Tuesday, August 29, 2023

Kenapa Sih Sukanya Curhat di Medsos? Ya Untuk Diri Sendiri Dong!

kenapa-sih-sukanya-curhat-di-medsos

Bisa-bisanya gitu ya si Rey ini, ada beberapa kerjaan penting yang harus diselesaikan, malah update tulisan curhat lagi, hahaha.

Abisnya, ada beberapa teman yang DM ke saya, yang (lagi-lagi) menasihati tapi dengan memulai bertanya, 

"Kenapa sih sukanya curhat di medsos? biar apa? untuk apa atau siapa?"

Udah bosan menjelaskan sih, tapi biar ada postingan yang mudah terupdate di blog ini, saya kasih jawaban (lagi) yang panjang dengan tulisan ini deh, hahaha.

Kebetulan juga, beberapa hari lalu, kakak ipar saya telpon yang (lagi-lagi) udah bisa ditebak apa maksudnya kalau bukan....

"Rey, pulang yuk ke Buton!"

Ditambah curhatan yang (katanya) mewakili keluarga di sana (entah benar atau enggak, you know lah si Kakak ipar saya itu mirip bapak saya, suka banget boong demi 'kebaikan' hahahaha).

Katanya, 

"Kami di sini kasian sama kamu Rey, masa gitu-gitu terus, mana hanya bisa update kabarmu lewat facebook."

Nah...nah....nah....

Itu kan, udah ketemu tuh satu jawaban mengapa si Rey suka curhat ke medsos, ya biar keluarga update kabar saya. Biar nantinya kalau saya kenapa-kenapa, ada banyak jejak tertinggal, kali aja mereka mau usut, ye kan (duh udah berasa kek di film-film, nggaksiiiiihhhh!). 

Baca juga : Curhat di Blog Malah Jadi Uang? Bisa! 


Alasan Suka Curhat Di Medsos

Ada beberapa alasan, mengapa saya suka curhat di medsos, biar kata orang-orang (yang katanya) 'bijak' itu, saya menyebarkan aib.

Namun yang paling pasti dan utama, tujuan dan segala halnya ya buat diri saya sendiri, bukan buat orang lain, kecuali yang benar-benar dibutuhkan.

Jadi, kalau ada yang bilang, saya mempermalukan orang dengan update curhatan di medsos? Yeee... kata siapa? Saya kan curhat untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Tapi imbasnya ke orang lain? Yaaaa siapa suruuuhhhhhh merugikan saya kan ye. Makanya, biar nggak ikut terseret, jangan merugikan orang lain, khususnya saya. Karena si Rey ini nggak punya siapapun yang benar-benar bisa mendengarkan maksud hati dan bikin plong, selain menulis, hehehe.

I mean, saya punya beberapa teman kok, teman-teman yang super baik. Tapi, untuk circle mamak-mamak usia senior kek saya ini, sangat dimengerti deh kalau kebanyakan teman tuh udah punya kesibukan masing-masing. Nggak bisa lagi mereka stand by berjam-jam hanya untuk mendengarkan curhatan si Rey. 

Dan sebagai mamak-mamak sejati, saya sangat sangat mengerti, dan menganggap hal tersebut adalah lumrah.

Selain itu, curhat melalui tulisan itu enak banget tau nggak sih. Saya bisa dengan bebas mengeluarkan uneg-uneg tanpa interupsi dari pendengar sama sekali.

Dan ada satu yang amat sangat penting, yaitu 'saya bisa memilah mana yang mau saya ceritakan, mana yang saya simpan aja sendiri karena terlalu vulgar, biar aib besar tersimpan, atau semacamnya'.

Baca juga : Bangga Jadi Blogger Meski Sering Diremehkan Karena Tulisannya 'Hanya Curhat' 

Dan alasan lainnya, di antaranya:


1. Agar perasaan bisa plong dan nggak gila

Duh ya, nggak enak banget memendam perasaan galau yang menyesakan dada. Bahkan dibawa shalat (seperti kata para orang yang 'bijak') aja, sulit buat konsentrasi menemukan Allah. Shalat aja jadi lupa rakaat, mau berdoa juga kadang lupa apa yang mau diminta.

Ya gimana mau fokus, orang di kepala riuh banget suara-suara bergema.

Kalau di pengalaman saya, salah satu cara agar suara riuh itu sedikit berkurang adalah, dengan mengeluarkan semua suara tersebut. Dan lebih plong jika melalui tulisan.  

Kenapa nggak nulis di diary tertutup aja sih?

Bisa sih, dan saya beberapa kali seperti itu, namun untuk curhatan yang benar-benar ekstrim, yang tidak layak dibaca umum.

Tapi, ada pula sisi yang sebenarnya butuh validasi, jadi bukan semata dikeluarkan, tapi juga didengarkan oleh orang lain.

