Selalu ada Kebahagiaan Dibalik Kesedihan

cerita kebahagiaan meski sakit

Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan. Sebuah tema yang pas banget di bulan Februari yang biasa dikenal dengan bulan penuh cinta. Sungguh tak terasa buat saya, ternyata kurang 3 hari lagi, Maret akan menjemput kita semua.

Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya, di mana saya jarang bisa update blogpost di bulan Februari ini, karena beneran tepar sejak akhir Januari, sampai hampir akhir Februari.

Saya baru bisa beraktifitas kembali sejak Minggu ini, meski masih ditemani korset lumbal.
Pinggang masih tetap terasa nyeri, jika terlalu aktif muter-muter.
Tidurpun masih setia di lantai beralas kasur tipis, karena masih takut kembali sakit kalau tidur di kasur empuk.

Dan sedihnya lagi, baru saja saya bisa beraktifitas dengan lebih mendingan, eh si Adik dong, mulai demam hingga munt*h-munt*h dan bikin panik lagi.

Alhasil, biar kata udah saya ingat-ingat banget, bahwa jangan sampai ngangkat yang berat dulu, agar pinggang saya sembuh beneran, eh nyatanya melihat si Adik sakit dan rewel, ujung-ujungnya ya kudu menggendong juga hahaha.


Sakit itu Menyedihkan


Sebagai ibu, ketika sakit itu adalah hal yang menyedihkan.
Gimana enggak?

Saya hanya bertiga di rumah, saya dan kedua bocah yang belum sepenuhnya bisa mandiri.
Tak ada orang yang bisa membantu, bahkan papinya anak-anak sama sekali nggak bisa mengusahakan pulang sebentar untuk menemani ke dokter atau semacamnya, agar saya segera sembuh.

Saya harus ke dokter bersama anak-anak, padahal untuk berjalan saja sulit, harus daftar sendiri, antri hampir 2 jam bersama anak-anak yang bosan menunggu.
Menyedihkan banget, kek sinetron, hehehe.

Alhasil, saya hanya bisa nangis oleh rasa sakit yang menyiksa banget, dan lebih nangis lagi, ketika si adik mau ini itu dan kakaknya belum bisa sepenuhnya membantu saya mengurus adiknya.

Untuk masalah makan, untungnya si kakak bisa bantuin nyuapin adiknya, saya hanya maksain diri nyiapin aja, memastikan nggak ada tulang di piring si adik, karena si Kakak seringnya nggak fokus nyuapinnya.

Tapi kalau masalah si Adik BAB, di situ tantangan luar biasa.
Si Adik belum lulus TT BAB btw, dan si kakak juga belum bisa bantuin bersih dengan baik.
Jadilah momen si adik BAB tuh merupakan momen horor banget, karena saya harus memaksakan diri untuk bersihin, sementara saya nggak bisa jongkok sama sekali.

Kesedihan lainnya adalah, melihat gigi si adik yang makin rusak di bagian gigi geraham samping.
Karena struktur gusinya terlalu nempel ke pipi, membuat banyak sisa makanan nyangkut di situ, dan hanya saya yang bisa bersihin dengan sempurna.

Karena selama saya sakit, si kakak yang bantuin sikatin gigi, jadinya seadanya aja, dan membuat giginya rusak, hiks.

Si kakak juga ikutan berdampak dari ketidak berdayaan saya, nilai ujiannya anjlok semua, hiks.
Kalau biasanya hanya nilai bahasa daerah yang menyedihkan, maklum nggak ada tempat bertanya, karena mamaknya juga nggak bisa bahasa Jawa dengan benar, hahaha.

Tapi karena ujian kali ini bertepatan dengan saya nggak berdaya karena sakit, alhasil hampir semua mata pelajaran mengalami penurunan nilai.

Namun ternyata, kesedihan itu belum berakhir.
Sesedih-sedihnya merasa tak berdaya untuk bisa mengurus anak-anak, dan tak mendapat dukungan dari papinya anak-anak, ternyata jauh lebih sedih ketika si Adik ikutan jatuh sakit.

Ya Allah.
Melihat dia lemes, padahal biasanya bikin gregetan dengan tingkahnya yang segudang. 
Nggak bisa diam, lari sana sini, manjat sana sini, eh jadinya seketika lemes dan tiduran sambil rewel dan menunjuk bahwa perutnya sakit.

Itu sedih banget tahu nggak.
Terlebih, melihat kenyataan sepertinya si Adik sakit karena dampak saya sakit lama, dan akhirnya tak bisa mengurus mereka dengan baik.

