Wednesday, May 03, 2017

#DiaryDarrell - Dari Biaya dan Test Masuk SDI Raudlatul Jannah Yang Penuh Drama

Assalamu alaikum

Terasa banget membesarkan anak, namun ternyata akhirnya rasa itu hilang hingga jadi tidak terasa..
Tau - tau pas tersadar (emang lagi pingsan? :D) eh si Darrell sudah melewati ultah ke 6 dan sudah harus masuk SD.

Akhirnyaaa..
Setelah 2,5 tahun berada di PG/TK Bina At Taqwa, sebuah sekolah sederhana yang beralamat di Griya Sepanjang A-62, Kedung Turi, Sidoarjo, akhirnya Darrell akan meninggalkan sekolah tersebut dan menjadi alumni.
Terimakasih buat semua bunda - bunda yang demikian baik mengajari Darrell dari gak bisa menjadi bisa.
Bukan hanya ilmu umum, calistung.
Namun ilmu agama, secara emaknya ini gagap ilmu agama hiks :D

Masuk SD!

Dan ternyata, seperti emak - emak lainnya, saya pun mengalami bagaimana galaunya memikirkan ke mana gerangan si Darrell menikmati sekolah dasarnya?

Kalau mengingat biaya, pastilah saya lebih prefer memilih SD Negeri, tapi berhubung saya dan suami sama - sama berasal dari keluarga yang memandang pendidikan adalah hal yang maha penting (Eaaaaaa :D)
Jadilah kami ingin Darrell bisa menikmati sekolah dengan basic agama Islam yang kuat serta banyak fasilitas agar dia bisa lebih mudah mencari apa bidang yang menjadi passionnya.

Maka mulailah kami browsing membandingkan sekolah - sekolah Islam di sekitaran yang terjangkau tempat tinggal kami.
Lalu ternyata di sekitaran sini hanya SDI Raudlatul Jannah Sidoarjo yang lumayan, apalagi dua orang keponakan kami juga bersekolah di sana dan memberikan testimoni yang baik.



Kami pun akhirnya mulai mendaftarkan Darrell secara indent dengan harapan agar lebih besar peluang di terima di sekolah tersebut mengingat banyak banget yang berminat menyekolahkan anaknya di situ dan setiap anak harus melewati test yang lumayan bikin hati ortunya deg-degan :D

Di akhir tahun 2016, suami lalu membayar indent untuk uang pangkal sekolah sebesar Rp. 9,750,000
Dan ternyata, meskipun sudah indent, Darrell mendapatkan jadwal test di awal bulan Februari 2017.

Berhubung saat daftar indent, suami di berikan langsung form data diri calon murid, jadilah saya punya bayangan harus mengajarkan apa pada Darrell agar bisa lolos test masuk SDnya.

Saya lalu memakai metode Kumon, belajar melalui membaca dan menulis.
Pertama - tama, saya bercerita dengan Darrell, namanya siapa? nama panjangnya siapa? nama ayah? nama ibu? alamat rumah? terkesan sepele memang, tapi kadang si Darrell belum mengerti dengan jelas saat di tanya tentang hal itu.
Apa pekerjaan ayah? pekerjaan ibu? di mana kantor ayah/ibu? Kalau di rumah ngapain saja? Suka main gadget gak? Suka nonton TV gak? :D

Setelah itu saya buat soal - soal yang di tulis tangan di sebuah buku, lalu Darrell mengisi semua jawabannya.
Yup, dengan menulis ingatannya jadi lebih tajam dan sekaligus melatih lagi tulisannya.
Demikian juga dengan soal mate-matika, soal - soal tambah dan kurang, semua saya tulis sendiri dan di jawab oleh Darrell.

Mau punya uang tambahan minimal 4 juta sebulan bahkan lebih? KLIK DI SINI

Dan akhirnya, tanggal 4 Februari 2017, adalah jadwal test Darrell di SDI Raudlatul Jannah.
Sedihnya, pas hari itu dia masih sakit, barengan sama maminya yang juga demam serta batuk pilek (ternyata tanda - tanda awal kehamilan).
Tapi demi test, kami berangkat juga bersama papinya.

