Monday, August 14, 2017

#DiaryDarrell - Setahun Bersama Kumon



Jadi ceritanya di akhir bulan lalu, saya iseng memperhatikan kartu SPP bulanan Kumon Darrell saat akan membayar SPP bulan Agustusnya.
Dan saya baru ngeh dong, ternyata Darrell sudah setahun belajar Bahasa Inggris di Kumon... WOW!

Jadi flashback ke masa - masa awal memutuskan ikut Kumon.
Jadi setahun yang lalu saat masih TK, Darrell liat iklan kumon yang potongan lagunya
"we will shine... we will shine" di TV :D
Lagu iklan tersebut melekat di pikirannya dan sering di nyanyiin.

Kebetulaaan juga, di beberapa blok dari tempat kami tinggal, ada tempat les Kumon yang selalu kami lewati pas mengantar atau jemput Darrell sekolah.
Jadilah saat lewat tempat tersebut Darrell lalu mengeluarkan kata - kata ajaibnya
"Mi... Darrell mau belajar di Kumon, plisss...plisss...plisss..."
Dengan bola matanya yang  bulat nan berbinar2 kayak kartun wakakakaak


Butuh uang untuk anak les ini itu? Tambah penghasilan dengan KLIK DI SINI
Mendapatkan wajah seperti itu, saya langsung meleleh, namun tetep harus cari banyak informasi dulu.
Mengingat ada beberapa gosip - gosip gak asyik yang merebak mengenai pengaruh buruk kumon.
Seperti bikin anak jadi stres karena PR tiap hari, atau anak jadi bosan belajar karenanya.
Namun, semua tidak bakal terjawab dengan baik kalau belum mencobanya sendiri, bukan mencoba membuat Darrell jadi stres, tapi mencoba metodenya atau lesnya yang kebetulan waktu itu ada COBA GRATIS selama 2 minggu.

Sayapun menelpon ke nomor telepon tempat les kumon tersebut menanyakan syarat - syaratnya, dan ternyata kami hanya di minta langsung datang ke lokasinya di tanggal yang telah di tentukan agar bisa langsung mencobanya.

Di hari yang telah di tentukan, saya lalu mengantar Darrell ke tempat lesnya.
Daaann setelah sampai, si Darrell malu-malu dong, dia malah asyik bergelonjot di celana saya, gak mau di ajak masuk ke dalam oleh miss nya *_________*

Saya akhirnya menenangkannya sekitar 30 menit sampai akhirnya dia mau masuk ke dalam dan mulai mengerjakan testnya.
Dari situlah saya mendapatkan informasi, kalau di Kumon ternyata ada 2 mata pelajaran yang bisa di ikuti.
Yang pertama, Matematika dan kedua Bahasa Inggris.

Darrell awalnya minta matematika, tapi dasar sayanya masih terbayang - bayang gosip yang gak mengenakan mengenai pengaruh buruk matematika Kumon, saya pun memilihkannya bahasa Inggris.
Akhirnya Miss nya memberi jalan keluar terbaik, agar mengikuti kedua mata pelajaran tersebut, dan nantinya biar Darrell sendiri yang memilih mana yang dia ingin ikuti.

Sebenarnya Darrell memilih matematika karena dia takut gak bisa bahasa Inggris, maklum meskipun saya sering mengajarinya Bahasa Inggris dalam percakapan sehari - hari, tapi tetap dia gak bisa familier dengan bahasa tersebut.

Singkat cerita, Darrell akhirnya mengikuti coba gratis kedua mata pelajaran tersebut dan berakhir dengaaaaann.... DIA MEMILIH BAHASA INGGRIS karena lembar pekerjaan nya baik PS (Pekerjaan Sekolah) maupun PR lebih menarik dan tugasnya gampang karena cuman mengikuti suara di CD dan melingkari gambarnya hahahaha... (Darrell memulai kumon Bahasa Inggrisnya di level paling dasar yaitu 7A, sedang Matematika di mulai dari level 4A)

