Monday, June 05, 2017

#ReyStory : Usia Kehamilan 17 - 20 Minggu, PLASENTA PREVIA

Wajah si Dede Bebe, terhalang tangan mungilnya :)

Assalamu alaikum :)

Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis lagi setelah beberapa hari off dari internet.
Dan Alhamdulillah juga akhirnya saat ini kehamilan saya sudah berada di minggu ke 21.

Daaan, saya sudah gak sabar menorehkan kisah saya selama kehamilan 4 minggu ke belakangnya yaitu minggu 17 - minggu 20.

 MINGGU 17 - Selera Makan Meningkat

Alhamdulillah, selera makan sudah mulai kembali setelah melewati trimesester awal yang We O We banget
Baca : #ReyStory - 'Nikmatnya' TriSemester Pertama, Dari Produksi Liur Meningkat, Mual Sepanjang Hari Hingga Konstipasi

Lalu akhirnya sedikit membaik di awal trisemester kedua.
Baca : #ReyStory : Usia Kehamilan 12 - 16 Minggu, Jenis Kelamin Si Dede Bebe Dan Kondisi Berangsur Membaik (Alhamdulillah)
Dan di usia mendekati pertengahan jalan kehamilan segalanya jadi lebih baik.
Saya jadi mulai makan dengan lahap, meskipun masih ogah terhadap beberapa makanan, seperti cemilan biskuit atau snack yang manis - manis, maupun buah - buahan yang kecut karena berakibat meningkatnya produksi liur dan lendir di tenggorokan.

Makanan favorit saya adalah sayuran hijau dan ikan laut, rasanya jika melihat sayuran hijau sepanci pun habis saya santap sekaligus hahaha..



 MINGGU 18 - Gerakan si Dede Bebe Mulai Terasa

Di minggu ke 18, saya mulai merasa makin sangat excited saat akhirnya bisa merasakan gerakan halus di dalam perut saya.
Masih belum terasa dengan jelas, namun gerakan halus tersebut bagaikan musik dan belaian tangan mungilnya menyemangati setiap waktunya.
Saya mulai semangat untuk rajin bergerak, meskipun akhirnya jadi lemas juga kalau kelamaan hahaha


 MINGGU 19 - Gerakan Mulai Kuat Dan Terserang Batuk

Semakin hari gerakan si Dede makin terasa, dan berbeda dengan kakak Darrell, si Dede gerakannya gak kenal waktu, bahkan banyakan bergerak di tengah malam.
Saat saya hendak tidur, bahkan kadang tepat di pukul 00.00 malam, eh si Dede malah nendang - nendang dengan keras.
Gerakannya pun terasa sangat dekat dengan jalan lahir, bahkan kadang ngeri juga membayangkan bekas jahitan sesar dulu hahaha

Di minggu ini pula, entah apa penyebabnya tiba - tiba saya saya merasa tenggorokan terasa nyeri, entah tertular kakak Darrell atau memang radang sehabis memakan Pempek Farina di Cito :D
Lalu beberapa hari kemudian batuk saya mulai menjadi.
Saya bingung dan panik, ingin membeli obat batuk sendiri tapi takut berefek pada kandungan, dan akhirnya saya mencoba menahan batuk sambil menanti jadwal berkunjung ke dokter di minggu berikutnya.
Hamil dan tidak memungkinkan kerja di luar? kerja dari rumah saja, Klik di sini untuk info lanjutnya

 MINGGU 20 - Mengintip Wajah Si Dede Bebe Dan PLASENTA PREVIA

Minggu ke 20 adalah minggu yang sangat kami nantikan, karena di minggu ini kami bakalan mengintip aktivitas si Dede lagi melalui USG.
Yup, kami kembali mengunjungi dokter Dharma Banjarnahor di tanggal 2 Juni kemaren.

 Kali ini kami mendapat giliran antrian nomor 1, karena suami sudah reservasi beberapa hari sebelumnya.
Dan tepat pukul 18.00 selepas sholat Magrib dan papi hanya berbuka dengan minuman saja, kamipun memutuskan langsung berangkat ke tempat praktek si dokter.

Sesampainya, saya langsung antusias menimbang berat badan, sudah gak terkira penasaran saya mengingat beberapa minggu belakangan ini saya mulai makan dengan kalap :D
Dan ternyataaaa... saya cuman naik setengah Kg dalam sebulan hiks..

Setelah menimbang BB, kami pun di persilahkan masuk menemui dokter yang memang selalu tepat waktu datang di tempat prakteknya.
dr. Dharma menyambut kami dengan ramah dan menanyakan kabar saya, dengan sedikit nyengir sayapun melaporkan kalau BB saya hanya naik setengah Kg padahal saya sudah makan dengan lebih lahap.
Tak lupa juga mengeluhkan batuk yang telah menyerang saya beberapa hari ini.

Dokter lalu menyuruh saya untuk berbaring di ranjang pasien, lalu seperti biasa sang dokter mulai memeriksa kandungan saya.