Ya daripada gila sendiri kan, terus melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak boleh melakukan hal itu, karena i am a mother! kalau saya mati konyol, kasian anak-anak saya yang nggak keurus jadinya.


2. Agar bisa segera beraktivitas kembali secepatnya

Sering terjadi, sehari dua hari saya update tulisan (yang dibaca galau), eh hari berikutnya udah update hal yang normal. Beberapa orang kadang bertanya, apa saya baik-baik saja? Bukankah baru saja mengalami hal yang berat banget?.

Ya harus dipaksakan cepat baik.

Karena, sekali lagi, saya adalah seorang ibu dari 2 orang anak yang belum bisa mandiri, di mana anak-anak ini masih butuh sekolah dan beraktifitas normal setiap harinya. Dan itu hanya bisa dilakukan jika ada maminya ini yang ngurus.

Ya kali saya menghabiskan waktu seminggu untuk menenangkan diri, yang ada anak-anak nggak masuk sekolah seminggu, dan tidak melakukan rutinitasnya selama seminggu. 

Jadi, wajib banget melakukan sesuatu, agar bisa plong dan kembali beraktifitas, meskipun belum bisa dibilang normal banget.

Baca juga : Persiapkan Mental di Dunia Maya


3. Agar keluarga saya di Buton tahu kabar terbaru saya

Kalau ada yang sudah pernah membaca tulisan saya di beberapa blogpost terdahulu, mungkin bakalan tahu kalau saat ini saya sebatang kara.

Sejak bapak meninggal, hubungan saya, mama dan kakak merenggang oleh suatu masalah. Dan hingga saat ini, tidak ada komunikasi antara kami, meskipun saya rajin mengirim pesan, namun tak pernah dibalas.

Namun, meski demikian pada dasarnya saya masih punya keluarga kan ye. Terlepas mereka peduli atau enggak, dengan saya update kabar saya, mereka bakal tahu kabar terakhir saya.

Oh ya, di Surabaya juga saya nggak punya siapapun, satu-satunya keluarga ya cuman keluarga papinya anak-anak. Tapi kenyataannya kan, sebagaimanapun saya coba memaksa untuk masuk, mereka tetap menganggap saya orang lain.

Nah, ketika ada masalah dengan mereka, otomatis kan saya sendiri. Kali aja ada yang berbuat jahat sama saya kan, setidaknya keluarga saya di Buton tahu masalahnya, meskipun nggak langsung dan jelas.


4. Agar bisa memilah mana yang akan saya ceritakan, mana yang enggak

Ini paling asyik yang bikin saya lebih nyaman curhat nulis di medsos, ketimbang curhat langsung ke orang lain. Karena kalau nulis, saya berkuasa penuh untuk membatasi, mana yang bakal saya ceritakan, mana yang enggak.

Secara, si Rey emang Tim 'tidak bisa bilang enggak!' Dan pernah beberapa kali jadi nyesal cerita langsung ke orang lain, karena akhirnya mereka bertanya hal-hal yang sebenarnya ingin saya batasi.


5. Menyimpan cerita untuk bersyukur di kemudian hari

Di facebook misalnya, sering banget saya membaca tulisan-tulisan terdahulu, dan akhirnya teringat lagi peristiwa-peristiwa yang telah lalu.

Seringnya kalau membaca peristiwa menyedihkan, bikin saya takjub dan bersyukur banget. Karena akhirnya berhasil melewatinya.

Baca juga : [Curhat] Untung Saya Terlalu Sibuk Meski Hampir Menyerah


Saya Curhat Untuk Diri Sendiri, Fokus di Diri Sendiri, Bukan Untuk Orang Lain!

Over all, terlepas dari ini inu ina, hal utamanya adalah, saya curhat untuk diri saya sendiri, fokus di diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Kalau saya niat curhat untuk orang lain, untuk mempermalukan semata misalnya. Lah, nggak bakal saya cuman nulis panjang-panjang dan update di status facebook atau blog.

Saya akan bikinin konten yang paling mudah dimengerti orang lain, lalu post di TikTok, misalnya.

Selain blogger, saya juga terbiasa bikin konten dong ya, video dong ya. Dan konten curhatan, apalagi kayak masalah saya ini, bakalan disukai netizen banget.

Ujung-ujungnya bakalan viral dan diketahui lebih banyak orang. Itu jika memang saya berniat untuk mempermalukan orang lain.

Tapi tidak saya lakukan kan? karena emang saya nggak butuh orang lain merasa malu atau gimana. Saya butuh agar dada saya plong, karena i am a mother, kagak boleh istrahat woee

Baca juga : Masih Merasa Gagal Jadi Ibu, Hanya untuk Satu Hal Ini  

Demikianlah.