Testnya lumayan lama, pertama - tama mereka di kumpulkan di halaman sekolah dan mereka di ajak memperkenalkan diri sebagai test untuk keberanian dan ketanggapan mereka sebagai calon murid.
Setelah perkenalan di halaman yang bisa di saksikan oleh para ortu masing - masing, para calon murid yang hari itu di hadiri sekitar puluhan orang, di arahkan masuk ke dalam ruangan kelas untuk di beri test tulis serta wawancara dengan para ustadzahnya (di SDI Raudlatul Jannah, guru-gurunya di panggil ustad/ustadzah)

Cukup lama Darrell di dalam kelas dan kami para ortu tidak di perbolehkan ikut masuk dan menyaksikan.
Sekitar sejam lebih barulah saya dan suami di panggil salah satu ustadzahnya untuk membicarakan hasil test Darrell.
Dan ternyata saudara - saudara... Darrell salah di beberapa soal mate-matika, hiks.
Hanya karena soalnya ternyata berbentuk gambar, lah maminya ngasih soal selalu pakai angka hehehehe.
Selain itu Darrell kurang tanggap saat di tanya tentang gadget, soalnya maminya nyebutnya HP atau game hahaha :D

Setelah menanda tangani lembar perjanjian kerja sama jika Darrell di terima di RJ, kamipun di perbolehkan pulang dan menunggu beberapa hari kemudian untuk pengumuman hasil test kelolosannya.

Beberapa hari kemudian, saya pun membuka website SDI Raudlatul Jannah untuk melihat hasilnya, daaaaannnnn.... nama Darrell tidak tercantum dong hiks..

Kesal saya menelpon ke sekolah tersebut, daaan setelah menghubungi berkali - kali dan menunggu berlama - lama sampai nyaris habis pulsa hiks, saya pun mendapatkan keterangan kalau memang Darrell tidak lolos, namun bisa mengikuti jadwal test ulang.

Kesal teramat sangat saya, sudah bayar indent jutaan, gak lolos test plus gak ada konfirm dari sekolah, paling tidak kan ada pihak sekolah yang menghubungi.
Akhirnya untuk menutupi omelan saya, suamipun langsung datang meminta penjelasan.
Dan setelah menunggu lama, Alhamdulillah bisa bertemu dengan wakil kepala sekolahnya dan akhirnya beliau berjanji akan menghubungi segera setelah mendapatkan waktu yang pasti untuk test ulangnya.

Keesokan harinya suami pun mendapat telepon dan di beri tahu kalau jadwal test ulang Darrell sudah keluar.
Laluuu drama pun belum berakhir, di sela - sela jeda waktu tersebut saya harus bekerja keras memastikan Darrell siap dan gak salah lagi mengenai hitung - hitungan maupun pertanyaan - pertanyaan wawancara dari ustadzahnya.
Daaan.. pas juga momennya saya sudah terserang bed rest karena nge flek di minggu ke 4 kehamilan saya di susul terkena hyperemesis yang bikin saya gak bisa bangun sama sekali bahkan gak bisa makan.

Meskipun demikian, saya terus berusaha agar Darrell tetap mengerjakan soal - soal yang sudah saya buatkan sebelumnya.

Hari test ulangnya pun tiba.
Saya dengan sempoyongan memaksakan untuk ikut, agar pihak sekolah tahu seberapa serius sih niat kami menitipkan anak kami menuntut ilmu di sekolah tersebut.

Dan ternyata, test ulangnya hanya berupa wawancara saja, Darrell di ajak masuk ruangan dan di tanya - tanya oleh ustadzah maupun seorang psikolog anak.
Lumayan lama kami menunggu di luar dan akhirnya kami pun juga di panggil masuk ke dalam ruangan untuk mendengarkan komentar si bapak psikolog tersebut.

Dan drama mulai lagi, masih dalam keadaan mual berat nahan muntah, eh si bapak psikolog itu memaparkan hasil test Darrell, menurutnya Darrell gak normal karena masa bayinya tidak pernah di latih merangkak, jadi keseimbangan otak kanan dan kiri kurang..