Dasar bocah ^________^

Sewaktu akhir masa percobaan gratis, miss nya sebenarnya menawarkan agar saya mengikuti kedua mata pelajarannya, melihat Darrell sangat menikmati kedua mata pelajaran tersebut.
Tapi saya menolak dengan 2 alasan.
Pertama karena takut Darrell bosan, secara saya sangat kenal akan sifat Darrell yang mudah bosan, just like his mother hahaha
Kedua karena takut akan SPPnya wakakakakakak..
SPP per mata pelajaran 370ribu perbulan bookkkk!!!
Kalau 2 mata pelajaran means 740rebo sebulannn.... WOW!!!
Apalagi saat itu kami sedang mempersiapkan Darrell masuk SD di sekolah swasta yang biaya masuknya juga fantastis menurut kami (MAKANYAAAA.. CARI UANG YANG BANYAK REY!!!) T________T

Pendek kata saya pun membayarkan Darrell masuk kumon, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 280ribu dan SPP bulan berikutnya sebesar Rp 370ribu (SPP harus di bayar di bulan sebelumnya, misal SPP September harus di bayar di bulan Agustus, jika telat maka lembar PS maupun PR siswa gak akan keluar)

Waktupun berlalu...
Dan seperti dugaan saya, Darrell pun bosan hahaha..
Bukan bisan berangkat lesnya, dia mah semangat 72 eh 45 kalau berangkat les.
Darrell bosan mengerjakan PR, karena semakin naik level, PR menulisnya semakin banyak.

Setiap level terdiri dari 20 titles dan setiap title terdiri dari 10 lembar pekerjaan bolak balik.
Kebayang kan tangannya pegal nulis mulu hahaha..
Awal-awalnya sih menarik karena hanya dengan melingkari gambar, tapi semakin naik level, PRnya dia harus nulis ulang kata - kata hingga kalimat dalam bahasa Inggris.

Lalu mulailah dia asal - asalan ngerjakan PR, yang ada 1 titles harus diulang berkali - kali (PR maupun PS gak boleh ada yang salah 1 huruf pun, kalau salah harus ulang lagi sampai benar)
Daaann si Darrell gak naik - naik level donggggg T_______T

Emaknya yang galak langsung kesal (dulu saya seperti emak2 lainnya, naik level terus itu penting menurut saya) secaraaaa... bayarnya MEHEEELLL (emak egois!!!)
Padahal sebelum mulai les, sudah ada orientasi orang tua dan si pemilik tempat les tersebut sudah berpesan..
KALAU KUMON BUKANLAH TEMPAT UNTUK MENCETAK ANAK JADI PROFESOR MATEMATIKA, ATAU JADI ANAK SUPER PINTAR.
Kumon adalah tempat les yang lebih menekannya metodenya untuk mendidik anak menjadi lebih disiplin, dan mencintai belajar (hey, bukankah hidup itu setiap harinya adalah pembelajaran? thats way mengapa semua anak harus di didik mencintai belajar)

Tapi dalam kenyataannya, saat waktu berjalan kadang saya lupa dengan pesan tersebut hiks (maafin mami ya sayangnya mamiiiii :* )

Anehnya selama beberapa bulan saya selalu lebih keras mengingatkan Darrell tentang PR Kumonnya, Darrell tetap sama sekali gak mau berhenti kumon.
Padahal sudah saya bujuk, agar dia bebas dari tekanan mengerjakan PR.
Tapi dia tetep keukeh gak mau keluar dari Kumon.

Sampai akhirnya dia masuk SD kemaren, barulah saya sadar betapa pesan dari pemilik tempat Kumon tersebut BENAR ADANYA.

Metode Kumon sangat membantu saya banget dalam mengajari Darrell ketika SD.
Darrell yang harus test 2 kali ketika daftar di SD tersebut karena test pertama gak lulus, di luar dugaan saat masuk dia masuk dalam jajaran anak - anak hebat yang bikin gurunya takjub.

Nulisnya lancaaarr bangetttt!!! (meskipun tulisannya belum rapi entah karena dia bukan seniman atau karena tulisan emak bapaknya yang kayak cakar ayam nurun ke dia hahaha)
Logikanya keren banget..
Setiap kali ada tugas di kelas, dia paling cepat selesai dan mengumpulkan pada miss dan ustadzahnya.
Sampai - sampai miss nya heran, anak ini kok nulisnya cepat banget dan ajaibnya tulisannya benar semua.

