Wednesday, June 21, 2017

Cara Daftar BPJS Kesehatan Tanpa Ribet Dan Antri


Assalamualaikum :)

Siapa nih yang belum punya BPJS Kesehatan?
Atau yang anti BPJS?

Saya juga sebenarnya masuk dalam golongan anti BPJS, bukan karena alasan yang berat - berat sih, cuman karena gak suka ama tagihan HAHAHA!
Selain itu, kami jarang banget ke dokter atau puskesma atau klinik dan semacamnya, kalau sakit saya lebih suka beli obat generik sendiri, berbekal pengalaman sakit standar di masa kecil.
Palingan yang biasa ke dokter hanya si Darrell, itupun ke Dokter Spesialis Anak, mana ada DSA pakai BPJS hahaha 

Tapi, setelah akhirnya Alhamdulillah di beri kepercayaan hamil lagi, pas survey biaya melahirkan, masha Allah LUMAYAN!!
LUMAYAN SANGAT MAHAL hiks!!

Baca : Rumah Sakit / Klinik Bersalin Dengan Harga Terjangkau Di Surabaya (Update Mei 2017)


Jadilah terpikir mendingan buat BPJS saja, lumayan untuk mencover biaya kelahiran, terlebih kami mempersiapkan kemungkinan jika harus lahiran secara sesar. Lumayan kan biaya lahiran sesar...
Di RS Pemerintah saja di atas 10 juta, apalagi RS lainnya.

Jadilah setelah diskusi dengan suami, kami memutuskan untuk daftar BPJS saja, mengenai kebencian saya terhadap tagihan, anggap saja jika biaya yang kami pakai sudah lunas maka jadikan sebagai sedekah :D
Pun nantinya Darrell bakal kami latih untuk mencintai dokter umum, jadi gak melulu ke DSA :D


Kerja dari Rumah? KLIK DI SINI
Lalu, here we go... kami pun daftar BPJS Kesehatan untuk sekeluarga.
Karena saya anti yang namanya antri, saya pun browsing sendiri bagaimana sih cara daftar yang mudah?
Ternyata bisa banget di lakukan secara online dan sangat mudah sekali.

Namun..
Sebelum mendaftar secara online ada baiknya kita menyiapkan beberapa hal penting yang di perlukan, terutama jika mendaftar BPJS Kesehatan untuk hal yang lebih khusus seperti saya.

Mengapa saya daftar BPJS Kesehatan secara khusus?
Karena tujuan saya adalah, agar bisa di rujuk ke RS tempat dokter kandungan yang saya pakai selama kontrol kehamilan berpraktek.

Hal - hal apa yang harus di persiapkan? salah satunya adalah FASKES 1.

  • FASKES 1
Hal penting pertama yang harus di perhatikan adalah memilih lokasi faskes 1.
Faskes 1 adalah Fasilitas Kesehatan tingkat 1 yang mana akan menjadi tujuan kita pertama kali hendak berobat saat sakit yang tidak emergency.
Faskes 1 biasanya berupa puskesmas, klinik yang menerima BPJS serta dokter umum yang menerima pelayanan BPJS.

Untuk memilih faskes 1, sebaiknya PENTING untuk mencari faskes 1 dengan lokasi dekat tempat tinggal serta faskes yang buka selama 24 jam (jika ada),  mengingat sakit bisa terjadi kapan saja.

Memilih faskes 1 tidak harus sama dengan wilayah alamat KTP kita, bahkan boleh saja memilih faskes 1 di wilayah kabupaten yang berbeda.

Seperti contoh kami..
KTP kami terdaftar di Surabaya, namun tempat tinggal kami di Sidoarjo, maka kami boleh saja memilih faskes 1 di wilayah Sidoarjo yang dekat dengan tempat tinggal kami.


Namun hal lain yang harus di perhatikan adalah, tidak semua faskes 1 ter link dengan semua RS atau faskes 2 dan 3 di wilayah tersebut bahkan luar wilayah tersebut.
Jadi untuk masalah yang khusus seperti kami, sebaiknya pilihlah faskes 1 yang bekerja sama dengan RS tujuan kita.

