Sunday, April 04, 2021

Film Korea Pandora, Mirip Kebakaran Pertamina di Indramayu

Review film Korea Pandora

Sharing By Rey - Film Korea berjudul Pandora ini saya tonton beberapa waktu lalu.

Dan karenanya, saya begitu merinding ketika mengetahui berita ledakan dan kebakaran kilang Pertamina di Indramayu beberapa hari lalu.
Karena sedikit mirip cerita film Pandora ini, meski nggak separah film ini sih.

Seperti yang kita ketahui, beberapa hari lalu terjadi ledakan dan kebakaran hebat di Balongan, Indramayu.

Dan dari beberapa artikel yang saya baca, kebakaran tersebut dipicu oleh beberapa penyebab salah satunya adanya kebocoran di di sebuah titik dan atau juga disebabkan oleh petir, yang mana di malam tersebut memang terjadi petir yang hebat.

Bukan hanya itu pemain di beberapa artikel Google saya membaca bahwa sejak kejadian itu Pertamina mendapatkan banyak kritikan dan diminta berbenah karena hal tersebut bukan hanya sekali itu terjadi.

Serius loh, itu mirip banget dengan cerita film Pandora yang ceritanya seperti ini.


Sinopsis Film Korea Pandora


Warning: spoiler!!!

Di sebuah tempat, ada beberapa anak-anak yang bermain dekat pantai, mereka memandang kilang pembangkit listrik tenaga nuklir yang
terlihat tak jauh dari tempat mereka berada.

Sinopsis lengkap film Korea Pandora

Beberapa anak mengatakan bahwa orang tersebut berhantu namun ada juga yang mengatakan bahwa kilang tersebut merupakan sumber kehidupan bagi mereka.

Adegan lalu berpindah ke sebuah kamar, dimana seorang pemuda bernama Jae-hyeok (Kim Nam-gil) terbangun dari tidurnya dengan terpaksa karena sudah kesiangan.

Dia keluar dari kamar dan disambut dengan Omelan ibunya, yang kemudian bergegas melayani banyak pengunjung bersama sama iparnya.

Yup, Jae-hyeok tinggal bersama ibunya dan kakak iparnya, serta keponakannya yang masih kecil, di sebuah rumah makan, yang menjadi sumber kehidupan ibunya.

Ayahnya telah lama meninggal dunia karena kecelakaan kerja di tempatnya bekerja, yaitu di Pembangkit listrik tenaga nuklir yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Begitu juga kakak lelakinya, yang sama-sama mengalami kecelakaan kerja di tempat yang sama.

Kakaknya meninggalkan istri dan seorang anak, yang akhirnya memilih tinggal bersama Jae-hyeok dan ibunya.

Jae-hyeok sebenarnya tidak suka bekerja di tempat yang telah merenggut dua orang kesayangannya.
Akan tetapi, sulit mencari pekerjaan lain di wilayah tersebut. Sehingga ibunya berharap agar Jae-hyeok tetap bekerja di perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut. 

Jae-hyeok mempunyai 4 sahabat, yang sejak kecil telah bersama dan merupakan rekan kerjanya di perusahaan yang sama.

Jae-hyeok juga mempunyai seorang kekasih, Yeon-joo (Kim Jo-hyeon) yang begitu menyayanginya juga ibu dan kakak iparnya.
Yeon-joo juga sama-sama bekerja di perusahaan tenaga nuklir tersebut.

Suatu malam Jae-hyeok meminta agar kekasihnya merestuinya, untuk pergi mencari kerja di luar daerah tersebut.
Dia ingin bekerja di tempat lain, dan menjadi sukses untuk membahagiakan semua orang-orang tercintanya.

Sinopsis lengkap film Korea Pandora

Sayang ya, kekasihnya menolak, demikian juga ibunya yang begitu marah mendengar rencana Jae-hyeok.

Terpaksa rencana tersebut ditunda terlebih dahulu.
Malam itu itu ada yang aneh, ketika tikus-tikus banyak yang keluar rumah sekolah menandakan akan adanya sebuah peristiwa alam.

Benar saja, keesokan harinya ketika semua sedang bekerja, terjadilah gempa yang begitu menggetarkan daerah tersebut termasuk lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Karena gempa tersebut, salah satu pendingin dari reaktor nuklir tersebut bocor dan membutuhkan penanganan segera karena jika tidak maka reaktor akan menjadi sangat panas dan dan menimbulkan ledakan.

