

Okeh cukup!

Saya kok ya kesal ya menulis versi MT, memang sih sangaaaatt merasakan sakit hatinya MT, namun kalau boleh meskipun saya bukan siapa-siapanya dan juga bukan orang yang lebih berpengalaman dan juga bukan orang terkenal, saya juga ingin menyuarakan isi pendapat saya yang mungkin bisa berguna bagi saya sendiri maupun teman-teman lainnya.


*Kesimpulan Versi Rey

  1. Duhai MT dan Ary, andai kalian membicarakan terlebih dahulu visi dan misi serta cita-cita masing2 sebelum nikah, atau paling tidak sesudah menikah diskusikan dengan kepala dingin bagaimana cara mengatasi dua visi dan misi yang berbeda, MT ingin kaya banget, Ary Let it flow.
  2. Wahai MT, andai kau tak curhat masalah rumah tanggamu ke orang lain, mungkin kau tidak mengikuti ide gila mencari wanita lain itu. Sesungguhnya menurut saya kebahagiaanmu di atas penderitaan mantan istrimu adalah kebahagiaan yang SEMU dan EGOIS.
  3. Wahai Ary, andai kau tak melapor pada para tetuamu, karena saat MT tergoda wanita lain, hanya CINTAmulah yang bisa mengembalikannya padamu.
  4. Bapak MT yang terhormat, tahukah anda? kalau bukan cuman lelaki yang memiliki rasa SAKIT HATI menerima kenyataan kalau pasangannya punya yang lain, wanita yang CINTA MATI padamu juga! mau tahu apa alasan mengapa Ary mati-matian men teror kalian apalagi sejak kalian menikah? Ary merasa depresi, susah melupakanmu, apalagi ada anak semata wayangnya yang merupakan buah dan bukti kasih kalian, kau bisa saja melupakan Ary dan Ario, karena tak ada sedikitpun pengingat di depan matamu. Ary setiap hari harus menerima kenyataan setiap kali berada di rumah melihat wajah anak kalian yang mengingatkannya padamu. Tanyakan pada hati nuranimu dan semua kata-kata bijakmu, bukankah saat seseorang selalu mengganggu kita, itu berarti orang tersebut gak bisa mengabaikan kita? iya apa iya?? jawaabbb.... (lah kok saya jadi kesal huhuhu)
  5.  Semua perlakuan Ary, menteror MT dan mengatakan kalau Ario bukan anaknya, menteror LT juga, itu semua bentuk depresi Ary atas sakit hatinya. Ary tidak bisa puas sampai MT merasakan sakit hatinya, dan itu berhasil kan? Itu buktinya, MT sedemikian sakit hati dan terpukul saat sandiwara Ary berhasil. Padahal saya yakin semua itu sandiwara, mau bukti? Kalau benar Ary dulu pernah selingkuh, pastinya Ario akan tumbuh jadi anak yang bijak. 
  6. Tentang Ario, mengapa di usia 17 tahun dia ikut-ikutan mengatakan kalau dia bukan anak MT? jawabannya adalah : COBA BAYANGKAN sendiri, seorang anak berusia 7 tahun yang mana usia segitu masih labil-labilnya, dan setiap saat selalu mendengar tangisan, teriakan dan kekesalan ibunya saat menelpon MT dan mengatakan kalau Ario bukan anaknya, apa kira-kira anak tidak akan terpengaruh dan menyimpan di memorinya sehingga terbawa di alam bawah sadar meyakini kalau dia bukan anak MT? Nantilah setelah Ario lebih dewasa, sudah lebih mengerti tentang kehidupan dan akhirnya tau apa yang terjadi pada kedua orang tuanya dan akhirnya sadar kalau dia memang anak MT lalu menerima kenyataan pahit setelah MT mengatakan anaknya cuman 2, dan Ario tidak termasuk.
  
* PELAJARAN BUAT KITA SEMUA
  1. Pelajaran terbesar bagi setiap pasangan, terlebih bagi mereka yang sebelum menikah sempat menjalankan masa pengenalan dengan waktu yang lebih dari cukup. Sebelum menikah, berdiskusilah dengan calon pasangan kita, katakan apa visi dan misi membangun rumah tangga, katakan apa impian masing-masing, lalu sepakati caranya menyikapinya. Yang terjadi pada pasangan MT - Ary adalah cermin dari kedua pasangan yang mendahulukan EGO masing-masing dalam berumah tangga. MT pengen KAYA BANGET, Ary pengennya LET IT FLOW. Hiks sebenarnya sama sih kayak saya, saya terlalu ambisi, suami let it flow, Alhamdulillah sedikit demi sedikit belajar mengalah dan meleburkan ego masing2 demi ANAK.
  2. Saat punya masalah sebaiknya segera mencari jalan keluar, pastinya dengan cara baik suami dan istri harus mengorbankan sedikit saja EGO masing-masing. Say BIG NO untuk menceritakan masalah rumah tangga ke siapapun selain Penasehat Perkawinan ataupun curhat ke Allah. Hanya itulah tempat mengadu yang benar-benar tidak akan memihak siapapun. Jangan curhat ke orang tua meskipun orang tersebut orang yang kita hormati, jangan lupa, orang tua juga manusia yang pastinya punya pandangan berbeda dengan kita.
  3. Saat terjadi pertengkaran rumah tangga, HADAPILAH, komunikasikan, jangan di hindari apalagi mengulur-ngulur waktu, ingatlah banyak godaan semu di luar sana bagi perasaan yang lagi gundah. mengulur-ulur waktu membuat peluang masuknya WIL atau PIL lebih besar, dan setelah orang ketiga itu masuk, Allah akan hilangkan cinta di hati pasangan kita, sehingga akan lebih sulit berjuang merebutnya kembali.
  4. Kalaupun terjadi perpisahan, pikirkanlah selalu ANAK (memang berat sih, kalau saya jadi ibu Ary mah lebih memilih berjuang mempertahankan, kasian anak huhuhu). mmmm.... gak bisa kasih penjelasan sih, soalnya saya mikirin saja perasaan dan kondisi ibu Ary dulu saja rasanya gak tahan, huhuhu.
  5. Say BIG NO terhadap EGO, dialah penyebab banyak perceraian di antara pasangan. Lawanlah ego dengan kembali memikirkan ANAK.

 Demikianlah, semoga bermanfaat bagi kita semua, membicarakan masalah orang lain memang buruk, apalagi menghakiminya, karena yang bisa merasakan cuman yang mengalami, kita cuman menonton.
Namun mencoba memahami dan menjadikannya pelajaran adalah hal bijak yang bisa kita lakukan

TPJ, 22 Oct 2016

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...