Adik Dayyan demam
Akhirnya kompres ini kepake juga, meski cuman nempel 5 menit doang, hehehe

Dan si Adik sepertinya terkena penyakit di pencernaannya, diagnosa awal sih kena maag.
Suer saya baru ngeh kalau anak kecil juga bisa kena maag.
Tapi masuk akal sih, selama saya sakit memang si Adik kurang terurus dan teratur makannya.


Selalu ada Kebahagiaan 


Meskipun bisa dibilang sepanjang bulan Februari ini, banyak kesedihan meliputi hari-hari saya, akan tetapi bukan berarti hidup saya tak pernah merasakan kebahagiaan sama sekali.
Justru benar banget apa kata-kata bijak yang sering beredar.

Dibalik kesulitan, selalu ada kemudahan.
Dan..
Selalu ada kebahagiaan yang bisa kita temukan, meski dalam kesedihan melanda sekalipun.
Dan itupun yang saya rasakan.

Ada banyak banget kebahagiaan yang bisa saya rasakan juga di bulan penuh cinta ini, di antara kesedihan dan rasa sakit jiwa dan raga *tsah, di antaranya adalah:


1. Masih ada cinta tak bersyarat dari 2 lelaki tampan yang setia menemani


Meskipun sedih nggak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya, dan sedih karena nggak bisa mengasuh anak-anak dengan baik.
Akan tetapi, saya masih bisa merasakan kebahagiaan penuh, karena masih ditemani oleh 2 lelaki tertampan sedunia, masha Allah tabarakallah.

Ya siapa lagi kalau bukan kedua bocah lelaki tampan yang selama maminya sakit, masing-masing menunjukan cinta dan perhatiannya dengan berbagai macam cara.

Si kakak yang dengan sigap membantu mengurus adiknya, mulai dari memandikannya, menyuapinya.
Si adik yang biasanya nggak mau sama siapa kecuali sama mamipun, Alhamdulillah mau nurut diurusin kakaknya.
Meskipun tetap ada drama-drama pertengkaran manjah di antara mereka, hahaha.

Bukan hanya mengurusi adiknya, si kakak juga jadi asisten mami yang sigap.
Mulai dari melakukan apapun perintah maminya, sampai setia dimintain untuk memijat pundak, membaluri minyak ke punggung mami.

Sementara si Adik, nggak mau kalah, dengan sibuk memijati kaki maminya.
Rebutan mengambil apapun yang maminya butuhkan.

Sungguh ya, betapa sebelumnya saya ingin menitipkan keduanya ke siapa gitu, agar ada yang bisa mengurusi kedua bocah tersebut, dan saya bisa istrahat dengan baik.

Ternyata, dengan mereka mendampingi saya ketika sakit, saya bisa lebih bahagia karena merasa punya dua orang tampan yang begitu setia dan tulus memperhatikan saya ketika sakit.


2. Banyak orang yang sayang pada saya


"Mbak Rey, jangan sedih, ada banyaaaakkkk banget yang sayang sama Mbak"
Itu perkataan dari beberapa sahabat yang bahagianya tuh, bahkan saya jarang kenalpun mengatakan hal itu.
Terutama para sahabat blogger.

Masha Allah...
Siapalah saya ini.
Blogger senior dan terkenal? Bukan!
Blogger yang baik hati banget? Juga bukan!

Tapi..
Perhatian dari banyak sahabat blogger itu luar biasa.
Dari yang perorangan menghubungi saya, menanyakan apa yang bisa mereka bantu.
Sampai yang nanya alamat, rekening, nomor gopay, yang kebanyakan belum juga saya balas, eh udah meluncur ke berbagai milik saya, baik rekening maupun gopay.

Bukan hanya itu, sejak saya sakit sampai hampir 2 mingguan, setiap hari, adaaa saja yang ngirim makanan.
Mulai dari bahan makanan, sampai kirimin makanan setiap harinya.
Karenanya, saya tak perlu lagi memaksakan diri memasak, hanya perlu mengawasi si kakak yang membantu pekerjaan dapur, seperti cuci piring dan semacamnya.

Ada juga yang mengirimkan obat-obatan dan vitamin, sampai dianterin banyak banget sembako.
 

Ada beberapa lingkaran blogger yang bahkan sengaja bikin semacam kelompok buat mengsupport saya, ada yang by email, ada pula by grup, yang bikin mewek itu, banyak yang saya kurang kenal dekat, tapi sedemikian pedulinya.