Sayang ya, para pemimpin perusahaan tersebut menganggap remeh hal tersebut dan membiarkan saja masalah tersebut ditangani seperti biasa.

Sementara itu, di warung makan tempat Ibu Jae-hyeok, atap warung runtuh dan menimpa keponakannya.
Beruntung tidak terjadi sesuatu yang serius, keponakannya hanya lecet.

Namun kepanikan mulai terjadi, dan banyak orang yang memilih untuk mengungsi.
Yeon-joo pun datang untuk membantu itu mereka mengungsi, yang kemudian diarahkan untuk berkumpul di sebuah stadion.

Dan karena keterlambatan para pemimpin perusahaan memutuskan dan memerintahkan tentang perbaikan yang serius di bagian yang bocor dari pendingin nuklir tersebut rumah kebocoran pun bertambah parah sehingga akhirnya menyebabkan ledakan yang yang keras dan membuat kebocoran radiasi nuklir di mana-mana.

Kekacauan pun makin terjadi, terlebih satu-persatu pekerja yang masih selamat di dekat bangunan tersebut mulai menunjukkan reaksi dari radiasi nuklir tersebut.

Yang menyebalkan adalah, koordinasi antara petinggi perusahaan, menteri dengan kepentingan pribadinya, serta presiden yang kurang tanggap, menyebabkan lambatnya penanganan dari kebocoran radiasi nuklir tersebut.

Bukan hanya itu, akibat kepentingan politik banyak hal-hal yang yang membuat penanganan ledakan tersebut cepat diatasi.

Bahkan, para pengungsi dari desa yang dekat dengan wilayah reaktor nuklir tersebut kok malah dikunci di stadion, dan dilarang untuk pergi, dengan alasan agar berita tentang radiasi nuklir tersebut tidak keluar dari wilayah tersebut.

Beruntung para pengungsi tersebut bisa mendobrak pintu stadion dan kemudian segera pergi dari wilayah tersebut sejauh mungkin dengan menggunakan bis yang akhirnya harus disetirin oleh Yeon-joo.

Jae-hyeok juga terpaksa mengorbankan dirinya untuk membantu teman-temannya yang menjadi korban dan masih terjebak di dalam bangunan yang runtuh tersebut.
Sampai akhirnya dia tidak sanggup lagi, dan akhirnya dibawa ke bangsal perawatan di dekat lokasi tersebut.


Sementara itu, usaha dari menteri yang punya kepentingan politik atau pribadi, akhirnya gagal karena berita tentang ledakan tersebut akhirnya bisa diketahui media asing selalu bocor sampai meluas di Korea.

Akibatnya, kepanikan melanda hampir di seluruh wilayah Korea titik karena mereka takut radiasi dari nuklir tersebut sampai ke kota mereka.

Halo bagaimanakah cara mereka mengatasi radiasi nuklir tersebut?
Apakah Jae-hyeok dan teman-temannya bisa selamat demikian juga dengan para pengungsi?

Sila tonton sendiri deh, bagus sebenarnya tapi ceritanya terlalu banyak sehingga kalau saya tulis semua bisa panjang banget, hehehe.



Review Film Korea Pandora


Profil:

Sutradara : Park Jung-woo 
Produser :  Kim Chul-yong, Park Kyung-sook
Writer : Park Jung-woo
Release Date: 7 Desember 2016
Runtime : 136 menit
Genre : 
Language : Korea
Country : Korea Selatan

Pemain:

Kim Nam-gil sebagai Kang Jae-hyeok
Kim Ju-hyeon sebagai Yeon-joo
Kim Young-ae sebagai Nyonya Seok
Jung Jin-young sebagai Pyeong-seok
Moon Jeong-hee sebagai Jung-hye- saudara ipar Jae hyeok
Lee Geung-young sebagai Perdana Menteri
Yoo Seung-mok sebagai Mr. Kam
Kim Myung-min sebagai Presiden Korea Selatan
Joo Jin-mo sebagai Menteri

Rating By Me : 4 of 5

Menurut saya, film ini bagus. Hanya saja terlalu banyak cerita atau scene yang berpindah-pindah, yang ribet kalau dituliskan.
Dan juga pemainnya memang yang belum familiar buat saya (iyaaa, saya memang kudet kalau masalah aktor Korea, hehehe).