Alhamdulillah, meskipun BB saya hanya naik setengah Kg dalam sebulan, perkembangan janin tetap normal.
Usia perkiraan USG tidak jauh berbeda dengan usia perkiraan berdasarkan HPHT.
Denyut jantung pun Alhamdulillah baik dan normal, tensi saya juga tetap normal.
Dokter juga menjelaskan semua hasil USGnya, memperlihatkan tangan - tangan mungilnya lengkap dengan jari2nya, dan saat itu posisi si dedek lagi tidur sedikit menyamping.
Saya yang usil mencari - cari pertanyaan apa lagi yang bisa di tanyakan, lalu terpikirkan..
Hei... mengapa tidak mencoba mengintip wajah si dedek?

Sang dokter hanya tersenyum dan berkata kalau sebenarnya wajahnya masih belum jelas mengingat usia kandungan masih separuh jalan.
Namun ternyata si dokter tetap saja memenuhi permintaan saya, mulailah dia mengutak atik perut saya, mencoba menyibak wajah si dede yang memang sedikit tertutup oleh tangan mungilnya.
Agak lama beliau mengutak atik perut saya, sampai akhirnya terlihatlah juga wajah si dede yang ternyata sedang senyum - senyum sendiri..
Masha Allaaaahhh gemesnya, Alhamdulillah..

Namun kegemasan saya sedikit berkurang saat dokter berkata kalau ternyata plasenta saya berada di bagian bawah semua dan menghalangi jalan lahir, hal tersebut bisa mengakibatkan rentannya pendarahan.

Saya hanya bisa merinding sedikit sambil membayangkan seperti apa sih masalah saya yang sebenarnya?

Akhirnya dokter menyudahi intip - mengintip si dede dan mengajak kami ke meja untuk konsultasi lanjutan.
Dokter juga akhirnya menjelaskan, kalau kondisi saya seperti ini biasa di sebut dengan PLASENTA PREVIA.
Dokter Dharma juga menunjukan kami gambar di komputer sehingga kami jadi lebih paham masalahnya.
Menurut dokter saya tidak perlu panik, karena biasanya seiring perkembangan janin, ada kemungkinan plasenta akan naik ke posisi yang seharusnya dan tidak menutup jalan lahir.

Namun jika sampai bulan ke 7 posisi plasenta masih menghalangi jalan lahir, bisa di pastikan saya harus menjalani persalinan dengan sesar.
Sampai dengan penjelasan itu saya masih tenang.
Sesar? Ah saya mah sudah pernah sesar, insha Allah gak masalah buat saya mau sesar lagi ataupun normal.
Paling juga kalau sesar yang bayarin yang meringis hahahaa..

Namun ternyata, bukan itu masalah utamanya..
Karena letak plasenta saya di bawah, maka sejak saat ini sampai nanti di pastikan plasenta sudah balik ke posisi seharusnya, saya harus ekstra hati - hati menjaga kandungan karena bisa jadi mengakibatkan pendarahan.

Mendengar penjelasan tersebut, mulailah perut terasa ngilu hiks..
Rasa khawatir mulai menyerang lagi..

Lalu apa sih PLASENTA PREVIA itu sebenarnya?

PLASENTA PREVIA adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim.
Seperti yang terlihat pada gambar di atas, plasenta normalnya berada di posisi seperti gambar paling kiri.
Sedang gambar tengah dan paling kanan adalah kondisi plasenta yang tidak normal atau tidak berada di tempat yang normal.

Plasenta atau ari-ari akan terbentuk dan menempel pada dinding rahim saat seorang wanita menjadi hamil. Organ ini terhubung dengan bayi melalui tali pusar yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk bayi, sekaligus untuk membuang zat-zat sisa dari darah bayi.

Menurut dokter, hingga saat ini belum di ketahui apa penyebabnya.
Tapi ada beberapa resiko yang biasanya terjadi pada wanita hamil :
  • Pernah menjalani operasi pada rahim, misalnya kuret atau pengangkatan miom.
  • Pernah mengalami plasenta previa.
  • Pernah menjalani operasi caesar.
  • Pernah mengalami keguguran.
  • Merokok.
  • Berusia 35 tahun atau lebih.
  • Pernah melahirkan.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim.
  • Menggunakan kokain.

 Tidak ada hal yang bisa di lakukan untuk mengembalikan letak plasenta tersebut secara manual, dan DOKTER SANGAT MELARANG KERAS dilakukan pemijatan, terutama untuk ibu hamil dengan kondisi bekas sesar seperti saya.

Hal yang bisa di lakukan adalah, menjaga kondisi tubuh agar tidak terlalu capai, dengan banyak beristrahat serta menghindari berhubungan badan dengan suami.

Aaaahh...
Betapa kehamilan kedua ini sangat menantang..
Penuh cerita dan kisah tak terlupakan..
Namun, apapun tantangannya..
Tak bisa mengurangi rasa bahagia dan rasa syukur di hati dengan amanah yang di karuniakan Allah kepada saya khususnya...
Alhamdulillah..

Semoga Allah memberikan kekuatan, kesehatan serta kelancaran dalam menikmati setiap tantangan masa kehamilan ini, hingga saat melahirkan nanti aamiin ya Allah..

TPJ, 05 Juni 2017

Yang lagi deg - degan namun tetap berbahagia selalu

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...