Saya yang sensitif membela diri dong, bukankan setiap anak itu unik dan tidak bisa di samakan?
Eh si bapak keliatan tersinggung dan tetap keukuh kalau bayi itu harus merangkak, suamipun kena teguran karena di anggap jarang mengajak anak jalan - jalan sore.

Ya kale bapaaakkk, emang suami saya kayak andaahhh?? Suami saya mah masuk pukul 08.00 pagi pulang jam 12 malam mah itu udah lumayan hiks

Beruntung para ustadzahnya ramah - ramah dan memberikan penjelasan kalau maksud pak psikolog itu baik, mengingat SDI Raudlatul Jannah menerapkan sistem Full Day School, yang mana waktu anak berada di sekolah bakalan lebih panjang ketimbang biasanya dia bersekolah di TKnya.

Iyaaa pak, ane juga tahu kok, insha Allah saya dan suami sudah memikirkan dan bakal mempersiapkan kondisi anak sebelum masuk sekolah tersebut.

Akhirnya dengan dongkol kami pun pulang, setelah mendapatkan janji kalau bakal di hubungi secepatnya untuk hasil testnya.

Saya kesal bukan kepalang, dan langsung mengajak suami untuk survey SD lainnya, sebagai jaga - jaga kalau Darrell gak lolos lagi, gak bakal lagi ngemis - ngemis ke sekolah tersebut #Beteh hahaha

Eh ternyata, semua sekolah incaran kami sudah full, hiks...
Tinggal SDI Al Akbar yang belum kami survey, karena beberapa hari sebelumnya suami sudah survey dan katanya masih ada kuota murid yang kosong.

Kamipun memutuskan pulang dan menunggu telepon hasil test di SDI Raudlatul Jannah saja.

Dan Alhamdulillah, hanya berselang sehari pihak sekolah akhirnya menghubungi nomor suami dan memberitahukan kalau Alhamdulillah anak kami, Muhammad Darrell Khairullah lolos test dan di terima jadi salah satu murid SDI Raudlatul Jannah Sidoarjo.
Lalu pihak sekolah menanyakan kapan pembayaran terakhir di lunasi, dan di harapkan secepatnya..

Yaelaaahhh.. kalau masalah nagih duit mah cepeettt, kalau info suliitt banget secepat nagih duit hahaha..

Alhamdulillah, beberapa hari kemudian suami akhirnya melunasi sisa pembayaran uang masuk senilai Rp. 5,600,000
Jadi total biaya masuk SDI Raudlatul Jannah Sidoarjo sebesar Rp. 15,350,000 We O We hehehe

Biaya tersebut sudah termasuk :
Uang pangkal : 9,750,000
SPP bulan Juli 2017 : 850,000 (oh ya SPP per bulannya 850ribu)
DPP 1 tahun : 2,000,000 (kalau gak salah tiap tahun ajaran baru harus bayar ini)
Seragam : 1,350,000 (seragam terdiri dari 5 pasang, termasuk baju olahraga, seragam pramuka dll)
Peralatan : 1,450,000 (termasuk tas, buku beserta perintilan lainnya seperti gunting, lem, pensil dll)

Kabar baiknya, kami hanya perlu mengeluarkan SPP saja setiap bulannya, untuk kegiatan dll sudah include di biaya yang kami bayar saat masuk sekolah.
Jadi Darrell bebas ikut kegiatan sekolah apa saja tanpa harus bayar lagi.

Dan Alhamdulillah saat ini seragam dan beberapa peralatan sekolahnya sudah kami terima, hanya ada beberapa yang kurang yang bakal di berikan saat Orientasi Wali Murid Baru yang akan di selenggarakan tanggal 15 Juli nanti di Hotel Utami Juanda.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi emak/mommy/mami/mama/bunda/ibu yang sedang mencari SDI buat anaknya

TPJ 03 Mei 2017
Yang lagi terharu pas liat Darrell nyobain seragam SDnya

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...