Tapi sejujurnya, film ini lumayan menegangkan buat saya. Lucu ya, kok cuman sebatas lumayan, hehehe.

Iya, nggak tahu mengapa saya merasa ada yang kurang dengan akting para pemain entah cuma feeling saya atau gimana, tapi saya rasa acting mereka terlalu berlebihan. 

Tapi mungkin hanya perasaan saya sih karena saya jarang melihat akting mereka.

Atau mungkin juga saya terlalu berfokus kepada sang perdana menteri, yang bikin gregetan pengen saya jambak rasanya rambutnya, hehehe.


Bagaimana tidak, keadaan di lokasi itu udah benar-benar kritis di mana ada bencana radiasi nuklir yang mungkin saja bisa meluas sampai ke banyak wilayah di Korea.

Namun sang perdana menteri, masih saja ingin bertahan dengan membatasi akses cepat dan mudah memadamkan api dan segalanya di lokasi, demi kepentingan politik atau pribadinya.

Lalu saya sadar, jelas saja perhatian saya tercuri oleh sang perdana Menteri, karena saya sudah sering banget nonton akting nya, hahaha.

Adapun tentang sinematografi dari film Pandora ini menurut saya luar biasa, tidak heran karena film ini konon menghabiskan biaya sebesar ratusan miliar rupiah.

Bukan hanya itu film ini juga mendapatkan banyak nominasi di beberapa penghargaan perfilm-an nasional maupun internasional.
Dan merupakan film Korea pertama yang dijual ke netflix.

Selama film ini, saya ya justru lebih fokus ke masalah koordinasi antara para petinggi perusahaan.

Mungkin karena itulah, saya jadi nggak merasa terlalu tersentuh dengan akting pemain lainnya baik yang ketakutan dan lari menyelamatkan diri dari radiasi nuklir yang telah menyebar dengan cepatnya, maupun korban-korban yang berjatuhan dan karena terkena radiasi nuklir tersebut.
 
Bahkan ketika adegan Jae-hyeok yang minta direkam untuk menyampaikan pesan terakhirnya kepada ibunya dan seluruh keluarganya termasuk kekasihnya, saya kurang merasa feel sedihnya, tapi entahlah itu mungkin karena pendapat pribadi sih.

Tapi overall film ini layak ditonton menyelipkan banyak pesan-pesan penting dari setiap adegannya.
Terlebih adegan heroik yang ada, serta bisa mengira-ngira seperti apa kacaunya dunia politik itu, yang akhirnya rakyat menanggung semua akibatnya.

Dan film ini juga bisa membuat kita mengira-ngira, seperti apa mencekamnya keadaan di Indramayu, ketika beberapa hari yang lalu terjadinya ledakan dan kebakaran hebat di Pertamina Balongan Indramayu.


Makna Dan Pesan Film Korea Pandora


Meskipun saya gagal fokus dalam menonton film Pandora ini, tapi bukan berarti saya gagal menangkap makna makna dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam film ini.


Dan beberapa makna serta pesan yang saya tangkap, adalah:


1. Pilihlah wakil rakyat yang benar-benar memihak pada rakyat


Well, saya tahu sulit bagi kita untuk bisa memilih dan memilah siapa wakil rakyat yang benar-benar memihak pada rakyat, karena dunia politik itu sungguh kejam, menurut saya.

Tapi, setidaknya kita tahu janganlah karena uang, kita membutakan mata hati dan memilih wakil rakyat yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan nya semata.

Saya sungguh kesal menonton adegan dimana perdana menteri melarang para pekerja di lokasi ledakan nuklir tersebut untuk memakai air laut demi memadamkan api yang masih berkobar atau mendinginkan reaktor nuklir.

Alasannya yang bikin saya gregetan banget, yaitu tu air laut bisa membuat korosi pada material tabung nuklir tersebut.

Ini semacam Dejavu, Ketika saya bekerja dulu di mana atasan tidak mau tahu dan memaksa banyak alat-alat yang sudah tua bangka tetap bekerja, sehingga baru saja dipakai beberapa jam rusak dan butuh sparepart baru.

