Sunday, June 11, 2017

Tentang Baju Lebaran

Sumber Google

Assalamu alaikum :)

Weekend gini bikin jadi kepo dengan keadaan mall, cuman kepo saja sih, soalnya minggu kemaren saya bareng suami dan anak berkesempatan mengunjungi salah satu mall di Surabaya, yang ternyata penuh lautan manusia.
Seakan seisi rumah keluar semua memenuhi mall, dari bayi yang masih merah karena masih berusia beberapa hari atau minggu, sampai kakek nenek jompo yang terpaksa mengenakan kursi roda karena tidak kuat berjalan lagi.
Alhasil, mall khususnya tempat pertokoan makin sesak dengan kursi roda plus stoller baby yang kadang ukurannya kayak ranjang baby berjalan -_______-



Berkarir dari rumah? KLIK DI SINI
 Saya sendiri dan suami serta anak sebenarnya bukan pemuja baju yang harus baru dan kekinian di waktu lebaran, saya lebih suka membeli keperluan lebaran di jauh - jauh hari sebelumnya.
Khususnya baju untuk anak, saya ogah banget ngajak Darrell belanja baju lebaran di saat Ramadhan karena dipastikan sudah desak - desakan, si Darrell banyak tingkah kalau di ajak nyobain baju (serius.. bikin bete, masa di suruh nyobain kudu nyari ruang pas juga, katanya malu buka baju, padahal ya masih ada baju dalam juga.. #LebayDaahh )
Belum lagi di tambah antri di kasir saat bayar, ammpuuunn.. mana tahan saya :(

Jadilah saya selalu menyiapkan budget buat pakaian lebaran Darrell jauh - jauh hari sebelum Ramadhan dan tidak memberi tahu kalau itu untuk lebaran, beruntung habis di beli gak langsung merengek minta di pakai hahaha...
Karena itu, Alhamdulillah sampai sekarang berusia 6 tahun lebih, si Darrell belum mengerti tentang euforia anak - anak lainnya yang mana lebaran itu identik dengan baju baru.

Saya sendiri, jarang banget membeli baju baru untuk di pakai saat lebaran. Bukan hal yang baru jika saya memakai baju yang sama di hari pertama lebaran selama bertahun - tahun, toh baju tersebut hanya saya pakai di waktu lebaran saja. Karena pada dasarnya saya emak - emak pecinta baju 'lucu', yang pastinya sangat tidak keren di pakai di hari pertama lebaran hahaha.

Jadinya, saya membeli baju di saat - saat pas ada baju lucu yang terlihat dan di dompet ada dana, dan terbebas dari desak - desakan demi baju lebaran di bulan Ramadhan.

Untuk suami sendiri juga sama, blio juga bukan pemuja baju baru di hari lebaran.
Sudah sering blio memakai baju yang sama di hari lebaran di setiap tahunnya, just like me :D
Sampai - sampai para keluarga besar kami mengasihani kami yang kayak gak punya duit buat beli baju baru hahahaha..

Tapi untuk suami sendiri, blio tetap ikutan berdesak - desakan di bulan Ramadhan.
Bukan untuk keperluan lebaran sih, tapi blio suka belanja di saat terima THR...eeerrrrrr!!!
Selain itu dia pemburu diskonan juga hahaha..
Maklum orang jangkung, jadinya kalau beli celana harus yang merk lumayan dengan harga lumayan, kalau yang biasa di jamin kependekan.
Lagian, entah mengapa, stock baju dengan model keren dan diskon lumayan selalu hanya terlihat di mendekati lebaran yaaa? jadinya kan kami harus desak - desakan belinya.
Untungnya, suami seorang lelaki keren, yang rela membiarkan saya sebagai istri duduk manis di luar dan dia yang berdiri antri lama -lama di kasir hahaha.

Meskipun kami bukan pecinta baju lebaran yang baru, tapi ternyata tidak bisa juga menghindari desa - desakan belanja di bulan Ramadhan.
Karena biasanya di bulan ini Alhamdulillah ada rezeki lebih, jadi tidak jarang terpikir untuk membelikan saudara atau keluarga lainnya.
Jadilah sudah belanja jauh - jauh hari, pada akhirnya ikutan antri dan desak - desakan juga.
Sekarang malah sudah mendingan, dulu.. saat di BauBau belum ada Matahari dan berbagai pertokoan lainnya.
Kakak saya si Jouke begitu rajin menitip minta di belikan baju lebaran mereka sekeluarga.
Mulai saat saya belum nikah, sampai akhirnya nikah, hamil besar bahkan sampai punya bayi, saya bakal keliling - keliling hanya untuk mencari pesanan kakak yang maunya bagus namun harga terjangkau, hiks
Ribetnya lagi, duitnya di kirim mendekati lebaran, yang mana di pastikan tempat perbelanjaan sudah semakin padat. Beruntung sejak 2 tahunan ini saya sudah bebas tugas tersebut, sejak Matahari hadir di kota BauBau, tempat tinggal kakak saya.

Apapun itu, ada baiknya kita menyikapi fenomena baju lebaran dengan baik berdasarkan tips di bawah ini :
  1. Sisipkan uang sedikit demi sedikit agar baju lebaran tidak perlu menanti THR cair baru di belanjakan. Khususnya buat anak. karena kadang menanti THR bikin stres sendiri, tidak semua perusahaan membayarkan THR di awal Ramadhan, kebanyakan perusahaan mencairkan THR karyawannya di pertengahan Ramadhan bahkan ada yang di akhir Ramadhan, jika menanti THR cair, dipastikan pertokoan semakin ramai dan bisa jadi baju yang di cari sudah habis.
  2. Jangan membiasakan anak harus pakai baju baru saat lebaran, pun demikian orang tuanya, jika memang kita gak tega, siasati dengan membelikannya baju baru di jauh hari sebelum lebaran. Dengan begitu anak tidak terbiasa berlebaran harus pakai baju baru yang baru di beli.
  3. Jangan terbiasa mengikuti trend mode, tidak semua mode cocok untuk semua orang, sebaiknya cari mode yang nyaman di tubuh, yang pastinya bukan baru pun tidak masalah.
Nah, para moms!
Punya cerita lain tentang baju lebaran?
Yuk share di komen..

TPJ, 11 Juni 2017

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...