Surabaya, 29 Agustus 2023

8 comments :

  1. Betul, setuju. Kalo curhat ke orang mah biasanya ujung-ujungnya bakal ketemu catchphrase ini "Ah.. Elu mah masih mending. Lha gua..."

    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iyaaaa.... ujung-ujungnya ga jadi curhat, jadi pendengar aja :D

      Delete
  2. Kalo buatku yaaa, ga ada salahnya kok curhat di blog. Dan selama ini toh aku lihat kamu juga hati2 nulisnya. Ga pernah langsung melabrak dan juga pake Kata2 yg masih halus ini mah.

    Ngerti banget Rey. Setidaknya kalo memang menulis bisa bikin kamu plong, curahin aja di platform ini. Aku sendiri ngerasa nulis diary, blog atau apapun, memang bisa jernihin pikiran. Bagi yg suka menulis , pasti paham kok rasanya. ☺️

    Aku ga suka judge orang sembarangan tanpa tahu cerita yg sebenarnya. Takut kalau nanti berbalik kena ke aku. Daripada Nge judge, mending doain ya baik2 toh supaya masalah yang diderita bisa ketemu solusinya. Heran, buat beberapa orang kayaknya susah banget ngucapin kata yg ga sinis. Kalo ga bisa ngomong baik, setidaknya diem aja lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski diriku introvert, jujur juga butuh orang yang dengar Mba, sekarang tuh sama sekali nggak punya tempat berbagi, rasanya berat banget.
      Beruntung sih saya masih bisa nulis, toh tujuannya buat diri sendiri, bukan buat orang lain.
      Kalau niat menjelekan nama orang, ya saya bikin konten aja biar viral di Tiktok hehehe

      Delete
  3. Ga masalah sih mau curhat dimana saja. Itukan memang hak dikau Rey...Mau medsos, blog, atau apapun semua orang berhak menentukan cara dan bagaimana ia mengatasi dirinya sendiri.

    Namun, ada yang harus dicatat. Segala sesuatu akan ada konsekuensinya. Istilahnya tidak ada makan siang gratis. Curhat di medsos pada dasarnya sama saja kita menceritakan "sesuatu" yang asalnya dari ruang privat ke ruang umum.

    Pasti akan ada feedbacknya dan tidak semuanya akan bersifat positif. Kamu nggak bisa melarang mereka memberi saran, menceramahi kamu, bahkan memandang negatif karena itu juga hak mereka menilai.

    Pembenaran apapun terhadap apa yang kamu lakukan sangat mungkin masuk ke telinga orang "tuli" dan tidak akan terdengar. Bukan salah mereka, dan juga bukan salah kamu. Masing-masing berhak melakukannya. Jadi, hal itu harap dipahami karena tulisan di atas cenderung kamu "meski tidak tersirat" merasa ada "keheranan" mengapa feedbacknya banyak yang tidak sesuai harapan kamu.

    Tapii... that's life. Terima konsekuensinya dan kamu sadar hal itu karena sudah banyak teman-temanmu memberikan saran bahwa curhat di medsos memiliki resiko tersendiri. Dan, kamu tetap saja ngeyel mengikuti jalan yang kamu mau...:-D :-D

    Akan lucu kalau kamu terus berusaha menjelaskan sisi pandangmu, tetapi mengabaikan sisi pandang orang lain. Bukankah sama saja sebenarnya kamu "tuli" juga..

    Jalani apa yang kamu mau, tetapi be fair dan tidak perlu selalu mencari pembenaran terhadap yang kamu lakukan. Selama kamu suka atau memang merasa perlu melakukannya, ya lakukan.. kemudian terima konsekuensi dan tidak perlu merasa terdholimi oleh komentar atau feedback dari yang lain. Toh mereka juga sama hanya menjalankan sesuatu sesuai yang mereka mau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tulisan di atas itu bukan pembenaran Bapak :D
      Tapi lebih ke jawaban, hahaha.

      Sejujurnya buanyaaakkk banget yang suka nanya saya hal ini, lelah rasanya dijelasin satu persatu, ya udah, di tulis di blog aja, jadi kalau ada yang nanya, tinggal di kasih link blogpost ini wakakakak

      Delete
  4. nulis atau curhat di media blog menurutku pas, semacam buku diary online gitu. Lagian sepertinya nggak semua orang bisa nyasar ke blog kita.
    Bener kata mba rey, kalau kita bikin video dan ada niatan mau "mempermalukan" orang lain, lewat tiktok misalnya, bisa aja langsung boom duar viral. Tapi bisa aja kemungkinan kita nanti malah dipidanakan karena pencemaran nama baik misalnya

    selama kita melakukan yang menurut kita oke, bisa bikin plong dada, ya tinggal lakukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang buanyaaakkk ya, apa-apa bikin konten di Tiktok sampai viral

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)

Back to Top