Bahasa Inggris juga sangat menakjubkan, dia sudah lancar menuliskan kata - kata dalam bahasa Inggris sederhana, hanya dengan mendengarkan saja.

Yang paling menakjubkan juga adalah rasa tertariknya dalam mengikuti jadwal harian yang super padat yang saya susunkan di waktu weekday.
Secara dia sekolah fullday, waktunya jadi lebih sedikit di rumah, sedang dia tetap butuh mengerjakan PR, sholat, ngaji, dan pastinya main hahaha..

Plus di tambah, aslinya tubuhnya ringkih, kurus dan suka sakit - sakitan hiks T_______T

Ajaibnya, Alhamdulillah dia bisa mengikuti semuanya dengan baik.
Berikut jadwal harian weekday Darrell :

Pukul 04.30 : Bangun, beresin tempat tidur sendiri meski masih di bantu (penting nih, karena ada poin yang harus di isi di buku penghubung sekolahnya hahahaha), setelah itu mandi lalu sholat Subuh dan di teruskan dengan sarapan.

Pukul 05.30 : Pakai seragam sekolah sendiri (juga penting karena ada pointnya hahaha), lalu mengecek lagi semua isi tas yang harus di bawa di sekolah termasuk bekal dan air minum serta seragam ganti jika hari itu ada ekstra atau pramuka (semua dikerjakan sendiri sambil di awasi dan di dampingi saya atau papinya)

Pukul 05.45 : Sudah siap semua, menanti jemputan datang sambil bersepeda di depan rumah.

Pukul 06.05 : Jemputan datang (Darrell selalu di jemput duluan karena sepertinya dia satu - satunya yang gak pernah bikin supirnya nunggu lama hahaha

----- pukul 06.05 - 14.30 di sekolah ----

Pukul 14. 30 : Sampai rumah lagi, segera membuka dan merapikan seragam sekolah lalu membongkar isi tasnya, setelah semua beres waktunya ngemil sebentar sambil menanti adzan Ashar.

Pukul 15.00 : waktunya sholat Ashar, di lanjutkan dengan ngaji sambil di ajarin maminya (gak ada waktu ngaji di luar, namun untungnya di sekolah juga udah ngaji tiap hari, jadi di rumah cuman review aja)
Setelah itu lanjut mengerjakan PR Kumon atau berangkat les Kumon setiap Senin dan Kamis.

Pukul 16.00 : Waktunya main di luar rumah, biar gak sumpek ama jadwal belajar mulu hahaha.

Pukul 17.00 : Pulang main, ngemil lagi, lalu mandi dan sholat Magrib di teruskan makan malam lalu belajar lagi mempelajari materi keesokan harinya (enaknya, setiap Jumat di bagikan weekplan minggu berikutnya yang berisi materi yang bakal di pelajari, jadi saya bisa mengajarin Darrell materi tersebut agar keesokan harinya Darrell lebih mudah menerima pelajaran dari miss dan ustadzah nya)
Setelah belajar, mempersiapkan semua buku dan hal - hal yang harus di bawa keesokan harinya, lalu gosok gigi, Wudhu dan sholat Isha.

Pukul 20.00 : Harus sudah tidur!

Demikian terus repeat setiap hari selama weekday, jika weekend lebih santai namun tetap harus di isi belajar karena ada PR dari sekolah maupun Kumon.

Waktu awal Darrell masuk SD dan menerapkan jadwal ini pun dia terlihat semangat, hanya maminya saja yang hampir pingsan karena harus mendampinginya memastikan tidak ada waktu yang terlewatkan hahaha..
Dan Alhamdulillah di minggu ke 5 dia masuk SD, semua berjalan lancar tanpa harus saya dampingi secara ketat seperti awalnya..