Misal..
Saya tinggal di Sidoarjo, sedang dokter kandungan yang menangani kontrol kandungan berpraktek di RS yang berada di Surabaya.
Maka sangat penting untuk menanyakan ke faskes 1 yang ada di dekat rumah saya, apakah mereka bisa mengeluarkan rujukan ke RS yang saya tuju di Surabaya, jika tidak.. mau tidak mau harus daftar di faskes 1 Surabaya yang bisa mengeluarkan rujukan ke RS tersebut.
Kami sendiri akhirnya memilih faskes 1 dekat alamat KTP kami di Surabaya, dengan harapan setelah melahirkan akan kami ganti ke faskes 1 yang dekat tempat tinggal kami di Sidoarjo (Pergantian data bisa di lakukan setelah lewat 3 bulan sejak masa aktif kartu BPJS Kesehatan)

Setelah faskes 1 sudah di tentukan selanjutnya bisa segera siap mendaftar melalui online.

Cara mendaftar via online :

1. Pendaftaran bisa di lakukan melalui 2 cara, yang pertama melalui aplikasi BPJS Kesehatan yang ada di android ataupun melalui websitenya langsung. Saya sendiri melakukan pendaftaran melalui websitenya di https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-online/ atau lebih mudahnya klik di sini

2. Setelah halaman yang di tuju terbuka, baca syarat - syaratnya dan jika setuju klik tanda centang kalimat di bagian bawah "Saya menerima dan menyetujui Syarat dan Ketentuan layanan pendaftaran BPJS Kesehatan" lalu klik pendaftaran.

3. Selanjutnya akan muncul halaman seperti di bawah ini
Pilih Jenis Kepesertaan - Pekerja Bukan Penerima Upah 
Sub jenisnya akan terisi otomatis.
Lalu masukan nomor KK di kolom bawah.

Setelah nomor KK di tulis, isi kode di bawahnya, klik centang di bagian tulisan "Dengan ini saya menyatakan untuk mendaftarkan diri beserta Anggota Keluarga "
Lalu klik Inquery KK, maka dengan otomatis KK kita bakal muncul di bawahnya, jika sudah benar klik 'Proses Selanjutnya'

4. Di halaman berikutnya akan muncul data - data setiap angggota keluarga yang terdaftar di KK, teliti datanya apakah sudah benar? (jangan sampai berbeda dengan data yang ada di KTP, khususnya nama lengkap) lengkapi jika masih kurang dan jangan lupa pilih faskes 1 sesuai yang telah kita tetapkan sebelumnya.

5. Untuk pemilihan kelas bebas, tidak ada perbedaan pelayanan bagi kelas 1, 2 dan 3. semuanya akan mendapatkan pelayanan dan obat yang sama, yang membedakan hanyalah kamar rawat inapnya.
Biaya per bulan pun berbeda..
Kelas 1/ orang Rp 80.000
Kelas 2/ orang Rp 51.000
Kelas 3/ orang Rp 30.000


Setiap KK hanya di perbolehkan memilih 1 kelas yang sama, misal Kepala keluarga memilih kelas 1 maka semua anggota keluarga harus memilih kelas 1 juga.

6. Jika data semua anggota keluarga sudah di isi dan di teliti, klik selanjutnya dan BPJS akan mengirimkan nomor virtual account yang bisa kita gunakan untuk pembayaran melalui transfer bank ataupun ATM / mobile banking.
Note : pembayaran baru bisa di lakukan setelah 14 hari sejak daftar!

7. Setelah 14 hari segera bayar tagihan dengan virtual account tersebut, dan setelah tagihan terlunasi secara otomatis kartu akan teraktivasi.

8. Jadi, masa berlaku kartu BPJS Kesehatan di mulai sejak kita membayar tagihannya, bukan saat kita daftar.

Selanjutnya, kita bisa mencetak kartu tersebut yang caranya bakal saya tulis di postingan selanjutnya.

Semoga bermanfaat..

Yuk segera buat kartu BPJS Kesehatan, buatlah saat kita masih sehat, agar saat sakit kita tidak perlu repot memikirkan biaya rumah sakit atau sibuk mengurus BPJS.

TPJ 21 Januari 2016

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...