Thursday, November 10, 2016

Menyesal Berbisnis Oriflame

Ada banyak penyesalan dalam hidup saya jika memang penyesalan itu boleh dilakukan.
 Namun penyesalan yang paling besar sepanjang hidup saya adalah tentang BISNIS ORIFLAME.

Saya sudah kepo terhadap Oriflame sejak pertama kali memiliki facebook, kalau gak salah tahun 2008-2009an deh. Saking keponya saya sempat mengisi lembar data diri buat di prospek melalui tulisan yang saya dapatkan di sebuah blog.

Saya lalu mendapatkan beragam email yang dikirim selama 4 hari berturut-turut (kalau gak salah), namun se serius apapun saya membaca dan mencoba mengertinya, saya tetap gak bisa mengerti. Hingga akhirnya si pebisnis tersebut meng add akun facebook saya lalu memprospek saya langsung.

Sayapun belum juga mau bergabung.

Hingga akhirnya saya kepepet saat menjadi IRT tahun 2011 karena anak, saya mencoba beragam bisnis online dari reseller hingga produk sendiri dan berakhir dengan mandeg karena miskin ilmu bisnis. Jadilah saya akhirnya takluk pada bisnis Oriflame.



Saya akhirnya gabung Oriflame pertama kali di tahun 2014, di masa promo juga. Saya jadi tahu masalah promo daftar karena suka kepoin facebook teman-teman yang oriflamers. Ternyata ada masa gabung dengan harga normal 49,900 dengan hadiah WP yang biasa, ada juga masa promo gabung dengan harga yang jauh lebh murah dan hadiah-hadiah WP yang jauh lebih menarik.

Saya lalu menjalani bisnisnya dengan giat, semangat rasanya terbakar mendengarkan sharing para leader yang berhasil mempunyai gaji bulanan tanpa harus ngantor.

Para leader yang lulusan cumlaude perguruan tinggi negeri yang bekerja di perusahaan asing yang rela resign demi anak.

Saya jadi terbakar semangat, sehingga kerja bagai orang kesurupan daan Alhamdulillah bisa merasakan hasilnya dengan menjadi manajer 12 dalam 2,5 bulan. Well, masih kurang sih, tapi mendingan laaah hehehe.

Sayangnyaaa... karena mental saya masih cemen kebanyakan makan kerupuk jadinya melempem, hihihi. Jadilah saya cepat down dan malah tergoda untuk bekerja kantoran lagi.

Bekerja kantoran, di dunia tehnik sipil? waaaahhh itu passion saya bangeeet. Jadi bye bye dah Oriflame :D

Waktu berangkat kerja sih selalu menahan air mata, saat harus berpisah dengan si kecilku di sekolah, di hari-hari pertama bekerja malah saat makan siang tanpa sadar air mata mengalir, sediiih memikirkan anak saya yang masih berusia 4 tahun pulang sekolah hanya bisa memandangi teman-temannya yang gembira di jemput ibu/bunda/mama atau papa/bapaknya. Eh dia harus berjalan sendiri ke rumah tempat dia di titipkan.

Lalu saat menjemputnya di sore hari melihat dia sedih menantikan saya menjemputnya yang selalu telat karena kantor saya lumayan jauh daaan jalanan macet. Tumpahlah air mata saya membajiri wajah saat melihat wajah sedihnya setengah nyaris nangis protes karena saya telat menjemputnya sedang teman lainnya udah di jemput sejak tadi.

Cukupkah air mata saya si emak sensitif ini? beluuuum..!!! saya gak bisa menahan air mata di depannya, saat anak saya curhat, sedih karena sering di bully oleh anak gurunya dan anak pemilik tempat dia dititipkan.

Kadang dia harus nangis di teras sendirian karena dia di usir oleh anak si pemilik rumah dan saat itu gak ada orang dewasa yang lihat huhuhu.

Hancur sekaligus kesal teramat sangat saya! Sayangnya anak saya cerita beberapa lama kemudian, coba kalau sore saat saya jemput dia udah cerita, di jamin kena semprotan tuh pemilik penitipan tersebut, enak aja!!! Anak saya di situ bayar donggg, gak GRATIS!! huhuhu.

Lalu apakah hanya itu masalahnya?

Ternyata masalah yang lebih besar muncul, anak saya yang memang terlahir ‘istimewa’ jadi sering sakit, batuuukkkk gak kunjung berhenti. Berhenti 3 hari batuknya berbulan-bulan huhuhu. Dan berakhir dengan sakit karena serangan virus.

Sampai-sampai di bawa ke profesor anak di diagnosa aneh-aneh, sakit Kawasaki lah, TB kelenjar lahhh. huuuu sediiihhhhnya...

OK enough, saya gak boleh egois, saya akhirnya sadar bukan jalan hidup saya untuk egois memikirkan passion bekerja di dunia tehnik sipil yang harus ngantor di luar.
Saya harus bisa dapatkan gaji tanpa harus kerja di kantor dan menitipkan anak semata wayang saya kepada orang lain.

Akhirnya, setelah memikirkan matang-matang, berdiskusi dengan suami, memohon petunjuk Allah, saya akhirnya kembali menekuni bisnis Oriflame dengan memilih mba Rosa Puspasari sebagai upline.
Dan di sinilah saya sekarang, menekuni bisnis Oriflame dengan penuh penyesalan.

Iyaaaa.... saya menyesal banget!

Mengapa gak dari dulu saya serius berbisnis Oriflame, padahal dulu saat di tawarkan Oriflame berkali-kali saya masih lajang, masih punya banyak waktu.

Kerja di kontraktor jalan Senin - Sabtu, malamnya nganggur nonton TV atau keliling2 Surabaya bersama pacar.
Sabtu sore saya gunakan nonton DVD marathon hingga pagi, hari Minggu saya gunakan untuk jalan-jalan sambil foto-foto narsis tanpa hasil, huhuhu...

Iyaaa saya menyesaaall...

Menyesal bangeet, mengapa gak dari dulu saya membuka mata terhadap bisnis Oriflame.
Padahal bisnis Oriflame adalah salah satu jawaban yang tepat bagi wanita workaholic seperti saya, yang ingin membahagiakan ortu yang sudah capek2 menyekolahkan saya tinggi-tinggi namun saya gak bisa kerja kantoran karena anak.

Aahh, terimakasih Oriflame..

Teruntuk adik2 pejuang impian di jaringan saya Yuliantie Suhandy , Rinalti Rahmayanti , Nur Asiyah , Yanti Mark , Komalasari , Yana Sutiyani , Itus Zha dll, manfaatkanlah waktu muda sebaik mungkin, karena kita terlahir dengan kodrat sebagai anak, istri dan ibu. Dalam hidup kita bakal dihadapkan oleh ketiga kodrat tersebut.

Juga teruntuk para bunda-bunda pejuang impian Anisa , Nur Khalifatur Rahmah , Nur Hayati , Bunda Yusriah , Bundane Dek Ervan , Lianita Primasari , Narti , Nining Riyatni , Elisa DeztAngie, Prastiwi Indayani , Lisa Kurniawati dll, jangan pernah berhenti berjuang demi anak2 kita dan orang tua kita tersayang.

Juga teruntuk para upline2 tercinta Farida Nurman Agustina , Sahra Wulandari, Suci Aidha. Terima kasih selalu membimbing kami untuk mewujudkan impian demi orang2 tercinta kami.
Sidoarjo, 10 NOv 2016
Konsultan Independen Oriflame

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...