Sebenarnya sedih menuliskan ini, agak shock juga karena ini the first time saya mengalami hal ini. Menyaksikan pasien meninggal di depan mata, dan itu adalah seorang bayi berusia 4 bulanan.
Ceritanya sekitar pukul 3 siang tadi, seperti biasanya saya berada di depan meja front office. Ketika masih memperhatikan ponsel, tiba-tiba sudut mata saya menangkap bayangan mobil yang masuk ke halaman UGD dan berhenti tepat di depan UGD.
Hal ini mencuri perhatian saya, karena saya melihat pengemudi mobil tersebut turun dengan terburu-buru, lalu menggendong seorang bayi dan dengan tergesa membawanya ke ruang UGD.
Baca juga : Diary Shift Malam, Pasien Kabur
Secepat kilat saya meraih ponsel, mengabari dokter jaga tentang pasien tersebut. Sementara itu 2 orang perawat tergesa menghampiri pasien mungil yang dalam sekilas pandangan saya tubuhnya sedikit membiru.
"Adeknya sakit apa Pak, kejang kah?" tanya perawat senior.
"Dia panas tinggi sebenarnya ini, kami dari S****m, tapi tidak ditangani karena penuh!", jawab seorang bapak paruh baya.
"Astagfirullah, mohon maaf Pak, adeknya sudah tidak ada ini, sudah kaku", perlahan perawat senior tersebut.
"Iya, tadi pas nerima adeknya, saya sentuh sudah dingin sekali", perawat lainnya menimpali.
"Innalillahi wainna ilaihi raajiuun!" seru semuanya.
Terdengar suara tangisan panjang di dalam mobil. Ada 2 orang wanita yang menangis pilu mendengar kabar tersebut.
Kedua perawat kemudian meminta izin untuk membungkus tubuh mungil bayi tersebut dengan lebih rapi. Dibarengi dengan sedikit cerita kedua lelaki yang ternyata seorang adalah kakek si bayi, sementara satunya entah siapa.
Hancur rasanya hati melihat bayi mungil tersebut, namun saya menguatkan diri untuk merekam momen tersebut. Hal ini penting sebagai laporan kondisi pasien yang memang sudah dingin dan kaku bahkan sebelum masuk UGD.
Kami tak bisa banyak bertanya macam-macam, hanya sedikit info dari sang kakek, bahwa pagi tadi mereka dari puskesmas di Buton Selatan. Lalu kemudian mereka segera menuju salah satu rumah sakit swasta di kota Baubau. Sayangnya di rumah sakit tersebut mereka tak mendapatkan penanganan karena IGD-nya penuh.
Baca juga : Diary Shift Malam, Pasien Anak Dini Hari
Dari beberapa orang mereka mendapatkan info untuk segera membawa bayi tersebut ke Klinik Utama Farus Medika, dan begitulah mereka sampai ke klinik kami.
Jujur ini adalah pengalaman pertama menyaksikan pasien meninggal di depan mata, apalagi pasiennya bayi, saya sampai nggak berani sekadar menyentuhnya. Hanya berkali-kali meyakinkan ke perawat yang ada, apakah benar si bayi sudah meninggal?.
"Gimana belum meninggal Rey, orang udah dingin dan kaku gini!", katanya.
Dan memang sih terlihat jelas kalau si bayi sudah kaku, sampai-sampai tangannya nggak bisa diluruskan. Saya bertanya-tanya dalam hati, entah sudah berapa lama si bayi tak bernafas dan orang tuanya nggak ngeh.
Karena menurut si kakeknya, bayi tersebut masih sempat bergerak ketika mereka berada di RS sebelumnya. Namun saya kurang yakin tentang hal itu.
Jarak antara klinik kami dengan RS tersebut hanya sekitar kurang lebih 2 KM, dengan kondisi jalan yang lancar dan sangat memungkinkan untuk menempuh waktu 10 menit.
Saya jadi memikirkan, apakah RS sebelumnya sengaja menolak karena memang bayi tersebut memang sudah meninggal dunia.
Ah sudahlah, semua pikiran tersebut bercampur aduk bersamaan melihat kedua perempuan di dalam mobil yang menangis histeris. Seorang perempuan yang lebih muda segera memeluk jasad bayi tersebut sambil menangis dan mencium jenazahnya.
Sementara kakeknya dan seorang lelaki akhirnya berpamitan, sambil terlebih dahulu mengucapkan banyak terima kasih kepada kami.
Demikianlah, hari ini memang menjadi sebuah hari yang mendebarkan sekaligus mixed feeling buat saya.
Baubau, 23-01-2026

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)
Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)