Kesalnya lagi, sparepart yang dibutuhkan tersebut wajib dibeli pada rekan atau keluarganya di mana harganya amat sangat di atas biaya yang telah direncanakan.

Lalu setelahnya, atasan marah ketika biaya membengkak dan memaksa kami bekerja Bagaimana caranya agar menekan biaya lainnya termasuk biaya upah pekerja.

Hasilnya bisa ditebak, para pekerja semakin malas, banyaknya yang terpaksa maling di proyek, dan schedule rencana jadi berantakan lalu ujung-ujungnya kami juga yang dimarahin.

Kondisi itu, persis sis sis sis banget dengan kondisi di film tersebut.
Makanya saya jadi gagal fokus dan baper.

Meskipun di film tersebut amat sangat lebih dramatis karena menyangkut nyawa orang banyak.


2. Keluarga adalah segalanya


Ini mainstream sih ya, di mana makna seperti ini bisa kita temukan di film manapun terutama dalam film drama.


Tapi memang keluarga adalah segalanya, yang karena itulah membuat Jae-hyeok, yang semula membenci perusahaan tersebut karena telah merenggut ayah dan kakaknya.

Malah akhirnya membuat dia memutuskan untuk mengorbankan dirinya, demi kelangsungan hidup ibu dan orang-orang yang dia sayangi.

Tentunya aksi heroiknya itu juga sangat berarti, karena bisa menyelamatkan banyak nyawa.


3. Perlunya Waspada dan Persiapan ketika Tinggal Dekat Wilayah berpotensi terjadi musibah


Saya baru ngeh tentang masalah ini, bahkan ketika saya telah menonton film Pandora ini.
Yaitu ketika terjadi ledakan dan kebakaran di Balongan Indramayu beberapa hari lalu.

Ketika saya melihat gambar dan videonya yang beredar di media sosial di pagi hari, seketika saya teringat akan film Pandora ini karena sekilas memang mirip meskipun kebakaran yang terjadi di film Pandora ini tidak separah kebakaran di Indramayu kemarin.

Ketika saya mencari tahu tentang berita ini, saya menemukan banyak berita tambahan, di mana dilaporkan bahwa para masyarakat yang tinggal disekitar Pertamina tersebut, harus mengungsi.

Tentu saja hal itu mirip dengan cerita di film Pandora ini.

Lalu saya berpikir, ternyata kejadian dalam film pun sebenarnya bisa terjadi di dunia nyata contohnya seperti di Indramayu kemarin.

Karena itu, perlu sekali kesadaran bagi warga warga yang tinggal di sekitar wilayah sesuatu yang berpotensi menimbulkan musibah yang luar biasa.

Bukan hanya dekat tempat-tempat seperti kilang minyak Pertamina atau lebih parahnya dekat pembangkit listrik tenaga nuklir seperti dalam film Pandora ini.

Tapi juga yang tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana alam seperti tanah longsor banjir badang dan semacamnya.

Terlebih, suasana hingga hari ini masih mencekam karena musim tak menentu yang hadir membawa banyak musibah bencana alam.

That's why, menurut saya menyiapkan segala sesuatu yang harus bisa segera dibawa ketika terjadinya sebuah bencana atau musibah, amat sangat penting untuk dilakukan oleh masyarakat yang berada di wilayah tersebut.


Demikianlah, sinopsis dan review film Korea Pandora yang mirip ceritanya dengan peristiwa kebakaran dan ledakan kan di kilang minyak Pertamina Balongan Indramayu beberapa hari lalu.

Ada yang sudah nonton? Share yuk gimana kesannya.

Sidoarjo, 4 April 2021


Sumber: film Pandora
Gambar: IMDB.com & HanCinema.net

2 comments :

  1. wah aku belum nonton yang ini, sepertinya seru :D

    ReplyDelete
  2. Mbak rey, saya nonton ini nangis parah mbak๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ kasihan banget sama jae hyuk yang harus berkorban๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ dan saya juga sebel banget emang sama perdana menterinya, lebih mentingin nuklirnya ketimbang rakyatnya. Pengen banget marah-marah๐Ÿ˜ก. Setelah nonton film ini saya jadi searching soal nuklir dan kebayang terus betapa bahayanya radiasi nuklir walaupun nggak kelihatan.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top