Mereka bersama ngumpulin dana, buat nyumbang ke saya.
Ya Allah, antara bahagia sama malu banget sama Allah, karena siapalah saya ini? hiks.

Bukan hanya teman-teman blogger, teman-teman dunia maya, di FB pun banyak yang menghubungi, baik ngasih doa, saran, semangat maupun support materi.

That's why, nggak butuh waktu terlalu lama, nggak butuh ke dokter atau tukang pijat, tiba-tiba saja saya udah bisa gerak, dan tiap hari menunjukan kesembuhan yang signifikan, padahal ya cuman terapi sendiri, pakai korset, minum vitamin.
Bahkan, saya membatasi banget minum pereda nyeri, karena bertepatan dengan telat menstruasi, takutnya 'ngisi' kan ye.

Benar banget kata pepatah, hati yang bahagia adalah obat.
Saya terlalu bahagia, sampai terharu dan malu sama Allah, atas semua kepedulian teman-teman semua.

Makasih banyak ya Temans, hanya bisa membalas dengan doa, semoga Allah limpahkan keberkahannya berlapis-lapis, aamiin.


3. Mendapat pencerahan tertarget

   
Jadi, sebenarnya penyebab saya tepar di awal tahun ini, selain mungkin kurang istrahat alias lelah raganya, pun juga lelah jiwa saya dengan permasalahan yang selalu datang berulang tanpa ujung.

Jujur, saya lelah banget dengan masalah tersebut.
Sampai suatu malam, setelah saya bingung mau ngapain, teringat seorang sahabat blogger yang sering saya baca postingan di blognya, dan sejujurnya saya suka banget dengan semua pandangan maupun opini yang dia tuliskan tersebut.

Empunya juga terkena baik banget, kesayangan banyak blogger banget.
Dan tiba-tiba semacam mendapatkan ilham, saya curhat deh sama si sahabat tersebut.

Eh siapa sangka?
Responnya sungguh di atas ekspektasi.
Bukan hanya ngasih saran yang amat sangat masuk akal, tapi juga ngasih list-list apa saja yang bisa saya lakukan.

Dan nggak nunggu waktu lama, segera deh saya eksekusi, meskipun juga agak ngakak mengingatnya.
Karena saya jadi tersadar, betapa saya tuh mudah banget merasa stres, tapi juga mudah juga teralihkan, hahaha.

Intinya, saya merasa bahagia, karena bukan hanya merasa menemukan tempat curhat dengan solusi yang benar-benar bermanfaat, juga merasa menemukan mentor, yang bisa jadi semacam pengawas yang menyemangati.

Mengapa demikian? 
Karena sebenarnya apa yang disarankan tersebut, sedikit banyak udah pernah terpikirkan dari pengalaman-pengalaman saya sebelumnya.

Tapi entah mengapa, hanya sebatas angan.
Praktiknya entar-entar mulu, dan akhirnya menguap bersama banyak hal yang memang harus dikerjakan.
Padahal, hal itu penting adanya.
Khususnya buat saya yang memang selalu butuh goal dalam setiap tindakan saya.

So, sungguh saya bahagia, akhirnya menemukan jalan yang worth it banget buat dicoba.
Demi pribadi yang lebih baik, dan masa depan yang lebih baik juga.
Dan yang paling penting, demi kesehatan jiwa dan raga yang lebih baik.


Masih banyak sebenarnya hal membahagiakan yang saya alami di bulan ini, meskipun rasanya dipikirkan saja kayaknya kok ya ngenes dan berat banget.
Tapi demikianlah.
Sesungguhnya selalu ada kebahagiaan terselip bersama kesedihan yang kita rasakan.
Sebesar apapun kesedihan itu, rasa bahagia yang ikut hadir juga ikutan besar.

Terimakasih Temans.
Terimakasih telah menjadi sosok yang dikirimkan Tuhan kepada saya.
Padahal, saya bukan siapa-siapa loh.
Bahkan saya belum pernah ketemu atau tak jarang nggak kenal dekat dengan temans semua.

Tapi, semua perhatian dan rasa sayang semuanya, begitu membahagiakan untuk saya.
Alhamdulillah.

kiriman makanan dari creameno
Another happiness from Creameno, thanks Eno. Ini mengingatkan pada brownies yang saya jual dulu :D

Btw, tulisan ini diikut sertakan dalam CR Challenge #2 dari Creameno.com 
Buat yang belum tahu, setiap bulannya, Creameno mengadakan CR Challenge dengan hadiah yang menggiurkan.