Dari semua progress positif yang membahagiakan itu adalaaahhh...
Saya sungguh sujud syukur atas pencapaiannya yang sudah sadar sholat 5 waktu tanpa bolong...
Selama masuk SD, dia hanya 2 kali bolong sholat Isha, itupun karena kesalahan kami yang ngajak dia keluar kelamaan sampai dia ketiduran di jalan hiks..

Di luar itu, sengantuk dan secapek apapun dia, selalu ingat sholat, masha Allah... BAHAGIANYAAAAAA....

Saya menyadari semua itu juga andil dari metode kumon yang sudah di jalaninnya selama setahun ini.
Memang, dia belum casciscus berbahasa Inggris seperti anak - anak lain yang sekolah di International School, dia malah sangat mencintai bahasa Indonesia, meskipun dia sudah familer ama bahasa Inggris.
Saya sering di marahin gegara mengajaknya ngomong pakai bahasa Inggris.
"Mami, ini tuh Indonesia, pakai Bahasa Indonesia, jangan bahasa Inggris!!" katanya.. hahahaha

Anyway..
Sebenarnya saya berpikir ingin menambahkan les kumon Matematika buat Darrell, mengingat dari semua kehebatannya di sekolah, dia punya kelemahan juga yaitu di PERHITUNGAN hiks T______T
Meskipun setiap malam sebelum harinya saya sudah mengajarinya, tetap saja ada yang salah saat mengerjakan tugas perhitungan di sekolahnya T______T

Tapiiii...
Untuk saat ini sepertinya belum memungkinkan..
Alasan terbesarnya adalah... WAKTU!!
Dari jadwal di atas saja sudah keliatan betapa padatnya jadwal yang harus di ikutinya agar semua hal2 penting terlaksana seperti waktu istrahatnya harus cukup mengingat dia aslinya gak bisa capek (langsung drop dan demam)
Asupan makanannya pun juga harus terpenuhi, jadi jadwal ngemil dan makan di buat sedemikian rupa agar asupan cemilan tidak mempengaruhi selera makan besarnya.
Pun juga untuk waktu sholat dan belajar.

Alasan lainnya adalah.... PASTILAAAH BIAYANYA hahahahahaha *_________*
Juga masih menyesuaikan mengingat SPP sekolah dan antar jemput tiap bulannya juga LUMAYAAAANNNN wkwkwkwk..

Nah, bagi mami / mom / mam / bunda / ibu / emak lainnya yang ingin mencoba mendisiplinkan anak melalui metode kumon, boleh tuh di ikuti coba gratisnya yang sepertinya bakal di adakan tanggal 18 - 30 Agustus nanti.
Buruan daftar dan ikuti testnya sekarang..
Beneran gratis tanpa bayar sepeser pun kok :D

Segera kunjungi tempat - tempat les Kumon terdekat di tempat tinggal masing - masing.

Semoga Bermanfaat..

TPJ, 14 Agustus 2017

Reyne Raea

8 comments:

  1. Kok aku jdi semangat kumonin raffi yaaaaa

    Makasih sharingnya ❤❤❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak, mumpung ada coba gratis Agustus mendatang, adek Raffi pasti seneng banget tuh :D

      Delete
  2. Mbak, anakku mbarep Kumon dari TK. Waktu itu kami tinggal di Amerika. Ada Kumon, subjectnya: Math & Reading. Jadi tujuan awal buat nyiapin dia siap masuk TK di sana. Dan dia suka, jadi les dua-duanya. Tarik ulur juga sih, kadang bosen juga , tapi enggak pernah mau keluar sampai dilanjutkan di Indonesia dan sekarang kelas 8.

    Si Adik sama, masuk mulai TK juga ..Dan, setuju, Kumon memang membantu disiplin belajar dan berkegiatan lainnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwowwww, udah lama banget ya mba.
      Si Darrell juga gitu, meski kadang bosan ngerjakan PR, tapi gak mau disuruh keluar hahaha

      Delete
  3. Keren banget sih Darrel, anak-anakku masih PR buat disiplin niiy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih harus didampingi juga kok mba, tapi Alhamdulillah gak perlu intesif dampingi kayak dulu lagi :)

      Delete
  4. Replies
    1. Masih harus didampingi mba hehehe :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...