Saking menggiurkannya, si Kakak ternyata masih ingat aja, tentang itu.
Bulan lalu juga si Kakak kan ikutan, terus pas tangga 22 kemaren, si Kakak nyelutuk, kalau 3 hari lagi, Creameno bikin challenge.

Oh ya, penasaran dengan tulisan si kakak yang ikutan challenge ini juga?
Sila baca tulisannya tentang 3 hal yang Menyenangkan di Bulan ini, mohon dimaklumi tulisannya terlalu jujur yak, wakakakaka.

Barusan saya intip, liat dia balas komen teman-teman dengan nada yang lucu wakakakaka.
Dan mohon dimaklumi, si Kakak nggak bisa balas komen di blog temans yang meninggalkan komentar di blognya, karena saya hanya mengizinkan dia mengakses internet melalui browser dengan email khusus anak-anak, which is nggak bisa memasukan komentar di blog orang lain.

Terimakasih juga buat Eno yang tak henti memberikan semangat menulis kepada semua blogger, bahkan si kakak jadi rajin nulis setiap bulan karena challenge tersebut, hahaha.


Sidoarjo, 25 Februari 2021

Sumber : Pengalaman pribadi
Gambar : Canva dan dokumen pribadi

26 komentar :

  1. Haloo mbak. Semoga kesehatan nya segera pulih sedia kala yaaa.
    Kemudian keren jg untuk anaknya yang udah diajarin nge blog nih. Otw berkunjung ke sana hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga Do, aamiin :)
      Makasih doanya.

      Silahkaann, maklum mamaknya bingung cariin kegiatan menarik dari internet, daripada dia main game mending sekalian nulis aja :D

      Hapus
  2. Huaaaa aku ikut terharu baca tulisan ini 😭 anak-anak Kak Rey benar-benar luar biasa sekaliiii bisa membantu maminya yang sedang sakit 😭 benar-benar salut sama anak-anak Kakak 😍
    Semoga Kak Rey bisa segera pulih total ya, Kak 🙏🏻
    Btw, tulisan Darrell bagus lho, Kak hahahaha. Pertama kali baca tulisannya, aku malah kaget karena tata bahasanya bagus untuk seorang anak kecil. Kayaknya turunan dari maminya nih 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awww.. tengkiu Lia peri kecilku :*
      Semua juga berkat bantuan Lia dan teman-teman semuanya, makasih banyak say :*

      Hahaha, si kakak belum terlalu suka nulis sih, cuman hanya diperbolehkan pakai hape buat baca atau nulis doang :D

      Hapus
  3. Semoga semua lekas membaik ya Mbak. Cari pertolongan profesional jika memang sudah ga bisa diselesaikan sendiri. Saya yakin Mbak juga tahu kapan waktunya mencari pertolongan profesional😊🙏

    Untuk kakak, ga ngerti lagi harus bilang apa, benar2 super si kakak. Bisa urus mami, urus adik, blm lagi harus sekolah. Semoga kakak selalu diberi kesehatan dan kekuatan. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih banyak ya :*
      Alhamdulillah selalu ada jalan :)

      Hapus
  4. Doaku moga mba Rey dikasih kesehatan, kekuatan sempurna dari Tuhan. Hingga bisa melakukan semua aktivitas hidup seperti sedia kala. Amin.

    Untuk saat ini, jgn terlalu memaksakan diri utk lakukan hal yg berat2. Spt, ngangkat berat, jongkok/membungkuk. Klo terpaksa mau angkat sesuatu, jgn membungkuk tapi, duduk, dan angkat pelan2.
    Tapi jgn terlalu berat. Yang sabar ya mba Rey.....

    Kemudian, salut sama kakak Darel, yang udah bisa diandalkan mami. Jadi anak yg baik. Sayang Tuhan dan mami, jg adiknya.
    Kakak darel hebat jg, ikutan challenge di blog tante Eno👍
    Tante ike aja gak bisa ikutan heheheeee...
    Slm kenal lewat udara iya utk kk Darel, adik🥰

    Makasih tulisannya ya mba Rey. Banyak yg sayang sama mba Rey💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih banyak doa dan supportnya Mba :*
      Iyaaa, hati-hati banget, takut sakit lagi, soalnya sakit banget hahaha.

      Syukurlah si kakak bisa bantuin Mba :)

      Hapus
  5. Mba Reyyy, aku ikut terharu lhooo baca tulisan Mba Rey ini. Puji Tuhan sekali yaa di tengah kesulitan maupun kesedihan yang dialami, masih banyak kebahagiaan yang bisa Mba Rey dan keluarga rasakan. Benar-benar deh Tuhan sayang sekali dengan Mba Rey 😊 Semoga Mba Rey bisa segera pulih total dan kembali beraktivitas ya! Pokoke yang penting sehat dulu hihi

    Soal kakak Darrel, jujur pas Mas Anton membahas tentang tulisan yang sulit dinilai pada CR Challenge pertama, aku nggak ngeh kalau ini Darrel-nya Mba Rey! Fiks deh ini nurunin mamanya banget! XD tetap semangat yaa, Kakak! Akutu ikut terharu kalau kakak banyak membantu di saat mama sakit kemarin huhuhu terus jadi anak yang pintar dan juga salam untuk si adik, ya! <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih juga doa dan supportnya mama Jane sayang :*

      Wah saya belum baca nih komentar pak Anton tentang itu :D

      Sebenarnya waktu itu iseng aja ngasih tahu si kakak, karena dia lama nggak nulis di blog, eh ternyata dia jadi nunggu mulu challenge nya hahaha

      Hapus
  6. Semoga udah bisa beraktivitas normal kembali ya mbak... Semangat, semangat! dan pertahankan itu hati bahagiannya supaya sakitnya segera terhempas pergi jauh. Saya pun tidak bisa memungkiri bahwa saya ikut terharu baca tulisan mbak :')
    Karena saya tau banget rasanya keteteran jadi ibu dengan dua anak masih belum bisa mandiri itu gimana, sumpeknya gimana... Ya tolong, emang kudu kuatin hati dan pikiran. kalau secara emosional udah kuat, semoga nanti fisik juga mengikuti ya.

    Oh ya saya juga baca-baca tulisan Darrell, saya pikir geraham yang rusak ini karena kepentok plat nomor mobil. Eh ternyata ceritanya lain, ini gigi gerahamnya adik. Semoga sekarang mami atau kakak udah bisa bantu adik untuk sikat gigi secara teratur dan dengan lebih telaten lagi ngebersihinnya, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih yaaaa :*

      Iyaaa, si kakak giginya paling sehat sebenarnya, sayangnya waktu dia tuh bermasalah dengan keseimbangan tubuhnya, sejak kecil bolak balik jatuh dengan kondisi gigi depan kena lantai, makanya gigi susunya tanggal sebelum waktunya.

      Sedihnya lagi, pas usia 6 tahun dia naik sepeda, dan bisa-bisanya dia tabrak mobil lalu jatuh tanpa melindungi wajahnya, dan gusi depannya sobek kena plat mobil hiks.

      Kalau si adik, gigi susunya nggak sesehat kakaknya, udah lubang beberapa, terutama di gigi geraham samping, karena letaknya nempel banget dengan pipi, dan menyimpan banyak sisa makanan, kudu dibersihin selalu dengan telaten :D

      Hapus
  7. Alhamdulillah mbak Rey sekarang sudah bisa ngeblog lagi. Semoga sudah sehat lagi ya mbak.

    Dibalik kesedihan ada kebahagiaan juga ya mbak Rey, salah satunya anak yang pengertian banget orang tua lagi sakit. Kakak dan adik jadi dekat.

    Selain itu banyak banget perhatian teman blogger, semuanya kasih semangat dan dukungan. Tetap semangat ya mbak Rey

    BalasHapus
  8. subhanallah... berkah anak-anak baik ya mbak rey. ikut seneng bacanya... its heartwarming bayangin anak-anak yang mungkin ada aja bagian nguji kesabarannya, sekarang jadi orang-orang yang paling merhatiin mbak rey selama sakit.

    lekas sehat dan pulih lagi seperti sediakala ya, mbak rey. semoga lancar-lancar juga untuk rencananya! Bismillah, mudah-mudahan sakit yang cukup panjang ini jadi penggugur dosa, jadi pembuka jalan untuk berkah dan kebaikan di depan sana. Semangat terusss, yaa... kalau capek jangan lupa istirahat dulu 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mega, selalu ada kemudahan bersama kesulitan yanga da, pun juga lengkap dengan kebahagiaan di balik sebuah kesedihan :)

      Tengkiu ya Mega :)

      Hapus
  9. cepet sembuh ya adeknya darrel dan si kakak darrel pinter banget udah bisa bantuin mandiin adeknya
    aku nggak sabar pengen liat kaka sama adek cepet gede, kalau udah gede biasanya akan jarang berantem ya hehe


    BalasHapus
  10. Mba Rey, aloha 😍

    Baca cerita ini, saya jadi diingatkan kembali bahwa setiap manusia itu nggak bisa hidup sendiri, mungkin karena itu kita diminta jadi makhluk sosial, ya ~ dan saya jadi belajar banyak dari mba Rey, karena saya yakin, semua orang care ke mba Rey itu ada sebab akibat means, nggak mungkin orang baik ke kita kalau kitanya nggak baik duluan 😆 Nah, mba Rey bisa disayang banyak orang, itu karena mba Rey sayang dengan banyak orang 😁 Selalu berbaik hati bagi ilmu dan pengetahuan yang mba punya ke kita-kita 😍

    God bless your beautiful soul, mba ~ semoga mba Rey bisa segera sehat, dan comeback dengan berbagai tulisan menarik, keren, inspiratif dan menyenangkan untuk dibaca 🥳 Hehehehe, and I'm beyond grateful, sudah kenal such a good friend like mba Rey 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enoooo, selalu ih bikin mewek dan terharu, makasih banyak yaaaa :*

      Hapus
  11. semua berpasangan ya, mba, layaknya kesedihan sama kebahagiaan. Kadang ngga berdampingan, tapi mereka susul-susulan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, nggak pernah pisah, selalu ada dan disusul pasangannya :D

      Hapus
  12. Halo mba Rey salam kenal, aku baru tau lho kalau Darrel itu putranya mba Rey. Keren dia kecil-kecil sudah nulis blog.

    Anyway semoga mba Rey kondisinya semakin membaik, setelah ini selalu diberikan kesehatan dan kekuatan mengurus dua lelaki tampannya mba Rey🌸🌸🌸

    BalasHapus
  13. kak reyyyyyy 🥺
    kak rey juga salah satu teman blogger saya 🥺, di saat saya lagi jatuh jatuhnya di asrama kampus karena (dibully), komentar - komentar kak rey bikin aku selalu semangat.
    alhamdulilah sekarang covid gak balik ke asrama, tapi jujur masih menyisakan luka.

    farah harap kak rey kegundahan, kecemasan dan kesedihannya berkurang ya kak 🥺
    tulisan kak rey itu berharga banget buat farah. karena selain 'curhat' akan peliknya hidup yang kadang bikin farah ikutan takut sama kejamnya hidup XD, tapi setelah itu kak rey nyelipin hikmah yang bisa farah pelajari untuk ke depannya, seperti postingan ngga enakan dan lainnya.

    farah juga ngga yang wow banget hidup di dunia nyata (terutama di asrama kampus). tapi karena adanya blog dan teman teman blogger lah yang menghidupkan farah. dan sedikit banyaknya blog dan banyaknya komentar teman teman blogger farah (termasuk kak rey), membuat farah jadi lebih berani dan percaya diri menghadapi hidup, juga lumayan merubah orang yang dulunya kejem jadi agak minder karena liat farah ternyata banyak temen di blog

    terimakasih kak rey sudah menjadi teman online farah 🥺
    semoga kak rey selalu dilimpahkan berkah oleh Allah swt 🥺

    BalasHapus
  14. Kak Reyyyy. Apa kabar sekarang? Gimana keadaan kak Rey ? Semoga sekeluarga selalu diberi kesehatan dan dilimpahkan Rezeki untuk kak Rey yaa, aamiin.

    BalasHapus
  15. Rey, terharu ih bacanyaaaa :)..

    Wkt kemarin itu diksh tau Lia dan mba Eno kalo kamu sakit dan mereka merencanakan mau membantu, aku lgs bersyukur bisa ada di circle blogger yg seperti ini. Sigap mengulurkan bantuan. Gitu juga dengan temen2 lainnya. Walopun kita baru kenal sebatas blog, Ntahlaaah, tp baca cerita2mu, itu bikin aku ngerasa udh kenal lamaaaaa bgt. Jadi terasa sekali apa yg kamu rasain.

    Seneng bacanya walopun kamu hanya bertiga Ama 2 jagoan kecil, tp banyak temen2 yg peduli. Tandanya kalo Rey memang orang baik :) . Sehat2 selalu ya Rey. Gitu juga dgn anak2.. :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)